
...MASIH POV CINDY ......
.......
.......
.......
" Bagaimana , penampilan ku ? " Tanya Renal saat tiba di kamar Rain dengan penampilan santainya yang sangat terlihat sempurna menurut ku
" bagus " ucapku seadanya namun pria itu terlihat tidak puas dengan jawaban ku
" Apa aku terlihat tampan , hm ? " Tanya Renal penuh percaya diri
" Biasa saja " sahutku berbohong hingga membuat pria itu tersenyum lembut
Sejujurnya Renal benar-benar tampan saat ini dengan dalaman kaos dan juga kemeja yang tidak pria itu kancing ditambah dengan celana selutut nya belum lagi dengan sepatu sport mahalnya hingga membuat pria itu terlihat sangat sempurna saat ini .
" Aku tau kau berbohong Sayang , karna sendari tadi kau terus saja melihat kearah ku " sahutnya penuh percaya diri hingga membuat aku merasa malu dan segera mengabaikan pria itu begitu saja , meladeni Renal yang cerewet seperti ini memang sedikit aneh untuk ku
Aku pun berjalan menuju kamar mandi dan segera mengganti pakaianku di sana , aku masih terlalu malu untuk mengganti pakaianku di depan Renal walau kami sudah sering kali melihat tubuh masing-masing namun tetep saja aku masih merasa malu .
" Kita akan pergi kemana ? " Tanyaku saat kami sudah berada di dalam mobil
" kita akan pergi nonton , sayang " ucapnya seraya melirik jam yang ada di tangan nya
" Kita akan ambil di jam 2 siang saja , oke " Sambungnya seraya menatap kearah ku dan aku pun hanya mengangguk setuju
Sesampainya di bioskop kami pun segera memesan tiket dan juga tak lupa membeli popcorn untuk cemilan kami di dalam sana , saat ini kami sepakat untuk menonton Mission Impossible .
Sambari menunggu film di putar kami pun hanya berdiri karena kursi penunggu memang sudah terisi penuh . Saat ini Renal tengah bersandar di dinding sementara aku berada tepat dihadapan pria itu .
Kurasakan banyak pasang mata yang menatap kearah kami penuh minat lebih tepatnya menatap kearah Renal , mungkin . Pasalnya penampilan pria itu saat ini memang sangat menarik perhatian para kaum hawa .
Seketika aku merasa sangat tidak nyaman dengan situasi tersebut , Sejujurnya aku merasa sedikit malu dan minder saat berada di dekat pria itu , aku merasa tidak cocok jika berada di samping Renal namun saat aku melihat perlakuan Renal yang terus menggenggam tangan kananku dan terus menatap kearah ku seketika membuat rasa gundah di hatiku sedikit menghilang dan kini terasa begitu hangat . apalagi saat Renal menyentuh lembut pipi dan juga merapikan rambutku , itu membuatku merasa menjadi wanita paling beruntung saat ini .
Aku merasa Ini kali pertama nya aku benar-benar menjadi wanita paling beruntung sedunia dan hal itu benar-benar membuat ku merasa sangat bahagia.
" Renal , mereka terus melihat kearah mu " ucapku pelan mencoba untuk melihat bagaimana reaksi pria itu , apakah dia akan bersikap so cool dan menatap kearah wanita-wanita itu atau apapun aku tak tau , aku hanya ingin melihat sikap Renal saja , sungguh . Dan di sisi lain aku juga ingin menguji pria itu .
" Jangan pikirkan mereka , mereka tidak penting yang terpenting di pikiran ku saat ini adalah kau , sayang " ucap Renal dengan sangat lembut sambil tersenyum tampan kearah ku hingga membuat aku seketika merasa malu dan langsung menundukkan kepalaku seolah pandangan di bawah sana lebih menarik saat ini
Aku masih terus menundukkan kepalaku dan tersenyum senang saat mendengar ucapan pria itu , sungguh itu diluar perkiraan ku dan hal itu sukses membuat aku merasa malu dan terus tersenyum senang .
Tak berapa lama suara operator pun menggema menandakan film yang akan kami tonton telah di mulai , kami pun langsung berjalan memasuki studio tersebut dan lagi-lagi dengan santai nya Renal menggemam jari-jemariku dengan erat seolah aku akan hilang jika ia melepaskan genggamannya padaku .
