Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Akhir Dari Kisah Cindy Dan Renal ...


__ADS_3

...POV RENAL......


.......


.......


.......


Seketika jantungku berhenti berdetak saat mendengar bahwa Cindy berada di kantorku , dia tidak benar-benar berada ada disini , bukan ? , Pikirku tak percaya .


Aku pun langsung keluar dari ruangan ku dan berjalan menuju ruangan CCTV untuk mengecek kebenaran tersebut .


" Tampilkan CCTV pada Lobby utama " ucapku datar setelah tiba di ruangan CCTV


Mereka pun langsung menuruti keinginananku dengan segera dan seketika nafasku seolah berhenti sejenak saat melihat sosok yang ada di layar tersebut .


Cindy benar-benar ada disana , untuk apa wanita itu berada di kota ini , hal itu benar-benar membuat ku penasaran namun aku enggan untuk menemui Cindy setelah apa yang telah dia perbuat tempo lalu .


Aku terus menatap kearah layar tersebut dan kulihat wanita itu tengah duduk terdiam seraya menatap beberapa orang yang tengah berlalu lalang di sana .


Sesekali kulihat wanita itu akan melirik kearah jam yang ada di pergelangan tangannya dan seketika mataku menangkap kearah kotak nasi yang tengah wanita itu bawa .


" Apakah itu untuk ku ? " tanyaku dalam hati seraya terus menatap kearah layar besar tersebut


Sebisa mungkin aku menahan rasaku untuk tidak bertemu dengan Cindy walaupun aku ingin sekali memeluk tubuh mungil wanita itu namun aku harus bisa menahan nya , aku hanya tidak ingin di kecewa lagi .


" Bodoh " Ucapku pelan setelah hampir lima jam aku melihat kearah layar tersebut bahkan aku sampai meninggalkan semua pekerjaan ku demi terus melihat Cindy yang berada di layar komputer tersebut


Bagaimana bisa dia masih menungguku di sana sedangkan dia pasti tau bahwa aku tidak akan bertemu dengan nya .


Walau sejujurnya banyak yang ingin aku tanyakan pada wanita itu , seperti dari mana dia tau bahwa aku berada disini ? , sudah sejak kapan dia ada disini dan


apakah Papa yang memberitahukan nya bahwa aku berada di kota ini , tapi apakah itu mungkin karna setiap kali aku melakukan video call dengan Papa dan Rain mereka tidak pernah menyebutkan hal apapun tentang Cindy .


Aku terus memikirkan hal itu sejak tadi seraya terus menatap kearah layar tersebut dan tak berapa lama aku pun kembali mengambil ponselku dan menghubungi orang yang sama sejak tadi .


" Usir Cindy dari kantor ini " ucapku sama seperti sebelumnya dengan suara sangat datar


Aku pun langsung mematikan sambungan telponku begitu saja seraya terus memperhatikan Cindy yang masih duduk tenang menungguku di lobby utama .


Ini sudah hampir lima jam namun wanita itu masih tetap menungguku di sana hingga membuat aku menghela nafasku dalam-dalam , Cindy memang benar-benar keras kepala .


Aku terus melihat kearah Cindy yang saat itu tengah berbicara dengan anak buah ku dan seketika kulihat Cindy menekan-nekan perut nya hingga membuat aku mengerutkan keningku .


" Perbesar " ucapku seketika memerintahkan mereka


" Arahkan pada wanita itu " suruhku lagi dan mereka pun menuruti nya hingga membuat aku bisa dengan jelas melihat Cindy yang saat itu tengah berbicara seraya memegangi perutnya


Seketika aku terdiam saat memperhatikan wajah khawatir Cindy bahkan wajah wanita itu terlihat agak pucat hingga membuat aku sedikit khawatir .


Tanpa sepatah katapun aku langsung keluar dari ruangan itu dan segera menemui wanita keras kepala itu . Aku berjalan dengan terburu-buru dan berhenti tepat dihadapan Cindy yang saat itu tengah menundukkan kepalanya .


" Berdiri " ucapnya seketika hingga membuat Cindy menatap ku dan tersenyum lemah kearahku

__ADS_1


Saat wanita itu hendak berdiri tiba-tiba saja Cindy langsung limbung dan hampir saja terjatuh jika salah satu anak buah ku tidak menangkap tubuh Cindy.


