Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Menahan Luka...


__ADS_3

MASIH POV CINDY......


.


.


.


.


Kini Aku terbangun pagi-pagi sekali dan kurasakan wajahku yang agak membengkak akibat air mata semalam . aku berjalan menuju kamar mandi kecil yang ada dikamar ini untuk membilas wajahku .


Aku segera keluar untuk menyiapkan sarapan pagi dan seketika kegiatan ku berhenti saat aku menyadari apa yang aku lakukan saat ini .


Aku tersenyum lirih melihat keadaan ku , biasanya aku akan menyiapkan sarapan pagi untuk Rain namun sekarang aku tidak punya alasan lagi untuk itu , aku kembali masuk kekamar mandi untuk membersihkan diriku dan kembali bekerja .


Jarak tempat tinggal ku saat ini lumayan jauh hingga membuatku harus bangun pagi-pagi agar tidak terlambat . Setelah selesei mandi dan berberes aku pun segera keluar dan mengunci tempat ku .


Dapat kulihat didepan pintu kamarku dan sepanjang jalan lantai 3 dipenuhi botol kosong bekas minuman beralkohol , aku menutup hidungku dan bergegas pergi sebelum baunya berpindah pada bajuku , aku berlari untuk menuju AA Store dan sesekali aku akan beristirahat dan berjalan namun menit berikutnya aku akan kembali berlari agar cepat sampai di tempat tujuan ku .


Hari ini aku berniat ingin memberikan surat pengunduran diriku pada Hugo , sesampai nya di AA store aku segera menuju lantai 5 dimana toko Mona Flower berada.


Saat tiba di lantai lima kulihat Renal tengah berdiri tak jauh dari toko Mona Flower seolah tengah menunggu kedatangan seseorang , dengan ragu aku pun berjalan mendekat kearah nya dan tanpa aba-aba pria itu langsung menarik tangan ku hingga membuat aku meronta namun seperti biasa pria itu tidak akan mau mendengarkan nya .


Renal semakin menyeret ku hingga beberapa pegawai menatap kearah kami dan sesampainya dilantai teratas Renal juga tak kunjung melepaskan tarikan nya pada lenganku .


Pria itu pun membuka pintu ruangannya dengan kasar dan menghempaskan tubuhku kedalam ruangan nya dengan sangat kasarnya , kulihat sekilas kearah matanya yang menatapku dengan sangat marah.


" Apa yang kau lakukan , Cindy !! " ucapnya marah dengan suara keras hingga membuat aku mendongkak kan kepalaku dan menatapnya datar.


" Apa ? " Tanya ku singkat pura-pura tak mengerti dengan ucapan pria itu


" Kau menukar Rain dengan uang 10 juta dollar ?! , apa kau gila ! " Ucapnya nya sangat murka


Menukar ? , Bahkan pria itu berpikiran seperti itu juga . Aku pun hanya terdiam seraya menatap datar kearah pria itu tanpa berniat untuk menjelaskan apapun.


Kulihat Renal memejamkan matanya sebentar seolah tengah menenangkan diri nya dan tak berapa lama ia pun kembali membuka matanya .


" Katakan , apa yang mereka lakukan pada mu , Cindy ? " Tanya Renal pada akhirnya dengan suara yang sedikit tentang


" Aku hanya sudah muak mengurus anak kecil yang merepotkan " Ucapku pelan tanpa menatap kearah Renal


Sejujurnya aku meringis menahan sakit di dadaku saat mengatakan hal itu , sesungguhnya aku tidak pernah muak dengan Rain , aku tidak pernah merasa bosan untuk mengurus anak itu .


" Apa kau bilang ?! " tanya Renal dengan geramnya seraya terus menatap kearah ku


" Aku muak , sudah saat nya Rain diurus oleh mu , Aku benar-benar muak dengannya . bisakah kau menyingkir aku mau bekerja , Renal " Ucapku datar seraya berjalan kearah pintu


Kulihat Renal mengeraskan rahangnya terlihat sekali pria itu benar-benar marah namun aku mencoba untuk tidak perduli dan terus berjalan menuju arah pintu hingga akhirnya Renal kembali menarik tanganku dan memegang kuat kedua sisi lenganku seraya mendekatkan tubuhku tepat di hadapannya hingga tubuh kami hampir bersentuhan.


" Cabut kembali kata-kata mu . Kau ak—"

__ADS_1


" Aku tidak akan menyesal , yang aku sesali adalah mengurus Rain " Ucapku cepat memotong ucapan pria itu


Aku melepaskan tangan Renal dengan paksa dan kulihat pria itu hanya membeku ditempatnya , aku pun segera meninggalkan ruangan Renal dengan perasaan yang amat terasa sakit .


