
MASIH POV CINDY...
.
.
.
Setelah selesai makan Renal pun segera menuju ruang tamu , dia bilang pada ku bahwa dia merindukan Rain dan akan melakukan Video Call , sementara aku harus membereskan meja makan dan mencuci piring kotor bekas kami berdua .
Seketika kudengar langkah kaki yang mendekat kearah ku dengan suara tawa pelan secara bersamaan , dan seketika kurasakan sebuah pelukan dari belakang punggung ku
Kini Renal memeluk tubuhku dari belakang seraya menyadarkan daguku dibahu ku , sedangkan tangan Renal yang satunya terjulur di depanku seraya memegang ponsel canggih miliknya .
" Mommy Rain kangeenn " teriak Rain dengan suara menggemaskannya hingga membuat aku ingin sekali memeluk tubuh kecilnya
Aku tersenyum senang saat melihat wajah anak itu , jujur aku juga sangat merindukan malaikat kecilku itu , Seketika kurasakan pelukan yang ada di belakangku semaki mengerat dan kurasakan dada bidang Renal menyentuh punggungku hingga membuat jantungku berdetak tak karuan.
" Mommy juga kangen , Rain " ucapku lembut seraya terus menetralkan diriku saat ini
" Rain gak kangen Daddy ? " Tanya Renal seketika dengan suara lembutnya hingga kurasakan rasa hangat menerapa sedikit kulit leherku saat pria itu berbicara
" Rain kangen Daddy juga kok " ucap Rain lucu hingga membuat aku tersenyum senang melihatnya
" Kalian benar-benar sangat menikmati waktu bedua , hm ? " Ucap seseorang bergabung dengan kami yang tak lain adalah Marcell Astan , ayah Renal
" Jangan membuat Cindy takut Pa " ucap Renal seketika dibelakang ku
Saat ini aku memang tengah merasa tegang , mungkin Renal juga merasakannya mangkanya pria itu langsung berucap seperti itu.
" Jadi bagaimana misinya ? " Tanya Papa seketika mengabaikan peringatan putranya .
" Misi ? " Tanyaku bingung secara spontan dan aku pun segera merutuki mulutku yang bicara seenak nya.
" Misi , adik untuk Rain Mommy , Kata kakek kalo Rain nurut dan biarin Mommy sama Daddy berduaan Rain akan cepat punya adik " ucap Rain menjelaskan dengan bahasa nya yang polos dan menggemaskan , aku pun menolehkan kepalaku kearah Renal yang kini hanya menampilkan cengiran kudanya
" Renal " ucapku tertahan seraya memberikan tatapan tajam kearah pria itu
" Ya sudah , nikmatilah waktu kalian berdua , semoga misi nya cepat terselesaikan " ucap papa begitu saja seraya mematikan video call tersebut tanpa menunggu jawaban dari kami
" Jadi ? " Tanyaku meminta penjelasan pada Renal seraya memutar tubuhku dan terus menatap kearah pria itu
__ADS_1
" Maaf sayang , sebagai Daddy yang baik aku hanya ingin menuruti keingginan Anakku " ucap Renal membela diri namun aku masih terus menatap kesal kearahnya
" Jangan marah begitu , bukankah kau menyukainya saat peni— "
" Renalllllll....." ucapku kesal memotong ucapan kotor pria itu
Kulihat Renal hanya tertawa lucu seraya menatap kearahku dan seketika ku rasakan ciuman di bibirku saat aku hendak kembali mengeluarkan suaraku .
" Jangan marah sayang , karena itu membuat sesuatu dalam tubuhku bangkit " ucap Renal lagi hingga membuat aku kesal dan langsung menginjak kaki pria itu dengan kuat hingga membuat sang empunya mengaduh kesakitan.
" Segeralah cuci otak kotor mu itu , Renal " ucapku sebel seraya meninggalkan Pria itu begitu saja
Seketika kudengar suara tawa Renal dibelakangku seraya memanggil namaku berkali-kali namun aku terus mengabaikan panggilan pria itu dan terus berjalan kearah pintu depan saat aku mendengar suara bel yang berbunyi dari sana .
Dengan tergesa-gesa aku pun membuka pintu tersebut dan merutuki niatku saat aku mendapati Hugo yang ada di depan ku saat ini dengan bunga mawar yang tengah ia pegang di tangannya .