Aku pun segera mengambil alih tubuh Cindy dan membawanya kedalam gendongan ku .


" Kris cepat siap kan mobilku " ucapku cepat memerintahkan anak buah ku dan pria itu pun segera pergi meninggalkan kami


Saat ini aku tidak peduli dengan tatapan semua karyawan ku yang tengah menatap ku penuh minat , yang aku pikirkan saat ini adalah keadaan Cindy , jika terjadi sesuatu pada wanita itu aku benar-benar tidak akan memaafkan diriku sendiri .


" Cindy " Panggilku pelan seraya menepuk-nepuk pelan pipi Cindy


Namun wanita itu masih memejamkan matanya dan Sial nya itu membuat jantungku berhenti berdetak benar-benar berhenti berdetak , aku benar-benar merasa sangat takut saat ini .


Aku pun langsung menggendong tubuh Cindy setelah mobil ku tiba dan sesampainya dirumah sakit aku sudah seperti orang kesetanan yang terus memanggil-manggil beberapa suster dan juga dokter di sana .


" Pastikan dia tidak kenapa-kenapa ! " ucapku pada dokter yang memeriksa Cindy


Aku pun terdiam menunggu Cindy yang tengah diperiksa dan tak lama kemudian Dokter pun keluar sambil tersenyum ramah padaku.


" Dia baik-baik saja hanya pingsan karna kelaparan , janinnya juga baik-baik saja anda tidak perlu khawatir Tuan " ucap sang Dokter sambil tersenyum kecil padaku


Aku pun masuk kedalam ruangan Cindy dan kulihat wanita itu masih memejamkan matanya , aku pun langsung menghampirinya dan duduk di kursi dekat ranjang tempat Cindy berbaring .


" Kenapa kau kembali , hm ? " Tanyaku pelan seraya mengelus lembut pipi wanita itu


Rasanya sudah lama sekali aku tidak melihat wanita itu dan kurasa saat ini Cindy terlihat lebih berisi .


Aku pun mengerakkan tanganku untuk menyentuh perut Cindy yang sudah terlihat sedikit membesar .


" Hay Baby " ucapku pelan seraya berbicara didepan perut Cindy


" Daddy sangat merindukan kalian . Bagaimana keadaan kalian didalam sana , hm ? " Tanyaku pelan


" Mereka baik-baik saja " ucap seseorang yang tak lain adalah Cindy hingga membuat aku menatap kearah wanita itu


Aku pun menatap Cindy yang kini sudah tersadar dan kudengar suaranya sangatlah lemah . Aku pun langsung menegakkan tubuhku dan hendak pergi meninggalkan wanita itu namun dengan segera Cindy menahan pergelangan tanganku.


" Tidak lagi Renal , aku hampir mati saat kau meninggalkan ku " ucapnya pelan dangan suara bergetar hingga membuat aku terdiam tak menanggapi ucapan wanita itu


Dengan perlahan aku pun melepaskan tangan Cindy dan mengadap kearah nya , kini aku bisa melihat dengan jelas wajah sendu Cindy yang tengah menatap kearah ku .


" Apa yang kau inginkan Cindy ? , tidak cukupkah dengan apa yang kau lakukan padaku tempo lalu ?, aku disini berusaha untuk melupakanmu namun saat ini kau datang dengan percaya dirinya kembali kehadapan ku " Ucapku panjang lebat


" Maafkan aku , Renal aku mencintaimu " ucapnya sendu


" Tidak , kau tidak— "ucapku terpotongan


" Aku mencintaimu Renal , kumohon jangan lupakan aku , jangan tinggalkan aku " ucapnya memohon


" Cindy — "


" Renal , aku memang salah , aku salah karena sudah bersikap egois pada mu , Renal kumohon maafkan aku " ucapnya cepat memotong ucapan ku lagi dan lagi


" Aku tidak bisa " ucapku pelan

__ADS_1


" Renal — "


" Cinta saja tidak cukup , Cindy " ucapku memotong ucapan wanita itu


" Maka dari itu , menikahlah


denganku , Renal " ucap Cindy putus asa bahkan saat ini matanya sudah terlihat memerah karna menahan tangis


Sejujurnya aku sudah tidak sanggup untuk menahan ini semua , Cindy benar-benar mengajakku untuk menikah ? . Tiba-tiba perasaan ku kini benar-benar menjadi tak karuan saat mendengar ucapan wanita itu , sungguh ini di luar pemikiran ku .


