Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Memilih ...


__ADS_3

...MASIH POV CINDY......


.......


.......


.......


Setelah membayar aku pun segera pulang berjalan kaki menuju rumah dan seketika tiba-tiba kurasakn ponselku bergetar kali ini bukan telpon melainkan sebuah pesan singkat dari Renal .


...----------------...


From : Renal


" Sayang , malam ini aku akan kerumah mu , kuharap mereka segera menerima hubungan kita "


...----------------...


Aku pun segera membalas pesan tersebut dan segera kumasukkan kembali ponsel itu kedalam saku celana ku . sejauh ini Renal sudah melakukannya dengan baik , kulihat dia benar-benar serius ingin memperbaiki semuanya . Kuharap semua perjuangan Renal tidak sia-sia.


" Semoga kita lekas bahagia , Renal " ucapku sendu seraya mengadahkan pandangan ku keatas langir biru


" Kita akan bahagia " ucapku lagi dalam hati dan kembali melangkahkan kakiku menuju rumah.


Sesampainya dirumah aku pun segera menuju kamar mandi dengan jaket yang masih menempel di tubuhku namun tidak kulihat keberadaan Mama dan Rain tadi saat aku kembali ke rumah .


Aku membuka bungkus testpack pertama lalu segera mengetest nya dengan menggunakan urine ku , selanjutnya test pack kedua dan ketiga sekaligus .


Setelah 10 menit akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka telapak tanganku yang menggengam 3 testpack sekaligus .


Seketika mataku hampir keluar saat melihat ketiga hasil testpack tersebut , kulihat dua garis merah dimasing-masing testpack hingga membuat aku mengigit bibir bawahku secara tiba-tiba .


" Postif , Semua hasilnya positif . ya Tuhan apa yang harus aku lakukan " ucapku pelan dengan suara gugup dan takut


Bukannya aku tidak suka atas kehamilan ku saat ini , tapi semua nya akan sangat sulit sekarang , seketika tanganku mengelus pelan perut ku yang masih sangat rata .


" Lagi-lagi aku membuat kesalahan " ucapku sendu


Aku langsung menyembunyikan bungusan testpack dan juga ketiga testpack yang ada di tanganku kedalam saku jaketku . setelah membersihkan tanganku , aku pun langsung keluar dari kamar mandi dan aku langsung berpapasan dengan Mama yang berada tak jauh dari pintu kamar mandi .


" Kau kenapa , Cindy ? " Tanya Mama heran saat aku memeluk tubuh mama secara tiba-tiba


" Cindy gak kenapa-kenapa Ma " sahutku pelan dan berbohong tanpa melepaskan pelukan tersebut


" Cindy sayang Mama " Ucapku lagi


" Hm , Kau kenapa sayang ? " Tanya Mama lagi


" Cindy , sayang Mama " Aku lagi dan lagi seraya melapaskan pelukan ku dan menatap Mama lekat-lekat


" Kau kenapa ? " Tanya Mama lagi dengan intonasi suara yang sama


" Cindy baik-baik saja Ma . em , di mana Rain saat ini ma ? " Ucapku pelan seraya menanyakan keberadaan malaikat kecilku


" Dia ada didalam kamar " ucap Mama seraya menatap bingung kearah ku

__ADS_1


Setelah mengetahui keberadaan Rain aku pun segera pamit meninggalkan Mama yang masih menatap bingung kearah ku , aku membuka pintu kamarku dan menghampiri Rain yang saat itu tengah melihat buku cerita yang sengaja aku bawa saat hendak kesini .


" Sayang " Panggilku hingga membuat Rain menolehkan pandangannya dan menampilkan deretan gigi susu nya kearah ku


Seketika aku terdiam saat mengingat ucapan Renal , ternyata tebakan pria itu benar dan keinginan Rain untuk mempunyai adik akan tercapai , Rain benar-benar akan memiliki adik tapi saat aku kembali mengingat kondisi saat ini , aku benar-benar tersadar bahwa kondisi saat ini benar-benar sulit , bahkan sampai saat ini saja Papa masih tetap pada pendiriannya untuk tidak mau menerima Renal , kondisi ini benar-benar membuat ku bingung . Semua akan terasa sulit dan tidak semudah yang di bayangkan .


