
...MASIH POV CINDY .....
.......
.......
Aku pun menghela nafasku dan menghembuskan nya dengan kasar , saat ini benar-benar sulit untuk meyakinkan Papa , karna ku tau Papa itu sangat keras kepala sepertiku .
" Cindy mencintainya Pa " ucap ku pelan dan aku yakin Papa dan Mama mendengarkan nya
" Tidak , kau tidak mencintainya , bagaimana bisa orang yang menghancurkan hidup dan masa depan mu menjadi orang yang kau cintai , Cindy " ucap Papa dengan suara meninggi
" Tidak Pa , Cindy benar-benar mencintai Renal . Tidak bisakah Papa membiarkan kami bahagia ? , Setidaknya maafkan Renal pa " Ucapku terus meyakinkan Papa agar papa bisa menerima Renal dan memaafkan nya
" Tidak , sampai kapanpun Papa tidak akan menerima orang seperti Renal di kehidupan mu sampai kapanpun , Cukup sampai disini Cindy Papa tidak ingin mendengar alasan apapun lagi . tinggalkan pria itu dan jangan pernah bertemu dengan nya lagi " ucapnya lantang seraya berdiri dari duduknya dan meninggalkan aku dan Mama berdua begitu saja
" Ma " ucapku pelan memanggil Mama seraya menatap lirih kearahnya
" Sejak kapan kau bertemu dengan nya , Cindy ? " Tanya Mama datar
" Beberapa bulan yang lalu Ma " Ucapku pelan
" Jadi Kalian sudah tinggal bersama sekarang ? " Tanya Mama dan aku hanya menganggukkan pelan kepalaku sebagai jawaban nya
Seketika Mama menghela nafasnya secara perlahan lalu menghembuskan nya .
" Seharusnya kau tidak melakukan itu Cindy , tapi ini perasaan mu , kau melakukan apapun yang kau suka " ucap mama dengan ekspresi wajah kecewanya
" Ma , Cindy mencintai Renal " ucapku lirih dan pelan
" Mama tau , tapi setidaknya jangan bikin Papamu kecewa lagi cukup sekali ini saja dia memarahi mu . kami menyayangimu Cindy , kami ingin kau mendepatkan yang terbaik " ucap mama lembut seraya berdiri dan meninggalkan ku sendirian di meja makan tersebut
Aku pun langsung memikirkan ucapan Mama , sebenarnya apa yang dikatakan Mama memang benar ada nya , ini adalah kali pertamanya Papa memarahi ku . dulu saat Papa mengetahui bahwa aku hamil yang Papa lakukan hanya menatap ku dengan tatapan kecewa namun tidak memarahiku bahkan dia memberikan bahunya untuk aku bersandar .
" Apa yang harus aku lakukan kali ini , Tuhan " Ucapku dalam hati dengan pikiran yang terasa sangat kacau
Aku pun berdiri dari duduk ku dan membereskan meja makan seraya mencuci beberapa piring kotor lalu masuk kedalam kamarku dan membaringkan tubuhku disebelah malaikat ku .
__ADS_1
" Maafkan Mommy sayang " ucapku pelan dan memeluk tubuh kecil Rain kedalam pelukan ku
Aku hanya ingin malaikat kecilku bahagia namun saat ini aku benar-benar di hadapan dengan pilihan yang amat sangat sulit untukku , kedua orang ini adalah orang-orang yang sangat aku cintai .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini aku terbangun saat merasakan sebuah getaran halus di sampingku , aku pun langsung mengambil ponsel milik Renal yang kemarin pria itu berikan padaku .
Agar tidak ketahuan aku pun segera keluar dari kamarku dan menuju kamar mandi untuk mengangkat panggilan tersebut . Kulihat suasana rumahku yang masih agak sepi , biasanya di jam seperti ini Papa sudah bangun untuk memulai pekerjaan nya.