Sepanjang perjalanan kami menuju tempat studio banyak sekali pasang mata yang terus menatap kearah Renal dengan tatapan memuja . Seketika aku merasa apakah pria itu tidak merasa risih ataupun merasa tidak nyaman dengan pandangan para wanita yang menatapnya penuh minat itu .
__ADS_1
Sepanjang perjalanan aku terus terdiam dan membalas genggaman tangan Renal , jujur aku merasa sedikit kesal saat melihat wanita-wanita itu yang terus menatap Renal dengan tatapan memuja seperti itu . Aku hanya tidak ingin kekasihku di tatap oleh wanita lain dengan tatapan seperti itu , bukankah wanita lain juga akan merasa kesal jika mendapat perlakuan sepeti ini, pikirku .
" Apa yang kau pikirkan ? " Tanya Renal pelan saat kami sudah menduduki kursi kami
" Tidak ada " ucapku berbohong karna tidak mungkin jika aku berkata jujur bahwa aku merasa kesal saat para wanita itu menatap kearahnya , bisa-bisa Renal merasa besar kepala saat mengetahui bahwa aku merasa cemburu karna ulah wanita-wanita itu
...****************...
Setelah menghabiskan waktu dua jam akhirnya film yang kami tonton pun berakhir , aku dan Renal pun segera keluar dari studio tersebut dan pergi mencari restoran terdekat yang ada di tempat tersebut .
Aku berjalan menuju tempat makan yang ada disekitar sana dengan tangan Renal yang terus menggenggam telapak tanganku dengan eratnya hingga membuat banyak pasang mata menatap iri kearah ku sejak tadi .
" Sayang , apa kau hanya ingin memesan itu saja ? " Tanya Renal dan aku hanya mengangguk mantap
Renal pun menyebutkan kembali pesanannya pada waiters tersebut dan waiters itu pun pergi meninggalkan meja kami setelah mencatat pesanan kami .
" Mau kemana , hm ? " Tanya Renal seraya menatap kearah ku yang saat ini tengah berdiri dari duduk ku
" Toilet " sahutku singkat dan Renal pun mengangguk tanda mengerti
Aku pun segera pergi dari hadapan pria itu dan berjalan menuju kamar mandi , setelah selesai dengan itu aku pun segera keluar dan kembali menuju tempat Renal berada namun saat aku tengah berjalan tiba-tiba ada suara seseorang yang sedikit aku kenalin berada tak jauh di belakang ku saat ini .
" Jadi , Kau kembali pada Pria itu , Cindy ? " Tanya orang tersebut padaku hingga membuat aku memutar tubuhku untuk melihat sosok tersebut
Aku menatap kearah tersebut dan mendapati seorang pria yang kini tengah menatap kearah ku , pria itu tak lain adalah Hugo . Aku mengerutkan keningku tanda heran , mengapa pria itu ada di sini ? , Pikirku.
" Kita perlu bicara , Cindy " ucapnya lagi hingga membuat aku kembali menatap kearah pria itu
" Tidak ada yang perlu dibicarakan , Hugo " Ucapku menolak
" Aku akan menunggu mu didepan halaman Apartemen Renal " ucapnya final dan segera meninggalkan ku begitu saja
Aku mengerutkan keningku seraya menatap punggung Hugo yang semakin menjauh dari pandangan ku , Aku benar-benar tidak tau apa yang ingin Hugo bicarakan padaku , setidaknya aku harus menemui pria itu dan aku harus memperjelas semuanya pada Hugo .
Aku akan memperjelas pada pria itu bahwa aku tidak memiliki perasaan apapun pada nya .
" Kenapa lama sekali , hm ? " Tanya Renal saat aku telah tiba di dekatnya
" Toiletnya ramai , Renal " Ucapku berbohong sambil tersenyum canggung seraya menduduki tubuhku dan kulihat Renal mengangguk paham
" Renal " Panggilku pelan hingga membuat pria itu menatap kearah ku
" Lain kali , bisakah kita liburan bersama dengan Rain ? " Tanyaku seketika hingga membuat Pria itu tersenyum lembut
" Tentu saja sayang . tanpa kau pinta pun Aku sudah merencanakannya " ucapnya sambil tersenyum lembut dan aku pun mengangguk paham
Sejujurnya bukan itu yang hendak aku tanyakan namun tiba-tiba mulutku terasa sangat berat untuk mengungkapkan hal tersebut , aku mencoba untuk mengenyahkan pikiran ku dari hal-hal buruk yang saat ini tengah kupikir sampai akhirnya pesanan kami pun tiba .
