
MASIH POV RENAL ..
.
.
POV RENAL AGAK PANJANG YA BESTIE 💜
Aku dan Rain pun jalan beriringan menuju pintu masuk restoran tersebut , Segera kucari tempat yang kosong dan mendudukkan tubuh Rain di sana .
Aku pun terdiam setelah memesan makan untuk kami , kulihat Rain yang tengah sibuk dengan Robot yang ada di tangannya sedangkan aku hanya tersenyum lembut seraya melihat kearah anak tersebut .
" Kakek dan Nenek Rain tinggal dimana ? " tanyaku tiba-tiba memecahkan keheningan di antara kami
" Kakek dan Nenek sekarang tinggal di Hialeah Om " sahut nya hingga membuat aku sedikit berpikir
" Jadi Rain lahir disana ? " tanyaku lagi dan anak itu pun mengangguk kecil tanpa tau apapun yang aku maksud
" Sejak kapan mereka pindah dari Jacksonville ? " Ucapku ku bertanya-tanya dalam hati
Aku pun masih terdiam seraya terus menatap kearah Rain , sejujurnya banyak yang ingin aku tanyakan namun aku yakin anak itu pasti tidak tau apapun pikirku.
" Em.. Rain mau punya Mama gak ? " tanyaku lagi dengan tiba-tiba
" Enggak "sahutnya singkat tanpa berpikir hingga membuat aku sedikit heran
" Kenapa ? " Tanya ku singkat
" Rain kan udah punya Mommy , Om " sahut nya dengan senyum lebar
" Em..kalau , Daddy ? " Tanyaku lagi hingga membuat Rain sedikit berpikir sebelum menjawab pertanyaan ku
" Kalau Rain bertemu dengan Daddy Rain , apa Rain mau ? " Sambungku lagi dengan wajah penasaran
Aku terus menatap kearah anak itu seolah tengah menunggu jawaban darinya , sebelumnya aku memang ingin sekali menanyakan hal ini pada Rain .
" Enggak " sahutnya singkat dengan wajah sedih hingga membuat hati ku terasa sakit saat mendengarnya
__ADS_1
" Rain gak mau ketemu Daddy Om , lagian Rain juga udah gak punya Daddy dari lahir . Daddy tuh jahat Om . Daddy udah ninggalin Rain dan Mommy . Daddy juga udah membuat Mommy nangis , setiap kali Rain nanya ke Mommy , Mommy pasti nangis . Rain gak mau ketemu Daddy Om " Sambung Rain lagi dengan wajah sendunya
Seketika ada rasa sakit yang menikam jantung dan seluruh organ dalam tubuhku . rasanya sakit sekali , hingga membuat aku tak bisa berkata apa pun saat ini .
Namun saat aku hendak membuka suaraku lagi tiba-tiba pesanan kami pun tiba hingga membuat aku kembali menutup mulutku rapat-rapat .
Aku sungguh menyesal telah membicarakan hal itu pada Rain , karena setelahnya kami hanya diliputi dengan diam saat ini .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah selesai makan aku dan Rain pun kembali pulang menuju apartemen ku . Suasana kami saat ini tidak seperti sebelumnya . Saat ini hanya Rain lah yang lebih banyak bicara sedangkan aku lebih banyak terdiam menahan sakit dalam dalam diriku.
Sesampainya diaparetemen aku pun segera masuk kedalam kamarku dan meninggalkan Rain yang kini tengah mandi di kamarnya .
Aku memejamkan mataku untuk menenangkan perasaanku yang kini semakin mengerogoti hatiku , aku benar-benar marah dan kesal saat mendengar apa yang Rain ucapkan .
Aku merasa Cindy yang membuat semua menjadi seperti ini , kalau saja Cindy tid—
" Akh , sial " umpatku kasar membuyarkan pikiran-pikiran negatif di dalam otakku
Aku menjatuhkan tubuhku di ranjang king size milik ku seraya terus memejamkan mataku untuk mencoba menenangkan pikiranku saat ini .
Saat aku menghampiri Rain kulihat dia yang kini tengah tertidur dengan televisi yang masih menyala , aku pun segera mengangkat tubuh mungil Rain menuju kamar nya.
Setelah memastikan Rain tertidur dengan nyaman aku pun segera keluar untuk menunggu Cindy pulang , mengingat wanita itu benar-benar membuat ku sangat marah.
Kulirik jam yang ada di dinding rumahku yang kini sudah menunjukkan pukul hampir dua belas malam namun wanita itu belum juga kembali pulang .
Saat aku hendak mengambil kunci mobilku tiba-tiba kudengar bel yang berdering dari luar apartemen ku . Segera kubuka pintu tersebut dan aku pun mendapati Cindy yang kini tengah berdiri didepan pintu rumah ku .
Aku membuka lebar-lebar pintu apartemenku untuk mempersilahkan wanita itu masuk.
" Temui aku di ruang kerja ku , Cindy " ucapku langsung seraya meninggalkan wanita itu sendirian
Aku berjalan menuju ruang kerjaku dan menunggu kedatangan wanita itu , tak berapa lama Cindy pun tiba dengan pakaian yang kini sudah terganti .
