
MASIH POV RENAL...
.
.
.
Meeting kali ini berjalan lancar seperti biasanya , bahkan Cindy sedikit demi sedikit sudah mengerti akan tugas nya saat ini .
Setelah menyelesaikan meeting , aku dan Cindy pun kembali keruangan kami , kulihat Cindy berjalan kearah ruangannya dan mengambil bekal makanan yang telah dibuatnya pagi tadi dan tidak lupa dengan sebotol air minum besar di tangan nya .
Aku langsung mengambil alih bekal yang ada di tangan Cindy dan berjalan beriringan kembali keluar ruangan untuk menjemput jagoan kecil kami .
" Biar aku saja yang membawanya " ucap Cindy yang ingin mengambil alih bekal yang kubawa.
" Tidak , biar aku saja " ucapku pelan
dan tidak ada bantahan lain lagi saat kami sudah berada di dalam lift
Setelah menakan tombol kami pun terdiam sambil menunggu sampai pintu lift terbuka . kali ini aku dan Cindy menaiki Lift Pribadi khusus milik ku , aku sengaja menaiki lift tersebut agar Cindy merasa lebih nyaman .
" Mommy , Daddy " Teriakan Khas anak kecil yang tak lain adalah Rain
Rain melambaikan tangannya kearah kami sambil tersenyum riang setelah melihat kedatangan kami yang sudah beberapa meter dari dirinya .
" Kenapa lama ? " Tanya Rain sambil memasang wajah cemberut
" Ada meeting sayang " Ucapku mewakili pertanyaan Rain
" Rain sudah lapar , kita makannya dirumah pohon aja ya " ucap
Rain memberikan usul
Aku pun mengangguk setuju sambil tersenyum lembut sedangkan Cindy hanya terdiam seraya menuruti keinginan kami.
Rumah pohon adalah tempat dimana aku dan Rain pertama kali bertemu dan berbicara bersama dan di sana juga aku tau kebenaran nya bahwa Rain adalah anakku .
Aku mengambil tubuh Rain untuk ku gendong dan bekal makanan yang aku pegang tentu saja sudah beralih tangan pada tangan Cindy . Saat kami tengah berjalan lagi-lagi beberapa orang menatap kearah kami penuh minat hingga membuat Cindy hanya menundukkan kepalanya dan sedikit memberi jaraknya dari diriku , Sepertinya dia benar-benar tidak nyaman , pikirku .
Aku pun langsung menarik pundak Cindy agar lebih mendekat ke arahku dan Juga Rain , dia tidak harus malu berjalan di sampingku bukan ? .
Sesampainya ditempat yang kami tuju aku pun segera menaiki rumah pohon itu lalu diikuti dengan Rain dan Juga Cindy .
Kulihat Cindy membuka kotak bekalnya dan disana hanya ada dua kotak bekal , lalu wanita itu memberikan satu kotak bekalnya padaku , walaupun makanan yang dimasak Cindy terlihat sederhana namun bagiku ini sangatlah nikmat .
" Kau tidak makan ? " Tanyaku seraya menatap kearah wanita itu
" Aku tidak lapar " sahutnya tanpa menatap kearah ku dan mulai menyuapi makanan pada mulut Rain
" Apa Cindy selalu melewatkan makan siang nya ? " Tanya ku dalam hati seraya terus menatap kearah Cindy yang tengah fokus menyuapi Rain
Aku pun mulai menyendokkan makanan ku dan kuarahkan sendok ku kearah Cindy yang ada di samping Rain hingga membuat wanita itu menatap kearah ku dengan tatapan bingung .