__ADS_1
Aku dan Renal pun menikmati makanan kami dengan tenang dan sesekali pria itu akan melayaniku seperti memberikan ku suapan-suapan dari tangannya kearah mulutku hingga membuat aku mau tak mau harus menerima perlakuan pria itu.
" Kau harus makan yang banyak sayang , tubuhmu sudah sangat kurus " Ucap Renal seraya menyuapi makanan nya kedalam mulutku hingga membuat aku menatap pria itu dengan tatapan kesal
" Aku tidak sekurus itu , Renal " ucapku kesal namun pria itu hanya tersenyum senang saat mendengar ucapan ku
" Baiklah , jika begitu Makanlah yang banyak agar bayi yang ada di perut mu sehat " ucapnya lagi terus menggoda ku
" Tidak ada yang sedang menggandung , Renal " Ucapku ketus hingga membuat pria itu tertawa senang
" Aku hanya bercanda Sayang , habiskanlah makanamu " ucapnya lagi namun aku hanya terdiam sambil menekuk wajahku dengan kesal
Renal yang sejak tadi melihat kearah ku pun hanya tersenyum senang seolah menggodaku adalah mainan baru yang paling menarik untuk pria itu , pikirku .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kencan kami hari ini pun berjalan dengan sempurna , saat ini kami tengah berada di tepi danau yang terlihat sangat ramai dikunjungi oleh anak-anak muda untuk sekedar berkumpul dengan teman-temannya atau pun dengan pacarnya .
Saat ini matahari hampir tenggelam dengan sempurna dan menampilkan warna jingga yang terlihat sangat indah di mata para kaum awam ,
Seketika kurasakan telapak tangan Renal yang semakin menggemam tangan ku dengan eratnya di tambah lagi dengan tatapan kami yang menatap satu sama lain .
Renal terus menatap lembut kearah ku seraya menarik pelan kedua tanganku kearah bibirnya dan seketika kurasakan pria itu menciumi jari-jemariku dengan lembut sampai akhirnya Renal kembali menyala kearah ku .
Kulihat Renal tersenyum lembut seraya terus menatap kearah ku dan mendekatkan wajahnya kearah wajahku sampai akhirnya kurasakan bibir Renal menempelkan sempurna pada bibirku .
Tidak ada lum*tan yang kurasakan hanya bibir kami yang saling menempel satu sama lain dan tak berapa lama Renal kembali menjauhkan sedikit wajahnya dari wajahku hingga membuat tatapan kami kembali bertemu .
" Aku mencintaimu Cindy Milen " ucapnya pelan seraya menyatu kening kami
Seketika hatiku terasa hangat dan jantungku kini semakin berdetak tak karuan saat mendengar dan melihat sikap Renal saat ini . Saat ini aku merasa benar-benar seperti anak muda yang tengah jatuh cinta .
" Aku juga mencintaimu , Renal " Sahutku tanpa pikir panjang hingga membuat Renal tersenyum senang dan kembali mencium bibirku namun kali ini kurasakan pria itu mel*mat pelan bibirku dengan lembut
Bahkan kami tidak perduli dengan keadaan sekitar yang masih disesaki oleh beberpa muda mudi yang tengah berduduk santai di sekitar danau dan sekitar kami .
Ciuman kami pun terlepas saat kurasakan pasokan udara dalam diriku hampir habis . Kulihat Renal menatap kearah ku seraya mengelap bibirku yang basah karna ulahnya .
Renal pun meraih tangan ku dan meletakkan nya di dada pria itu dan seketika kurasakan detak jantungnya yang berdetak sangat kencang bahkan sama sepertiku saat ini .
" Apa kau merasakan nya ? " Tanya Renal lembut dan aku pun mengangguk pelan
" Jantung ku hanya berdetak untukmu Cindy , dia bisa semakin menggila dari ini sampai-sampai aku merasa jantungku akan pecah " ucapnya lagi dan memang benar saat Renal mengatakan hal itu , aku merasakan ritme jantung Renal yang semakin cepat
" Kau merasakan nya , bukan ? " Tanya Renal lagi pada ku
" Ya , aku merasakannya Renal . detakan jantungmu sama seperti miliku " ucapku jujur
__ADS_1
" Dan itu artinya kita saling mencintai , perasaan kita saling terhubung satu sama lain jadi tidak ada yang perlu diragukan lagi , Cindy " ucap Renal meyakinkan ku