
...MASIIH POV CINDY.....
.......
.......
.......
Kini aku terbangun saat merasakan suara berisik yang terdengar di sebelahku , kudengar suara kecil Rain yang sedang bicara hingga membuat aku dengan perlahan membuka mataku
" Daddy , Rain mau adiknya sepuluh ya , Dad " ucap Rain dengan suara riangnya
Aku pun langsung membuka mataku dengan cepat saat mendengar suara riang Rain
" Apa Rain tidak jadi pergi ? " Ucapku dalam hati seraya melihat kearah sekelilingku saat mata ku benar-benar sudah terbuka sempurna namun aku tidak mendapati Rain di sana. .
Aku pun menolehkan kepalaku pada sebelah sisi kiriku dan mendapati Renal yang melihatku dengan senyum kecilnya . belum sempat aku membuka suaraku tiba-tiba aku langsung mendapatkan kecupan singkat dibibirku dari pria itu .
" Selamat pagi , sayang " ucapnya lembut sambil tersenyum setelah mencium kilas bibirku
" Mommy " teriak Rain dengan suara cemprengnya hingga membuat aku menatap keasal suara tersebut
Aku melihat kearah ponsel Renal yang menampilkan wajah Rain dilayar sana , dan kulihat Rain yang melambaikan tangan nya pada ku seraya memamerkan gigi susunya.
Dengan cepat aku pun menutupi bahuku yang terekspos dengan selimut yang ada di dadaku dan membalas sapaan anak itu , seketika Renal menarik tubuhku untuk mendekat kearahnya hingga membuat aku berbantalkan lengan pria itu .
" Rain gak istirahat , nak ? " Tanyaku pada Rain yang ada di sebrang sana seraya mengambil alih ponsel Renal
" Ini Rain mau bobo Mommy , kepala Rain pusing terus Rain juga mual " ucap Rain mengeluh padaku hingga membuat aku merasa iba dan khawatir pada anak itu , kurasa Rain terkena jetleg , pikirku .
Seketika kurasakan sapuan lembut pada pucuk kepalaku saat aku tengah berbicara dengan Rain di sebrang sana bahkan pria itu terus menghujani wajahku dengan kecupan-kecupan lembutnya.
" Renal " panggil ku memperingati pria itu namun Renal hanya mengabaikannya saja
" Daddy manja , ih " teriak Rain saat melihat tingkah Renal saat ini
" Selagi gak ada Rain , Daddy mau manja-manjaan sama Mommy , kalo ada Rain Mommy kan selalu mentingin Rain , Daddy selalu dinomor duakan " ucap Renal dengan wajah menggoda seraya menarik tubuhku kedalam pelukan nya hingga hampir saja membuat ponsel yang ada di tangan ku terhempas kebawah
" Kalo begitu Rain istirahat sekarang ya sayang , okey ? " Ucapku menyuruh anak itu dan Rain pun mengangguk patuh
Seketika kudengar suara seseorang dari sebrang sana yang memanggil nama Rain sebelum anak itu mengakhiri panggilan kami dan kuyakini itu adalah suara Mama , Rain pun akhirnya mematikan sambungan video Call kami .
Aku pun mengembalikan ponsel Renal pada pemiliknya namun pria itu tidak mau menerimanya , ia malah menyembunyikan wajahnya pada lekuk leherku hingga membuat aku hanya menaruh asal ponsel tersebut di atas kasur.
" Renal " Panggilku pelan seraya mengelus lembut kepala pria itu hingga membuat Renal memejamkan matanya dan semakin mengeratkan pelukannya padaku
__ADS_1
" Bukankah kau ingin mengajak ku kencan hari ini , hm ? " Tanya ku seraya terus mengelus rambut pria itu hingga membuat Renal membuka matanya dengan perlahan dan menatapku.
