Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Adik ...


__ADS_3

MASIH POV RENAL...


.


.


.


Untuk pertama kalinya dalam hidupku setelah beberapa tahun belakangan ini akhirnya aku bisa merasakan tidur dengan sangat nyaman saat ini .


Aku meraba samping tempat tidurku dan aku tidak menemukan keberadaan Cindy di sana , aku pun segera membuka mataku dan dengan cepat aku turun dari ranjangku saat ini seraya mencari keberadaan wanita itu di mana pun . jika wanita itu lari lagi dari ku , aku benar-benar akan sangat marah pada wanita itu , pikirku .


" Kau kenapa ? " tanya seseorang yang sangat aku kenalin suaranya


Aku pun melihat kearah Cindy yang tengah meletakkan piring yang ada di tangannya kearah meja seraya menatap heran kearah ku dengan apron yang masih ia kenakan saat ini .


" Tidak " sahutku singkat dan segera pergi meninggalkan wanita itu


Aku menggaruk tengkuk leherku yang tidak terasa gatal dan merutuki kebodohan ku yang sampai sangat panik saat melihat Cindy tak ada di sampingku , seharusnya aku tidak perlu sepanik itu , pikirku .


Aku pun kembali masuk kedalam kamarku dan memutuskan untuk membersihkan diriku , hari ini aku berniat untuk bermalas-malasan dan tidak akan pergi kekantor .


Aku berniat akan menjemput Rain siang nanti dan tentunya bersama dengan Cindy , Setelah selesai membersihkan diriku dan berpakaian santai dan aku pun segera turun untuk mengisi perutku yang terasa sudah lapar .


" Daddy " panggil Rain dengan suara riangnya hingga membuat aku langsung menatap kearah asal suara tersebut


Aku melihat kearah meja makan yang kini sudah ada Mama dan Rain di sana lalu mataku mencari kearah sekeliling namun aku tak melihat keberadaan Cindy di sana .


Aku pun berjalan menghampiri mereka dan memeluk kilas tubuh mungil Rain , seraya terus menatap kearah sekeliling untuk mencari keberadaan Cindy dan kembali menatap kearah Rain yang saat ini tengah menikmati makanannya sedangkan Mama entah tengah mengerjakan apa di dapur saat ini aku pun tak tau .


" Rain kesini sama Nenek saja ? " Tanya ku seketika


" Sama Kakek juga kok " sahut nya seraya memakan makanan yang ada di piringnya


" Lalu dimana Kakek sekarang ? " Tanya ku penasaran


" Sedang bicara sama Mommy ! ,


Daddy jahat banget sih gak kasih tau Rain kalau Mommy sudah bal— "


" Sayang , Daddy nemuin Kakek Sama Mommy dulu ya " ucapku memotong ucapan Rain seraya mengabaikan wajah cemberutnya saat ini


" Mereka diruang kerja mu sayang " ucap Mama seketika memberitahu ku saat tiba di dekat meja makan bersama dengan Rain hingga membuat aku pun segera pergi untuk menemui mereka di ruang kerja ku


" Sebenarnya apa yang Papa inginkan " ucap kesal seraya berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruangan kerja ku


Aku membuka pintu tersebut dengan perlahan awalnya aku berniat ingin menerobos masuk dan membawa Cindy keluar dari ruangan itu namun aku mengurungkan niatku saat itu .


Aku hanya terdiam seraya mendengarkan percakapan kedua orang yang ada di dalam saat ini dengan alat bantu pintu yang hanya terbuka sedikit .


" — Mengapa kau masih disini ! " Tanya Papa dengan suara yang terdengar dingin


" Tanyakan saja pada anak anda , mengapa aku berada di sini ? " ucap Cindy datar


" Kau sudah menerima uang itu Cindy , kau sudah menukarkan Rain dengan uang itu " ucap Papa datar.


" Tidak . aku tidak pernah menukar Rain dengan uang , Aku hanya menukar Rain dengan kebahagiaan . aku tau jika Rain bersama Renal dia akan sangat bahagia , seperti yang anda ucapkan tempo lalu . pikirkan kebahagiaan dan masa depan Rain . Jadi Aku berhak kapan saja menemui putraku , bahkan anda sendiri menginginkan Rain sebagai cucu anda , bukan ? " ucap Cindy dengan suara yang tak kalah datar dan dingin


Aku masih terus setia menguping pembicaraan mereka di dalam sana dan akhirnya kini aku tau alasan mengapa Cindy menyerahkan Rain pada ku .

__ADS_1


" Cindy , kau tau betul aku bisa saja menghancurkan mu " ucap Papa begitu saja hingga membuat aku ingin menerobos masuk kedalam ruangan tersebut namun niatku kembali aku urungkan saat Cindy kembali membuka mulutnya


" Hidupku bahkan sudah lama hancur Tuan saat aku mengenal anak mu , jadi untuk apa lagi anda repot-repot untuk merusak nya , hm ? . Aku bisa dengan mudah merusak putra anda namun jika aku melakukan hal itu aku hanya akan menghancurkan hati putraku , sampai kapanpun aku tidak akan menyakiti Rain dan jika itu harus melindungi perasaan putra anda agar Rain tidak terluka aku akan melindungi nya . aku sudah tidak memiliki apapun lagi kecuali Rain , jadi jangan repot-repot untuk menghancurkan hidupku " Ucap Cindy panjang lebar hingga membuat hatiku seketika berdenyut sakit saat mendengar ucapan wanita itu .


