Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Tidak Ingin Melakukan Kesalahan Yang Sama...


__ADS_3

...MASIH POV CINDY......


.......


.......


.......


Saat ini aku hanya terdiam dan mematung didepan pekarangan rumah orang tua ku . Bahkan kaki ku tidak bisa untuk melangkah masuk kedalam .


Kulihat pekarangan rumah ku yang sedikit ramai dan kulihat beberapa orang keluar masuk dari rumah ku.


" Sayang " panggil Renal seraya terus menatap kearah ku


" Aku baik-baik saja " ucapku berbohong


Saat ini aku bahkan menahan tanggisku agar tidak pecah padahal jelas sekali mataku sudah memerah dan lusuh karena menangis tadi.


Dengan perlahan aku pun mulai melangkahkan kakiku untuk masuk kedalam rumahku , dan seketika kilasan-kilasan tentang kejadian beberapa waktu lalu terekam jelas di memori ku .


Saat aku sampai diambak pintu aku pun menemukan Mama yang saat itu tengah mencium Papa yang sudah berada didalam peti , Seketika aku terdiam mematung bahkan sekedar untuk melangkah pun aku tidak bisa .


Beberapa dari mereka pun menatap iba kearah ku , dan seketika kurasakan tangan Renal yang menyentuh bahuku dengan pelan hingga membuat aku menolehkan pandanganku kearahnya dan tersenyum seolah semua akan baik-baik saja padahal semua tidak pernah baik-baik saja mulai dari sekarang .


Beruntung Rain belum bangun dari tidurnya saat itu , bahkan kedua orang tua Renal pun belum tau mengenai perihal ini .


" Pa.. " Panggilku pelan dan lirih dengan seiring langkah kakiku yang semakin mendekat kearah mereka


Seketika kulihat Hugo yang saat itu tengah berdiri disamping Mama seraya menenagkan wanita paruh baya itu , kulihat Mama hanya terdiam seraya terus menatap kearah Papa dan dapat kulihat sorotan mata Mama yang terlihat sekali bahwa ia sangat terluka .


" Ma " Panggilku pelan hingga membuat Mama menolehkan kepalanya kearah asal suara ku namun tidak ada senyuman di wajah Mama yang kulihat hanya wajah Mama yang menatapku dengan tatapan terluka dan kecewa.


" Pulanglah " ucap Mama pelan dan itu sukses membuat hatiku terasa begitu teriris


Aku pun meremas erat tangan Renal yang entah sejak kapan ada digenggaman tanganku .


" Ma , Maa— "


" Tidak ada yang perlu dimaafkan , Papa sudah tenang " ucap mama datar memotong ucapan ku


" Ma "


" Pulanglah , bukankah pria itu lebih penting ketimbang Mama dan Papa mu sendiri ? " Ucap Mama datar dan aku pun langsung terdiam dan menundukkan kepalaku


" Tan— "


" Maaf " Ucapku serak memotong ucapan Renal


Dengan satu gerakan aku pun menatap Mama dan lagi-lagi air mataku menetes dengan sendirinya .


" Renal " Panggilku pelan dan lirih tanpa menoleh kearah pria itu


" Hm " sahutnya bergumam menanggapi panggilanku seraya terus kurasakan tangan Renal yang mengelus rambutku dengan pelan dan lembut

__ADS_1


" Pulanglah " ucapku seketika hingga membuat sentuhan pada rambut ku terhenti dan pria itu menatap bingung kearah ku namun aku tetep tidak menatap kearah pria itu


" Aku— "


" Kumohon Renal , aku—aku tidak bisa memaafkan diriku jika terus bersama mu " ucapku lirih pada akhirnya memotong ucapan pria itu


" Cindy " panggil nya lirih seraya terus menatap sendu kearah ku


" Kumohon Renal , biarkan aku sendiri dulu . Aku— " ucapku menggantung seraya memejamkan mataku dan membuka nya secara perlahan seolah tengah menenangkan diriku saat ini


Aku bahkan mengabaikan beberapa orang yang saat itu tengah menatap kami penuh minat , dengan penuh keberanian aku pun menatap Renal tepat di depan matanya .


" Saat ini aku merasa tidak baik-baik saja , ditambah dengan kau yang ada di sisiku , semua terasa berat Renal . setidaknya biarkan aku memikirkan semua nya , biarkan aku sendiri dulu . Renal kumohon tinggalkan aku sebenatar saja " ucap ku lagi dengan suara pelan dan kulihat Renal menatapku dengan tatapan marah dan tidak suka.


" Kita akan berbicara setelah semuanya terasa benar " Sambungku lagi


" Memangnya apa yang tidak benar ? " Tanya Renal tak suka dengan ucapan ku


" Semuanya terasa tidak benar Renal , Aku , kau dan impian kita " ucapku lagi mematahkan hati orang yang aku cintai


Dan lagi aku menyakiti Renal , lagi-lagi aku harus menyakiti orang yang aku cintai demi meminta permohonan maaf pada Mama agar wanita paruh baya itu bisa menerima ku kembali .


Bukankah aku sangat jahat disini , aku sudah membuat orang yang aku cintai terjatuh dan memandangi ku dengan tatapan terluka , ini adalah kejahatan fatal yang aku lakukan , bukan .


" Aku akan kembali dan tentunya aku akan menjemputmu " ucap Renal datar dan meninggalkan ku yang hampir terjatuh jika saja tidak ada yang menahan tubuhku


" Itupun jika aku bisa kembali Renal , aku hanya tidak ingin melakukan kesalahan yang sama " Ucapku sedih dalam hati dan tiba-tiba saja semuanya terasa menggelap dan aku pun mulai pingsan dengan keadaan tubuh yang terasa sangat lemas


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Renal " Panggilku pelan tanpa membuka kedua mataku karena aku terlalu nyaman dengan sentuhan tersebut .


