
Kini perut Cindy sudah semakin membesar bahkan Renal saja sudah cuti dari pekerjaannya sejak bulan yang lalu tanpa sepengetahuan sang istri .
Kini kandungan Cindy sudah mencapai bulan ke-9 , Banyak hal yang terjadi pada tubuh Renal termasuk lidahnya yang benar-benar tidak bisa menerima makanan lain selain masakan dari sang istri , akan tetapi semakin kesini Morning Sick dan penyakit Ngidam Renal sudah menghilang walaupun sesekali pria itu akan meminta hal-hal aneh namun Cindy dengan sabar menuruti pria itu .
" Kau tidak bekerja lagi ? " Tanya Cindy yang berada disamping Renal
Cindy baru saja membuka matanya saat merasakan sebuah pelukan erat pada pinggang nya saat ini .
" Selamat pagi sayang , itu yang benar " ucap Renal mengoreksi ucapan Cindy
" Selamat pagi Daddy " sapa Cindy dengan nada suara yang di buat-buat
" Pagi juga Mommy , aku tidak bekerja " sahut Renal atas pertanyaan Cindy tadi
" Pagi Baby " sapa Renal seraya mengelus lembut permukaan perut Cindy
" Lepaskan pelukan mu Renal , aku ingin mandi " ucap Cindy namun Renal tak bergerak sedikitpun
" Sebentar sayang , lima menit lagi " ucap Renal seraya terus memeluk tubuh Cindy
" Renal " panggil Cindy
" Aku ingin memelukmu sayang , diamlah , jika kau tidak diam kau akan membangunkan adik kecilku nanti " ucap Renal ditelinga Cindy hingga membuat Cindy terdiam dan Renal pun tersenyum kecil dibalik punggung wanita itu .
Setelah lebih dari lima menit akhirnya Renal pun mulai melepaskan pelukan nya pada tubuh Cindy hingga membuat Cindy akhirnya bisa bernapas dengan lega.
Cindy bediri dengan hati-hati menuju kamar mandi yang terletak di sudut kamar mereka berdua , sebelum benar-benar masuk kedalam kamar mandi Cindy sempat melirik kearah jam yang ada didinding kamar nya , saat ini jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi , itu artinya mereka sudah melewatkan sarapan pagi bersama dengan yang lain.
Selesai mandi dan mengganti pakaiannya , Cindy pun segera keluar dari kamarnya dengan penuh kehati-hatian , wanita itu menuruni anak tangga menuju meja makan dan terlihat disana sudah ada Renal yang tengah duduk dan memakan makanan nya dengan lahap .
" Kemarilah sayang , aku akan menyuapi mu " ucap Renal dan Cindy pun menuruti ucapan pria itu seraya berjalan kearah sang suami
" Di mana mereka ? " Tanya Cindy Setelah menduduki tubuh nya
" Ditaman belakang " Sahut Renal seraya menyodorkan sendok berisi nasi kearah mulut Cindy
" aku akan membersihkan piring kotor nya , kau bergabunglah deng— "ucap Cindy terpotongan setelah berniat untuk membersihkan piring kotor bekas makan mereka
" Tidak , kau tidak boleh banyak bergerak , sayang . Biar aku saja yang membersihkan nya " ucap Renal memotong ucapan Cindy
" Renal " panggil Cindy menolak
" Ini sudah bulan kelahiran mu sayang , aku tidak mau terjadi hal yang buruk , Dokter Briana juga bilang kau jangan banyak aktifitas sayang " ucap Renal yang mulai cerewet dan dengan senantiasa Cindy hanya mendiamkan nya dengan membengkap mulut pria itu dengan kedua telapak tangan nya.
" Aku mengerti Daddy , kau semakin cerewet akhir-akhir ini " ucap Cindy seraya tersenyum kecil melihat pria yang ada dihadapan nya saat ini .
Dengan pelan Renal pun melepaskan tangan Cindy yang ada pada mulutnya dan menatap wanita itu lekat-lekat .
__ADS_1
" Aku mencoba menjagamu Sayang " ucap Renal lembut
" Tapi kau terlalu berlebihan , Daddy " ucap Cindy namun pria itu hanya tersenyum lebar kearah wanita itu
Cindy dan Renal pun jalan beriringan dengan tangan Renal yang berada dipinggang sang istri .
Mereka berjalan menuju taman belakang dan terlihat disana Mama Renal dan Mama Cindy yang tengah berbincang-bincang santai sedangkan Rain , anak itu sudah memulai sekolah Tk nya sejak kemarin .
"Jadi apa yang sedang para Nenek bicarakan ? " Tanya Renal bergabung seraya menarik kursi kosong untuk di duduki sang istri
" Membicarakan kalian yang ingin pindah dari sini " ucap Mama Renal
" Ayolah Ma , kita sudah membahas ini ratusan kali " ucap Renal seraya memutar bola matanya dengan malas dan menatap Mama kandung nya dengan malas
" Kau memisahkan kami dengan cucu-cucu kami , Renal " ucap mama Renal lagi
" Mama bisa bertemu mereka kapanpun kalian mau " ucap Cindy ikut bicara
" Tap— " ucap sang Mama terpotong
" Engh.. Renal , sesuatu terasa aneh pada perutku " ucap Cindy merintih kesakitan seray memegangi perut besarnya
Renal pun langsung berdiri dari duduknya dan mengecek keadaan Cindy , dan tanpa aba-aba Renal pun langsung menggendong tubuh Cindy yang bahkan beratnya dua kali lipat dari sebelumnya .
" Eng— Renal " ucap Cindy merintih kesakitan
Awalnya dokter Briana bilang kelahiran Cindy sekitar dua minggu lagi tapi entah kenapa Saat ini Cindy sudah merasa hal seperti ini .