" Makanlah , kau bisa kurus nanti " Ucapku seraya terus menyodorkan sendok ku kearah wanita itu
" Tidak perlu " ucapnya menolak
" Makanlah atau ku paksa dengan caraku " Ucapku mengancam hingga akhirnya Cindy pun mau tak mau membuka mulutnya dan kesempatan itu kugunakan untuk menyuapinya
" Dad , Rain mau pergi ketaman bermain " ucap Rain di sela-sela makan nya
" Baiklah , setelah Rain menghabiskan makanan nya kita akan pergi kesana " ucapku hingga membuat Rain tersenyum senang
" Yeay !! Daddy yang terbaik " Ucap Rain kegirangan hingga membuat aku tersenyum senang
" Apa kita tidak ada kerjaan lain ? " Tanya Cindy seketika hingga membuat aku menatap kearah wanita itu
" Tidak ada " sahutku singkat dan kembali menikmati makanan kami seraya terus bergantian menyuapi Cindy
Setelah menyelesaikan makan siang kami , aku pun langsung membawa Rain dan Cindy ketaman bermain sesuai janjiku sebelumnya .
Sesampai nya disana Rain terlihat sangat antusias , anak itu terus menarik ku untuk menikmati segala wahana yang ada di tempat tersebut ,
Sedangkan Cindy sendiri hanya terdiam seraya mengikuti kami yang terus berjalan menyusuri seluruh permainan di tempat tersebut dan kurasa mungkin Cindy sedikit kewalahan mengurus Rain yang berlarian kesana-kemari karna aku juga merasakan hal yang sama .
__ADS_1
Namun saat Rain ingin menaiki wahana rollercoaster tiba-tiba Cindy dengan tegas menolak nya , jelas sekali Cindy tidak akan memainkan permainan itu , pikirku .
" Masih tidak mau menaiki wahana itu ? , demi anak mu , sekalipun ? " Ucapku pelan ditelinga Cindy
" No , itu benar-benar permainan neraka , bahkan sampai sekarang aku masih mengingat rasa mual yang aku rasakan dulu . Yaks " Ucapnya refleks begitu saja seolah ia tidak sadar saat mengatakan hal itu
Aku pun tersenyum senang saat mendengar ucapan wanita itu dan secara reflek aku mengarahkan tanganku kearah kepala cindy dan mengelusnya dengan lembut .
" Maafkan aku , karena sudah memaksa mu untuk menaiki nya waktu itu . Kalo begitu tunggu saja kami dibawah " Ucapku lembut dan segera meninggalkan Cindy di sana
" Rain ga takut ? " Tanyaku saat melihat Rain yang terlihat antusias seraya melambaikan tangan nya kearah Cindy
" Enggak , ini pertama kalinya Rain ke taman bermain Dad , jadi Rain harus cobain semua wahana yang ada di sini biar temen Rain yang suka ngejekin Rain ga akan ngejekin Rain lagi " ucapnya polos hingga membuat hatiku seketika terisi saat mendengarnya
" Terus nanti kalo Rain ketemu lagi sama mereka , Rain mau bilang kalau Rain sekarang punya Daddy yang hebat " Sambung Rain lagi dengan sangat tulus hingga membuat aku seketika tersenyum senang saat melihatnya
Setelah selesai menaiki Rollar Coaster kami pun segera turun dan berjalan menghampiri Cindy yang masih setia menunggu kami ditempat semula ,
Dan kulihat dari kejauhan Cindy mematap kearah kami dengan tatapan ngeri nya saat melihat kami yang tengah berjalan menghampiri wanita itu .
" Apa kalian tidak merasa mual atau Pening ? " Tanya Cindy dengan wajah heran saat kami sudah tiba di hadapannya
" Rain agak sedikit pusing Mommy , tapi Rain mau naik lagi " Ucap Rain senang dan aku hanya tersenyum lebar seraya melihat kearah Rain
" Suatu saat kita akan naik lagi nanti , tapi sekarang apa Rain mau ice cream ? " Tanyaku dan Rain pun mengangguk antusias
" Baiklah Rain tunggu disini sama Mommy , biar Daddy yang belikan ice cream nya " ucapku namun Rain bersikeras ingin ikut dengan ku hingga membuat aku mengangguk patuh
" Kau tunggulah disini " ucapku pada Cindy dan Cindy pun mengangguk paham
Aku dan Rain pun jalan beriringan dengan tangan kecil Rain yang menggengam tangan besar ku . Saat ini aku benar-benar merasa sangat bahagia , aku merasa seperti memiliki keluarga kecil yang sesungguhnya walaupun statusku dengan Cindy masih belum jelas setidaknya bisa bersama dengan Rain dan wanita itu saja sudah membuatku merasa sangat bahagia .
