
MASIH POV CINDY...
.
.
.
" Mommy jangan lupa minum obatnya ya " ucap Rain memerintahkan ku yang kini tengah duduk di pangkuanku hingga membuat aku mengacak-acak lembut rambutnya seraya mengangguk patuh
Menurut ku sikap mereka benar-benar gila , dokter saja sampai tertawa melihat kelakuan mereka tadi . setelah diberikan antiseptik dan juga perban dokter pun langsung menyuruhku untuk keluar namun Renal terus memaksa sang dokter untuk memberikan ku obat hingga sang Dokte pun memberikan antibiotik dan vitamin untuk ku .
Saat ini kami tengah dalam diperjalanan pulang dan mereka juga melarangku untuk memasak namun aku membantah nya dengan tegas , aku hanya tidak ingin jika Rain terbiasa dengan makan junk food , itu tidaklah sehat , pikirku.
Sesampai nya diapartemen aku pun langsung memandikan Rain dan setelahnya aku langsung menuju dapur untuk menyiapkan makan malam .
Sampai saat ini mereka belum makan siang hingga membuat aku menyiapkan makan malam lebih dini .
Aku mengambil bahan makanan dan juga cumi dan udang yang ada dilemari pendingin , aku berniat untuk membuat cumi goreng tepung untuk Rain , karna itu adalah makanan kesukaan nya .
Dengan cekatan aku memainkan peralatan yang ada di dapur dan merubah bahan mentah tersebut menjadi bahan yang siap untuk di makan . Sampai akhirnya kudengar langkah kaki dan suara celotehan dari mulut mungil Rain yang memasuki Indra pendengaran ku .
" Duduklah dulu dimeja makan , kalian tunggu saja disana " perintah ku tanpa menolehkan pandangan ku kearah mereka
Aku merasa mereka mengikuti perintah ku , dan setelah menghabiskan waktu sekitar 45 aku pun langsung menyelesaikan semua tugasku.
Kulihat mereka menatap kearah makanan yang aku sajikan di meja makan penuh minat dan sekali lagi ekspresi yang mereka keluarkan benar-benar sama.
Aku berjalan kembali ke arah dapur untuk mengambil piring dan mengisi air kedalam teko dan setelahnya aku kembali menghampiri mereka di meja makan .
" Kalian makanlah dulu " ucapku menyuruh mereka namun mereka masih tetap terdiam
" Mommy mandi dulu " ucapku lagi seraya menatap kearah Rain dan Rain pun mengangguk paham namun keduanya kembali meletakkan piring mereka di meja
" Sepuluh menit cukup untuk mandi , bukan ? " Tanya Renal seraya menatap kearah ku
" Makanlah dulu " suruhku lagi
__ADS_1
" Sepuluh menit tidak lama , orang lapar tidak suka menunggu " ucap Renal mengabaikan suruhan ku dan aku pun tau itu tidak bisa dibantah
Seperti perjanjian aku pun mandi sepuluh menit mungkin lewat tiga atau empat menit , aku tidak tau .
Setelah selesai mandi aku pun bergabung dimeja makan dan duduk dihadapan Renal , sementara Rain duduk disebelah Renal .
Kulihat mereka memasukkan nasi kepiring masing-masing dan juga lauk pauknya , aku hanya menggelengkan kepalaku saat melihat kelakuan ayah dan anak itu .
Kami pun makan dalam diam tak ada percakapan yang keluar dari mulut mereka karna mereka terlalu sibuk memakan makanan mereka dengan sangat nikmat hingga membuat aku terus-menerus menasehati mereka agar lebih pelan saat makan .
" Makanlah dengan pelan , jangan sampai tersedak " ucapku memperingatkan mereka dan mereka hanya mengangguk paham seraya kembali melahap makanan mereka .
Saat ini aku hanya bisa menggelengkan kepalaku saat melihat mereka berdua , mereka terlalu mirip , pikirku .
Setelah selesai makan aku pun segera membereskan meja makan dan membersihkan piring-piring kotor tersebut , anggap saja ini seperti kebiasaan ku sejak memiliki Rain dulu .
Kini Renal dan Rain sudah berada didepan televisi seraya menonton kartun yang ada di layar besar tersebut .
Setelah selesai mencuci piring dan meletakkan ditempatnya , aku pun berjalan kearah kulkas untuk meminum segelas air dingin namun tiba-tiba aku dikejutkan dengan keberadaan Renal yang kini berada dibelakang ku .
