
...Masih POV CINDY ......
.......
.......
.......
Beberapa menit kemudian kudapati Video Call dari Renal dan tanpa menunggu lama aku pun segera menekan tombol hijau yang ada di layar tersebut .
" Daddy " ucap Rain sedikit berteriak saat melihat Wajah Renal yang ada di sebrang sana
Saat ini Rain hampir memenuhi layar ponsel tersebut lalu beberapa detik kemudia anak itu memindahkan pantat nya di pangkuan ku.
" Halo jagoan " Sapa Renal dengan wajah tak kalah senang
Kulihat mereka saling melambaikan tangannya satu sama lain sementara aku hanya setia memegangi Ponsel tersebut sambil tersenyum lembut .
" Daddy , Rain kangeeeen " ucap Rain manja dan kudengar kekehan pelan dari sebrang video.
" Daddy juga kangen sayang " sahut Renal sambil tersenyum tulus
Seketika Rain mengambil alih ponselku dan membuatnya berbicara berdua saja dengan Daddy nya .
" Dad , Rain kenalin ya sama Nenek Wilson " ucap Rain lalu dia mengalihkan Ponsel yang tengah di pegangnya pada Nenek Wilson.
" Itu Nenek Wilson Dad , Nenek Rain juga , Nenek Rain ada banyak loh Dad " ucap Rain lagi menjelaskan dengan antusias nya dan Nenek Wilson pun tersenyum hangat kearah Renal
" Senang bekenalan dengan anda " ucap Renal yang kudengar dari sebrang sana dengan suara ramahnya
" Jangan formal , panggil saja aku Nenek Wilson . Dan wow tidak kusangka Daddy Rain adalah orang yang sangat terkenal " Ucap Nenek Wilson hingga membuat aku menggelengkan pelan kepalaku sambil tersenyum
" Ah , aku tidak seterkenal itu Nek " Ucap Renal menanggapi ucapan Nenek Wilson
" Tapi sayang nya kau terkenal , Astan bukan lah perusahaan kecil sayang " sahut Nenek Wilson hingga membuat Renal terkekeh kecil
" Nenek mengenal ku ya ? " Tanya Renal
" Tentu saja , kau itu hampir menghancurkan perusahaan besar lainnya " ucap Nenek Wilson bercanda sambil tersenyum
" Baiklah akan kutinggal kalian , aku harus memantau petani dibelakang " Sambung Nenek Wilson pada Renal dan seketika menatap lembut kearah ku dan Rain
" Dia orang yang baik " ucap Renal saat ponsel yang dipegang Rain sudah kembali padaku
" Iya , Nenek Wilson memang orang yang baik " sahutku membalas ucapan pria itu sambil tersenyum
" Apa Rain sudah makan , sayang ? " Tanya Renal pada Rain
Aku terus menatap kearah Renal yang berada di sebrang sana dan kulihat pria itu tampak sedikit pucat hingga membuat aku sedikit khawatir melihat nya .
" Sudah Dad Rain sudah makan , Oya Daddy kapan akan menjemput Rain dan Mommy ? " Tanya Rain tiba tiba
" Secepatnya sayang , Daddy akan secepatnya menjemput kalian " sahut Renal
__ADS_1
" Daddy jangan nakal lagi ya , nanti Kakek bisa marah seperti kemarin " Ucap Rain polos hingga membuat Renal tersenyum lebar
Aku yang mendengar dan melihat percakapan mereka hanya terdiam seraya mengelus lembut kepala Rain dan mencium pucuk kepalanya dengan sangat lama .
" Daddy Rain gak nakal , Daddy Rain orang baik ko " ucapku menenangkan anak itu dan tak berapa lama aku mendengar seseorang berbicara pada renal di sebrang sana hingga membuat aku kembali menatap kearah layar tersebut
" Jika kau merasa mual sebaiknya kau beristirahat , Renal " ucap seseorang dari sebarang sana namun aku tidak tau siapa itu dan seketika wajah Renal tidak terlihat lagi hanya langit-langit kamar yang dapat kami lihat .
" Aku baik-baik saja Adrian , apa kau sudah mengurus semua nya ? " Tanya Renal yang berbicara dengan Adrian di sebrang sana
" Tentu , aku akan keluar . Jangan lupa makan obat mu " ucap Adrian dan kudengar Renal yang berdeham dan tak berapa lama wajah Renal pun kembali terlihat di layar ponsel ku
" Daddy sakit ? " Tanya Rain sendu dengan tatapan khawatir
" Tidak sayang , Daddy hanya sedikit pusing " ucap Renal menenangkan Rain
" Benarkah ? " Tanya Rain tak percaya
" Hm " sahutnya sambil tersenyum lembut
" Oya , Apa kau sudah memeriksa hal itu
, Cindy ? " Tanya Renal tiba-tiba padaku
Hal itu yang Renal maksud adalah perut ku yang hamil atau tidak dan seketika Rain melirik kearahku dengan pandangan tidak mengerti
" Sudah , hasilnya negatif " ucapku dan kulihat wajah Renal yang tampak sedikit kecewa.