" Mommy kenapa ? " Tanya Rain seketika hingga membuat aku tersadar dari lamunanku


" Akh tidak sayang , Mommy tidak kenapa-kenapa " Ucapku berbohong sambil tersenyum kecil


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini aku tengah memasak makan malam untuk hari ini dan menyiapkan beberapa bahan masakan yang Papa ambil dari kebun milik Nenek Wilson , aku memasak dibantu oleh Mama saat ini .


Seketika kudengar suara mobil yang berhenti dihalaman depan rumah ku hingga membuat aku hampir saja menjatuhkan piring yang ada di tanganku saat ini .


Aku pun langsung mematikan kompor dan segera menuju pintu depan untuk melihat sosok tersebut namun aku terlambat karena Papa sudah berdiri disana dengan wajah garang dan rahangnya yang mengeras


" Kenapa kau kembali kesini ? " Tanya papa dengan intonasi suara yang meninggi.


" Aku ingin menjemput Cindy dan putraku " ucap Renal dengan tenangnya


" Pergi !!! " Ucap Papa tegas


" Aku mencintai Cindy dan Rain , Om " ucap Renal meyakinkan Papa


" Dad " ucap Rain seketika memanggil Renal .


" Kakek , Daddy gak nakal lagi kok , jangan marahin Daddy " ucap Rain lagi dengan suara bergetar


" Cinta ? " ucap Papa meremehkan


" Iya , Aku mencintai Cindy sangat-sangat mencintai nya dan itu alasan aku kembali lagi " ucap Renal penuh keyakinan


" Jika kau mencintai putriku kau tidak akan menyakiti nya dulu " ucap papa mengungkit masa lalu


" Aku berjanji tidak akan menyakitinya lagi , percayalah om . Biarkan aku membuktikan nya " ucap Renal lirih bahkan dia tidak berbicara formal seperti biasanya


" Tidak , pembuktian mu sudah berakhir . Aku sudah menutup kesempatan mu " ucap Papa dingin


Renal pun terdiam cukup lama lalu dengan seketika kulihat pria itu menjatuhkan dirinya dihadapan Papa dengan kedua lutut kaki nya yang menahan tubuh besar nya .


Aku terus menatap sendu kearah pria itu, Renal bener-bener menjatuhkan harga dirinya dihadapan Papa , saat aku hendak membantu Renal untuk berdiri tiba-tiba Papa menahannya hingga membuat aku terdiam mematung seraya terus menatap Renal dengan tatapan lirih .


" Sekalipun dia menjilat kaki Papa , Papa tidak akan membiarkan dia masuk kedalam hidup mu Cindy . Cukup dulu , kesempatan nya sudah habis saat ini " ucap Papa datar dan sangat dingin


" Pa— " Ucapku terpotong


" Tidak Cindy , harusnya Papa tidak membiarkan mu pergi saat itu , harusnya kau tidak bertemu dengan nya " ucap Papa memotong ucapan ku .


" Kumohon berikan aku satu kesempatan lagi , Om " ucap Renal memohon masih dengan posisi berlutut nya


" Tidak " ucap papa tegas


" Renal bangunlah " ucapku pelan namun Renal tak kunjung berdiri dari posisinya

__ADS_1


" Pa , Cindy mencintai Renal , apa itu tidak cukup adil buat semua nya ? . Apa Papa tidak bisa kasih kesempatan untuk Renal memperbaiki semuanya ? , Biarkan Renal membuktikan nya pa . Cindy butuh Renal , Rain juga butuh Renal . Cindy mohon Jangan pisahkan Renal dengan Rain lagi , cukup Cindy yang bersikap egois dan memisahkan mereka berdua dulu , Pa Cindy mohon biarkan Renal membahagiakan Cindy dan Rain " ucap ku panjang lebar namun Papa hanya menatap datar kearah ku


" Tidak , sekalipu— "


" Cindy hamil Pa , Cindy hamil Anak Renal " ucapku memotong ucapan Papa dan pada akhirnya aku pun membeberkan semua nya hingga membuat semua yang ada di sana terkejut dan Renal menatap kaget kearah ku begitu pun dengan Papa dan Mama


" Cindy hamil Pa dan kali ini Cindy tidak ingin memisahkan mereka lagi " Ucapku lagi dengan wajah sendu.


