Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Bukti Kasih Sayang...


__ADS_3

...MASIH POV RENAL......


.......


.......


.......


SATU MINGGU KEMUDIAN..


Kini aku mendekati Cindy yang sejak tadi hanya duduk terdiam tanpa berbicara apapun , aku pun berjongkok dihadapan Cindy yang kini tengah menundukkan wajahnya .


" Tidak apa-apa sayang , Mama dan Papa pasti akan senang jika kita tinggal disana , aku tidak bisa meninggalkanmu di Apartemen sendirian bersama dengan Rain " ucapku meyakinkan Cindy hingga membuat wanita itu sedikit mendongkakkan kepalanya untuk menatapku


" Tapi Renal.. , bagaimana jika mereka tidak menyukaiku ? " Ucap Cindy lirih diakhir kalimat dengan wajah yang terlihat khawatir


Aku pun menghela nafas ku dan menatap jagoan kecilku yang kini sudah berdiri diujung tangga dengan robot yang baru saja aku belikan kemarin , kulihat Rain berlari kecil kearahku dan Cindy dan mendudukkan bokongnya disamping Cindy .


" Kapan kita berangkat Dad ? " Tanya sikecil penuh semangat sementara Cindy hanya menatapku dengan tatapan memohon.


" Sebentar lagi ya sayang , Sekarang Rain persiapkan dulu semua barang yang Rain mau bawa , oke " ucapku memerintahkan Rain hingga membuat anak itu mengangguk paham seraya turun dari sofa dan berlari kecil menaiki tangga menuju kamarnya untuk memilih barang-barang yang akan di masukkan nya kedalam tas miliknya.


" Re—"


" Semua akan baik-baik saja sayang , aku janji " ucapku meyakinkan Cindy


" Tapi jika mereka— "


" Mereka tidak akan menolak mu Cindy , jika mereka menolak mu itu berarti mereka juga akan menolak ku dan menolak cucu mereka " ucapku pelan memotong ucapan Cindy seraya terus meyakinkan wanita itu


" Baiklah , aku setuju " ucap Cindy pada akhirnya hingga membuat aku tersenyum senang dan mengecup puncak kepala wanita itu dengan sayang


" Ak— " ucapku terpotong ketika kurasakan sesuatu yang akan kembali keluar dari mulutku

__ADS_1


Aku pun segera berlari menjauh dari Cindy saat kurasakan perutku yang ingin kembali mengeluarkan isi didalamnya . ini sudah ke empat kali nya disiang ini bahkan sarapan pagiku saja sudah ku keluarkan semua .


" Uek "


Seketika kurasakan pijatan lembut dibelakang leherku hingga membuat aku merasa sedikit tenang dan santai , setelah dirasa cukup aku pun berdiri dan membersihkan mulutku yang terasa sangat aneh.


" Kau baik-baik saja ? " Tanya Cindy lembut dengan wajah khawatirnya


" It's okey Honey , ini hanya masalah kecil " ucapku sambil tersenyum lembut hingga membuat Cindy lagi-lagi tersenyum


Kulihat Cindy sedikit berjinjit untuk menyamai tinggi ku , namun tinggi nya hanya sejajar dengan alisku dan seketika kurasakan sebuah kecupan singkat pada bibirku hingga membuat aku tersenyum senang saat melihat Cindy melakukan hal semanis itu


" Jadi kau ingin apa lagi , hm ? . Aku akan membuatkan nya untuk mu " Tanya Cindy hingga membuat aku memikirkan hal apa yang tengah aku inginkan saat ini dan pilihan ku jatuh pada Pancake yang dihiasi dengan Ice Cream strawberry diatas nya . Membayangkan nya saja sudah membuat ku ngiler


" Akh , aku ingin Pancake ice cream Strawberry " ucapku yakin dan antusias


hingga membuat Cindy lagi-lagi tersenyum dengan lebarnya


Cindy pun mengalungkan tangan nya pada leher ku sambil terus tersenyum lebar kearah ku hingga membuat aku ingin sekali memakan waktu itu .