" Istirahatlah sebentar , beberapa jam lagi Papa mu akan dimakamkan " ucap orang tersebut dan aku tau itu bukanlah suara Renal


" Hugo " ucapku tercekat saat mengetahui sosok tersebut


" Hm " gumamnya


" Aku payah " ucapku lagi tanpa berniat untuk membuat kedua mataku


" Kenapa ? " Tanyanya seolah tidak mengerti


" Aku menyakiti Renal lagi " ucapku pelan


" Hugo " Panggilku lagi


" Ada Apa ? " Tanyanya lembut


" Kau masih menyukai ku kan ? , Jika iya , Menikahlah denganku . saat ini anak yang ada dikandungan ku membutuhkan sosok Ayah , kurasa hubungan ku dan Renal akan berakhir , impian yang kami bangun sudah berakhir . Aku akan berhenti dengan semuanya , aku berhenti mengejar kebahagian ku , aku— " Ucapku tercekat dan kembali menitikkan air mataku


Aku wanita bodoh , bukan . Untuk mengucapkan hal semacam itu saja sudah membautku menangis .


" Bodoh " ucap Hugo seketika namun aku hanya terdiam saat Hugo mengatai ku

__ADS_1


Seketika kurasakan sebuah pelukan hangat dan beban berat pada tubuhku , aku yakin saat ini Hugo tengah menghimpit tubuhku untuk memberikan ku pelukan


" Aku akan disini , menangis lah jika kau ingin menangis . Semua akan baik-baik aku Cindy " ucapnya menenagkan ku


" Karena aku Papa— " ucap ku terpotongan


" Tidak , Papamu meninggal karena sudah waktunya Tuhan memanggilnya . Dia sudah memaafkan mu , Cindy " Ucap Hugo pelan memotong ucapan ku


Aku pun membuka mataku dan seketika kurasakan Hugo melepaskan pelukannya pada ku.


" Sebelum Papa mu menghembuskan nafas terakhirnya dia bilang dia sudah memaafkan mu " ucapnya lagi seolah terus menenangkan ku


" Sekarang kau bisa menarik kembali penawaran mu Cindy , apa kau masih ingin aku menikahi mu atau kau kembali mengejar segala kebahagiaan mu ? , Aku bukanlah tipe lelaki yang akan melepaskan seseorang yang sudah menawariku pernikahan , ingat itu " ucapnya lagi dan lagi dengan suara pelan


" Aku— " Ucapku terpotongan


" Papamu sudah memaafkan mu , memaafkan kalian " ucap Hugo Sendu menjelaskan semuanya


Aku tidak tau dari mana Hugo tau dan entah kenapa aku merasa Hugo seperti keluarga dekatku yang mengetahui semuanya , tidak seperti aku yang selalu mengecewakan kedua orang tuaku .


" Tidak , aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya . Aku—"


" Apa kau siap meninggalkan Renal dan mungkin juga meninggalkan Rain ? " ucap Hugo seketika hingga membuat aku terdiam saat mengigat anak ku


Aku pun bangkit dari tidurku dan duduk di tepian ranjang , seketika pikiranku terbayang akan Rain yang aku tinggal begitu saja pagi tadi mungkin saat ini anak itu tengah menangis saat mengetahui ketidak beradaan ku .


" Mungkin sudah seharusnya mereka bersama , disini aku akan menjaga baby ini , aku akan menjaga dua anak yang sedang berada dalam tubuhku saat ini " ucapku lirih


" Kau— " ucap Hugo terpotongan


" Hugo , aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama lagi , saat aku melihat Renal aku selalu melihat wajah kecewa Papa , aku selalu melihat semua kesalahan-kesalahan ku . aku tidak mungkin membuat orang tua satu-satunya yang miliki saat ini kecewa lagi , aku— "


" Kau siap melepaskan Renal ? "Tanya Hugo memotong ucapan ku


" Aku — , kurasa aku siap " ucapku pelan dan terdengar tidak yakin


" Jika kau siap maka lepaskanlah cincin yang ada dijari mu itu " ucap Hugo menantang ku hingga membuat aku terdiam seraya menatap kearah cincin yang ada di jari manis ku


" Mulailah dari hal yang terkecil , Cindy " ucapnya lagi namun aku masih terus terdiam


" Kita harus pergi ke pemakaman sekarang , berdirilah " ucap Hugo seketika hingga membuat aku tersadar dan menatap kearah pria itu


" Hugo—"


" Aku akan menjaga mu dan kedua bayi yang ada didalam kandungan mu Cindy , aku janji " ucap Hugo memotong ucapan ku hingga membuat aku menatap heran kearah pria itu


" Hugo kau— "


" Aku masih mempunyai harga diri Cindy , sekalipun kau menawari pernikahan pada ku tetap saja aku tidak mau . Aku memang masih menyukai mu tapi aku tidak mungkin merebut mu dari Renal , dia itu memang bajingan gila dan sayang nya bajingan itu sangat mencintai mu.. , Aku memiliki janji dengan seseorang untuk terus menjaga mu Cindy " ucap Hugo lagi-lagi memotong ucapan ku


" Janji ? , Dengan siapa ? " Tanyaku heran


" Almarhum Papa mu " ucap Hugo sambil tersenyum lembut kearah ku hingga membuat aku merasa lega

__ADS_1


Aku dan Hugo pun jalan beriringan keluar kamar , setidaknya saat ini perasaan ku tidak terlalu sakit seperti tadi seketika beban yang ada dipikiran ku sudah sedikit menghilang.


__ADS_2