" Kau bilang apa ? " Tanya Papa hingga membuat aku mengulang kembali ucapanku


" Aku hamil , aku hamil anak Renal " ucapku cepat sambil menundukkan kepalaku


" Ka — " ucap papa terpotongan


" Kali ini biarkan kami berdua yang ngerawat nya Pa , dia butuh ayah kandung nya " ucapku memotong ucapan Papa dengan wajah lirih


" Cin— " seketika ucapan Renal tercekat dengan satu tinjuan yang papa berikan pada pria itu hingga membuat aku terkejut dan begitu juga dengan Rain


Bahkan Rain kini berteriak kaget dan menangis kencang saat melihat Papa yang memikul wajah Renal dengan kerasnya .


Aku yang berada di sana benar-benar merasa bingung , aku pun menolehkan kepalaku kearah Mama dan kulihat Mama tengah memeluk tubuh Rain dengan eratnya dan aku pun langsung menahan tubuh papa agar Papa tidak lagi menghajar Renal .


" Kau brengsek , lagi-lagi kau menghancurkan putriku !! " Ucap papa sangat marah seraya menarik kerah baju yang pria itu kenakan


" Kami melakukan nya atas dasar cinta , om " ucap Renal berani


Papa pun langsung melempar tubuh Renal hingga membuat pinggung pria itu menghantam kelantai dengan kerasnya , seketika Papa menatap nyalang kearahku namun terlihat lebih kecewa dari sebelumnya , saat ini kurasakan tatapan yang sama seperti saat aku mengandung Rain dulu namun kali ini lebih parah dari sebelumnya , aku selalu mengecewakan mereka , pikirku .


" Sekarang kau pilih Cindy , tinggal bersama Papa atau kembali pada pria ini ? " Ucap papa tegas seraya menatap ku dengan tatapan tajam dan kecewa


" Pa— " ucapku terpotongan


" Jika kau ingin tinggal bersama Renal , itu berarti kau meninggalkan semuanya termasuk Papa dan mama , Papa tidak akan sudi punya anak seperti mu , Papa tidak akan mau melihat wajah mu selama Papa bernafas , jadi jika pilihan mu Renal jangan pernah menampakkan dirimu dihadadapan Kami " ucap Papa tegas dan lantang memotong ucapan ku hingga membuat aku terdiam dan menatap Papa dengan tatapan memohon untuk semuanya namun itu tidak berpengaruh


" Pa " ucap Mama memanggil Papa namun Papa tak menghiraukan nya .


" Tinggalkan Renal atau meninggalkan kami ? " Ucap papa tegas


" Janin diperut Cindy membutuhkan ayah kandung nya , Pa " Ucapku pelan masih terus berusaha meyakinkan Papa


" Tidak , bahkan Rain masih bisa bernafas tanpa kehadiran ayah kandungnya dulu " ucap papa lantang


" Pa— " ucapku terpotongan


" Tinggalkan Renal atau meninggalkan kami ? " Ucap papa lagi dengan kalimat yang sama


Aku pun memejamkan mataku seolah tengah berpikir , namun aku benar-benar tidak bisa memilih karna keduanya sangat berarti bagi hidupku .


Aku benar-benar sudah membuat Papa dan mama kecewa lagi dengan kesalahan yang sama . Papa adalah orang yang berharga lebih dari apapun dan Renal , dia adalah orang yang aku cintai , aku pun membuka kedua mataku dan menatap Renal dengan tatapan yang amat sendu dan lirih .


" Renal kau taukan aku sangat mencintaimu " ucap ku pelan seraya menatap Renal yang kini tengah menatapku dengan tatapan memohon nya


" Maaf , tapi aku tidak bisa.... " Sambung ku seraya menahan sakit pada bagian dada dan hatiku


Saat ini dadaku terasa benar-benar sakit saat mengucapkan hal itu , aku benar-benar tak punya pilihan lain .

__ADS_1


__ADS_2