" Kalaupun lapar , aku ingin sekali memakan mu " ucapku pelan dengan sangat intim seraya mendekatkan diriku pada Cindy dan menarik pinggang wanita itu agar mendekat kearah ku


" Aku ingin sekali memakan mu sebagai makanan penutup , sayang " Sambungku tepat di hadapan wanita itu hingga membuat pipi Cindy bersemu merah


Aku pun mengecup seluruh wajah Cindy dengan sayang dan mencium bibir Merah Cindy dengan sangat lembut bahkan dengan sedikit lum*t*n nya , rasanya aku ingin sekali merasakan lebih dan lebih lagi dari ini .


" Daddy sama Mommy lagi ngapain ? " Tanya Rain polos dengan wajah penasarannya hingga membuat aku seketika melepaskan ciuman kami berdua dan kulihat Cindy yang tersipu malu seraya mengalihkan pandangannya kearah lain hingga membuat aku tersenyum lucu , menurut ku Cindy sangat menggemeskan.


" Memberikan bukti kasih sayang , apa Rain mau ? " Ucapku hingga membuat Rain berpikir sebentar lalu menganggukkan kepalanya dengan antusias hingga membuat aku tertawa karena tingkah polos anak itu


Rain pun berlari kehadapan ku dan segera kutangkap lalu kugendong tubuh kecilnya seraya memberikan kecupan-kecupan di kedua pipinya dan bibir kecilnya itu.


" Kapan kita berangkat nya Dad ? , Rain mau ketemu Kakek dan Nenek " ucap Rain dengan riangnya.

__ADS_1


" Sebentar lagi ya sayang , Daddy mau makan Pancake buatan Mommy dulu " ucap ku seraya menatap kearah Cindy yang kini sudah pergi meninggalkan ku dan Rain menuju dapur


" Rain juga maaaau " ucapnya antusias hingga membuat aku tersenyum lucu


Aku pun membawa Rain menuju meja makan untuk melihat Cindy yang tengah membuat makanannya untuk kami berdua , aku terus memperhatikan punggung kecil Cindy untuk berjaga-jaga takut-takut jika dia melukai dirinya , pikirku .


Aku melirik kearah Rain sekilas yang kini tengah sibuk dengan PSP miliknya , entah sejak kapan anak itu suka sekali memainkan barang itu.


Aku pun bangkit dari dudukku dan menghampiri Cindy yang saat ini tengah sibuk dengan dapur nya , wanita itu bahkan tidak merasakan kehadiran ku.


" Jangan ganggu aku " ucap Cindy mengancam hingga membuat aku terkekeh pelan dan melangkahkan kakiku semakin mendekat di belakang wanita itu


Aku pun memeluk pinggang Cindy dari belakang dan meletakkan dagu ku pada sisi bahu nya seraya memejamkan mataku untuk meningat aroma Cindy yang membuatku sangat nyaman .


" Renal "


" Sebentar sayang , aku ingin mencium bau mu " ucapku pelan tanpa merubah posisi ku dan seketika ku rasakan Cindy mengelus lembut tanganku yang ada dipinggang nya


" Cindy " Panggilku pelan dan kudengar Cindy berdeham sebagai tanda dia mendengarkan ku.


" Apa ini sudah berakhir ? , Apa ini akhir dari kebahagiaan kita ? " Tanyaku seketika


" Renal - "


" Apa kau tidak merindukan kedua orang tuamu ? " Tanyaku pelan memotong ucapan wanita itu


" Aku merindukan mereka , tapi kau jauh lebih penting " ucapnya pelan dan terdengar lirih


" Tap — " ucapku terpotong


" Kau prioritas utama ku Renal , kau , Rain dan baby kita . Kalian penting " ucap nya yakin kali ini


" Sekarang kembalilah ke meja makan , jika tidak , aku tidak akan menyelesaikan Pancake ini kalau kau masih berada disini " ucapnya galak hingga membuat aku menegakkan tubuhku dan melepaskan pelukan ku

__ADS_1


Sebelum beranjak ke meja makan aku pun memberikan kecupan-kecupan lembut pada pipi Cindy hingga membuat wanita itu kewalahan .


" Baik Kapten , maaf menganggu acara masak mu " ucapku dan meninggalkan Cindy yang kini mulai kembali sibuk dengan pekerjaan nya


__ADS_2