
MASIH POV RENAL ...
.
.
.
Saat ini kami pun telah sampai di Central Park Zoo pusat taman bermain terbesar di kota ini .
Saat ini aku dan Cindy sudah seperti bodyguard untuk Rain karna setiba nya di tempat itu Rain terus berlarian kesana kemari hingga membuat aku dan Cindy kewalahan untuk mengikuit anak itu kemanapun sampai akhirnya Rain pun merasa lelah sendiri .
Aku berniat akan mengajak mereka dimalam hari karna bermain ice skating lebih seru saat dimalam hari ketimbang siang hari seperti ini . Sebenernya banyak lagi yang ingin kami kunjungi di Central Park ini namun kulihat Rain sudah terlihat kelelahan begitu pula dengan ku .
Setelah dirasa lelah akhirnya kami pun berhenti disebuah taman yang didepannya ada air mancur dan terlihat sangat cantik , kami pun menduduki tubuh kami di bawah pohong yang sangat rindang dan teduh .
Beruntung nya sebelum kami duduk di tempat itu kami sempat berhenti untuk membeli beberapa makanan dan terlihat saat ini Rain yang begitu lahab memakan makanan nya begitupula dengan ku .
Berjalan dan berlarian membuatku kelaparan dan kehabisan energi , sementara kulihat Cindy hanya mengelusi kepala Rain dan mengambilkan minuman untuk Rain jika anak itu merasa haus .
" Apa Cindy tidak kelaparan ? " Tanya ku heran dalam hati seraya menatap kearah wanita itu
" Apa kau tidak lapar ? " Tanya ku pada akhirnya
" Tidak " sahutnya singkat seraya menatap kilas kearah ku
" Sedikitpun ? " Tanyaku lagi hingga membuat wanita itu kembali menatap ku dan menggelengkan kepalanya lalu kembali menatap Rain yang kini mengajak nya bercerita.
" Rain sayang banget sama Mommy dan Daddy " ucapnya tiba-tiba seraya tersneyum lebar menatapku dan Cindy
" Mommy juga sayang Rain " Ucap Cindy lembut
" Daddy juga " sahutku sambil tersenyum senang
"Jadi kapan Mommy dan Daddy buatin Rain adik ? " Tanya nya seketika hingga membuat aku dan Cindy hanya tediam dan tersenyum kaku tanpa berniat menjawab pertanyaan anak itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah puas bermain dan besantai kami pun segera kembali pulang namun sebelumnya kami mampir terlebih dulu ke salah satu mall untuk membeli sesuatu di sana , kulihat Cindy tengah sibuk berbelanja bahan makanan sedangkan aku dan Rain hanya sibuk membeli beberapa cemilan dan memasukan nya kedalam keranjang belanjaan .
" Cukup , kalian sudah terlalu banyak membeli jajanan " ucap Cindy mengomel seraya mengeluarkan coklat dari keranjang belanjaan dan menaruhnya ketempat semula
Aku dan Rain pun hanya bisa pasrah menuruti ucapan wanita itu kami seperti dua orang anak kecil yang tengah di marahi oleh sang ibu .
Aku pun berjalan dibelakang Cindy dengan Rain yang ada di gendongan ku ,
kulihat beberapa pasang mata pria mematap kearah Cindy hingga membuat aku dengan sengaja merangkul pinggang wanita itu , tidak boleh ada yang melihatnya seperti itu , pikirku .
" Renal " ucap Cindy geram namun aku tak kunjung melepaskan rangkulan ku pada pinggang nya
Kudengar Cindy menghela nafas nya dengan pasrah namun hal itu membuat aku tersenyum simpul dengan wajah senang .
__ADS_1
Setelah selesei berbelanja Kami pun berjalan menuju kasir dan di situ aku baru melepaskan rangkulan ku pada pinggang Cindy , selesai membayar aku segera mendorong troli belanjaan tersebut namun setelahnya troli pun diambil alih oleh Cindy dan aku berjalan mendahuli Cindy menuju mobil untuk menduduki Rain terlebih dahulu .
Aku membukakan pintu untuk Rain lalu anak itu pun segera masuk dan menduduki kursinya , selanjutnya aku kembali membuka bagasi mobil untuk memasukkan belanjaan yang baru saja kami beli tadi kedalam sana .