" Ada apa ? " tanya nya langsung saat tiba di ruangan ku
__ADS_1
" Bukankah aku sudah bilang untuk tidak membawa Rain tanpa seizin ku " Ucapku datar seraya menahan amarahku
"Aku tidak perlu izin dari mu , Renal " sahut nya datar
" Kau perlu , Cindy " ucapku kekeh hingga membuat wanita itu memutar bola matanya dengan malas.
" Kau terlalu berlebihan Renal . Kau jangan terlalu memainkan peran sebagai orang tua yang baik , karena kau tidak sebaik itu " ucapnya tajam dan sukses membuat ku benar-benar kesal atas ucapan wanita itu
" Berhenti bersikap seperti itu , Cindy " ucapku geram
" Aku tidak akan berhenti sebelum kau sadar akan posisi mu , Renal " ucap nya lagi dengan tenang namun terdengar dingin di telinga ku
Aku pun memejamkan mataku dan membukanya secara perlahan seolah tengah menenangkan diri ku , aku merasa wanita iitu benar-benar mempermainkan emosi ku saat ini.
" Jika tidak ada lagi yang mau kau sampaikan , aku permisi . dan .. mulai lusa aku dan Rain akan pergi dari tempat mu " ucapnya datar seraya membalikan tubuhnya membelakangi ku
Seketika tangan ku terkepal seolah siap untuk melayangkan tinju pada siapapun , sebisa mungkin aku menahan amarahku yang kini terus memuncak dalam diriku .
" Apa yang bisa dilakukan remaja 17 tahun untuk menghidupi orang yang mengaku telah mengandung anak nya " ucapku begitu saja seraya menahan amarah saat Cindy telah berjalan sampai di ambang pintu
Wanita itu tidak tau apapun yang telah aku lewati selama empat tahun ini , aku hampir gila dibuat nya . Kulihat Cindy menghentikan langkah nya tepat diambang pintu namun wanita itu tidak membalikkan tubuhnya sama sekali kearahku .
" Apa yang bisa aku lakukan untuk menghidupi kalian ! , Demi Tuhan Cindy aku dan kau masih sangat kecil . apa yang bisa aku lakukan untuk menghidupi mu ? , Menghidupi kalian ? . Kau ingin aku memberikan kalian apa ? , Cinta ? , Persetan dengan cinta , kau tidak bisa hidup hanya dengan makan cinta . Kau butuh uang untuk menghidupi mu " ucapku panjang lebar dengan sangat marah mengeluarkan semua yang aku pendam selama ini
Cindy hanya bisa menghakimi ku saja dengan kesalahan yang telah ku perbuat , tanpa tau bahwa aku juga merasakan sakitnya .
" Keluarga Astan tidak akan mau menampung kita jika aku membawa mu , Cindy . kau pikir aku suka dengan keadaan seperti ini ? . Aku mencari mu setelah aku sudah mendapatkan apa yang aku butuhkan , tapi apa yang aku dapatkan ? . Kau menghilang dengan begitu tenang di saat aku sudah mendapatkan semua yang bisa aku lakukan untuk menghidupi kalian , kau malah menghilang , Cindy . kau menghilang begitu saja ! , Ka— kau meninggalkan ku . Sudah ku peringatkan tidak boleh ada yang mencampakkan ku kecuali aku , tidak boleh ada yang meninggalkan ku kecuali aku yang meninggalkan mu , Aku melakukan semua yang kau inginkan , apa kau masih sakit hati karena ucapan ku dulu ? . Soal taruhan , aku berbohong padamu aku tidak pernah melakukan itu , Cindy . Aku hanya ingin membuatmu sadar tapi nyatanya kau yang malah meninggalkan kota ini , tepat pada saat aku lulus di universitas yang sangat kau inginkan , aku masuk kedalam bisnis yang sangat kau dambakan , Cindy . kau menginginkan ku untuk menjadi penerus Astan Group tapi setelah aku mendapatkan nya , kau dimana Cindy ! . bahkan kau bilang aku sudah mati pada anakku ? , Aku membenci mu Cindy , aku mencoba untuk membenci mu tapi aku tetap tidak bisa . Di tambah dengan kehadiran Rain aku semakin tidak bisa membenci mu , aku tidak bisa , Cindy " sambung ku lagi dengan panjang lebar
" Itu hanya masa lalu Renal , itu hanya cerita dulu . Aku tidak perduli mau bagaimana keadaan mu sekarang , aku harap kamu bisa menganggap bahwa kita tak pernah saling mengenal , karena sampai kapanpun aku tidak akan bisa memaafkan mu " ucapan dataran seraya meninggalkan ruangan ku
" Kau harus berada di puncak tertinggi . karena kau adalah— " ucapanku terputus begitu saja saat wanita itu sudah pergi dari hadapan ku.
Aku hanya terdiam seraya menatap kearah ambang pintu tempat di mana wanita itu berlalu . rasa sakit dalam dadaku semakin menjalar hingga membuat aku melemparkan apa saja yang ada dihadapan ku saat ini seolah tengah melampiaskan amarah dalam diriku kini .
" Dia yang meninggalkan ku , dia yang membuatku hancur . aku tidak salah jika ingin menghancurkan nya , dia harus merasakan apa yang aku rasakan , tapi , tapi aku tetap tidak bisa—dia adalah orang yang melahirkan malaikatku " ucapku lirih pada diri sendiri seraya menjatuhkan tubuhku ke lantai
.
__ADS_1
.