Selesai membeli ice cream yang diinginkan Rain , aku juga tidak terlupa untuk membelikan segelas kopi dingin untuk Cindy dan untuk ku juga .
Saat aku hendak menarik uangku dari dompet tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh hingga membuat Rain yang ada di bawahku pun langsung menunduk dan mengambil kertas tersebut seraya melihatnya dengan seksama sebelum diberikannya kepadaku .
" Ini foto Mommy kan Dad ? " Tanya Rain seraya mengembalikan kertas tersebut pada ku
Aku pun mengambil foto itu dan memasukkan nya kembali kedalam dompetku tanpa menjawab pertanyaan Rain terlebih dulu dan setelahnya aku mengambil minuman yang telah aku pesan sebelumnya .
" Dad , itu foto Mommy kan ? " Tanya nya lagi penasaran hingga membuat aku menatap kearah nya dan tersenyum lembut
Kertas itu adalah foto Cindy yang terlihat senang dan tersenyum lebar , aku sengaja memotret nya saat itu dan meletakkannya kedalam dompetku tanpa sepengetahuan wanita itu.
" Kenapa Daddy simpan ? " Tanya Rain polos
" Agar Daddy selalu ingat bahwa ada orang yang penah mencintai Daddy dengan tulus " Sahutku sambil tersenyum lembut kearah Rain yang terlihat bingung
" Rain bisa janji sama Daddy gak ? " Tanyaku seraya berjongkok tepat di hadapan anak itu
" Janji apa Dad ? " Tanya nya polos
" Rain gak boleh kasih tau Mommy tentang foto itu , gimana ? " Ucapku hingga membuat Rain memasang wajah bingung namun menggemaskan
" Kenapa ? " Tanyanya heran
" Tidak papa , hanya tidak boleh saja " ucapku
" Oke , Rain janji gak akan kasih tau Mommy kalo Daddy simpan foto Mommy di dompet " ucap Rain berjanji dengan wajah polosnya hingga membuat aku tersenyum lucu saat melihat wajah menggemaskan nya itu
" Anak pintar " ucapku sambil tersenyum seraya mengacak-acak rambut Rain dengan lembut
Aku dan Rain pun kembali berkumpul menghampiri Cindy yang tengah terduduk menunggu kehadiran kami .
" Thanks " ucapnya seraya mengambil gelas minuman yang ada di tangan ku
Kami pun kembali berjalan menuju parkiran mobil karena hari memang sudah hampir malam , benar-benar tidak terasa bahwa kami hampir menghabisi setengah hari di tempat tersebut .
" Apa kalian ingin pergi kesuatu tempat lagi ? " Tanyaku saat sudah berada di dalam mobil
" Tidak , kita kembali saja kurasa Rain juga sudah menggantuk " Ucap Cindy hingga membuat aku menolehkan pandanganku kearah kursi penumpang dan benar saja ucapan wanita itu bahwa Rain memang sudah terlihat menggantuk.
Aku pun menjalankan mobil dengan kecepatan sedang menuju apartemen ku . di sepanjang perjalanan tak ada percakapan di antara kami berdua sampai akhirnya kudengar Cindy berucap sesuatu hingga membuat aku menatap sekilas kearah wanita itu .