Aku dengan serius memasukan belanja kami kedalam bagasi dan setelah selesai aku pun kembali menatap kearah Cindy namun kulihat sebuah mobil hampir saja menabrak Cindy hingga membuat aku dengan reflek berteriak memanggil nama nya dan Cindy pun langsung memundurkan langkahnya dengan cepat . Jika tidak wanita itu mungkin akan tertabrak .
" Kau tidak apa apa ? " Tanyaku khawatir seraya menghampiri wanita itu
" Maafkan aku Tuan , aku melamun " ucap Cindy dengan wajah bersalah pada menggendara mobil tersebut
Aku menatap kearah pendengara itu lalu dengan kesal pria itu pun pergi dari hadapan kami .
" Lain kali berhati-hatilah , Cindy " ucapku khawatir
seraya membawa Cindy masuk kedalam mobil
Aku pun berjalan menuju pintu satunya dan menduduki kursi kemudi , Sepanjang perjalanan Cindy hanya terdiam tidak bersuara sedikitpun seolah ada yang tengah ia pikirkan saat ini , sampai akhirnya mobil berhenti di basement gedung apartemen ku Cindy pun masih tetap terdiam .
Kulihat kearah kursi penumpang dan terlihat Rain yang sudah tertidur sendari tadi dan akhirnya aku pun menyentuh pelan lengan Cindy hingga membuat wanita itu sedikit terkejut .
" Kita sudah sampai " ucapku dan Cindy pun segera membuka sabuk pengamannya
" Kau bawa barang belanjaan saja , biar aku yang menggendong Rain " Ucapku dan Cindy pun mengangguk paham seraya membuka pintu mobil
Cindy pun membuka pintu bagasi mobil seraya mengeluarkan beberapa kantung belanjaan di sana , sedangkan aku kini sudah menggendong Rain didepan tubuhku ku seperti koala .
Aku pun langsung mengambil kantung plastik besar dari tangan Cindy dengan tangan kananku yang kosong . Kulihat Cindy hendak protes namun aku segera mendahului wanita itu menuju lift .
Aku segera meletakkan kantung belanjaan itu di dapur dan setelahnya barulah aku mengantar Rain menuju kamar nya .
Setelan dirasa Rain sudah cukup tenang di dalam selimut nya aku pun kembali turun menuju dapur untuk meminum segelas air . Kulihat Cindy tengah sibuk memasukkan bahan-bahan makanan kedalam kulkas dan beberapa dari makanan tersebut ia letakkan dimeja seperti kentang , wortel daun bawang dan dua buah telur.
" Tunggulah dimeja makan , aku akan membuatkan sesuatu " ucapnya dan aku pun hanya menuruti perintahnya saja
Aku berjalan kearah meja makan namun langkah kaki ku tiba-tiba terhenti saat mendengar suara ringisan dari mulut Cindy , kulihat kearah Cindy yang tengah membasuh jari telunjuknya dengan air.
Dengan cepat aku pun meraih tangan Cindy dan menghisapnya secara refleks agar darah pada jarinya berhenti .
Aku mengambil kotak P3K dan membersihkan luka kecil itu dengan alcohol lalu membalut nya dengan plaster.
" Lainkali berhati-hatilah , jangan biarkan tangan ini terluka " ucapku kesal seraya menatap kearah Cindy
" Sebenarnya ada apa dengan nya hari ini ? " Tanya ku dalam hati seraya terus menatap kearah wanita itu dan terus memegangi tangannya
Cindy pun langsung menarik tangan nya dari pegangan ku , dan aku pun segera pergi menuju wastafel seraya mencuci mulut ku yang terasa getir setelah mengisap darah Cindy tadi .
Setelah beberapa menit akhirnya makanan yang Cindy janjikan pun terselesaikan kulihat ia memasak omlet dan tumis sederhana namun tetep terlihat lezat .
" Makanlah " ucapnya menyuruhku dan aku pun langsung memakan nya dengan nikmat
Sesekali kulirik kearah Cindy yang lagi-lagi melamun bahkan sampai aku selesai makan pun wanita itu masih terus terdiam dan melamun.
