
...MASIH POV CINDY......
.......
.......
.......
Kulihat Hugo menggelengkan kepalanya seraya mengepalkan kedua tangannya seolah tengmenahan amarahnya yang akan meledak . Hugo pun menatapku dengan tatapan kecewa , sedih dan marah yang kini menjadi satu .
" Kau masih mempercayai pria itu Cindy , setelah apa yang telah dia lakukan padamu dan Rain ?! " tanya Hugo dengan ekspresi marah seraya meninggikan suaranya satu oktaf hingga membuat
para pengunjung menatap kami penuh minat
Aku yang melihat sikap Hugo pun merasa kesal dan hendak berdiri untuk meninggalkan pria itu namun tiba-tiba Hugo menahan tangan ku dengan kuat hingga menampilkan memar biru disana.
" Itu bukan urusanmu , Hugo " ucap ku kesal seraya menahan rasa sakit yang ada di lengan ku saat ini
" Dia sudah menyakitimu Cindy , dia bahkan meninggalkanmu " ucapnya lagi hingga membuat aku mengerutkan keningku seraya menatap tajam kearah pria itu
Sejujurnya aku merasa heran , bagaimana Hugo bisa tau semuanya tentang aku dan Renal , sedangkan aku tidak pernah bercerita apapun pada pria itu , apakah Hugo menyelidiki kehidupanku dan Rain , pikirku .
" Itu dulu Hugo , sekarang dia akan tetap berada di sisiku " Ucapku yakin
Ya , Aku yakin dan akan terus meyakinkan diriku bahwa Renal akan tetap berada di sisiku , aku akan terus mencoba percaya bahwa Renal tidak akan meninggalkan ku lagi . Seketika aku melihat Hugo yang tertawa tidak suka dan menatap tajam kearah ku
__ADS_1
" Apa kau yakin ? , Dia sudah pernah meninggalkanmu dan mustahil dia tidak akan meninggalkanmu lagi , Cindy " ucapnya memprovokasi pikiran ku hingga membuat aku terdiam
Seketika ada sesuatu dalam hatiku yang membenarkan ucapan pria itu namun aku segera menepisnya kuat-kuat dan terus meyakinkan hatiku bahwa Renal tidak akan meninggalkan ku lagi . aku terus mengucapkan kalimat itu berkali-kali di hati dan pikiran ku seperti mantra untuk membuat aku yakin dan percaya bahwa Renal akan bersama dengan ku selamanya.
" Dia tidak akan meninggalkanku " Ucapku penuh keyakinan seraya menatap Hugo dalam-dalam
Dan dengan perlahan aku pun melepaskan cekalan nya pada tangan ku dan aku tersenyum lembut kearahnya , aku tidak bisa menyakiti orang sebaik Hugo walaupun saat ini aku merasa agak kesal dengan sikapnya.
" Kau tidak mengerti Hugo " ucapku lagi dengan suara pelan
" Aku tidak tau dari mana kau tau semuanya , tapi kumohon biarkan aku dengan langkah yang kupilih kali ini , jika memang aku tersakiti kembali mungkin memang kami tidak ditakdirkan bersama namun aku hanya ingin mencoba nya sekali lagi , Hugo " ucapku lagi menjelaskannya dengan lembut
Kulihat Hugo hanya menatapku dengan tatapan matanya yang penuh dengan kesakitan namun aku harus melakukan ini , bukan . Aku tidak ingin membuat pria itu terus berharap pada ku .
" Aku mencintaimu Cindy , bisakah kau belajar mencintaiku seperti kau belajar menerima Renal kembali ? . Kami ini sama Cindy , aku hanya ingin kau adil , aku ingin kau melihat aku sebagai orang yang mencintaimu juga , aku ingin setidaknya sedikit membuatmu bahagia . bisakah kau memperlakukan aku dan Renal dengan sama ? " ucap Hugo pelan dan terdengar penuh harap
" Aku mencintaimu Cindy , apapun akan aku lakukan untuk membuatmu mencintai ku " ucapnya seketika
" Termasuk menyakitiku ? " Tanyaku langsung dan Hugo pun menggeleng lemah seraya kembali menatap ku
" Aku tidak bisa menyakitimu Cindy , tapi aku juga tak mau menyakiti hatiku " Ucap Hugo hingga membuat aku menghembuskan nafasku dengan pelan
" Aku hanya ingin kau belajar mencintaiku Cindy . kami memang tidak sama , tapi bisakah kau memberi aku kesempatan seperti yang di dapatkan Renal darimu ? " Sambungnya lagi.