" Kurasa ada baiknya aku tidak menjadi sekretaris mu , Renal " ucapnya seketika hingga membuat aku mengerutkan keningku seraya menatap kearahnya sekilas dan kembali menatap kearah jalan
__ADS_1
" Kenapa ? " Tanyaku bingung
" Menjadi sekertaris sangat tidak cocok dengan pekerjaan ku , Renal aku tidak mau mereka menatapku dengan tatapan seperti itu , aku merasa sangat tidak nyaman . aku ini tidak menyelesaikan sekolahku sampai habis dan aku juga tidak berpengalaman dalam menjadi sekertaris , ada baiknya aku kembali bekerja di Mona Flower atau mungkin aku membersihkan rumah mu saja , itu terdengar lebih baik " ucapnya panjang lebar menjelaskan nya padaku.
Aku terdiam sesaat seraya mencerna ucapan wanita itu , ada baiknya jika Cindy tetap di rumah bukan dari pada harus membiarkan wanita itu untuk kembali ke Mona Flower dan bertemu dengan pria yang sangat ingin aku jauhi dari dirinya .
" Baik jika itu mau mu " Ucapku pada akhirnya
" Mulai sekarang kau harus fokus mengurus Rain di rumah , dia tidak akan kita titipkan lagi disana " Sambungku lagi dan Cindy pun langsung mengangguk paham
Dan mulai sekarang aku juga punya alasan untuk pulang lebih cepat ke rumah , bukan . karena saat itu mereka akan menunggu ku pulang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setibanya di apartemen aku pun langsung membaringkan tubuh Rain diatas kasurnya dan Cindy melepaskan sepatu yang masih Rain kenakan , wanita itu juga tidak lupa untuk menggantikan baju Rain dengan piyama tidurnya.
Setelah membaringkan tubuh Rain aku pun segera keluar dari kamar Rain untuk membersihkan tubuhku yang terasa agak lengket dan meninggalkan Cindy yang masih membersihkan tubuh Rain dan menggantikan pakaiannya .
Setelah menyelesaikan mandiku , aku pun kembali keluar dengan handuk kecil yang masih ada di pundak ku . aku berjalan menuju kamar Rain untuk melihat Cindy namun wanita itu tidak kutemukan disana .
Aku pun berjalan menuju tangga untuk mencari keberadaan wanita itu di bawah namun saat aku melewati jendela besar yang ada di balkon aku pun melihat keberadaan Cindy di sana yang tengah memandang kearah langit malam.
" Cindy " panggil ku pelan hingga membuat wanita itu memutarkan tubuhnya dan menoleh sekilas kearahku lalu kembali menatap kearah langit.
Kulihat Cindy bahkan sudah sama seperti ku , wanita itu juga sudah membersihkan dirinya karna terlihat dari rambutnya yang masih sedikit agak basah dan pakaian yang di kenakan nya sudah berubah .
" Ini pertama kalinya Rain pergi ketaman bermain . Renal , terimakasih karna sudah membuatnya senang dan bahagia " ucap Cindy tiba-tiba seraya menolehkan pandangan kearahku yang kini sudah berdiri di sampingnya
Lalu wanita itu kembali menatap kearah langit , aku yang berada disampingnya hanya terdiam seraya terus menatap Cindy yang entah kenapa terlihat berkilau di mataku
" Ceritakan mengenai Rain padaku " Ucapku seketika yang merasa penasaran dengan pertumbuhan anak itu
" Tidak banyak hal yang menarik " ucap Cindy tanpa menatap kearah ku
" Mengenai Kehamilan mu " Ucapku lagi hingga membuat Cindy menolehkan pandangannya kearahku yang memang sendari tadi menatap kearahnya hingga membuat pandangan kami bertemu satu sama lain .
