
...POV RENAL.......
.......
.......
.......
Seketika jantung ku berdegup sangat kencang saat langkah kecil Cindy menghampiri tubuh ku , aku ingin menulikan telingaku dan tidak ingin mendengar kenyataan buruk yang kapan saja bisa berada di pihak ku , kulihat Cindy yang berdiri tepat dihadapanku yang kini masih berlutut di lantai .
" Berdirilah Renal " ucap Cindy pelan memasuki indera pendengaran ku namun aku masih terdiam tidak bergerak sedikitpun dari posisiku.
" Mari kita pergi " ucap Cindy lagi dengan suara lembut hingga membuat aku menatap Cindy dengan tatapan tidak mengerti
" Cin— " ucap ku tercekat saat Cindy mencoba untuk membangunkan tubuhku dan aku masih terus menatap kearah wanita itu
" Kita harus pergi membawa Rain " ucapnya lagi masih dengan intonasi yang lembut namun lirih
__ADS_1
Cindy pun berjalan menghampiri Rain dan menggendong tubuh kecilnya seraya melewati tubuh orang tuanya dan berjalan mendahului ku keluar rumah tersebut .
Kini dapat kudengar teriakan ayah Cindy yang memanggil-manggil nama Cindy namun sang empunya hanya terdiam mengabaikan panggilan tersebut seraya terus berjalan dengan membawa tubuh Rain dalam gendongan nya.
" Maafkan Cindy Pa , Ma . Cindy mencintai Renal " ucap Cindy pelan dengan nada suara bergetar saat mengatakan hal itu.
" Jadi kau lebih memilih pria itu ketimbang orang tua mu sendri ?! " Ucap ayah Cindy dengan nada suara tinggi dan penuh amarah
" Iya Pa , maafkan Cindy karena Cindy lebih milih kebahagiaan Cindy , maafkan Cindy karna bersikap egois " ucap Cindy lirih tanpa menatap kearah orang tuanya
" Kita pergi Renal , aku sudah tidak punya alasan lain lagi untuk tinggal disini , seperti yang kau lihat aku sudah diusir " ucapnya lirih hingga membuat aku menatap sendu kearah wanita itu
Aku pun mengambil alih tubuh Rain dari gendongan Cindy dan membawa nya kedalam gendongan ku sendiri , dan setelahnya aku tidak mendengar suara apapun lagi kecuali suara pintu yang tertutup dengan sangat kerasnya dan kudengar juga tangisan pelan dari mulut Mama Cindy sebelum pintu benar-benar tertutup .
Seharusnya tidak begini , aku tidak bermaksud untuk menghancurkan keluarga Cindy dan memisahkan Cindy dari keluarganya . Tapi aku juga tidak ingin Cindy meninggalkan ku .
" Aku akan baik-baik saja kan ? " Ucap Cindy pelan meyakini dirinya sendiri hingga membuat aku menatap kearah wanita itu seraya menyentuh pucuk kepala Cindy untuk menenangkan nya
__ADS_1
" Kau akan baik-baik saja Cindy , aku janji " ucapku pelan meyakinkan Cindy dan Cindy pun mengangguk pelan seraya memeluk tubuhku dan Rain .
Saat ini Rain sudah berada dikursi penumpang bahkan anak itu kini sudah terlelap dalam tidurnya sementara Cindy , wanita itu masih melamun seraya menatap kosong kearah luar jendela .
Kini mobil ku sudah pergi menjauh dari perkarangan rumah Orang tua Cindy , sepanjang perjalanan tidak ada percakapan di antara kami berdua yang ada hanya keheningan yang cukup lama .
Sesekali mataku melirik kearah Cindy yang lebih memilih untuk melihat kearah luar jendela , Seketika ada rasa sakit dalam dadaku saat melihat wanita yang aku cintai seperti itu , jauh dilubuk hatiku aku merasa senang karena kenyataan nya Cindy memilihku namun aku juga tidak ingin Cindy berpisah dari orang tuanya .
jika bukan dalam kondisi seperti ini sudah banyak sekali hal yang ingin aku tanyakan pada wanita itu . Seperti menanyakan tentang kehamilan nya , tentang malaikat kecil kami yang kedua , tentang keinginan Rain yang terpenuhi namun semua itu aku urungkan , aku akan bertanya jika kondisinya memungkinkan , pikirku .
" Sayang tidurlah , kau pasti lelah . Baby diperut mu juga pasti lelah " ucapku pada akhirnya membuka suara hingga membuat Cindy menolehkan pandangannya kearahku dan tersenyum tipis seraya menyentuh permukaan perut nya yang masih datar.
" Kau Benar , dia pasti lelah . Aku orang tua yang egois , bukan " ucapnya pelan dengan air mata yang jatuh setetes namun segera ia hapus
" Cin— " ucapku terpotongan
" Ada baiknya kita mencari penginapan , Renal " ucap Cindy memotong ucapan ku dan kali ini aku pun mengangguk setuju .
__ADS_1