Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Berita Duka ...


__ADS_3

...MASIH POV RENAL .....


.......


.......


.......


Kini kami pun makan dengan nikmatnya seraya diiringin dengan ocehan Rain mengenai makanan yang Cindy buat .


Setelah selesai makan aku pun segera menuju dapur dan membantu Cindy yang saat ini tengah membersihkan piring-piring kotor , padahal Mama sudah beberapa kali melarang Cindy agar tidak melakukan hal tersebut namun wanita itu sangat keras kepala bahkan beberapa pelayan juga sudah disuruh pulang oleh Cindy .


" Apa sudah selesai ? " Tanyaku saat menerima gelas terakhir yang kuletakkan di tempat sebelumnya


" Hm " sahut Cindy menjawab pertanyaan ku


Aku pun langsung berjalan menuju kekulkas dan mengambil Strawberry yang ku beli tadi dan memakan nya dengan lahap .


" Kau mau ? " Ucapku menawari Cindy yang saat itu tengah melihat kearah ku


" Tidak , asam " tolak nya seraya memasang ekspresi wajah kecut


Saat ini jiwaku dan jiwa Cindy seolah bertukar , biasanya Cindy akan suka dengan buah Strawberry tapi kali ini dia terlihat sangat tidak menyukai nya .


" Sa— " ucapku terpotong seraya menutup mulutku dengan kedua tangan ku saat kurasakan perutku yang mulai kembali bergejolak karna mual


Dengan cepat aku pun segera menuju kamar mandi dan memuntahkan semua isi dalam perutku .


" Uek-uek "


Lagi-lagi seluruh makanan ku pun kembali keluar seketika kurasakan kepalaku yang terasa pusing dan agak sedikit berputar .


" Renal " panggil Cindy dengan suara cemas


Dengan perlahan aku pun berdiri seraya berpengangan pada apapun yang ada di sana tiba-tiba saja kaki ku bener-bener terasa lemah saat ini .


" Aku baik-baik saja sayang " ucapku pelan menenangkan Wanita itu seraya mencuci mulutku dan membersihkan nya dengan cairan pencuci mulut


" Renal " panggil Cindy lagi


" Aku baik-baik saja sayang " ucapku lagi terus meyakini wanita itu


Cindy pun membawa ku menuju kamar dengan cara memapah tubuhku ku dan aku pun dengan senang hati merangkulkan tangan ku pada pundak kecil wanita itu .


" Renal " panggil Mama khawatir seraya menghampiriku dan Cindy yang saat itu hendak menaiki tangga menuju kamar tidurku


" Aku tidak apa-apa Ma , ini sudah biasa " ucapku pelan memberitahu Mama


" Daddy kenapa , Daddy sakit ? " tanya Rain dengan suara yang begemetar.


" Tidak sayang , Daddy baik-baik saja " ucapku meyakinkan Rain dan mama seraya menatap mereka secara bergantian


" Rain tidurnya diantar Nenek dulu ya , Mommy mau antar Daddy kekamar " ucap Cindy dan Rain pun mengangguk patuh


" Iya Mom , Rain kan sudah besar , Rain bisa tidur sendiri kok " Ucap Rain lagi hingga membuat aku dan Cindy tersenyum lembut


Aku dan Cindy pun kembali berjalan menuju kamar lama ku , yang kini sudah menjadi milik kami berdua , dengan hati-hati Cindy membaringkan tubuhku di ranjang .


" Apa kau menginginkan sesuatu ? " Tanya Cindy seraya menatap kearah ku


" Tidak sayang , aku hanya ingin kau kemari dan memelukku " ucapku manja hingga akhirnya Cindy pun mendekat kearahku dan membaringkan tubuhnya tepat disampingku


Aku pun segera memeluk tubuh Cindy dengan erat seraya menciumi wangi tubuh wanita itu dan juga bau shampoo yang keluar dari rambutnya , hal itu benar-benar dapat membuatku merasa nyaman saat ini .

__ADS_1


" Apa seperti ini ? " tanyanya polos


" Hm , tetaplah diam seperti ini sayang " ucapku dan Cindy pun mengangguk paham bahkan kini dia mengelus kepalaku dengan sayang namun bukannya mengantuk aku malah sedikit menjauhkan kepalaku untuk melihat wajah wanita itu saat ini dan tak berapa lama tiba-tiba ponsel Cindy pun berdering , ponsel yang selama ini tak pernah berbunyi pun akhirnya berbunyi


' kring..kring '