" Kau tidak akan suka mendengarkan nya , Renal " ucap Cindy dengan wajah lirih seraya kembali menatap langit
" Aku hanya ingin tahu Cindy " ucapku penasaran
" Hinaan dan berbagai macam cacian yang aku terima saat aku mengandung Rain dulu , bahkan sampai-sampai aku tidak pernah menampakkan diriku waktu mengandung Rain , aku pernah mencoba untuk keluar rumah satu kali dan yang aku dapatkan adalah pandangan aneh dari orang-orang yang melihat ku " ucapnya panjang lebar menjelaskannya padaku
dan entah kenapa seketika ada rasa sakit yang menyerang tubuhku saat mendengar ucapan wanita itu , rasanya hatiku benar-benar teriris dan ingin rasanya aku memeluk tubuh Cindy dengan erat .
" Saat itu aku hampir membunuh Rain " Sambungnya lagi dengan suara yang terdengar bergetar.
" Cukup . aku tidak ingin mendengar apapun lagi , Cindy " Ucapku seketika dan merasa sangat bersalah pada wanita itu
Cindy pun kembali terdiam seraya terus menatap kearah langit , sedangkan aku hanya menatap kosong kearah hamparan lampu kota yang menyala dalam kegelapan . Cukup lama kami terdiam dengan pikiran masing-masing dan tidak ada suara sedikitpun yang keluar dari mulut kami sampai akhirnya aku menatap kembali kearah Cindy.
" Cindy " Panggilku pertama kali hingga membuat wanita itu menolehkan pandangannya kearah ku hingga membuat pandangan kami bertemu kembali satu sama lain .
"Jika aku memintamu untuk menikah dengan ku , apa kau mau ? " Tanyaku tulus seraya menatap mata wanita itu
Seketika kulihat Cindy terdiam lalu tak berapa lama wanita itu tersenyum kecil kearah ku .
" Jangan bercanda , Renal " ucapnya sambil tersenyum kecil dan kembali menatap kearah langit
" Jika aku memintamu untuk menikah dengan ku , apa kau mau ? , Tatap aku Cindy , apa kali ini aku terlihat seperti tengah bercanda " Ucapku lagi mengulang perkataan ku seraya meyakinkan wanita itu
Cindy pun menurutiku dan menatap tepat di manik mataku , seketika kulihat wanita itu sedikit terkejut namun Cindy langsung merubah ekspresi wajahnya seolah tidak terjadi apapun , aku tau bahwa Cindy tau betul bahwa aku serius saat ini .
Seketika Cindy menggelengkan pelan kepalanya lalu memutuskan kontak matanya denganku.
" Aku tidak bisa Renal , sejujurnya aku merasa sangat takut " ucapnya lirih
" Takut ? " Tanya ku bingung dan heran seraya terus menatap kearah wanita itu
" Aku tidak mau memberikan hati yang kumiliki pada siapapun lagi , biarkan saja seperti ini . Menjadi orang tua yang baik untuk Rain saja kurasa sudah cukup tanpa harus ada ikatan apapun . Kumohon Renal jangan melampaui batasan yang kita bangun saat ini , aku setuju untuk memulai awal yang baru denganmu sebagai teman , hanya teman , Renal " ucapnya panjang lebar menjelaskan padaku hingga membuat dadaku terasa sedikit sesak
Penolakan yang Cindy lakukan saat ini membuat sesuatu didalam tubuhku terasa seperti diremas menyakitkan .
" Sulit untuk memulai dengan mu lagi Renal , semua sudah tidak akan sama lagi " Sambung nya lagi
Aku pun mendekatkan langkahku kearah Cindy dan menarik tubuh Cindy ke dalam dekapan ku secara seketika dan tanpa meminta izin terlebih dahulu pada wanita itu , aku memeluk tubuh Cindy dari belakang dan meletakkan dagu ku pada pundak Cindy .
__ADS_1
" Semua masih sama Cindy , Aku masih mencintaimu sama seperti dulu " Ucapku pelan dan lembut tepat di telinganya seraya mengeratkan pelukan ku pada tubuh kecil Cindy
" Kau dengar itu , aku masih mencintaimu sama seperti dulu " ucapku lagi dengan sangat tulus