Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Menggoda...


__ADS_3

MASIH POV RENAL...


.


.


.


Aku pun segera turun kebawah menuju meja makan dan ku lihat Rain sudah duduk tenang di sana , Seketika pandangan ku mengarah kearah meja


makan yang sudah tersedia sarapan yang telah di siapkan oleh Cindy .


Cindy benar-benar seperti pendamping idaman dan lagi-lagi aku tersenyum senang namun seolah sadar akan situasi aku pun langsung mengembalikan mimik wajahku .


" Pagi sayang " ucapku menyapa Rain seraya mencium pucuk kepalanya


Aku pun langsung mengambil kursi disebelah Rain seperti biasanya sedangkan Cindy , ia akan duduk tepat dihadapan ku.


" Apa Cindy masih mencuci pakaian ? " Tanyaku dalam hati seraya mengedarkan pandanganku kearah sekitar


Saat aku hendak menghampiri Cindy untuk menanyakan kapan ia akan selesai namun tiba-tiba aku kembali terduduk saat melihat Cindy yang baru saja keluar dari kamar mandi bawah dengan tubuh yang dibaluti dengan Bathrobe bahkan rambutnya masih basah hingga membuat akuu menelan ludahku kuat-kuat .


" Apa dia memang berniat ingin menggoda ku ? " Ucapku dalam hati seraya menolehkan pandanganku kearah lain


" Kalian makanlah duluan " ucapnya seketika


" Tidak , kami akan menunggumu , apakah lima menit cukup untuk berganti pakaian ? " Ucapku menolak tanpa menatap kearah wanita itu


Aku terus menatap kearah lain sampai akhirnya kudengar langkah kaki yang menjauh dari meja makan dan setelah itu aku pun langsung menghembuskan nafas lega .


" Daddy kenapa ? " Tanya Rain tiba-tiba seraya menatap kearah ku


" Daddy sedang menahan diri sayang " sahutku sambil tersenyum lembut kearah Rain hingga membuat anak itu terlihat bingung

__ADS_1


" Menahan diri dari apa ? " Tanyanya lagi dengan wajah bingungnya


" Sesuatu yang berbahaya " sahutku pelan


Dan kulihat wajah Rain yang terlihat sangat bingung dan membuat ekspresi wajah polos seolah tengah berpikir keras hingga membuat aku tersenyum lucu . Entah kenapa Rain bisa sangat menggemaskan seperti ini , pikirku .


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Cindy pun turun dan bergabung bersama kami , namun aku terus menatap lekat kearah Cindy yang ada di hadapanku saat wanita itu tiba di dekat meja makan .


" Apa pakaian ku terlalu jelek ? , Hanya ini pakaian bagus yang aku punya " Ucapnya pelan seraya menatap kearah ku yang masih menatapnya hingga membuat aku tersadar


" Tidak , kau tidak perlu berlebihan " Ucapku begitu saja setelah tersadar


Aku menatap kearah tubuh Cindy yang dibalut dengan kemeja biru langit yang membuat wanita itu terlihat lebih mempesona , namun tubuh kurusnya tidak terlalu terlihat karena ukuran kemeja itu memang sedikit agak longgar namun itu terlihat cantik di tubuhnya .


" Aku hanya tidak mau mempermalukan mu , bukankah aku sekarang adalah sekretaris mu ? Ucapnya seraya menatap kearah ku


Ah benar , tapi jika dia mempesona seperti itu bisa-bisa beberapa karyawan akan melirik kearahnya dan bisa saja dia dilirik oleh pria lain , memikirkan hal itu saja sudah membuat kepalaku panas dan sakit .


" Makanlah dan juga hari ini tidak ada makan siang diluar , aku sudah membuatkan bekal " ucap Cindy mutlak


" Akh , Apa yang aku pikirkan , ck " Ucapku lagi dalam hati seraya melanjutkan makan ku


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini aku dan Cindy sudah tiba di AA Store dan saat ini kulihat Cindy tengah duduk di dalam diruangan nya , Ruangan Cindy berada tepat didalam ruangan ku .