" Jadi tebakan ku meleset ya ? " Ucap Renal sedikit kecewa
" Daddy dan Mommy lagi bicarain Apa sih ? " Tanya Rain yang sendari tadi tidak mengerti dengan pembicaraan kami
" Rahasia " ucap Renal mengejek Rain sambil tersenyum lembut hingga membuat anak itu memasang wajah cemberutnya , sementara Renal yang merasa puas karna menggoda Rain pun akhirnya tertawa senang disebrang sana
" Renal sebaiknya kamu istirahat , jangan lupa makan dan minum Obat mu " ucapku seketika hingga membuat Renal menghentikan tawanya dan tersenyum kecil seraya mengangguk kearah ku
" Baik sayang , lusa aku akan kembali kerumah mu " ucap Renal hingga membuat Rain yang mendengarnya pun tersenyum senang
" Jangan memaksakan diri mu Renal , jaga saja dirimu dulu " ucapku padanya
" Tidak masalah besok aku akan segera sembuh sayang " sahutnya percaya diri
" Apa Rain masih mau bicara lagi dengan Daddy ? " Tanya ku dan Rain pun menggeleng pelan
Rain pun melambaikan tangan nya pada Renal dan kulihat Renal yang tersenyum seraya melambaikan tangan nya di sebrang sana .
" Rain sayang Daddy , Daddy jangan sakit ya , oke ? " Ucap Rain hingga membuat hatiku menghangat.
" Daddy pasti sembuh kok , Daddy juga sayang Rain dan juga sayang Mommy " ucapnya sambil tersenyum lebar
Kini Video Call pun terputus dan aku segera memasukkan kembali ponsel yang yang di berikan Renal padaku kedalam saku .
" Rain jangan bicara apapun pada Kakek dan Nenek tentang ponsel dan Video Call dengan Daddy , oke ? " Ucapku memerintahkan Rain
__ADS_1
" Kenapa Mom ? , Apa Kakek Masih marah sama Daddy ? " Tanyanya polos
" Enggak sayang , itu rahasia , oke ? " Ucapku lagi
" Eum.. oke " sahut Rain seraya menganggukkan kepalanya dengan ragu-ragu namun aku yakin anak itu tidak akan menyebutkan hal itu nanti
" Sekarang kita pamit ya dengan Nenek Wilson , Nenek akan Khawtir jika kita belum kembali juga " ucapku seraya menggandeng tangan kecil Rain untuk menuju halaman belakang yang dihiasi ladang jagung milik Nenek Wilson yang akan segera di panen , Papa bekerja dikebun Anggur milik Nenek Wilson dan tempatnya tidak terlalu jauh dari sini.
Aku dan Rain pun berjalan menghampiri Nenek Wilson untuk pamit pulang , dan setelah pamit aku pun segera pulang menuju rumah karena aku tidak ingin membuat Mama Khawatir.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini aku lewati dengan biasa saja dan masih sama seperti pagi ini , Papa masih tidak mau menanggapi ku secara intens dan aku tau akan kesalahan ku .
Aku masuk kedalam kamar dan memberikan kecupan selamat malam pada wajah Rain dan kembali keluar untuk menemui Papa dan Mama yang masih bersantai dan saling bercerita.
" Pa " Panggilku pelan saat tiba di dekat mereka
" Hm " sahut papa singkat membalas panggil ku
" Maafkan Cindy , Pa " ucapku lirih
" Apa Papa— "
" Jika kau ingin membahas mengenai Renal , Papa akan pergi sekarang " ucap Papa cepat memotong ucapan ku hingga membuat aku terdiam
Aku hanya menghela nafas pelan saat mendengar ucapan Papa , Papa selalu berhasil dengan ancaman nya dan lagi-lagi aku kembali bungkam tidak menjelaskan apapun lagi tentang Renal .
Hal itu berlangsung selama dua hari ke depan dan saat ini hubungan ku dangan Papa pun sudah sedikit membaik hanya saja aku selalu tidak berhasil membujuk Papa untuk memaafkan dan menerima Renal .Rencana nya hari ini Renal akan datang dan kuharap tidak ada perkelahian lagi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
aku kembali memakan kue Cupcake buatan Mama dan entah sudah berapa Cupcake yang aku makan , sebenarnya aku tidak terlalu suka rasa manis namun kali ini aku memakan nya hingga tidak berhenti .
" Nafsu makan mu meningkat , Cindy " ucap Mama seketika dengan suara lembutnya dan aku hanya tersenyum kuda membalas ucapan Mama
" Cindy rasa , Cindy tertular Rain , ma " sahutku , Sementara si kecil Rain hanya terdiam dan tampak sibuk menghabiskan Cupcake Coklat miliknya.
Aku kembali memasukkan satu gigitan dan mengunyahnya hingga hancur , entah kenapa aku merasa benar-benar bukan seperti diriku , aku seperti tengah mengandung karna aku ingat sekali saat aku mengandung Rain dulu , pikirku .
Namun aku menggelengkan kepalaku mengenyahkan pikiran-pikiran aneh itu , aku pun langsung menyudahi makan ku dan berdiri dari dudukku .
" Mau kemana sayang ? " Tanya Mama padaku hingga membuat aku menatap kearah mama , saat ini sikap Mama semakin melembut padaku.
" Mau ke apotik Ma , Cindy mau beli obat sakit kepala sebentar " ucapku berbohong
Sejujurnya aku ingin membeli Test Pack , aku harus memastikan nya lagi kali ini bahwa aku memang tidak hamil seperti pikiran aneh ku belakangan ini .
" Oh begitu , apa Rain akan ikut ? " Tanya Mama
" Tidak Ma , Cindy pergi sendiri dan tidak akan lama " sahutku dan Mama pun mengangguk paham
Aku pun segera mengambil jaket ku dan berjalan menuju apotik kemarin , lagi-lagi aku membeli test pack namun kali ini bukan hanya satu tapi tiga sekaligus.
__ADS_1
Setelah membayar aku pun segera pulang berjalan kaki menuju rumah dan seketika tiba-tiba kurasakn ponselku bergetar kali ini bukan telpon melainkan sebuah pesan singkat dari Renal .