
...MASIH POV RENAL......
.......
.......
.......
Selesai sarapan pagi dan beristirahat sebentar akhirnya kami pun segera pergi menuju rumah sakit ditemani dengan Rain yang saat ini berada dalam gendongan ku.
" Kok kita kesini , emang nya Daddy sakit ? " Tanya Rain polos dengan wajah khawatir hingga membuat aku tersenyum kecil menanggapi ucapanya
" Enggak sayang , Daddy gak sakit " sahutku lembut hingga membuat anak itu tersenyum lega.
Kami bertiga pun segera menuju ruangan Dr.Briana , dia adalah Dokter kandungan dan satu satu nya Dokter yang mungkin aku percayai .
" Masuk " perintah seseorang dari salah satu ruangan yang tak lain adalah Dr.Briana
Setelah mendapat persetujuan dari Dokter Briana kami pun segera masuk dan dapat di lihat Dokter Briana tersenyum lembut menanggapi kehadiran kami , Dokter Briana ini Dokter yang membantu persalinan Mama dulu .
" Wah Renal , kau sudah tumbuh sangat dewasa sekarang " ucap Dokter Briana sambil tersenyum lembut dan terlihat bangga mengucapkan hal itu.
" Tentu saja Dok , tidak mungkin aku menjadi kecil terus " ucapku bercanda hingga membuat Dr.Briana tersenyum
Aku pun duduk dihadapan Dokter Briana dengan Cindy yang berada disampingku dan Rain yang berada dipangkuan ku , seketika Dokter Briana melihat Rain penuh minat.
" Apa dia anakmu , Renal ? " Tanya dokter Briana dan aku mengangguk setuju
" Rain perkenalkan ini Dokter Briana " ucapku pada Rain dan anak itu pun mengangguk sopan lalu mulai memperkenalkan dirinya.
" Wah , dia tumbuh sangat manis . tapi apa benar dia anak mu Renal ? " Tanya dokter Briana tak percaya
" Tentu saja Dokter " Ucapku cepat
" Beruntung sekali dia tidak memiliki sifat seperti mu Renal , uh dia sangat menggemaskan " ucap Dokter Briana antusias , dia terdengar seperti remaja 17 tahun , padahal usianya saat ini sudah 57 tahun.
" Jadi seseorang yang ada di sebelahmu itu yang bernama Cindy ? " Tanya Dokter Briana tiba-tiba hingga membuat Cindy tersenyum lembut menyapa Dr.Briana
" Akh , jadi dia yang membuat majalah Bisnis dan koran penuh ? Kupikir itu hanya gosip " ucap Dokter Briana sambil tersenyum lembut kearah Cindy hingga membuat Cindy merasa sedikit malu dan aku pun langsung menyentuh jari-jemari Cindy dengan lembut seolah tengah menenangkan wanita itu
__ADS_1
" Akh baiklah , jadi apa tujuan kalian kemari ? " Tanya Dokter Briana yang kini mulai terlihat serius
" Cindy ingin memeriksakan kehamilannya apakah dia baik-baik saja , dan aku juga ingin meminta obat untukku " ucapku santai
" Kau sakit ? " Tanya Cindy tiba-tiba saat mendengarkan kalimat yang keluar dari mulutku.
" Tidak sayang , aku butuh obat penekan rasa mual dan pening " ucapku
menjelaskan hingga membuat Cindy pun akhirnya mengangguk kepalanya tanda paham
" Mari Cindy , aku perlu memeriksa mu " ucap Dokter Briana seraya berdiri dari duduknya
Dokter Briana pun membawa Cindy menuju kearah Bangsal yang ada diruangan itu . Aku dan Rain pun hanya mengikuti mereka dari belakang dan berdiri tepat di samping ranjang tempat Cindy berbaring .
Kulihat Dokter Briana mengoleskan sesuatu di atas permukaan perut Cindy dan setelahnya Dokter Briana pun pengambil Alat yang aku tidak ketahui nama nya seraya menggerakkannya di atas perut rata Cindy .
Kini mataku terus menatap kearah layar monitor yang kini menampilkan gambar yang tidak aku ketahui namanya , yang jelas itu gambar pertama dari Anak kami .
