
...MASIH POV CINDY......
.......
.......
Saat ini Rain sudah rapi bahkan kini anak itu sudah duduk tenang dimeja makan bersama dengan Mama , aku pun segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diriku dan setelah selesai aku pun langsung bergabung dengan Mama dan Rain yang saat ini sudah memulai makan pagi mereka.
" Maafin Rain ya Mom , Rain udah lapar jadi ga bisa nungguin Mommy deh " ucapnya menyesal lalu kembali memasukkan telur mata sapi kedalam mulut kecilnya.
" Rain memang selalu lapar , bukan " Ucapku bercanda dan kulihat Rain yang sedikit cemberut namun hal itu sukses membuat aku tersenyum lembut
" Habisnya Nenek ngebolehin Rain makan duluan sih , biasanya kan Daddy yang ngelarang Rain untuk makan duluan dan harus nungguin Mommy sampai selesai mandi " ucap Rain menjelaskan dengan wajah polosnya hingga seketika membuat aku melirik kearah Mama dan melihat ekspresi Mama yang tidak menunjukkan keemosian sama sekali
" Oya Mom , Kemarin Kakek kenapa marahin Daddy ? . Kakek Marah karena Daddy ninggalin Rain dulu ya Mom ? " Tanya Rain seketika hingga membuat aku kembali menatap kearah anak itu seraya mengelus pelan kepalanya.
" Kakek gak marah kok sama Daddy , Kakek begitu karena Daddy Rain nakal " ucapku berbohong dan Berharap Rain percaya
" Oh , kalau Daddy gak nakal Kakek gak akan marah kan , Mom ? . Rain kangen banget sama Daddy , Mom " ucapnya lagi dengan memasang ekspresi wajah lirih hingga membuat aku terdiam dan menatap sendu kearah nya
" Mommy juga sangat merindukan Daddy , Rain " Ucapku dalam hati seraya menatap kearah anak itu
" Rain , habiskan sarapan mu baru boleh bicara " ucap Mama tiba-tiba mengalihkan pembicaraan kami dan membuat ku seketika tersadar dari lamunanku
" Iya Nek , Maafin Rain " ucapnya sedikit menyesal dan kembali memakan sarapannya dengan ekspresi wajah cemberut
Saat ini kami pun makan dengan tenang dan sesekali Rain akan berbicara sedikit mengenai pengalaman pertamanya saat menaiki pesawat dan kulihat balasan Mama yang hanya tersenyum kecil dan tidak menanggapi lebih .
" Mama tidak tau kau sudah sedekat itu dengan keluarga Renal , Cindy " ucap Mama seketika yang saat ini berada di sampingku seraya melepaskan beberap piring kotor di wastafel
Aku Yang saat itu tengah membersihkan piring kotor pun langsung menolehkan pandanganku kearah Mama
" Ma , Ci—"
" Setidaknya keluarga Renal memperlakukan mu dengan baik " ucap Mama lagi memotong ucapan ku seraya meninggalkan ku
Aku pun hanya terdiam tidak membalas ucapan Mama lebih jauh lagi . Selesai membersihkan piring kotor aku pun segera mengajak Rain dengan alibi berjalan-jalan sejujurnya aku akan pergi ke apotik untuk membeli test pack.
" Mommy sakit ? , Kenapa kita kesini , Mom ? " Tanya Rain polos hingga membuat aku menatap kearah anak itu
__ADS_1
" Mommy gak sakit sayang , Mommy hanya ingin membeli sesuatu . Oya , Rain jangan bilang-bilang ke Kakek dan Nenek ya , Oke ? " Ucap memprovokasi pikiran anak itu hingga membuat Rain mengerutkan keningnya
" Kenapa Kakek dan Nenek nggak boleh tau , Mom ? " Tanya Rain heran
" Nanti Kakek dan Nenek akan khawatir sayang " Ucapku lagi sedikit berbohong dan Rain pun akhirnya mengangguk paham
Aku pun segera membeli Test Pack tersebut dan menyelesaikan pembayaran nya , aku segera keluar dan menyimpan Test Pack tersebut disaku jaket ku.
" Habis ini kita mau kemana lagi , Mom ? " Tanya Rain yang kini berjalan di sampingku dengan tangannya yang terus aku genggam.
" Kerumah Nenek Wilson , sayang " sahutku .
" Yeay .. Rain kangen sama Nenek Wilson loh , mom " ucap Rain riang dan aku pun hanya tersenyum melihatnya
Aku dan Rain pun berjalan dengan santai sampai akhirnya kami tiba dirumah Nenek Wilson , Nenek Wilson adalah orang yang membantu dan membiayai ku waktu aku mengoperasi Rain saat lahiran dulu .
Setelah menekan bel beberapa Kali akhirnya pintu pun terbuka dan menampilkan Nenek Wilson yang tengah menggunakan Apron nya dan kulihat wajahnya yang tersenyum senang saat melihat kedatangan ku dan Rain .