" Kita dirumah saja ya , aku masih ingin bermanja-manja dengan mu " Pintanya hingga membuat aku menjentikkan jariku pada dahi Renal dengan lembut namun pria itu malah mengaduh kesakitan seolah jentikan jariku sangat keras dirasakan nya
" Ini sudah pagi , Renal " ucapku lagi tanpa merasa bersalah
" Lalu ? . Aku hanya ingin berbaring disamping mu , sayang . atau kau ingin kita melanjutkan yang semalam " ucap Renal dengan sangat frontal nya hingga membuat aku merasa malu dan kesal secara bersamaan
" Renal , bukankah semalam sudah lebih dari cukup bahkan aku tidak yakin bisa berjalan dengan sempurna saat ini " ucapku mengeluh namun Renal hanya tersenyum lucu sambil mencium ringan pipiku
Renal pun mendudukkan tubuhnya dan segara turun dari ranjang seraya mengambil celana boxer miliknya dan langsung mengenakan nya tanpa malu .
Aku yang melihatnya pun langsung mengalihkan pandanganku karna malu dan entah kenapa tiba-tiba pipiku terasa sangat panas saat ini .
" Biar ku mandikan " ucap Renal pelan tepat di telingaku seraya mengangkat tubuhku hingga membuat aku terkejut karna ulahnya
" Tidak Renal , aku bisa sendiri " ucapku menolak namun Pria itu tak kunjung menurunkan tubuhku
" Tidak sayang , bukankah semalam kita sudah terlalu berlebihan ? " Ucapnya lembut hingga sukses membuat aku kembali merasa malu
" Renal..." Ucapku malu hingga membuat pria itu tersenyum senang
" Baiklah aku mengerti , namun kau bisa memandikan ku juga jika kau mau , sayang " ucap Renal menggoda ku seraya menaik turunkan alisnya sambil tersenyum senang
" Apa yang kau pikirkan , hm ? " Tanya Renal seketika saat melihat aku yang terus tersenyum saat kami berjalan menuju kamar mandi
" Bukan urusan mu " ucapku acuh
" Biar aku tebak , kau pasti sedang memikirkan tentang ku kan ? " Ucap Renal menggoda ku seraya mendudukkan ku di dalam bathup
" Renal " Panggilku pelan hingga membuat Renal yang saat itu hendak mengisi air kedalam bathup pun melihatku dan berjongkok seraya menyamai tinggi posisi tubuhku
" Hm ? " Sahutnya tepat didepan ku
" Apa kau tidak akan meninggalkan ku lagi ? " Tanyaku seraya menatap khawatir kearah pria itu
Seketika ada sedikit keraguan yang tersisa dalam diriku saat ini , aku ingin kembali mendengar janji yang keluar dari mulut pria itu walaupun aku tau janji yang sebelumnya dibuat saja bisa dilanggar olehnya namun tidak ada salahnya bukan jika aku harus membuat seseorang berjanji lagi .
" Aku janji tidak akan meninggalkan mu Cindy , kapanpun dan apapun yang terjadi " Ucapnya mantap penuh keyakinan
Aku pun menatap kearah pria itu tepat di manik matanya dan Kulihat keseriusan disana hingga membuat aku merasa sedikit lega .
" Renal " Panggilku lagi hingga membuat Renal menggerakkan sedikit kepalanya tanda menyahuti panggil ku seraya menatap lembut kearah ku .
" Apa kau mencintaiku ? " Tanyaku penasaran hingga membuat pria itu tersenyum lembut kearah ku
__ADS_1
" Tentu saja aku mencintaimu , Sayang " ucapnya gemas seraya mencubit pelan ujung hidung ku
" Apa masih ada pertanyaan lain ? " Tanya Renal padaku hingga membuat aku dengan ragu kembali bertanya
" Jika aku meninggalkan mu , apa kau masih akan berada disisiku ? " Tanyaku ragu-ragu hingga membuat Renal merubah ekspresi wajahnya
" Kau ingin meninggalkan ku , hm ? . Tidak aku tidak akan meninggalkan mu sampai kapanpun . aku mencintaimu Cindy sangat-sangat mencintaimu , bisakah kau hanya berpegang teguh pada perasaan ku ? , aku tidak akan berjanji untuk tidak menyakitimu tapi aku berjanji akan berusaha membuatmu bahagia bersama ku dan tetap berada disisimu sampai kapanpun " ucapnya panjang lebar penuh keyakinan hingga membuat aku memeluk tubuhnya secara tiba-tiba
Renal yang mendapat perlakuan tersebut pun merasa sedikit kaget namun pria itu langsung membalas pelukan ku.
dengan erat hingga kurasakan kulit kami saling bersentuhan satu sama lain.