Tempat itu adalah bekas ruangan ku dulu untuk menyimpan beberapa berkas di sana dan aku memaksa mereka untuk menjadikan nya sebuah ruangan kerja untuk Cindy , akan lebih baik dan aman jika aku bisa memantaunya secara langsung , bukan .


Kulihat Cindy tengah sibuk melihat beberapa berkas yang ada di mejanya , banyak hal yang masih belum di mengerti oleh Cindy dan aku pun memahami itu .


" Permisi Tuan , Jadwal rapat anda dan juga makan siang bersama dengan Lubrarry nanti pukul 11 siang , Tuan " ucap Adrian setelah ku izinkan masuk


" Makan siang ? " Tanya ku seraya menatap kearah pria itu

__ADS_1


" Iya , mereka mengajak anda untuk makan siang bersama sekaligus mengurus kontrak kerja samanya " ucap Adrian hingga membuat aku sedikit mengerutkan keningku


" Makan siang cancel , aku hanya akan menerima meeting saja " Ucapku menolak


" Baik , Tuan " ucap Adrian mengangguk patuh


Adrian pun pergi meninggalkan aku dan menyisakan aku dengan beberapa dokumen di atas meja kerja ku , sesekali mataku akan melirik kearah ruangan Cindy yang memang bisa tembus pandang karna mejaku dengan ruangan Cindy hanya berjarak beberapa meter dan hanya di lapisi oleh pembatasan kaca hingga memudahkan aku untuk bisa melihat kearah nya.


Kulihat wajah Cindy yang sangat serius itu seraya menatap kearah berkas-berkas yang ada di tangannya hingga membuat aku tersenyum lembut saat melihatnya .


Saat aku tengah menatap kearah Cindy tiba-tiba pintu ruangan ku kembali di ketuk dan menampilkan wajah Adrian lagi di sana .


" Mereka setuju mengadakan meeting saja dan tiga puluh menit lagi mereka akan sampai disini " ucap Adrian menjelaskan padaku hingga membuat aku mengangguk paham


" Baik , siapkan ruang meeting dan juga beberapa makanan ringan untuk mereka " perintah ku pada Adrian


" Baik , kalo begitu saya permisi " ucap Adrian berpamitan


Aku pun hanya mengangguk tanda mengiyakan ucapan pria itu . Dan kembali menyelesaikan pekerjaan ku untuk menanda tangani beberapa dokumen lalu menutupnya setelah di rasa sudah selesai semua .


Aku berjalan menuju ruangan Cindy dan berdiri tepat di depan mejanya tanpa mengetuk pintu kaca tersebut terlebih dalu hingga membuat sang empunya terkejut karena kehadiranku.


" Ikutlah denganku Cindy , Kau akan ikut meeting hari ini dengan ku dan jangan lupa bawa catatan dan juga pena " ucapku padanya dan Cindy pun hanya mengangguk patuh seraya mengambil benda yang aku suruh


Aku pun berjalan kearah pintu keluar dan kurasakan Cindy yang berjalan dibelakang ku namun beberapa detik kemudian aku terhenti sebelum membuka pintu tersebut.


Aku menatap kearah Cindy yang ada di belakangku yang juga menghentikan langkahnya dan menatap kearah ku dengan tatapan bingung .


" Berjalan disebalahku , kau bukan bodyguardku , Cindy " Ucapku seraya terus menatap kearah nya


" Tap— "


" Aku bilang berjalanlah disebelah ku " ucapku memotong penolakan wanita itu

__ADS_1


Cindy pun akhirnya hanya pasrah dan menuruti perkataan ku , aku pun langsung membuka pintu dan keluar bersama dengan Cindy yang ada di sampingku .


" Adrian ikutlah meeting bersama ku , Kau bisa mengajari Cindy hal-hal apa saja yang akan dia kerjakan " ucapku dan Adrian pun menangguk patuh


__ADS_2