Seketika ada rasa bersalah dalam diriku saat mendengar ucapan wanita itu bahkan aku merasa sangat bersyukur dengan adaanya Rain saat ini .


" Apa yang sebenarnya kau inginkan , Cindy ? " Tanya Papa darat namun Cindy tak kunjung menjawab pertanyaan Papa saat itu


" Apa kau memerlukan nama Astan dibelakang nama Rain ? " Sambung Papa seketika


" Aku tidak butuh nama Astan dibelakang nama putraku , karna nama Astan tidaklah penting untuk putra ku , dia hanya akan dipandang sebagai anak haram jika menyandang nama itu , Rain-ku bukanlah anak haram sekalipun dia lahir karna kesalahan ku . permisi aku harus memberi makan putraku " ucap Cindy datar seraya berjalan menuju kearah pintu


Saat aku hendak bersembunyi tiba-tiba Cindy sudah lebih dulu melihat keberadaan ku hingga membuat wanita itu sedikit terkejut namun ia segera menyembunyikan ekspresinya tersebut ,


Cindy pun membuka pintu ruang kerja ku dan berjalan keluar mengabaikan aku yang tengah berdiri di depan pintu tersebut , Seketika aku menahan tangan Cindy agar wanita itu berhenti .


" Semula ku pikir , memulai dengan mu dari awal itu mudah namun nyatanya baru saja permulaan aku sudah ingin pergi . Ingat Renal , Rain tidak butuh nama Astan dibelakang nya karna dia anak ku , bukan darah daging Astan " ucapnya datar seraya menatap kearah ku dan melepaskan genggaman ku dengan paksa


" Cindy —"


" Itu terlalu sulit Renal " ucapnya lagi memotong ucapan ku seraya berlalu meninggalkan ku


Aku pun memejamkan mataku sejenak dan membuka pintu ruang kerjaku seraya menemui Papa yang masih terduduk di ruangan tersebut .


" Berhentilah ikut campur urusanku , Pa " ucapku marah


" Kau anak ku ! " Ucapnya tak kalah kesal


" Sekalipun aku anak mu , Papa tidak berhak menghakimi Cindy seperti ini , hanya aku yang boleh menghakimi nya . tidak papa atau siapapun ! . jika Papa menyentuh Cindy aku tidak akan tinggal diam , akan ku hancurkan apapun semua yang telah ku bangun . aku serius " Ucapku mengancam Papa dengan sangat marah dan berlalu meninggalkan Papa dengan iringan suara pintu yang kututup dengan kuat


" Sialan ! " Umpatku kesal setelah berada di luar


Aku ingin sekali melarang Rain duduk di pangkuan Cindy karena tubuh Rain saat ini sudah agak besar dan juga sedikit berat , namun saat melihat mereka berdua tersenyum aku pun langsung membatalkan niatku bahkan aku sudah cukup kenyang hanya dengan melihat interaksi kedua orang itu .


" Apa saat ini Cindy tinggal bersama mu ? " Tanya Mama seraya menatap kearah ku yang saat itu hendak mendudukkan bokongku di salah satu kursi kosong yang ada di sana


" Hm , dengan sedikit paksaan " Ucapku hingga membuat Mama tersenyum simpul saat mendengar nya


" Kakek cobain deh masakan Mommy nya Rain , pasti enak " ucap Rain heboh hingga membuat aku dan Mama menatap kearah Papa yang saat itu tengah mendudukkan tubuhnya di kursi dekat Mama , sedangkan Cindy hanya terdiam dan sibuk dengan kegiatan nya , wanita itu tak bergeming sedikitpun pun saat papa hadir di antara kami


Kulihat Papa tersenyum kecil saat menanggapi ucapan Rain .


" Kakek kenyang " ucap Papa berbohong seraya berdiri dan menarik tangan Mama


" Kita pulang Ma " ucap Papa lagi hingga membuat Mama terlihat tidak suka namun mau tidak mau Mama pun mengikuti keinginan Papa.


" Kakek dan Nenek pulang dulu ya Rain , Cindy mama pulang " ucap Mama lembut berpamitan pada Cindy


Aku pun Menatap Mama yang tengah tersenyum lembut kearah Cindy seraya berlalu meninggalkan kami namun Cindy hanya terdiam tak berbicara seraya menatap lembut kearah Mama yang semakin menjauh dari kami dan sekilas terlihat Papa yang tidak suka sampai akhirnya kudengar pintu tertutup dan meninggalkan kami bertiga.


" Kakek kenapa ya Mom ? " Tanya Rain polos seraya menatap kearah Cindy


" Kakek sedang banyak kerjaan sayang , sekarang Rain makan ya , katanya rindu masakan Mommy " ucap Cindy berbohong dengan suara lembut hingga membuat aku tersenyum lembut saat melihat mereka.