__ADS_1
" Kau kenapa , Cindy ? " Tanyaku seketika hingga membuat wanita itu menatap kearah ku
" Tidak " ucapnya nya berbohong
" Aku benci mendengarmu berbohong " Ucapku begitu saja
" Aku tidak — " ucapnya terpotongan karena aku langsung menarik pelan tangan Cindy dan berjalan membawanya menuju arah balkon tempar yang jarang sekali aku gunakan
Aku tau sekali bahwa Cindy tidak terlalu menyukai ketinggian seperti sekarang ini , namun aku tetep membawanya kearah balkon tersebut .
" Kenapa ? " Tanya nya datar
" Kau ingin mendorongku dari sini ? " Sambung nya hingga membuat aku menghentikan kepalanya kuat-kuat hingga membuat wanita itu mengaduh kesakitan
" Hilangkan pikiran konyolmu itu , Cindy " ucapku namun Cindy hanya terdiam
Seketika suasana terasa hening tak ada percakapan lain lagi di antara kami berdua , kami hanya terdiam dengan kesibukan masing-masing . kulihat Cindy tengah memandang langit yang dipenuhi bintang-bintang , Cindy memandang jauh kearah langit dan seketika wanita itu menolehkan pandangannya ke arahku hingga membuat aku tergugup karena sudah memandanginya sejak tadi .
" Kau tau satu hal yang tidak pernah aku sesali dari pertemuan kita , Renal ? " Ucapnya seketika seraya menatap kearah ku
" Apa ? " Tanya ku penasaran
" Rain . Kau memberikan ku malaikat kecil yang indah dan hal itu tidak pernah aku sesali sedikitpun , itu adalah sesuatu yang sangat aku syukuri , aku sangat bersyukur dia berada diperutku karena kau bukan orang lain " ucapnya seraya kembali menatap kearah langit
" Aku tidak tau apa yang Tuhan rencanakan , tapi aku harap itu yang terbaik , kita harus menyelesaikan semua nya , Renal " ucapnya lagi seraya terus menatap kearah langit-langit
Aku hanya terdiam seraya terus menatap dan mencerna apa yang wanita itu ucapkan tanpa berniat untuk memotongnya .
" Untuk kali ini aku akan berterima kasih dengan baik pada mu Renal " ucapnya seraya kembali menatapku dan mendekatkan kakinya selangkah kearah ku hingga seketika kurasakan sebuah pelukan hangat dari wanita itu
Aku pun langsung terdiam kaku saat mendapat perlakuan dadakan dari wanita itu , aku benar-benar di bingung dengan sikap Cindy saat ini .
" Terimakasih karna sudah menitipkan malaikat kecil seperti Rain padaku dan terimakasih karena sudah menjadi Ayah yang baik untuk Rain " ucapnya pelan seraya melepaskan pelukannya padaku dan terus melihat manik mataku namun aku masih tetap terdiam
Kulihat Cindy mendekatkan wajanya padaku dan menjajarkan tinggi badan kami , Seketika kurasakan kecupan serta luma*an singkat pada bibirku .
Aku yang mendapat perlakuan tersebut benar-benar merasa shock akan sikap Cindy saat ini namun di sisi lain aku merasa senang karna wanita itu bisa memaafkan ku dan berterima kasih padaku .
" Mari kita mulai semuanya dari awal . satu bulan , jika dalam satu bulan tidak ada perubahan kita hanya perlu menjadi orang tua yang baik untuk Rain , aku akan mencoba yang terbaik untuk kepentingan Rain , jadi mari kita mulai semuanya dari Awal , Renal " Ucapnya setelah melepaskan ciuman singkat kami
" Aku Cindy Millen , Kau ? " Ucapnya lembut seraya menyodorkan tangan nya kehadapan ku
Aku yang merasa bingung pun menatap kearah tangan wanita itu yang terjulur kearah ku namun aku segera membalas jabatan tangan wanita itu .
" Aku Renal , Renal Astan " Sahutku antusias
kulihat Cindy pun tersenyum lembut kearah ku , dan itu membuat hatiku benar-benar berbunga karna untuk pertama kalinya Cindy kembali tesenyum tulus padaku , senyum yang dulu selalu kudapatkan dan kini aku kembali melihat senyum itu lagi
Seketika kurasakan jantungku yang berdebar tak berhenti dengan ritme nya semakin kencang hingga membuat aku benar-benar merasa tak karuan saat ini .
" Senang berkenalan dengan mu Renal " ucapnya lagi seraya terus menampilkan senyum lembutnya hingga membuat jantungku semakin berdetak lebih cepat saat ini .
__ADS_1