Aku pun menggelengkan pelan kepala ku tanda tidak seraya berdiri dan hendak meninggalkan pria itu namun sebelumnya aku kembali bertanya sesuatu pada Hugo .
__ADS_1
" Dari mana kau tau semua nya , Hugo ? . Dari mana kau tau tentang aku , Renal dan Rain ? " Tanyaku yang merasa penasaran sejak tadi
" Ken , dia adalah Kakak sepupuku , Ken menceritakan mu jauh sebelum aku mengenal mu Cindy , aku sudah tau cerita mu tapi tidak dengan wajah mu . Dan tentang Renal aku tau ketika kertas yang kau buang di mobilku begitu saja , saat Kita hendak mengantarkan seikat Mawar ke apartemen pria itu dan saat aku melihat mu bersamanya di situlah aku tau kalian bukan sekedar Boss dan bawahan diwaktu lampau tapi lebih dari itu . dan saat itu pula aku tau perasaan bodoh yang aku miliki itu adalah cinta . aku mencintaimu Cindy " ucap Hugo menjelaskan nya panjang lebar
Namun aku tak menjawab atau bertanya apapun lagi pada pria itu , aku pun segera meninggalkan Hugo setelah mendengar semua nya . dunia ini memang sempit sekali , bukan ? .
Tanpa menunggu apapun lagi yang akan dikeluarkan dari mulut Hugo , aku pun segera meninggalkan nya dengan kopi yang tidak aku sentuh sedikitpun . Aku berjalan keluar cafe dengan gerimis yang kini sudah turun dimalam ini .
Saat aku tengah berjalan tiba-tiba tanganku kembali ditahan orang seseorang yang tak lain adalah Hugo , dan seketika kurasakan pelukan hangat di tubuhku , pelukannya sangat erat seolah tidak ingin terlepas . aku seperti merasakan pelukan ketulusan yang menjanjikan dan saat aku merasakan pelukan itu tiba-tiba jantungku sedikit berdetak namun aku segera melepaskan pelukan itu dengan kasar .
" Aku tidak mencintaimu , Hugo " ucapku tegas menjelaskan semuanya dan segera meninggalkan pria itu dengan sedikit berlari menuju gedung apartemen yang ada dihadapan ku sebelum Hugo kembali menahan ku
Aku pun mengatur nafasku sebelum membuka pintu apartemen Renal dan setelah merasa tenang aku pun langsung membuka pintu tersebut dengan keycard yang aku bawa , namun aku sedikit terkejut saat melihat Renal yang kini sudah berdiri tegak didepan pintu menunggu kepulangan ku , dengan segera aku pun langsung memeluk tubuh pria itu dengan sangat erat seolah Renal akan menghilang jika aku melepaskan pelukan tersebut.
" Hey , ada apa ? " Tanya Renal bingung namun aku hanya menggelengkan kepalaku sebagai jawabannya
Seketika suara petir menggema dan hujan lebat pun mulai turun , namun aku masih terus memeluk tubuh pria itu , aku masih merasa sedikit takut jika harus bicara jujur pada Renal karna aku tau betul bagaimana sikap tempramen pria itu.
" Sayang " Panggil Renal pelan dan lembut
Aku pun mendongkak kan kepalaku dengan keadaan aku yang masih memeluk tubuh Renal seraya memberanikan diri untuk menatap kearah Renal yang kini tengah menatapku dengan tatapan khawatirnya .
Seketika kurasakan sapuan hangat dikeningku dan kulihat Renal tersenyum lembut kearah ku hingga membuat aku merasa bersalah karna sudah membohongi pria itu .
" haruskah aku jujur dengan siapa aku bertemu tadi ? " Ucapku dalam hati seraya menatap kearah pria yang sejak tadi menunggu kedatangan ku
__ADS_1
" Ada apa , hm ? " tanyanya lagi dengan intonasi suara yang terdengar sangat lembut di telinga ku
" Ak— "