" Rain duduknya di kursi ya , kalau dipangku terus nanti Mommy nya cape , Rain kan sudah Besar , berat pula " ucapku hingga membuat Rain terlihat cemberut


" Daddy . Rain gak gendut " ucapnya menyangkal dengan wajah menggemaskan


" No sayang , Rain itu berat bukan gendut " ucapku lagi meralat perkataan ku

__ADS_1


Dengan wajah cemberut dan rasa Ogahnya akhirnya Rain pun mau turun dari pangkuan Cindy dan duduk disebelah kursi Cindy .


" Mommy kemana aja ? , Rain kangen tau " ucap Rain seraya membuka mulutnya saat sesendok nasi masuk kedalam mulut anak itu


" Mommy kerja sayang " Ucapku yang menjawab pertanyaan Rain tadi.


Rain pun menelan makanan nya hingga habis dan saat Rain hendak kembali membuka suaranya tiba-tiba Cindy langsung menghentikannya hingga membuat Rain kembali menutup mulutnya rapat-rapat .


" Tidak ada percakapan saat sedang makan , makanlah dulu baru berbicara . Itu peraturan penting di meja makan saat ini " ucap Cindy mutlak hingga membuat Rain menurut dan begitu pula dengan ku


Aku dan Rain pun memakan makanan kami dalam diam dan saat Cindy telah selesai menyuapi Rain barulah wanita itu makan untuk dirinya sendiri.


" Rain mandi dulu ya sama Daddy " Ucapku agar Cindy bisa sedikit lebih tenang menikmati makan nya


" Nanti aja ya Dad , Rain masih mau ngobrol sama Mommy " ucap Rain menolak seraya memasang wajah melasnya


" Mommy nya lagi makan sayang " Ucapku lagi


" Tap— "


" Rain , selama Mommy pergi Rain gak nakal kan ? " Tanya Cindy memotong ucapan Rain seraya meletakkan kembali sendoknya kesisi piring


Cindy pun kembali mengambil tubuh Rain untuk duduk dipangkuan nya seraya tersenyum dan mengelus lembut rambut Rain .


" Rain enggak nakal kok , Rain kan anak Mommy yang paling baik " ucapnya polos seraya menampilkan gigi susu nya


Seolah teringat akan sesuatu Rain pun berteriak heboh hingga membuat aku merasa khawatir karna mereka berdua duduk di satu kursi .


" Mommy , gigi Rain udah mau copot , itu artinya Rain udah besar kan , Mom ? " Tanya Rain dengan suara heboh seraya meletakkan jari kecilnya di giginya yang sedikit goyang dan menunjukkannya pada Cindy


" Sungguh ? " Ucap Cindy menggoda Rain hingga membuat aku tersenyum senang saat melihat interaksi mereka


" Mommy gak percaya ya , coba saja pegang " ucapnya seraya menyerahkan mulutnya kearah Cindy


Cindy pun mengarahkan jarinya ke gigi depan Rain dan menggoyang nya secara perlahan .


" Wah , Anak Mommy sudah besar , sebentar lagi Rain akan memiliki pacar dong " ucap Cindy menggoda Rain hingga membuat aku melotot saat mendengarnya


" Tidak Cindy , Rain masih kecil " ucapku dalam hati seraya terus melihat kearah mereka tanpa berniat untuk menganggu nya


" Rain sebentar lagi mau punya adik Mom Rain kan sudah besar , yakan Dad ? " Tanya Rain polos seraya menolehkan kepalanya ke arahku hingga membuat aku dan Cindy terdiam gugup


" Ra— "


" Rain bisa jaga adik Rain kok Mom , Rain kan sudah besar . Makanya ayo kita cari adik untuk Rain , Mommy sama Daddy bisa kan cariin Rain adik yang lucu " ucap Rain lagi dengan wajah polosnya memotong ucapan Cindy


Kulihat Cindy hanya terdiam seraya tersenyum kaku kearah Rain begitu juga dengan ku , kami benar-benar bingung menanggapi ucapan Rain saat ini .


" Rain sayang , ayo kita mandi " Ucapku mengalihkan pembicaraan Rain seraya menarik paksa tubuh Rain dari pangkuan Cindy dan menggendong nya


" Rain masih kangen Mommy , Dad " ucapnya merengek


" Mandi dulu sayang , setelah ini kita akan pergi jalan-jalan " Bisikku pelan membujuk Rain


" Serius ? , Daddy gak bohongin Rain kan ? " Ucapnya tak percaya


" Enggak , Daddy gak bohong , makanya sekarang Rain mandi dulu " ucapku meyakinkan Rain hingga akhirnya Rain pun menuruti ucapan ku


" Bersiaplah , kita akan pergi jalan-jalan hari ini " Ucapku pada Cindy yang tengah menatap kearah ku dan Rain

__ADS_1


Aku pun berlalu meninggalkan Cindy menuju kamar Rain untuk memandikan anak itu . pergi jalan-jalan adalah satu-satunya cara agar Rain melupakan percakapan tadi .


__ADS_2