" Ponselmu berdering sayang " ucap ku seraya menatap kearah benda pipih tersebut


" Biarkan .. saja " ucap Cindy tenang


" Barang kali itu penting " Ucapku lagi


" Tidak Renal , belakangan ini banyak sekali nomor tidak dikenal menghubungiku " ucapnya hingga membuat aku pun mengangguk saja dan dering ponsel pun seketika berhenti


" Kurasa battrei ponselku habis " ucap Cindy pelan


" Apa kau ingin mencharger nya ? " Tanya ku


" Tidak , biarkan saja " ucapnya


" Cindy , bagaimana keluarga ku ? " Tanyaku seketika seraya melepaskan pelukan dan menatap Cindy hingga membuat kami saling berhadapan satu sama lain


" Mereka baik Renal , hangat dan menyayangi ku serta Rain " ucapnya lembut dan terlihat tulus.


" Mustahil mereka tidak menyukai mu sayang " Ucapku menggoda Cindy hingga membuat wanita itu merasa sedikit malu


Aku yang merasa gemas pun langsung mencubit pelan pipi Cindy seraya mengelus lembut rahang wanita itu dan tersenyum kearah nya seraya mendekatkan bibirku dan memberikan kecupan-kecupan lembut seperti biasa nya.


" Renal " panggil Cindy dengan suara pelan hingga membuat aku menyudahi kecupan-kecupan ku pada wajahnya dan memperhatikan wajah Cindy yang hendak berbicara.


" Aku merindukan Papa dan Mama , aku ingin mereka tau bahwa cucu mereka kembar " ucapnya pelan dan lirih


" Sayang " panggil ku pelan seraya terus menatap kearah Cindy yang kini tengah memasang wajah sendu


Aku pun langsung memeluk tubuh Cindy seraya mengelus punggung nya secara teratur dan mengucapkan kalimat-kalimat penenang untuk wanita itu.


" Sebentar lagi sayang , sebentar lagi kita akan menemui mereka , aku janji " ucapku lembut dan Cindy pun hanya mengangguk pelan didalam pelukanku


Aku pun sedikit menjauhkan tubuhku dari Cindy dan memberikan ciuman lembut pada bibir wanita itu bahkan aku sampai mel*m*tnya dan menggigitnya dengan perlahan hingga membuat Cindy membuat mulutnya dan seketika kurasakan ciuman kami terasa semakin intim dan panas


Sampai akhir kurasakan pasokan udara ku yang semakin menipis hingga membuat aku menghentikan ciuman kami seketika dan kulihat nafas Cindy yang belum teratur sama seperti ku , aku pun menempelkan keningku pada kening Cindy hingga kami saling berhadapan satu sama lain.


" Maafkan aku sayang , aku takut tidak bisa menahan nya " ucap ku pelan


" Re—"


" Tidak Sayang , aku tidak ingin menyakiti mu " Ucapku memotong ucapan Cindy


Aku pun beranjak dari tubuh Cindy dan hendak menuruni ranjang namun tiba-tiba Cindy menahan pergelangan tanganku hingga membuat aku menatap kearah wanita itu.


" Aku-aku menginginkan mu Renal " ucapnya pelan dan terdengar malu-malu


" Cin -"


" Tidak masalah Renal , aku tidak akan kenapa-kenapa , baby didalam perutku juga akan baik-baik saja " ucapnya cepat meyakinkan ku


Aku pun mendekat kearah Cindy dan kembali memberikan ciuman-ciuman panasku pada bibir merah wanita itu bahkan aku tidak membiarkan Cindy untuk mengambil nafasnya lebih dari satu menit , aku bahkan sudah menandai banyak tanda merah di leher mulus wanita itu hingga membuat Cindy mengeluarkan suara-suara anehnya dan itu semakin membuat ku bersemangat namun aku melakukannya dengan lembut dan penuh kehati-hatian.


" Eng , Re— "


" Kau yang meminta nya sayang , aku janji akan melakukannya dengan pelan " ucapku memotong ucapan Cindy dan Cindy pun hanya mengangguk paham


Aku pun segera melepaskan baju yang dikenakan oleh Cindy dan entah sudah berapa lama ku tidak melihat tubuh polos wanita itu , pikirku .

__ADS_1


Denagn gemas aku pun mencium put**g Cindy dan itu membuat Cindy kembali mengeluarkan suara anehnya


Aku pun menatap perut datar Cindy dan menciumnya dengan sayang seraya masih memainkan kedua tanganku diarea dada wanita itu hingga membuat Cindy terus mengeluarkan suara-suara anehnya .