" Dad , itu apa ? " Tanya Rain bingung saat melihat layar monitor tersebut
" Adik Rain " ucapku
" Dia belum tumbuh besar sayang " ucapku menjelaskan
" Oh , apa adik Rain sudah bisa keluar sekarang ? " Tanya Rain lagi hingga membuat aku terkekeh medengarkan ucapan polos anak itu
" Nanti sayang , adik Rain keluar nya nanti " ucapku menjelaskan dengan sabar
" Rain mau nya sekarang Daddy " ucapnya merengek hingga membuat Cindy terkekeh kecil
" Ya , gak semudah itu sayang " ucapku memenangkan Rain
" Tap— "
" Memangnya Rain mau adik Rain keluar tanpa kaki atau tangan ? " ucapku menakuti Rain hingga membuat anak itu berdigik ngeri dan menggelengkan kepalanya kuat-kuat
" Jadi kapan adik Rain keluar nya Dad ? " Tanya Rain lagi
" Sebentar lagi sayang , tunggu perut Mommy nya besar dulu , oke " ucapku menjelaskan sebisa mungkin pada Rain hingga membuat anak iti menganggukkan kepalanya seolah mengerti dengan ucapan ku
__ADS_1
" Bagaimana dengan kondisi Cindy , Dokter ? " Tanyaku setelah Dokter Briana menyelesaikan pemeriksaan nya dan Cindy pun kini sudah bangkit dari tidurnya
" Janin nya sehat , hanya saja sedikit lemah . Mulailah memakan banyak buahan dan meminum susu Cindy karna kandungan mu tidak seperti 'ibu' pada umumnya , kandungan Cindy cenderung lemah " ucap Dokter Briana menjelaskan dan aku pun mendengarkannya dengan serius
" Dan juga , janganlah berpikir sesuatu yang berlebihan karna itu bisa mempengharui tumbuh kembang otak Janin kalian , kalian harus berhati-hati atau kedua janin kalian bisa dalam masalah " Sambung Dokter Briana hingga membuat aku dan Cindy terkejut
" Dua ? " tanya Cindy tiba-tiba dengan nada terkejut
" Iya , kemungkinan itu kembar " ucap Dokter Briana tenang
" Kau bercanda kan Dok ? " Tanyaku meminta keyakinan dari dokter Briana
" Aku tidak bercanda Renal , Cindy mengandung anak kembar . maka dari itu kesehatan serta makanan Cindy harus selalu dijaga , aku akan menuliskan beberapa resep untuknya , dia butuh beberapa keping Vitamin " ucap Dokter Briana menjelaskan
Dan Kulihat Dokter Briana menuliskan sesuatu pada kertas itu dan setelahnya dia pun segera memberikan nya padaku. .
" Terima Kasih Dokter " ucapku seraya menerima kertas tersebut
" Dokter " Panggilku seakan teringat sesuatu.
" Ya ? , Ada apa lagi ? " Tanya Dokter Briana seraya menatap kearah ku
" Apa wajar jika aku yang merasakan sesuatu yang harusnya dirasakan oleh Cindy ? . Em maksudku , aku terkena morning sick , dan juga aku merasakan seolah tengah mengidam " ucap ku menjelaskan
" Ah , kau merasakan itu ? " Tanya Dokter Briana
" Iya , apa itu wajar Dok ? " Tanya ku penasaran
" Itu wajar " ucap Dokter Briana sambil terkekeh pelan
" Lalu bagaimana rasa nya ? " Ucap Dokter Briana lagi dengan wajah penasarannya hingga membuat Cindy juga menatap kearah ku
" Ah mengerikan , aku harus terbangun saat perutku ingin memuntahkan isi yang ada di dalamnya , ditambah saat aku ingin memakan banyak hal termasuk sesuatu yang tidak aku sukai , tapi itu semua
menyenangkan , aku sangat bahagia bisa meraskan hal itu " ucapku pelan seraya tersenyum lembut kearah Cindy sambil mengelus lembut kepala wanita itu
" Jelas aku sangat bahagia merasakan itu , setidaknya Cindy tidak harus merasakan hal itu . Dia harus istirahat yang cukup " ucapku lagi dan kembali tersenyum lembut pada Cindy yang kini tengah menatapku bahkan kulihat matanya sampai berkaca kaca.
" Bukan kah Cindy sangat menggemaskan , rasanya aku sangat ingin memakan habis tubuhnya " ucap ku dalam hati
__ADS_1