Aku menyeka air mataku yang siap terjatuh membasahi pipiku .sekuat tenaga aku menahan air mataku agak tak keluar dari tempatnya , aku tidak boleh menangis saat ini , aku tidak boleh terlihat lemah walaupun sejujurnya aku sangat rapuh saat mengingat tentang Rain .


Aku kembali ketempatku bekerja dan segera masuk tanpa menyapa Hugo yang kini tengah melambaikan tangan nya padaku , aku memejamkan mataku membiarkan rasa sakit yang kurasakan terkikis namun aku gagal , rasa sakit itu kini semakin membesar hingga akhirnya kurasakan tepukan halus pada pucuk kepalaku .


" Sebenarnya ada hubungan apa kau dengan boss besar itu , Cindy ? " tanya Hugo dengan suara pelan dibelakang ku.


" Apa kau memiliki urusan dengannya ? " Tanya Hugo lagi namun aku masih tetap terdiam tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan pria itu sampai akhirnya kurasakan sebuah pelukan hangat dari belakang punggung ku dan juga kurasakan dagu Hugo diletakkan dibahu ku namun aku masih tetap terdiam tanpa mencoba untuk melepaskan pelukannya .


" Aku lebih suka melihat air matamu Cindy ketimbang wajah kesakitan mu " ucap Hugo pelan seraya melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuhku untuk menatap kearahnya


Kulihat Hugo tersenyum kecil namun aku hanya menatap datar kearahnya dengan mataku yang berkaca-kaca , saat tangan Hugo hendak menyentuh pipiku tiba-tiba seseorang menahan nya dengan kuat .


Kulihat Renal yang sedang menahan tangan Hugo dengan ekspresi wajah yang sangat marah dan detik berikutnya Renal menghempaskan tangan Hugo dengan kasarnya .


Renal yang semula menatap kearah Hugo kini beralih menatap kearah ku , dan dapat kulihat kilatan amarah terlihat jelas di wajah tampannya saat ini saat ini .


Tanpa banyak kata pria itu kembali menarik tangan ku untuk mengikutinya pergi , dengan langkah gontai aku kembali mengikuti langkah pria itu dan lagi-lagi kami menjadi pusat perhatian di gedung itu saat ini .


Setibanya dibasement Renal pun langsung menarik tanganku menuju mobilnya dan memaksaku untuk masuk kedalam mobil tersebut .


" Aku tidak tau apa yang kau pikirkan Cindy , tapi Rain mencari mu " Ucap Renal saat kami sudah berada di dalam mobil yang tak kunjung menalah dan aku hanya terdiam seraya menatap lurus tanpa berniat untuk menjawab ucapan pria itu


" Apa yang sudah dilakukan orang tuaku pada mu , Cindy " tanya Renal lagi dengan suaranya yang terdengar lebih tenang


" Aku hanya lelah saja mengurus Rain , dia merepotkan " Ucapku lagi dengan suara datar dan pelan seraya menahan sakit dalam dadaku


Berkali-kali aku menahan luka yang telah kubuat sendiri saat ini , mungkin ini adalah yang terbaik untuk kami semua , pikirku .


Aku tidak mau jika kelak Rain akan mendapaat hinaan ataupun gangguan dari keluarga Astan . Cukup aku saja yang merasakan kesakitan yang mereka lakukan saat ini . Aku mengigit bibir bawahku mencoba untuk menahan diriku agar tidak menangis di depan pria itu .


" Merepotkan? , kau bilang Rain merepotkan . Kau bahkan memohon dibawah kakiku saat aku hendak mengambil Rain Cindy , apa kau ingat , hah . tapi sekarang apa ? , Sekarang kau malah menukar Rain dengan uang yang diberikan oleh orang tuaku ! , Kau benar-benar tidak memiliki harga diri jika seperti itu Cindy " Ucapnya tajam


Sekuat tenaga aku menahan diriku untuk tetep terlihat tenang dan tidak menangis di depan Renal .


" Saat itu aku hanya berperan menjadi orang yang mempunyai harga diri di depanmu , Renal " ucapku datar seraya membuka pintu mobilnya dan meninggalkan Renal yang masih terdiam menatap ku di kursi kemudinya


Aku berjalan kearah lift dan kembali menuju ke lantai 5 tanpa ingin tau apa yang terjadi di belakangku , aku bahkan tidak mendengarkan suara mobil Renal yang berlalu tadi . tak berapa lama pintu lift pun terbuka dan aku segera keluar dari kotak besi tersebut , aku mengabaikan tatapan ingin tau beberapa pekerja yang melihat drama kami tadi .