" Nenek , Rain kangen " ucap Rain seraya menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Nenek Wilson
Ini adalah kali pertamanya lagi aku mengunjungi rumah Nenek Wilson selama aku berada di kota ini padahal rumah nenek Wilson tidak terlalu jauh dari rumah orang tuaku.
" Ayo masuk , Nenek sedang membuat Kue coklat kering " ucapnya lagi seraya membawa Rain masuk kedalam rumahnya
Rain pun berjalan disamping Nenek Wilson seraya bercerita banyak hal sedangkan aku hanya mengikuti langkah mereka dari belakang.
" Nek , bolehkah aku meminjam toilet mu sebentar ? " Tanyaku seketika
" tentu saja Cindy , anggap saja seperti rumah sendiri jangan sungkan " ucap Nenek Wilson seperti biasanya
Aku pun segera menuju kamar mandi yang ada dirumah ini , aku sudah hafal betul dimana letak nya jadi aku tidak perlu bertanya lagi pada Nenek Wilson .
Aku masuk kedalam kamar mandi dan mengunci nya dari dalam , seketika kuambil Test Pack yang tadi kubeli dan membuka bungkus nya .
Aku memejamkan mataku menunggu hasil dari Test Pack tersebut setelah aku menggunakan nya . Dan kurang lebih dua menit aku menunggu tiba-tiba aku membuka kedua mataku secara perlahan dan melihat hasil dari test pack tersebut .
" Tebakan mu meleset Renal " ucapku pelan saat melihat satu garis merah yang menandakan tanda negatif di atas benda tersebut
Aku pun langsung membungus kembali Test pack tersebut kedalam bungkusnya dan memasukan kembali kedalam saku jaketku untuk dibuang nanti , pikirku .
__ADS_1
Aku keluar dari kamar mandi dan segera menghampiri Rain dan Nenek Wilson yang saat ini tengah sibuk dengan Kue mereka.
" Sejak kapan kau disini , Cindy ? " Tanya Nenek Wilson saat aku tiba di dekat mereka
" Sudah hampir satu minggu Nek , maaf baru mengunjungi mu sekarang " ucapku merasa bersalah dan kulihat Nenek Wilson tersenyum lembut kearah ku lalu kembali menatap Rain yang kini tengah mencicipi kue kering buatan Nenek Wilson
" Enak nek ! , Rain boleh bawa pulang ya , ya , ya ? " Ucap Rain dengan suara riangnya
" Tentu sayang , Rain boleh bawa sebanyak yang Rain mau " ucap Nenek Wilson sambil tersenyum lembut hingga membuat Rain tersenyum lebar dengan wajah bahagianya
" Benarkah ? " Tanya Rain memastikan dengan wajah binar penuh kebahagiaan hingga membuat aku terkekeh pelan saat melihatnya.
" Hm , tentu saja " sahut Nenek Wilson
" Nenek memang yang terbaik " ucap Rain riang hingga membuat Nenek Wilson tersenyum senang saat melihat tingkah anak itu
Aku hanya terdiam seraya melihat mereka berdua yang terus berbicara , sesekali aku membantu Nenek Wilson mengambil kue yang ada didalam Panggangan.
" Nek , Rain sudah bertemu Daddy Rain " ucap Rain antusias hingga membuat Nenek Wilson melirik sekilas kearahku
" Oh ya ? " Sahut Nenek Wilson
" Iya nek , Daddy Rain itu ganteng dan baik Loh " ucap Rain dengan senangnya memuji Renal , entah kenapa saat membicarakan Renal wajah Rain tampak bahagia dan bersemangat hingga membuat hatiku berbunga saat melihatnya
Saat aku tengah menyusun kue-kue kedalam toplesnya dan mendengarkan percakapan Rain dengan Nenek Wilson tiba-tiba ponsel Renal yang aku bawa pun lagi-lagi bergetar hingga membuat aku meminta izin pada mereka berdua untuk mengangkat panggilan tersebut.
" Halo ? " Ucapku pertama kali saat sudah menjawab panggilan dari Pria itu yang tak lain adalah Renal .
" Sayang , bisakah kita Video Call ? , Aku sangat merindukan mu dan juga Rain " ucap Renal dari sebrang sana
" Eum.. tentu , aku akan panggil Rain dulu , oke ? " ucapku
" Baiklah , aku akan menghubungimu beberapa menit lagi " ucap Renal dan sambungan telpon pun terputus
Aku kembali berjalan kearah mereka dan kulihat Nenek Wilson yang masih setia mendengarkan celoteh dari Rain mulut kecil Rain .
" Rain , Daddy mau berbicara dengan mu " ucapku seraya mendudukkan tubuhku disamping Rain
Rain pun menghentikan ocehan nya dan menatapku dengan mata yang berbinar bahkan senyum nya terlihat sangat senang.
__ADS_1
" Rain mauuu Mom " ucapnya bersemangat dan aku pun tersenyum lembut menanggapi ucapan anak itu begitu pula dengan Nenek Wilson yang ikut tersenyum kearah Rain