" Kau akan baik-baik saja , sayang " ucap Renal terus menerus menenangkan Cindy
Dengan hati-hati Renal pum memasukkan Cindy pada kursi penumpang dan ditemani oleh kedua Mama mereka.
Sesampai di rumah sakit Renal terlihat seperti orang kesetanan dia terus memanggil beberapa Dokter dan juga suster yang ada di sana sampai akhirnya Dokter Briana sendiri yang membantu persalinan Cindy kali ini .
" Aku akan masuk " ucap Renal saat Cindy sudah dimasukkan kedalam ruang operasi
" Aku tidak menerima penolakan " ucap Renal cepat memotong ucapan dokter Briana yang saat itu hendak menolak
Mau tidak mau Dokter Briana pun memperbolehkan Renal untuk masuk , setelah mengganti pakaian yang lebih bersih dan mencuci tangannya .
Di sana terlihat Cindy yang tengah meringis kesakitan hingga membuat Renal khawatir dan berjalan mendekat kearah wanita itu seraya menyentuh wajah wanita itu .
" Sayang , kau akan baik-baik saja kan ? " Tanya Renal pelan dan penuh kekhawatiran namun Cindy hanya terdiam seraya merintih kesakitan bahkan keringat wanita itu sudah becucuran deras di dahinya
Tak berapa lama Dokter Briana pun mendekat kearah Cindy dan menyuntikkan sesuatu di tubuh Cindy .
" Aku mencintaimu Sayang , kau akan baik-baik saja kan ? " Tanya Renal lagi seraya menyentuh pipi Cindy namun wanita itu hanya terdiam tak menjawab ucapan sang suami sampai akhirnya mata Cindy semakin lama semakin berat dan akhirnya wanita itu pun memejamkan matanya
__ADS_1
" Astaga ! Dokter lakukan sesuatu dia— , dia memejamkan matanya " ucap Renal histeris dan penuh kekhawatiran
" Tenanglah Renal , itu hanya obat bius . Kami akan melakukan operasi caesar sekarang " ucap Dokter Briana
" Apa tidak apa-apa ? " Tanya Renal khawatir
" Itu adalah cara satu-satunya " ucap sang dokter
Kini Dokter Briana pun sudah siap dengan scalpel yang ada di tangan nya , sementara Renal yang sejak tadi berada tepat disamping Cindy pun meneguk ludahnya dengan kasar .
" Hati-hatilah " ucap Renal saat Scalpel tajam itu hendak menyentuh permukaan perut Cindy
Dan saat Dokter Briana hendak kembali membelah perut Cindy dengan scalpel yang ada ditangan nya tiba-tiba kembali gagal karena ulah pria yang ada di dekat Cindy itu yang tak lain adalah Renal .
" Apa kau sudah yakin ? , Kenapa kalian memotong perut Cindy ? " Tanya Renal membuat keributan
" Jika kau masih ribut keluarlah , Renal " ucap Dokter Briana kesal
" Baiklah , aku akan diam . Pastikan Cindy baik-baik saja " ucap Renal yang akhirnya menutup mulutnya rapat-rapat
Dokter Briana pun mulai kembali fokus pada operasinya namun lagi-lagi pria itu kembali berulah hingga membuat Dokter Briana kembali kesal .
" Keluarlah sekarang Renal ! , Kau bisa membunuh bayi-bayi mu dan Cindy jika kau masih banyak bicara seperti ini . Sekarang diamlah dan perhatikan saja jangan berbicara apapun , Ingat apapun ! " Ucap Dokter Briana tegas dan Renal pun kembali terdiam
" Dia akan baik-baik saja " ucap renal dalam hati seraya terus menenagkan dirinya sendiri
Mulut Renal pun kini terdiam seraya terus melihat segala proses persalinan sang istri bahkan Renal sampai meraba perut nya sendiri saat melihat perut Cindy kembali dibelah oleh dokter Briana .
Beberapa suster pun mengelap keringat yang ada pada dahi Dokter Briana bahkan Renal sendiri sampai meneteskan air matanya saat melihat Cindy yang masih memejamkan matanya seolah wanita itu tidak merasakan sakit apapun saat ini .
Beberapa doa pun diucapkan oleh Renal di dalam hatinya sampai akhirnya dokter Briana pun sukses mengeluarkan bayi-bayi tersebut dari dalam perut Cindy .
Dengan perlahan Dokter Briana pun mengangkat bayi itu dan bayi satunya diangkat dengan Dokter lainnya namun kedua Bayu itu tak kunjung menangis sampai akhirnya .
" Selamat datang , Baby " ucap Renal seketika dengan suara lembut hingga spontan membuat kedua Bayi itu menangis secara bersamaan hingga suaranya memenuhi ruang operasi tersebut
" eak..eak..eak "
Para suster pun membawa kedua bayi itu untuk di mandikan sedangkan dokter Briana kembali menjahit perut Cindy sampai akhirnya kembali seperti semula .
Renal masih berdiri menunggui Cindy yang masih memejamkan matanya sampai akhirnya Cindy di pindahkan keruang rawat inap , entah sudah berapa jam Renal menunggu Cindy yang kini masih memejamkan matanya baginya itu tidak masalah.
Renal terus menggenggam tangan Cindy yang kini masih berbaring di ranjangnya seraya memberikan kecupan-kecupan lembut pada pergelangan tangan wanita itu
" Aku mencintaimu sayang , sangat-sangat mencintaimu . Terimakasih Honey karna sudah melahirkan para malaikat kecilku " ucap Renal lembut dan tulus
...-------- THE END --------...
__ADS_1