Saat tiba di depan Mona Flower Aku melihat Hugo yang kewalahan meladeni para pembeli dan aku pun segera membantu Hugo sampai toko akhirnya toko pun sepi.


" Hugo , Aku ingin berhenti bekerja , surat resign nya sudah aku letakkan di atas meja kasir " Ucapku pelan setelah tak ada pembeli satupun di toko kami


" Besok kau lembur " ucapnya datar tanpa menatap kearah ku dan sibuk dengan bunga-bunga yang ada di tangan nya


" Aku berhenti— "


" Apa yang sebenarnya terjadi , Cindy ?" tanya Hugo memotong ucapan ku

__ADS_1


" Tidak ada Hugo , Aku ingin berhenti bekerja " Ucapku lagi


Aku hanya tidak ingin menceritakan masalah ku pada siapapun cukup aku dan Ken saja yang tau , pikirku .


" Tidak , kau tidak boleh berhenti , Cindy " ucapnya melarang ku


" Aku tidak bisa kerj— "


" Aku akan memindahkan mu di toko utama , mulai besok kau akan bekerja disana dengan mommy ku " ucap Hugo pada akhirnya dan meninggalkan ku menuju meja kasir hingga membuat aku mengikuti Hugo untuk memohon padanya namun kulihat Hugo merobek kertas resaign ku dan membuangnya kedalam tong sampah kecil yang ada di sana


" Pulanglah , mulai besok kau akan bekerja di toko utama Cindy " ucapnya lagi untuk terakhir kalinya


Dengan berat hati aku pun meninggalkan Hugo di toko itu . aku berjalan pulang dan mengambil koper uang yang di berikan oleh ayah Renal , aku mengambil beberapa dolar dan setelahnya aku menutupnya kembali .


Aku kembali meninggalkan tempat tinggal ku seraya membawa koper berisikan uang tersebut , Aku menaiki taksi dan menyebutkan alamat tujuan ku dan tak berapa lama aku pun sampai digedung apartemen Ken .


" Ada yang bisa saya bantu , Nona ? " Tanya resepsionis yang ada di lantai dasar gedung tersebut


" Tolong berikan ini pada penghuni yang bernama Ken , Kenzo Max " ucapku menjelaskan seraya memberikan koper yang aku bawa


Kulihat sang resepsionis pun tampak bingung dan penasaran akan isi yang ada di dalam koper tersebut .


" koper ini berisikan uang , Em_ bisakah aku meminjam kertas dan pulpen ? " Ucapku memberitahu nya


Resepsionis itu pun langsung mengangguk paham dan memberikan apa yang aku pinta .


" Ken , Ini Aku Cindy . Maaf karna selalu merepotkan mu , ku mohon pinjamkan aku uang 200 dollar serta Transfer apa yang ada didalam koper ini ke Rekening Renal . Code koper ini adalah lingkaran , Jika kita bertemu nanti aku akan mengganti nya " ucapku dalam surat tersebut


" Tolong , Berikan kertas ini padanya juga , dan terima kasih atasan bantuan mu , kau sangat membantu Nona " Ucapku tulus seraya memberikan kertas tersebut pada wanita yang kini tengah tersenyum lembut kearah ku


Setelah berpamitan aku pun segera meninggalkan Gedung apartemen Ken seraya mengambil ponselku dan menghubungi seseorang


" Hallo , ada apa nak ? " ucap Mamaku dari sebrang sana hingga membuat aku memejamkan mataku sesaat


" Aku merindukan Mama " Ucapku lirih


" Apa terjadi sesuatu disana ? " Tanyanya dengan suara yang terdengar khawatir


" Tidak , ma " sahutku berbohong


" Bagaimana dengan Rain ?" Tanya Mama hingga membuat aku mengigitt bibir bawah ku seraya menahan suara menyedihkan agar tak keluar dari mulutku


" Aku akan mengunjungi kalian , Ma .dan aku juga akan tinggal disana dalam beberapa hari " ucapku mengalihkan pembicaraan seraya mematikan sambungan telepon ku dengan sengaja


Aku pun menghembuskan nafasku dengan pelan dan berjalan menuju arah stasiun kereta untuk menuju tempat dimana Papa dan Mama ku berada saat ini.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2