Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Membutuhkan Mu ...


__ADS_3

...MASIH POV RENAL.....


.......


.......


.......


Kini aku menatap wajah Rain dan Cindy secara bergantian , saat ini mereka terlihat sangat tenang dalam tidurnya . aku pikir aku akan kehilangan mereka lagi .


Aku pun sedikit menjauhkan tubuhku dari ranjang seraya terus menatap kearah keduanya secara bergantian .


" Terima kasih karena sudah memilihku , Cindy " Ucapku berbisik pelan di telinga Cindy seraya mencium kening Cindy lalu kening Rain dan terakhir di permukaan perut Cindy yang masih rata


" Baby , kau harus tumbuh sehat , oke " ucapku pelan seolah janin yang ada didalam perut Cindy dapat medengarkan ucapku


Aku pun segera membaringkan tubuhku di dekat Cindy dan memejamkan mataku seraya memeluk Cindy dan Rain dengan satu tangan ku .


...----------------...


Kini Dengan berat hati aku harus membuka kelopak mataku dan hal yang pertama aku lihat adalah wajah menggemaskan Rain , saat ini anak itu tengah menatapku tanpa berkedip seolah tengah mengecek sesuatu pada wajahku .


" Daddy sudah bangun ? " Tanya Rain menyambut pagi ku.


" Morning Sayang " Sapaku


" Morning Daddy " ucapnya pelan sambil tersenyum lembut hingga menampilkan gigi susunya


Aku pun melirik kearah Rain yang kini sudah rapi dengan pakaiannya yang kemarin dan seketika mataku melirik ke seluruh penjuru ruangan untuk mencari keberadaan Cindy .


" Mommy , dimana sayang ? " Tanyaku pada Rain


" Mommy lagi mandi Dad " ucapnya polos hingga membuat aku bernafas lega

__ADS_1


" Rain sudah mandi , sayang ? " Tanya ku


" Udah dong , emangnya Daddy baru bangun jam segini , Mommy sampai capek tau bangunin Daddy " ucapnya menggerutu hingga membuat aku tersenyum lebar


" Memangnya saat ini jam berapa ? " tanyaku


" Jam 10 , Dad " ucap Rain memberi tahu ku


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini Aku tengah berdiri tak jauh dibelakang punggung kecil Cindy seraya menggendong tubuh kecil Rain yang tengah tertidur dan kulihat wanita itu tengah berjongkok untuk mengemasi barang-barang nya yang ada di rumah orang tuanya , setelah menginap semalaman di hotel akhirnya Cindy memutuskan kembali kerumahnya untuk mengambil barang-barangnya .


Dengan tegas Cindy memutuskan untuk pergi bersama ku , meninggalkan kedua orang tua nya . Aku pun berjalan mendekat kearah Cindy dan bisa kulihat punggung kecil itu bergetar karna sang empunya tengah menangis .


" Eum.. Mommy kita mau kemana ? " Tanya Rain dengan suara serak khas bangun tidur


Cindy pun terdiam sesaat tak menjawab ucapan Rain seolah tengah menetralkan suaranya saat ini.


" Kita akan pulang kerumah Daddy sayang " ucap Cindy pelan tanpa menatap kearah kami bahkan saat dia bersuarapun nada suaranya masih bergetar .


" Kita tidak harus mela— " ucapku terpotongan


" Aku harus Renal , mereka tidak membutuhkan ku , mereka sudah mengusirku " ucap Cindy lirih sambil terisak


punggung nya kini semakin bergetar hebat , aku tau wanita itu tengah menangis saat ini . Aku pun langsung memeluk tubuh Cindy dari belakang dengan keadaan ku yang tengah menggendong Rain , aku hanya ingin memberikan rasa aman dan perhatianku pada wanita itu .


" Mommy kenapa ? " Tanya Rain pelan namun tak ada yang menjawab pertanyaan anak itu , Cindy masih terus menangis sedangkan aku terus memeluk erat tubuh Cindy dan menciumi pucuk kepalanya agar wanita itu merasa sedikit tenang .


" Mereka membutuhkan mu sayang , seperti aku yang membutuhkanmu " ucapku pelan menenangkan wanita itu


" Cindy — " ucapku terpotong seketika


" Mereka tidak membiarkan aku bahagia dengan pilihan ku Renal . aku memilihmu karena aku tidak mau merasakan rasa yang sama lagi , cukup saat aku mengandung Rain saja , namun tidak untuk kali ini . Renal aku membutuhkan mu sebagai Ayah dari janin yang ada diperut ku , apa itu sulit ? " Ucap Cindy lirih memotong ucapan ku

__ADS_1


Aku pun melepaskan pelukan ku dan memutar tubuh wanita itu agar menghadap kearah ku namun Cindy hanya menundukkan kepalanya tanpa berniat untuk memperlihatkan wajah nya pada ku .


Kulihat wajah Cindy yang basah dan juga hidungnya yang memerah akibat terus menangis hingga membuat dadaku terasa sesak saat melihat kondisi wanita itu saat ini.


" Terima kasih karena sudah memilihku , aku sangat mencintaimu Cindy , sungguh " ucapku pelan seraya mencium kening Cindy dengan lembut


Aku pun berjongkok seraya menurunkan Rain dari gendongan ku dan menatap tepat di depan perut Cindy hingga membuat Cindy mengedarkan pandangannya kearah ku.


" Hay Baby " ucapku pelan berbicara dengan perut Cindy seolah dia dapat mendengarkan suaraku seraya mengelus lembut perut rata tersebut


" Daddy kenapa bicara sama perut , Mommy ? " Tanya Rain polos


" Disini ada adik Bayi Rain " ucapku sambil tersenyum seraya mengambil tangan kecil Rain dan meletakkan nya pada perut Rata Cindy


" Adik Rain ? " Tanyanya polos dan meyakinkan pendengaran nya


" Iya sayang " ucapku lembut


" Jadi Rain bakal jadi kakak dong ? " Tanya nya takjub dengan mata yang berbinar menatap kearahku.


" Tentu , Rain akan menjadi Kakak yang hebat kan ? " ucap ku


" Hm , Rain janji bakal nurutin semua yang Mommy dan Daddy bilang , Rain juga janji bakal jaga Mommy dari bahaya " ucapnya lantang dan penuh antusias


hingga membuat aku tersenyum kecil seraya mengacak-acak rambutnya dengan lembut .


Aku pun membawa Rain kembali kedalam gendongan ku dengan tangan yang menyeret koper milik mereka berdua , sedangkan Cindy kini tengah berdiri di sampingku .


" Pa— " ucap Cindy memanggil ayahnya dengan pelan dan ragu saat kami berada di ruang tamu dan hendak keluar dari rumah tersebut


Seketika Cindy kembali terdiam saat sang ayah pergi menjauh dari hadapannya , sementara Ibu Cindy beliau hanya terdiam menatap sendu kearah anak satu-satunya itu .


" Maafkan Cindy Ma , Pa , Cindy sangat mencintai kalian " ucap Cindy dengan suara sedikit keras dan aku yakin kedua orang tua nya pasti dengar terutama sang Mama karena posisi kami tidak terlalu jauh saat itu

__ADS_1


" Semua akan baik-baik saja , sayang . aku janji " Ucapku membisikkan kata janji yang aku sendiri pun tidak tau bagaimana harus melakukan nya namun aku akan terus berusaha untuk membahagiakan mereka dan tidak akan menyakiti mereka sedikitpun


__ADS_2