
Happy Reading!😊
Keesokan harinya, Vira berangkat sekolah seperti biasa. Kini Vira lebih pendiam, bahkan pada mbok Ayu dan mang Setno.
Vira melihat orang tua Robi datang ke sekolah. Vira tidak ambil pusing, dia tetap melanjutkan aktivitasnya di sekolah.
Di kelas Vira sedang membaca buku.
Brak,, seseorang menggebrak meja Vira. Semua mata tertuju pada Vira dan orang itu.
Vira menatap sekilas, kemudian melanjutkan aktivitas membaca bukunya.
"Di mana Robi?" tanya Nino, orang yang menggebrak meja Vira. Sekaligus teman Robi.
Vira tidak menjawab pertanyaan Nino.
"Hey! Apa kau t*l*?" tanya Andre yang juga teman Robi.
Lagi-lagi tak ada jawaban dari Vira.
Nino mengambil buku yang dibaca Vira, kemudian mel*mparnya ke sembarang arah.
Vira menatap Nino dan Andre dengan tajam. Nino dan Andre sempat takut pada tatapan Vira. Namun karna mereka sudah terlanjur berbuat, maka harus mereka teruskan. Jika mereka berhenti ditengah jalan, maka mereka yang akan malu.
Vira berjalan mendekat ke arah Nino. Vira m*nc*ngkr*m kerah baju Nino, dan mengangkatnya.
"Jangan ganggu aku!" Vira melepaskan c*ngkr*m*nnya dan mendor*ng tubuh Nino ke belakang.
Nino terjatuh. Andre membantu Nino untuk berdiri.
Vira mengambil buku yang sudah dilepar oleh Nino. Kemudian dia membacanya lagi.
"Hey, kami bertanya dengan baik-baik" ucap Andre.
"Kalo kalian tanya baik-baik, gak usah pake lemp*rin buku aku" ucap Vira.
Nino dan Andre terdiam. Tidak biasanya Vira menjawab perkataan mereka.
"Di mana Robi?" Nino mengulangi pertanyaan yang sama pada Vira.
"Aku gak tau" jawab Vira.
"Jangan bohong kamu. Bukankah kemarin Robi bersama kamu" sangkal Nino.
"Itu kemarin. Sekarang mana? Robi tidak bersama aku kan?" ucap Vira.
__ADS_1
"Jangan bohong kamu" ucap Nino.
"Ya udah kalo gak percaya" Vira melanjutkan membaca buku.
Nino hendak berbicara lagi, namun Andre mencegahnya.
"Udah No, gak ada gunanya kita nanya sama dia" cegah Andre.
Nino dan Andre keluar dari kelas Vira.
Sepulang sekolah.
Vira sudah berada di rumahnya.
Ting tong,, bel rumah berbunyi.
Dewi membuka pintu Rumah. Tampak ada polisi dan orang tua Robi.
"Iya, ada apa ya?" tanya Dewi yang bingung.
"Begini bu, kedatangan kami kemari untuk menemui Vira" jawab komandan polisi.
"Vira?" tanya Dewi.
"Iya bu. Dari kemarin Robi tidak pulang. Menurut teman-temannya, mereka melihat Robi terakhir kali bersama dengan Vira. Jadi kami ingin menanyakan sesuatu pada Vira" jawab komandan polisi.
"Apakah Vira ada di dalam?" tanya komandan polisi itu
"Ah, iya. Vira ada di dalam kok" jawab Dewi.
"Siapa ma?" tanya Indra dan Indri menemui Dewi.
"Sayang, tolong panggilin Vira gih. Katakan ada yang ingin bertemu denganya" titah Dewi.
"Baik ma" Indra dan Indri menuruti perkataan Dewi.
Indra dan Indri pergi ke kamar Vira.
"Ndra, ada apa ya? Kok ada polisi dan orang tuanya Robi segala?" tanya Indri.
"Mungkin mereka sedang mencari Robi. Katanyakan, Robi dari kemarin gak pulang" jawab Indra.
"Tapi apa hubungannya sama Vira?" tanya Indri penasaran.
"Gak tau, nanti kita juga tau" jawab Indra.
__ADS_1
Vira sudah berada di ruang tamu. Kini di ruang tamu ada Vira, Dewi, polisi dan orang tua Robi.
Vira tidak menampilkan wajah tersenyum ataupun cemberut. Vira hanya menampilkan wajah dinginnya. Untuk kedua kalinya Vira bertemu dengan polisi yang dulu menangani kasus kem*t*an Devan.
"Nak Vira, apa benar nak Vira kemarin bersama Robi? Kami mendapat informasi dari teman-teman Robi, yang melihat nak Vira bersama dengan Robi" tanya polisi mengintrogasi Vira.
"Iya" jawab Vira singkat.
"Lalu pergi ke mana kalian?" tanya polisi.
"Di mana anak saya?" tanya ibunya Robi.
Vira terdiam. Dia tidak mau menjawab pertanyaan polisi dan ibunya Robi. Vira sedih melihat Robi begitu disayang oleh semua orang. Padahal, Robi itu anak yang tidak baik.
"Nak, Vira" komandan polisi membuyarkan lamunan Vira.
Vira tersadar dari lamunannya. Vira melihat ke arah komandan polisi.
"Em,, Ya. Kemarin aku sama Robi" Vira mulai menjawab pertanyaan. "Robi bilang dia ingin mentraktir aku, jadi kami pergi bersama. Tapi saat kami sedang berjalan bersama, tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan kami. Orang itu mengaku pamannya Robi" ucal Vira berbohong.
"Paman Robi?" tanya ibu Robi.
"Iya. Robi juga kenal dengannya. Robi dan orang yang mengaku pamannya berbicara sebentar, lalu aku disuruh pulang duluan" jawab Vira.
"Lalu kamu pulang?" tanya komandan polisi.
"Iyalah, terus saya harus ke mana lagi?" jawab Vira.
"Ke mana orang itu membawa Robi?" tanya komandan polisi.
"Ke hutan belakang sekolah" jawab Vira.
Vira sengaja memberitahukan letak keberadaan Robi, karna Vira tidak tega melihat ibu Robi yang terus menangis berharap Robi cepat ketemu.
"Hutan belakang sekolah?" gumam semua orang.
"Seperti apa ciri-ciri orang itu?" tanya ayah Robi.
"Em,, aku lupa paman. Kemarin kepalaku sakit. Jadi aku kurang ingat seperti apa ciri-cirinya" jawab Vira beralibih.
Vira tidak mungkin memberitahukan kalau Robi sudah men*nggal. Dan Vira lah, penyebab Robi men*nggal.
Setelah cukul lama mengintrogasi Vira, semua orang memutuskan untuk mengecek ke hutan belakang sekolah.
Terima kasih sudah mampir
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak
Tbc..