Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Bertengkar


__ADS_3

Happy Reading!😊


Bima sedang dan anak buahnya sedang memecahkan kasus kemat*an yang ada di sekolah. Bima sangat prustasi karna tidak juga mendapat petunjuk.


Seharusnya, kemarin Bima tidak pulang lebih cepat. Karna Bima mendapatkan ada pembun*han di wilayahnya, Bima segera pulang. Bima takut terjadi apa-apa pada Vira.


"Maaf bos, kami tidak menemukan petunjuk apapun" ucap salah satu anak buah Bima.


"Iya bos, kami sudah mengecek semua lokasi, namun tidak ada jejak sedikitpun. Pembun*h itu sepertinya sudah sangat ahli" timpal salah satu anak buahnya lagi.


Prang,, Bima melempar gelas minumam yang ada di mejanya.


Semua orang teridam. Mereka tak berani berkata.


"Kerja kalian tidak becus. Menangkap satu pembun*h saja tidak bisa. Percuma aku menyuruh kalian" teriak Bima.


Bima mengatur nafasnya dan berpikir.


"Aku rasa, pembun*h itu berada di dalam sekolah" ujar Iqbal.


Bima mengerutkan keningnya.


"Maksudku, dia warga sekolah. Dia dengan leluasa bisa masuk dan ke luar dari area sekolah" jelas Iqbal.


Bima terdiam. Tiba-tiba dia mengingat sesuatu.


"Apa putriku ada di sini?" tanya Bima.


"Ya bos. Nona Syavira ada di ruang latihan bersama Rendi, Roy, dan Nathan" jawab anak buah Bima.


"Panggil putriku ke sini" titah Bima dan dianggukki oleh anak buahnya.


Beberapa menit kemudian.


Vira datang bersama teman-temannya.


"Apa ayah mencariku?" tanta Vira.


"Ya" balas Bima. "Tinggalkan kami berdua" usir Bima.


Semua orang meninggalkan Vira dan Bima berdua.

__ADS_1


"Ada apa ayah?" tanta Vira.


"Kamu pasti sudah tau pembun*han di sekolahmu" ucap Bima.


Kenapa ayah bertanya hal ini? pikir Vira dalam Hati.


"Ya, aku tau" jawab Vira.


"Kamu juga tau kan, sampai sekarang polisi belum menemukan pelaku yang sebenarnya?" tanya Bima.


"Ya, aku tau ayah" jawab Vira.


"Dan kamu juga tau, ayah sampai sekarang tidak tau siapa pelaku pembun*han itu. Anak buah ayah tidak dapat petunjuk" tutur Bima.


Vira diam tak berbicara.


"Sekarang ayah tanya, sama kamu. Apa kamu pelaku pembun*han itu?" tanya Bima dengan tegas.


"..." Vira terdiam tak menjawab.


"Jawab" ucap Bima semakin tegas.


"..." Vira masih diam.


"Ya. Aku yang membun*hnya" jawab Vira sambil menatap Bima.


Bima merasa tak percaya dengan pengakuan Vira. Bima mengusap wajahnya gusar.


"Kenapa Vira? Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Bima.


"Bukan kah ayah tau semuanya tentangku?" Vira balik bertanya.


Bima terdiam.


"Bukan aku yang memulai duluan. Tapi dia, yang sudah memancing kemarahanku" ucap Vira dengan nafas yang memburu.


"Tapi tidak seperti itu, kamu bisa bicara pada ayahkan? Ayah yang akan turun tangan. Ayah takut kamu akan tertangkap" ucap Bima.


"Kapan yah? Kapan aku bisa bicara dengan ayah? Ayah selalu tidak di rumah. Bagaimana bisa aku bicara pada ayah" ucap Vira menahan air mata yang menetes.


"Kamu tau kan, ayah itu.." ucapan Bima dipotong oleh Vira.

__ADS_1


"Ya, aku tau itu. Tapi ayah juga sudah tau aku. Aku tidak akan meminta bantuan pada siapapun selagi aku bisa. Aku tidak mau bergantung pada orang lain" potong Vira.


Bima terdiam.


Setelah mengucapakan itu, Vira berjalan ke luar ruangan tanpa pamit pada Bima. Sementara Bima hanya bisa menatap kepergian Vira.


Vira ke luar ruangan dengan emosi yang meluap. Saat Vira ke luar, di sana banyak anak buah yang menunggu pembicaraan Vira dan Bima berakhir. Namun mereka tidak bisa mendengar pembicaraan Bima dan Vira dari dalam. Karna ruangan Bima kedap suara.


Semua orang tidak berani bertanya pada Vira. Mereka takut melihat wajah nona kecil mereka penuh dengan amarah. Vira berjalan menuju satu ruangan. Rendi, Roy dan Nathan mengikuti Vira.


"Vir, lo kenapa?" tanta Rendi.


"Iya Vir, ko lo kayak marah gitu?" timpal Roy.


"Vir, jelasin ke kita" pinta Nathan.


*Bugh,,


Bugh,,


Bugh*,,


Vira tidak memperdulikan pertanyaan teman-temannya. Vira terus memukul samsak yang ada di depannya. Ya,, Vira sebenarnya pergi ke ruang latihan untuk melampiaskan emosinya.


Teman-temannya sudah lelah bertanta pada Vira. Akhirnya mereka memutuskan akan menunggu Vira selesai dengan aktivitasnya.


"Apa dia gak capek apa?" tanya Rendi.


"Gue rasa, dia bukan keturunan manusia" jawab Nathan.


"Bener tuh. Kayaknya dia keturunan ibl*s deh" timpal Roy.


Di saat Rendi, Roy dan Nathan sedang memperhatikan Vira, tiba-tiba ada orang yang langsung menghampiri Vira dan berduel dengan Vira. Rendi, Roy dan Nathan membulatkan mata mereka. Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat ini.


Em,, kira-kira siapa ya yang berduel dengan Vira?


Nantikan terus lanjutannya..


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😆

__ADS_1


Tbc..


__ADS_2