" Daddy menyayangi mu sayang , tumbuhlah dengan sehat " Ucapku bebicara di depan perut rata Cindy seraya menciumnya dengan lembut lalu kembali menatap kearah Cindy


" Aku sangat merindukan tempat sempit mu sayang " ucapku intim berbisik pelan ditelinga Cindy hingga membuat wanita itu hanya menyebutkan namaku dengan


suara yang terdengar sangat sensual saat aku mulai memainkan mulutku di telinga Cindy


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku membuka mataku saat mendengar suara langkah cepat yang terdengar sangat panik , dengan terpaksa aku pun membuka mataku dan melirik jam yang saat ini masih menunjukkan pukul tujuh pagi .


Aku pun merabakan tanganku kesebelah kasur yang ada di sampingku dan aku tidak mendapati Cindy di sana .


Aku pun mendudukkan tubuhku dan mengumpulkan seluruh nyawa ku sampai akhirnya aku mendapati Cindy yang saat itu tengah memasukkan beberapa baju kedalam tasnya .


" Sayang " Panggil ku seraya menatap heran kearah wanita itu namun Cindy hanya terdiam dan mengabaikan ku


Cindy terus terlihat sibuk memasukkan beberapa lembar baju nya kedalam tas ransel miliknya tanpa menatap dan melihat kearah ku .


Aku pun berdiri dan mengambil bokser ku lalu memakainya dengan cepat seraya berjalan mendekat kearah wanita itu , aku pun menyentuh pundak Cindy namun wanita itu menepisnya tanganku dan kini kulihat Cindy menangis.


" Sayang " panggil ku lagi dengan suara yang terdengar sangat khawatir


Pasalnya baru semalam kami bercinta dan pagi ini kulihat Cindy sudah memasukkan beberapa baju nya kedalam ranselnya dan wanita itu menangis bahkan menolak saat aku menyentuh pundaknya , sebenarnya ada apa ini ? , Pikirku .


" Sayang " panggil ku lagi masih dengan intonasi suara yang sama namun Cindy masih terdiam seraya menarik resleting Tas nya dan berdiri hingga membuat aku segera menahan tangan wanita itu saat ia hendak pergi


" Kau mau kemana ? " Tanyaku heran Daan bingung


" Lepaskan " ucapnya membentak ku seraya melepas paksa pegangan tanganku


" Ada apa ? " Tanya ku semakin bingung dengan sikap wanita itu


" Papa , Papa Meninggal Renal .


dan - dan ini semua karena ku , semua salah ku , Renal " ucapnya marah sambil terisak-isak hingga membuat aku mematung ditempat ku seraya mencerna semua ucapan wanita itu


" Sekarang biarkan aku pergi Renal , Aku ingin melihat Papa " ucapnya lagi hingga membuat aku tersadar seketika


" Cindy , bi-biar aku yang antar mu " ucapku pelan dan merasa kacau namun Cindy hanya terdiam dan menangis seraya terus memanggil-manggil sang ayah


" Sayang " Ucapku lagi seraya menyentuh pundak Cindy namun lagi-lagi wanita itu menepis tangan ku


" Papa , Renal Papa ku " ucapnya terbata-bata dengan wajah lirih dan basahnya


" Cindy - "


" Ini semua salah ku Renal , aku-aku yang membuat Papa meninggal " ucapnya histeris memotong ucapan ku hingga membuat aku menarik paksa tubuh Cindy kedalam pelukan ku


Cindy terus meminta ku untuk melepaskan pelukan tersebut namun aku mengabaikan nya , aku terus memeluk tubuh wanita itu dengan eratnya


" Sayang tenanglah , kita akan pergi sama-sama kes— "


" Hiks..Papa , maafkan Cindy Pa , Cindy belum meminta maaf pada papa , Cindy belum hiks.. Papa " ucap Cindy meracau histeris mengabaikan ucapku hingga membuat hatiku benar-benar terasa teriris


" Renal , Papa ku Renal ...Papa meninggal .. Papa meninggal karena aku Renal , hiks " ucapnya lagi seraya terus menerus menyalakan dirinya atas kematian sang ayah


Aku pun terus memeluk tubuh Cindy dengan eratnya tanpa berniat untuk melepaskan tubuh wanita itu .


Saat ini hatiku benar-benar sakit dan teriris saat melihat Cindy yang terus menangis histeris seraya terus menyalahkan dirinya sendiri , Sebegitu sulitkah untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan ? , Setelah semuanya , kini kematian orang tua Cindy bisa saja merubah semua nya dan aku benar-benar merasa takut saat ini.

__ADS_1


" Apapun yang terjadi , apapun yang akan terjadi , apapun yang bisa terjadi nanti , kumohon Cindy tetaplah disisi ku , kita bisa melewati ini bersama-sama " Ucapku pelan seraya terus memeluk tubuh Cindy dengan eratnya


__ADS_2