
...MASIH POV RENAL....
.......
.......
.......
Kini aku terbangun saat kurasakan seseorang yang tengah mencubit pelan hidungku , dengan perlahan aku pun membuka kelopak mataku dan kulihat Rain yang sedang mencubit hidung ku dengan gemas .
" Rain , sekarang punya aktifitas baru untuk bangunin Daddy , hm ? " Ucapku dengan suara serak seraya tersenyum kecil dan menahan tangan anak itu
Aku pun mendudukkan tubuhku ditepian ranjang dan menatap Rain yang lebih pendek dariku.
" Mommy bilang Daddy harus dibangunin . kata Mommy , Daddy nanti ada rapat jam— , jam berapa ya ? " Ucap nya seraya memasang wajah berpikir hingga membuat aku tersenyum gemas dan mengacak pelan rambut Rain
" Baiklah , biarkan Daddy mandi dulu , Rain tunggu saja dimeja makan , oke ? " Ucapku dan Rain pun mengangguk paham seraya berlari kecil keluar dari kamarku
Sepeninggal Rain , aku pun langsung berjalan kearah kamar mandi dan mulai melepaskan satu persatu bajuku dan mengguyur selalu tubuhku dengan air dingin .
Setelah menyelesaikan mandiku dan memakai seluar pakaian kerjaku , aku pun langsung turun kebawah dengan jas dan dasi yang masi aku pegang di pergelangan tanganku .
Aku berjalan menuju meja makan dan menemui Rain yang kini tengah terduduk tenang di kursi meja makan .
" Morning , Sayang " Ucapku menyapa Rain seraya mengecup puncak kepala nya dan meletakkan jas dan juga dasi ku di sandaran kursi
__ADS_1
" Morning Daddy " sahut nya ringan
" Dimana Mommy ? " Tanyaku saat tak melihat keberadaan wanita itu
" Masih memasak di dapur , kata Mommy sebentar lagi sarapan pagi nya akan selesai " ucap Rain polos dan aku pun mengangguk paham
" Daddy mau ketempat Mommy sebentar , Rain tunggu disini saja , oke ? " Ucapku seraya menyentuh pucuk kepalanya
Rain pun mengangguk dan aku segera berjalan untuk menghampiri Cindy , aku tersenyum saat melihat Cindy yang terlihat seksi dengan celana pendek dan juga kaos santai yang ia kenakan saat ini .
Saat ini Cindy benar-benar mirip seperti ibu rumah tangga pada umumnya dengan apron abu-abu yang ia kenakan dan aksinya yang lihai dalam memasak membuatnya terlihat sangat sempurna di mataku .
Aku pun berjalan pelan kearah Cindy yang tengah sibuk dengan masakan nya , kupeluk pinggang wanita itu dari belakang hingga membuat Cindy sedikit terkejut karna ulah ku .
Ucapku menyapa Cindy tepat ditelinga sebelah kanannya
Kurasakan Cindy yang awalnya menegang kini kembali rileks dan terus mengerjakan pekerjaannya.
" Morning , bisakah kau melepaskan pelukan ini dan berhentilah memanggilku SweetHeart " ucapnya pelan dan datar hingga membuat aku tertawa pelan dan malah menyenderkan daguku pada bahu wanita itu tanpa menuruti perintahnya
" Tidak bisa , aku suka bau keringatmu , Cindy " ucapku lembut dan pelan
" Lepaskan Renal , aku sedang memasak dan aku sedang buru-buru , sebentar lagi kau akan ada rapat , bukan . jadi , bisakah kau duduk manis disana menungguku seperti anak kita , em maksud ku seperti Rain , hm ? " ucapnya panjang lebar dengan sedikit emosi namun sukses membuat ku tersenyum senang
" Aku suka saat kau mengatakan Rain dengan sebutan anak Kita . dan baiklah aku akan menuruti perintah mu , sayang " Ucapku menggoda Cindy seraya melepaskan pelukan ku pada pinggang nya
__ADS_1
Namun sebelum aku benar-benar pergi dan menunggu dimeja makan aku sempat mengecup kilat pipi Cindy hingga membuat wanita itu terkejut dan menatap sebel kearah ku . Namun entah kenapa aku malah tersenyum seperti orang gila seraya berjalan menuju kearah meja makan .
" Rain " panggil ku saat aku sudah menduduki bokongku pada kursi meja makan
" Iya Dad ? " Sahut nya seraya menatap kearah ku
" Rain , jika Daddy tidak ada , Rain jangan biarkan Mommy dekat dengan siapapun , oke ? " ucap ku memerintahkan Rain hingga membuat Rain memasang wajah bingung
" Kenapa ? " Tanyanya Polos
" Karena jika Mommy dekat dengan seseorang , Keinginan Rain untuk memiliki adik akan terganggu . Rain ga mau kan semua nya jadi batal ? " Ucapku memprovokasi kan anak itu
" Tentu , Rain gak mau batal Dad !! , Rain akan jagain Mommy biar gak dekat dengan siapapun ! , Rain janji ! " ucapnya antusias dan penuh berapi-api hingga membuat aku tersenyum senang walupun sejujurnya aku sedikit merasa bersalah karena sudah membohongi Rain dan memprovokasi pikiran polos anak itu namun aku tidak memiliki pilihan lain , bukan .
" Bagus " ucapku memuji Rain seraya tersenyum dan mengelus lembut kepala Rain
" Kalian ngomongin apa ? " tanya Cindy yang tiba-tiba datang menghampiri kami seraya membawa sesuatu di tangannya dan meletakkan nya di atas meja
Saat Rain hendak membuka mulutnya tiba-tiba aku langsung menutup mulut Rain dengan tanganku.
" Sesuatu yang penting antar dua pria " Ucapku seraya terus menutup mulut Rain dan menatap kearah Cindy hingga membuat wanita itu memutarkan bola matanya dengan malas
Aku pun melepaskan tanganku dari mulut Rain seraya memberi kode pada Rain hingga membuat anak itu mengangguk dan menutup mulutnya rapat-rapat .
Selesai menyiapkan sarapan kami bertiga pun akhirnya menyantap sarapan kami dengan penuh nikmat , sesekali Rain akan bercerita dan sangat berantusias saat tau bahwa dirinya tidak akan di titipkan lagi di Daycare , karna ini adalah impian nya untuk tetap tinggal di rumah bersama Mommy nya .
__ADS_1