
POV RENAL.....
.
.
.
Aku memejamkan mataku setelah Cindy keluar dari ruangan ku seolah tengah meredakan emosi yang kini memuncak dalam diriku . berdamai dengan wanita itu benar-benar sangat membutuhkan kesabaran yang amat dalam .
Saat ini ada hal lain yang harus aku lakukan sekarang , persetan dengan Cindy yang masih tidak mau memaafkan ku .
Setelah di rasa tenang aku pun keluar dari ruangan ku lalu berjalan pelan menuju kamar tidur Rain dan Cindy . Dengan perlahan aku membuka pintu kamar mereka dan menatap sebentar kearah mereka dari ambang pintu .
Setelah merasa yakin , mereka tidak menyadari kehadiran ku , aku pun segera masuk dan berjalan kearah Rain dan mengecup lama keningnya dengan sangat lembut.
" I love you , son " ucapku seraya memandangi wajah tenang anak ku dan tak berapa lama aku pun mengalihkan pandangan ku kearah Cindy yang tengah memeluk tubuh Rain dalam tidur nya.
Aku menatap sekilas kearah wanita itu lalu segera pergi meninggalkan keduanya di dalam kamar tersebut .
Setelah memastikan apartemen terkunci dengan rapat aku pun segera turun menuju basement . aku tidak ingin mengambil tindakan ceroboh , bisa saja Cindy pergi dari Apartemen ku dengan membawa Rain tanpa sepengetahuan ku lagi .
Aku sudah cukup lama terpisah dengan Rain dan aku harap Cindy tidak akan lagi ingin memisahkan Rain dari ku .
Sesampainya didalam mobil aku pun langsung melajukan mobilku dengan kecepatan sedang menuju apartemen seseorang , jarak yang aku tempuh lumayan cukup jauh hingga akhirnya aku sampai di apartemen tempat tujuan ku .
Aku segera memarikirkan mobilku lalu memasuki lift dan menekan tombol sebelas , tak berapa lama pintu lift pun terbuka , aku segera menuju apartemen yang di tinggali orang tersebut dan menekan bell yang ada di sisi pintu tersebut .
__ADS_1
" Apa ada barang yang tertinggal ? " Tanya orang tersebut yang tak lain adalah Ken
Ken membuka pintunya lebar-lebar seraya menyuruhku untuk masuk kedalam tempat tinggal nya itu
" Aku ingin membicarakan sesuatu , Ken " ucapku dingin secara langsung setelah masuk kedalam rumahnya
Kulihat Ken hanya menatapku seraya tersenyum kecil kearah ku lalu Ken menyuruhku untuk duduk sementara pria itu pergi ke dapur dan mengambil segelas air untuk di suguhkan pada ku.
" Jadi , ada apa tiba-tiba Tuan Renal yang terhormat datang menemui ku ditengah malam seperti ini ? " Tanya ken tenang sembari mendudukkan tubuhnya di kursi tepat di hadapanku
" Jauhi Rain dan Cindy " Ucapku tenang namun membuat Ken menatap tak suka kearah ku
" Atas dasar apa ? " tanyanya balik seraya mengerutkan keningnya
" Kau hanya perlu menuruti perintahku Ken , aku bisa saja menghan— "
Ken menatap tenang kearah ku hingga membuat tatapan nya tak bisa ku baca . Aku yang melihatnya pun mulai merasa geram hingga membuat kedua tanganku terkepal dengan sangat erat , sebisa mungkin aku tidak melayangkan tinjuku diwajah sialan nya itu pikirku .
" Jadi kau ayah biologisnya , Rain ? " tanya nya , Namun saat aku hendak menjawabnya tiba-tiba pria itu kembali melanjutkan ucapan nya hingga membuat aku kembali menutup mulut ku rapat-rapat
" Kau merusak semua nya , Renal " Ucapnya dingin seraya menyebut nama ku saja tanpa embel-embel Tuan seperti sebelumnya
Aku masih terdiam mendengarkan ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut pria itu . sebisa mungkin aku mencoba untuk tetap tenang menghadapi Ken , aku harus bisa membuat Ken menjauh dari Cindy dan juga Rain apapun yang terjadi . tidak boleh ada yang mendekati mereka kecuali aku pikirku .
" Apa kau kesini untuk mengambil Rain dari Cindy ? , jika itu tujuan mu maka lupakanlah Renal . Karna aku orang pertama yang akan menghajarmu , jika kau berani menyakiti Cindy " ucapnya mengancam ku hingga membuat sesuatu di dalam diriku tiba-tiba merasa marah
Seketika aku merasa marah saat mendengar penuturan pria itu , Aku tidak suka Jika Ken terlalu perduli pada wanita itu .
__ADS_1
" Jika kau menginginkan Rain maka kau juga harus menginginkan Cindy " Sambung Ken
" Itu bukan urusan mu Ken , jauhi saja mereka seperti yang aku perintahkan . Kau bekerja dicabang perusahaan milik ku , ingat itu " ucapku menekankan posisi yang pria itu miliki , aku bisa saja menghancurkan Ken dengan cepat bahkan sekarang pun aku bisa pikirku.
" Terlalu egois " ucapnya dingin seraya menatap ku dan tersenyum miring
" Jika kau menginginkan Rain , kau juga harus menginginkan Cindy " ucap Ken lagi mengulang ucapan sebelumnya
Aku hanya terdiam seraya menatap kearah Ken yang tengah memejamkan sejenak matanya dan tak berapa lama ia pun membuka nya , pria itu pun kembali menatap kearah ku tepat dimanik mataku .
" Tanpa kau suruh melepaskan Cindy pun , aku sudah akan melepaskan nya Renal . Itu semua bukan untuk mu melainkan untuk diri Cindy sendiri . Aku tidak akan memaksa seseorang untuk tetap tinggal disisiku , sementara orang itu berusaha untuk menjauhiku . aku tidak terlahir untuk egois seperti mu , aku masih memikirkan kebahagian wanita itu . maka dari itu , tanpa kau suruh pun aku akan menjauhi Cindy demi kebahagiaan nya " Ucap Ken panjang lebar seraya bangkit dari duduknya
" Sekarang keluarlah dari apartemen ku , aku tidak akan tinggal diam jika suatu saat kau menyakiti Cindy lagi , Aku tidak perduli dengan jabatan mu Renal " Sambung nya lagi dengan suara dingin dan terdengar datar
Aku pun bangkit dari dudukku dan segera keluar dari ruangan itu dengan perasaan tak karuan yang menjalar dalam diriku . Seketika kata-kata Ken barusan membuat sesuatu dalam dadaku terasa nyeri
Tiba-tiba sesuatu di dalam diriku merasa sangat marah saat tau Ken benar-benar mencintai Cindy bahkan pria itu pula yang melepaskan Cindy agar wanita itu bahagia.
" Tidak , Cindy tidak boleh bahagia . Cindy tidak boleh bahagia " ucapku dalam hati sepanjang perjalanan menuju parkiran mobilku
" Ah... Sial " umpatku kesal setelah masuk kedalam mobilku seraya memukul setir mobil seolah menumpahkan kekesalan ku pada benda tersebut
Aku pun memejamkan mataku cukup lama untuk meredam semua perasaan aneh yang mengerogoti hati dan perasaan ku saat ini .
Aku tidak ingin pulang dengan keadaan kesal , sebisa mungkin aku meredakan emosiku di dalam mobil tersebut walaupun ucapan Ken terus terngiang-ngiang di kepalaku saat ini .
.
__ADS_1
.