Renal langsung mengambil alih gelas yang masih berada di tangan ku dengan air yang masih tersisa setengah , kulihat pria itu langsung memasukkan air dingin tersebut kedalam mulutnya hingga kandas dan memberikan kembali gelas itu padaku.
Namun kudengar langkah kaki Renal yang terus mengikuti ku dari belakang hingga membuat aku menatap kearah pria itu.
" Ada apa ? " Tanyaku pada akhirnya seraya menatap kearah pria itu
" Em , Kau tidak akan dekat lagi dengan Hugo kan ? " Tanyanya dengan wajah yang terlihat sedikit khawatir
" Itu sebenarnya bukan urusan mu , Renal " ucapku begitu saja hingga membuat pria itu terlihat tidak suka
" Tentu itu urusan ku , Cindy " ucapnya tanpa dosa hingga membuat aku jengah
" Kita memulai hanya sebagai teman , Renal " Ucapku menginginkan pria itu namun Renal hanya menatap datar kearah ku
" Aku tidak perduli , yang jelas kau tidak boleh mendekati nya lagi , Cindy " Ucapnya geram hingga membuat aku memutar bola mataku dengan malas
" Aku bosan membahas hal ini Renal , kau Bukan siapa-siapa ku jadi berhentilah bersikap memuakkan seperti ini dan kau tidak punya alasan untuk menolaknya " ucapku penuh penekanan
__ADS_1
Seketika kulihat Renal memajukan langkahnya kearah ku hingga badan kami saling bersentuhan satu sama lain dan seketika kurasakan aliran listrik yang sama seperti dulu .
" Tidak , kumohon jangan sampai " ucapku dalam hati seraya menatap kearah Renal yang juga tengah menatap kearah ku
" Menikahlah denganku , Cindy " ucapnya seketika seraya mengurungku dengan kedua tangan nya
Aku langsung terdiam kaku saat mendengar ucapan pria itu , seolah ucapan Renal tadi seperti sulap yang bisa menghipnotis siapa saja .
" Menikahlah dengan ku Cindy , maka aku akan punya alasan untuk melarang mu " ucapnya lagi namun aku masih tetap terdiam tak bergerak sedikitpun
" Cindy Milen , Menikahlah dengan ku " Ucapnya lagi terus-menerus seraya menatap mataku lekat-lekat
Aku hanya terdiam seraya membalas tatapan mata pria itu , dan seketika aku merasa jantung ku berdetak dengan sangat cepat hingga membuat aku harus bersusah payah menahannya agar tidak terdengar ditelinga pria itu .
Saat aku hendak membuka suaraku tiba-tiba kurasakan sapuan hangat dibibirku bahkan Lum*t*n nya terkesan tulus dan lembut .
" Cindy Milen , menikahlah denganku " ucapnya lagi setelah melepaskan ciuman kami seraya menatap lekat kearah ku
hingga membuat ritme jantung ku semakin berdetak sangat kencang
" Ak— " ucapku terpotong seketika
" Menikah itu apa , Dad ? " Tanya Rain polos seketika memotong ucapan ku hingga membuat aku terkejut menatap kearah anak itu
Kini Rain sudah berdiri menyaksikan kami di bawah sana dan anak itu bertanya dengan polos seraya menatap kearah kami .
" S-sejak kapan Rain disitu ? " Tanyaku gugup seraya menatap kearah anak itu
" Baru saja , habisnya Daddy gak balik-balik sih . Oya , Menikah Itu apa Mommy ? " Ucap Rain panjang lebar seraya terus bertanya dengan polosnya
Aku berniat menghampiri Rain namun Renal masih saja mengurung tubuhku dengan kedua tangannya.
Seketika kulihat Renal menatap kearah ku lalu tersenyum culas dan kembali menatap kearah Rain yang ada di bawah sana.
" Menikah itu seperti memberikan dua , tiga atau bahkan sepuluh adik untuk Rain " ucap Renal seketika hingga membuat aku menatap horor kearah pria itu
Saat aku hendak membenarkan ucapan Renal tiba-tiba Rain kembali bersuara dengan sangat riangnya hingga membuat aku ingin sekali menghajar Renal saat ini .
__ADS_1
" Adik ? , Sepuluh ?, WOOOOO , Rain mau Dad . kalo begitu Mommy nikah saja sama Daddy , Rain mau punya banyak adik Mommy " ucap Rain polos dengan wajah yang sangat riang