" Siapa yang datang , sayang ? " Tanya Renal dengan suara sedikit berteriak seraya kudengar suara langkah kaki yang samar-samar mendekat kearah ku
" Pergilah Hugo " Ucapku pelan mengusir pria itu
" Tidak , sebelum kau mau berbicara denganku , Cindy " ucapnya keras kepala
" Tidak " tolak ku tegas
" Sayang , siapa itu ? " Tanya Renal lagi saat semakin dekat kearah ku
" Baiklah , aku akan segera menemuimu Hugo , tunggulah dibawah " Ucapku pelan dan langsung menutup pintu tersebut begitu saja saat kurasakan kehadiran Renal yang hampir tiba di belakangku
Aku pun membalikkan tubuhku dan langsung menatap Renal yang kini sudah berada di hadapanku seraya menatap bingung kearah ku hingga membuat aku merasa sangat gugup dan takut .
Aku pun menundukkan sebentar kepalaku lalu memberanikan diri untuk kembali menatap pria itu .
" Siapa ? " Tanya Renal bingung
" Em , bukan siapa-siapa " ucapku seraya menghilangkan rasa gugup dalam diriku
Kulihat Renal menaikkan sebelah alisnya dan berjalan melewatiku lalu membuka kembali pintu yang baru saja ku tutup tadi . aku pun langsung menahan nafasku sesaat karna takut namun seketika aku kembali bernafas dengan lega saat pintu tertutup begitu saja . Itu tandanya Hugo sudah benar-benar pergi dari sana , pikirku .
Kulihat Renal mengedikan kedua pundaknya seraya berjalan kearahku dan merangkul pundakku untuk masuk kedalam rumah dan menuju ruang keluarga .
" Renal " Panggilku saat kami berjalan menuju ruang keluarga
__ADS_1
" Hm , ada apa ? " Sahutnya seraya menatap ku
Aku yang di tatap pun langsung merasa sangat gugup namun sebisa mungkin aku menetralkan diriku agar Renal tidak merasa curiga dan aku bisa mendapatkan alasan yang tepat untuk menemui Hugo sebentar .
" Em , Boleh aku keluar sebentar ? " Tanyaku pada akhirnya
" Biar aku temani , kau ingin kemana ? " Tanya Renal seraya terus menatap ku hingga membuat aku semakin merasa gugup
" Tidak perlu biar aku sendiri , aku hanya ingin membeli sesuatu kau tunggu saja disini , oke . Aku tidak akan lama " ucapku hingga membuat Renal mengerutkan keningnya kearahku
Saat Renal hendak protes , aku pun segera pergi dari hadapan pria itu setelah mengecup kilas pipi pria itu . dan aku segera menemui Hugo yang kini tengah menungguku dibawah.
Sesampai nya dilobby bawah kulihat Hugo yang tengah menduduki sofa tunggu yang ada disana .
" Kita bicara dicafe depan saja " ucapku datar saat tiba di dekat pria itu dan
Hugo pun langsung mengikuti langkah kakiku
Setelah menyebrang kami pun sampai dicafe yang tidak terlalu dipenuhi dengan pengunjung , aku mengadahkan pandangan ku kelangit yang terlihat mendung , aku harap malam ini tidak akan hujan .
Seketika aku mengalihkan pandanganku kearah Hugo yang saat ini tengah tersenyum kecil kearah ku seraya memberikan bunga mawar yang sejak tadi di bawanya.
" Aku tidak akan menerima nya , Hugo " Ucapku datar menolak bunga tersebut
Dan kulihat Hugo yang terlihat kecewa namun dengan seketika wajahnya berubah dengan senyum pura-pura , saat tangan Hugo hendak mencapai pucuk kepalaku tiba-tiba aku segera menepisnya dengan pelan.
" Apa yang ingin kau bicarakan , Hugo " tanyaku seketika dan Hugo pun langsung menatapku seraya meletakkan mawar tersebut begitu saja di meja
" Aku mencintaimu , Cindy " ucapnya langsung dan aku tidak akan kaget dengan ucapan pria itu , karena dugaan yang kutepis memang benar ada nya.
" Aku tidak " sahutku datar
" Kau bahkan belum mencoba untuk mencintaiku , Cindy " ucapnya sendu seraya terus menatap kearah ku
" Aku tidak ingin mencoba nya , Hugo " Ucapku terus menolak pria itu
" Kenapa ? , Apa karena Renal ?! " Tanyanya lantang
" Kau sudah tau jawaban nya Hugo " Ucapku pelan agar tidak menyakiti pria itu
Aku hanya tidak ingin menyakiti Hugo dengan ucapan-ucapanku , dia pria baik bahkan sangat baik namun aku benar-benar tidak bisa membalas perasaan nya .
__ADS_1
Kulihat Hugo menggelengkan kepalanya seraya mengepalkan kedua tangannya seolah tengmenahan amarahnya yang akan meledak . Hugo pun menatapku dengan tatapan kecewa , sedih dan marah yang kini menjadi satu .