" Halo " ucapku pertama kali setelah mengunci pintu kamar mandi
" Syukurlah , aku pikir ponsel yang aku berikan diambil Papamu " ucap Renal lega dari sebrang sana
" Tidak , Papa tidak melakukan nya , Renal " Ucapku namun tidak ada jawaban dari sebrang sana hingga membuat aku sedikit takut saat mendengar suara langkah kaki yang terdengar tergesa-gesa
" Apa kau baik-baik saja Arsel ? " tanyaku saat mendengar suara Renal yang berlarian menjauhi ponsel miliknya
" Renal " Panggilku
" Renal " panggilku lagi dan seketika kudengar suara dehaman dari pria itu
" Eum , maaf sayang sudah membuatmu khawatir , aku baik-baik saja " ucapnya pelan
" Sebenarnya kau kenapa ? " Tanyaku lagi dengan suara yang masih terdengar khawatir
" Aku baik-baik saja Sayang , kau tidak perlu khawatir . Em , tapi ada baiknya kau periksa Cindy , entah kenapa aku merasa kau hamil " ucap Renal seketika hingga membuat aku terdiam tak bergerak sedikitpun dari posisiku
" Ham—il ? " Ucapku pelan dengan terbata-bata
" Iya , selama aku di Miami aku mengalami beberapa kali morning Sick " ucap Renal hingga membuat aku mengerutkan keningku
" Dalam kasus ini aku tidak mungkin hamil kan , tapi bisa saja itu kau . bisakah kau memeriksa sayang ? " Ucapnya lagi
" Re — "
" Ini hanya kemungkinan Cindy , Adrian bilang bisa saja kau benar-benar hamil , karena beberapa orang mendapati kejadian serupa dimana pasangannya lah yang mengalami Morning Sick atau apapun itu " ucapnya lagi
__ADS_1
" Ak—uek . Sial . Adrian bawakan aku Lap " ucapnya lagi terpotong saat hendak menyambungkan ucapanya dan ku dengar Renal yang sedikit berteriak pada Adrian yang mungkin sudah berada di dekat pria itu
" Sayang aku sudahi dulu ya , aku mencintai Cindy " sambungnya lagi dengan suara yang terdengar sangat memperihatinkan
" Aku juga mencintaimu Renal " Ucapku pelan dan sambungan telpon pun terputus
" Apa benar Aku hamil lagi ? " Tanyaku pada diri sendiri seraya mengelus perut rataku
Seketika kudengar suara ketukan pintu dari luar sana dan dengan terburu-buru aku pun langsung menyembunyikan ponsel milik Renal dan membuka pintu tersebut .
" Papa sudah bangun ? " Tanyaku lembut saat melihat Papa yang tengah berdiri di depan pintu tersebut namun tak ada jawaban dari mulut Papa dan seolah tersadar aku pun segera keluar dari kamar mandi dan membiarkan Papa masuk kedalamnya , Satu hal yang aku tau saat ini Papa masih marah padaku.
Aku pun berjalan dengan gontai menuju kamar ku dan menyembunyikan ponsel Renal kedalam koper milikku , seketika ucapan Renal terngiang-ngiang dikepala ku , saat pria itu berkata bahwa aku hamill , Apakah itu benar ? , Pikirku .
Aku pun terus memikirkan hal itu sampai akhirnya aku kembali tertidur dan bangun ketika Matahari sudah naik sangat tinggi
" Mommy " panggil Rain dengan ekspresi kantuknya setelah aku membangunkan anak itu
" Kenapa sayang ? " Tanyaku lembut seraya menatap kearah Rain yang saat ini sudah berada dalam gendonganku
" Rain mau mandi air hangat " pintanya
" Oke , kalo gitu Rain tunggu didalam kamar mandi dan Mommy akan panasin air dulu buat kamu " ucapku dan Rain pun mengangguk pelan
Aku pun berjalan kedapur setelah menurunkan Rain di depan kamar mandi dan memanaskan air untuk anak itu .
" Pagi Ma " ucapku menyapa Mama yang saat ini sudah berkutat dengan pekerjaan nya
" Pagi Nak " sahut Mama dan aku pun tersenyum kecil setidaknya Mama tidak mengabaikan ku seperti Papa
" Papa sudah berangkat ? " Tanyaku berbasa-basi seraya mengambil air lalu memanaskan nya
" Hm , Papa harus menyelesaikan pekerjaan nya " sahut Mama danpun hanya mengangguk saja
" Ma " Panggilku lagi seraya menatap kearah Mama
" Hm " sahut Mama seraya membalas tatapan ku
__ADS_1
" Cindy sayang Papa dan Mama " Ucapku seketika dengan suara pelan