" Aku tidak akan meninggalkan mu , Renal " Ucapku pelan
" Tentu saja , kau tidak boleh meninggalkan ku , sayang " sahutnya seraya mengecup lembut pundak telanjangku
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah menyelesaikan mandi , aku pun segera keluar dan meninggalkan Renal yang masih membersihkan tubuhnya , entah kenapa pria itu suka sekali berlama-lama dikamar mandi .
Dengan perlahan aku menuruni anak tangga setelah selesai menghias diriku , saat ini pinggang ku terasa sedikit sakit karena ulah pria itu semalam . Seketika wajahku terasa memanas setiap kali mengingat kegiatan kami tadi malam , di tambah saat aku berkaca tadi rasanya aku ingin sekali mengutuki bibir Renal karna sudah membuat banyak tanda ditubuhku saat ini .
Aku melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi , Seketika aku membuang nafasku dengan pelan saat mengingat sosok Rain , tidak ada Rain di tempat ini memang terasa sangat sepi dan berbeda .
Aku berjalan kearah dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk aku dan Renal , aku berniat untuk membuat bacon sebagai sarapan pagi kami .
Sembari menunggu tiba-tiba tanganku reflek mengelus perut datar ku , Entah sudah berapa banyak semburan yang masuk kedalam tubuhku malam tadi .
Sejujurnya ketakutan terbesarku saat ini adalah mengenai sesuatu yang benar-benar bisa berada didalam perut ku , aku takut jika Renal akan meninggalkan ku seperti saat aku tengah mengandung Rain dulu . bayangan-bayangan itu terus saja bermunculan dalam benak dan pikiran ku hingga membuat aku kembali terus merasakan ketakutan .
Sebisa mungkin aku segera menyingkirkan pikiran itu dalam benakku , aku terus meyakinkan diriku bahwa Renal tidak akan meninggalkan ku lagi , kali ini aku harus percaya pada nya , bukan ? .
Setelah selesai menyiapkan sarapan , aku pun segera menghidangkannya dimeja makan , dan kulihat Renal kini sudah duduk manis menunggu sarapannya di sana.
Pria itu pun langsung berdiri saat melihat kedatangan ku dan membantuku untuk membawa makanan yang saat itu tengah aku pegang dan diletakkannya dimeja makan bahkan pria itu juga berinisiatif untuk melayani ku seperti memberikan ku segelas susu dan air mineral yang ia tuang sendiri.
" Kenapa ? " Tanyaku heran , pasalnya ini adalah kali pertamanya Renal melayani ku seperti ini dan hal itu membuat aku merasa sedikit aneh
" Tidak ada apa-apa , Aku hanya ingin sesuatu yang sedang bertaruh disana menjadi sehat dan benar-benar berada dalam perutmu " ucapnya santai sambil tersenyum senang hingga membuat aku menggelengkan pelan kepala ku tanda tak habis pikir dengan jalan pikiran pria itu
" Belum tentu aku bisa hamil lagi Renal , mungkin dulu hanya kebetulan ? " Ucapku begitu saja
" Setidaknya kita harus mencobanya , Sayang " ucap Renal tidak mau kalah sambil terus tersenyum lembut
Aku pun memilih untuk diam dan menikmati Bacon yang telah kubuat begitu pula dengan pria itu , sesekali Renal akan mengajak ku berbicara sampai akhirnya kami pun menyelesaikan sarapan pagi kami dan bersiap-siap untuk menikmati kencan kami .
__ADS_1