
Vira kembali ke rumahnya. Dia merutuki dirnya sendiri. Kenapa dia membantu Hani? Tidak seharusnya di membantu Hani. Tapi dari awal tujuan Vira memang bukan untuk membantu Hani. Vira hanya ingin melampiaskan kemarahannya, sudah itu saja.
Vira masuk ke dalam kamarnya. Dia hampir lupa apa tujuan awalnya datang ke sini. Diliriknya jam yang terpasang di dinding kamar Vira. Jam itu menunjukan pukul 00.35. Ternyata cukup lama juga Vira keluar.
Vira kelur dari kamarnya. Vira mengendap-endap seperti orang yang mau maling. Vira berjalan menuju kamar Dewi. Sejak Vira kembali dari hutan, dia tidak melihat sosok Dewi. Ternyata apa yang dikatakan mbok Ayu benar adanya.
Vira cukup leluasa masuk ke kamar Dewi. Tidak akan ada yang melihatnya. Indra dan Indri sudah tidur.
Dyra mendekat ke arah lemari Dewi. Vira membuka lemari itu. Vira mencari apa yang ingin dia ambil. Setelah cukup lama Vira mencari, akhirnya Vira menemukan apa yang dia cari.
Vira tersenyum. Dia mengambil 10 lembar uang berwarna merah. Vira menyembunyikan uang itu dibalik bajunya. Setelah itu Vira kembali ke kamarnya dengan senang.
Vira hanya mengambil sedikit harta Dewi. Jumlah yang Vira ambilpun, tidak akan membuat Dewi sampai bangkrut.
Sesampainya di kamar, Vira segera menyimpan uang itu di dalam tasnya. Dia yakin, kalau Dewi tidak akan curiga padanya.
...***...
Keesokan harinya. Seperti yang sudah direncanakan, Vira akan kembali ke panti. Vira diantarkan oleh Dewi.
Sebelum pergi, Vira berpamitan dengan mbok Ayu dan mang Setno.
"Mbok, mang, Vira pergi ya" ucap Vira Vira.
"Iya non. Jaga kesehatan non ya" balas mbok Ayu.
"Jaga juga diri non" timpal mang Setno.
"Iya mbok, mang" balas Vira.
"Non akan ke sini lagi kan?" tanya mbok Ayu.
"Em,, ya. Kalo ada waktu, Vira pasti akan berkunjung ke sini" jawab Vira.
Sebenarnya Vira tidak yakin akan jawabannya itu.
"Mbok akam menunggu non Vira" ucap mbok Ayu.
Vira hanya tersenyum.
Setelah berpamitan, Vira menaiki mobil Dewi dan pergi menuju panti.
__ADS_1
2 jam kemudian, Vira sudah sampai di panti.
"Terima kasih" ucap Vira.
"..." Dewi tidak menjawab ucapan terima kasih dari Vira.
Tanpa mengucapkan apapun lagi, Vira masuk ke area panti dan langsung menuju kamarnya.
Saat sampai di kamar, Vira tidak menemukan siapapun. Pada jam segini, biasanya anak-anak panti akan ke hutan belakang panti untuk mencari kayu bakar.
Vira segera menyimpan tasnya dan pergi ke hutan belakang panti. Vira sudah memegang alatnya untuk mencari kayu bakar. Vira mengedarkan pandangannya mencari sosok April. Setelah menemukan April, Vira berjalan ke arahnya.
Vira berdiri di sebelah April. April menolehkan kepalanya karna ada yang berdiri di sebelahnya.
"Vira" ujar April senang.
Vira tersenyum melihat April yang senang.
"Kapan kamu kembali?" tanya April bersemangat.
"Baru saja" jawab Vira.
"Aku bosan jika harus menunggu kau kembali" balas Vira.
"DIAM!" sentak bu Titi yang sudah berdiri di belakang Vira dan April.
April tak berani menjawab bu Titi. April menundukkan kepalanya karna takut. Berbeda dengan April, Vira malah menatap tajam bu Titi dan memberikan perlawanan.
Bu Titi menelan slavinanya dengan susah payah. Ya,, tidak bisa dipungkiri kalau bu Titi agak takut kepada Vira. Apalagi saat ini Vira menatapnya seakan ingin menerkamnya hidup-hidup. Bu Titi melihat pada tangan Vira. Tangan Vira mengepal kuat sambil memegang parang.
Perlahan bu Titi memundurkan tubuhnya. Bu Titi bergidik ngeri melihat tampilan Vira. Vira bagaikan ibl*s dalam bentuk gadis kecil yang lugu.
Bisa jadi, jika bu Titi didak memundurkan tubuhnya, maka kepalanya tidak akan ada pada tempatnya lagi.
"Em,, maksud ku masih banyak pekerjaan. Jadi jangan banyak bicara" ucap bu Titi. Setelah mengatakan itu, bu Titi langsung menjauh dari Vira.
"Wah,, Vir, sepertinya bu Titi takut padamu" ujar April setelah kepergian bu Cece.
"Sudah seharusnya dia takut" balas Vira.
Singkat Cerita, kini Vira dan April sedang berada di kamar. Mereka sedang beristirahat.
__ADS_1
"Vir, bagaimana? Apa kamu senang saat kamu pulang?" tanya April yang mulai kepo.
"Ya, aku senang" jawab Vira.
Vira menceritakan apa saja yang dia lakukan saat dia pulang. Mulai dari Dewi dan anak kembarnya yang mencoba merendahkan Vira, namun Vira membalikkan semuanya. Vira membun*h seorang pria dan juga Vira mencuri uang Dewi.
Mencuri uang Dewi, memang tujuan utama Vira.
April membuka mulutnya karna rasa tak percaya pada Vira.
"Vir, kamu serius melakukan itu semua?" tanya April memastikan.
Vira menganggukkan kepalanya.
"Vira, baru sehari kamu di sana sudah membuat banyak sekali agenda. Bagaimana jika kamu selamanya di sana?" tany April.
Vira hanya menggedikkan bahunya.
"Apa kamu membawa uangnya?" tanya April.
"Tentu saja" jawab Vira.
"Vir, kamu benar berantem sama pria dengan keadaan telanjang?" tanya April yang agak geli mendengar cerita Vira saat bagian itu.
"Iya. Tapi bukan aku yang telanjangnya, pria itu yang telanjang" jawab Vira. "Memikirkannya saja aku jijik" lanjut Vira.
"Heheh,, itu pengalaman bagimu" ucap April.
Vira hanya tersenyum.
"Heheh,, aku yakin kalau sekarang, Indra dan Indri sedang dimarahi oleh wanita ular itu" ujar Vira.
Vira sangat senang. Karna sebelum dia pulang, Vira sudah menyusun rencana agar terjadi kesalahpahaman antara Indra, Indri dan Dewi.
Vira menyelipkan 1 lembar uang Rp. 100.000,00 di lemari pakaian Indra dan Indri. Jadi jika Dewi sadar uangnya sudah hilang, maka dia akan menggeledah seluruh ruangan untuk mencari pencuri uangnya. Dan Indra dan Indri lah yang akan disalahkan. Karna terdapat uang Rp. 100.000,00 di lemari mereka.
Terima kasih sudah mampir
Jangan lupa tinggalkan jejak
Tbc..
__ADS_1