" Menikahlah denganku Renal , ikat aku selamanya bersama mu " ucap Cindy lagi mengulangi ucapan nya


" Aku tidak bisa " Ucapku pelan hingga membuat Cindy menatapku dengan tatapan sendu seraya menahan tangisnya bahkan wanita itu sampai menggigit bibir bawahnya kuat-kuat


" Aku tidak bisa membiarkanmu melamar ku Cindy , biar aku bertanya ulang untuk kali ini padamu dan jangan buat kesalahan , jangan tinggalkan aku , oke ? . Menikahlah dengan ku Cindy dan habiskanlah sisa hidupmu bersama dengan ku selamanya . Cindy Milen apakah kau bersedia menikah dengan pria egois ini ? , Pria yang bahkan tidak bisa melupakanmu sedetikpun ? , Bahkan satu-satunya pria yang tulus mencintaimu ? , Maukah kau menikah dengan ku , Cindy " Ucapku panjang lebar mencoba untuk melamar wanita yang aku cintai itu


Aku tidak perduli jika lamaran ku tak seromantis seperti pria pada umumnya yang aku inginkan hanyalah menikah dengan wanita yang aku cintai saat ini dan aku tidak akan membiarkan Cindy yang melamar ku terlebih dulu seperti tadi .


" Renal — "


" Ya atau Ya ? " Tanyaku memotong ucapan Cindy yang saat itu menatap ku dengan tatapan sendunya


" Ya , aku mau menikah dengan mu Renal , tentu saja aku mau . maafkan aku yang telah menyakiti mu beberapa bulan ini . Aku mencintaimu Renal " ucapnya tulus dan terdengar sangat bahagia


" Aku pun lebih mencintaimu Cindy " ucapku seraya memeluk tubuh Cindy dengan eratnya dan menciumi bau yang selama ini aku rindukan


Aku pun melepaskan pelukanku dan menatap Cindy tepat pada manik matanya .


" Mari kita mulai semuanya dari awal " ucapku lembut dan Cindy pun tersenyum sambil menganggukkan pelan kepalanya


Aku pun langsung mencium bibir Cindy dengan lembut dan sedikit mel*mat nya dengan kasar dan penuh nafsu .


Aku tidak perduli dimana kami berada saat ini , Aku juga tidak perduli jika seseorang akan masuk dan melihat perbuatan kami saat ini , yang aku inginkan hanyalah melepaskan rindu dengan orang yang aku cintai saat ini .


Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu , aku berjanji tidak akan ada kata pisah yang keluar dari mulut ku dan aku akan memastikan Cindy untuk tetap berada dengan ku untuk waktu yang sangat lama .


Aku ingin bahagia bersama dengan Cindy dan juga anak-anakku kelak , aku ingin menua bersama mereka untuk selama-lamanya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩ..TAMAT ..ΩΩΩΩΩΩΩΩ...


AKHIRNYA TAMAT JUGA 😁


TERIMAKASIH BANYAK UNTUK PARA PEMBACA YANG SUDAH MENGIKUTI KISAH CINTA CINDY DAN RENAL ..


TERIMAKASIH JUGA ATAS DUKUNGAN DARI KALIAN HINGGA AKHIRNYA SAYA BISA MENYELESAIKAN CERITA INI SAMPAI TAMAT .


TERIMAKASIH BANYAK-BANYAK POKOK NYA UNTUK KALIAN SEMUA 💞💞


SEMOGA KITA SEMUA DI BERI KESEHATAN SELALU ...


SEE YOU AGAIN 🤗


EKA MANGA TOON ( PUTRIWRYT02 )

__ADS_1


AKAN ADA BONUS CHAPTER DI AKHIR CERITA MOHON DI TUNGGU YA 💞💞


__ADS_2