
Happy Reading!😊
Vira membaringkan jenazah April di atas tempat tidurnya. Vira menyelimutinya seperti orang yang sedang tidur.
Vira menyiapkan apa saja yang akan dibawanya. Uang sudah pasti dibawa. Vira juga membawa beberapa baju. Semua barang itu dimasukan ke dalam tas berukuran sedang milik Vira.
Kini Ditangan Vira sudah ada gasolin. Vira bersiap untuk membakar sesuatu. Tapi bukan kabel yang akan dibakar oleh Vira, melainkan gorden jendela.
Vira membakar ujung gorden itu dengan begitu kain gorden yang meleleh akan jatuh ke kabel. Hal itu akan menyebabkan kebakaran.
Setelah terbakar, Vira bergegas keluar. Sebelum ke luar, Vira berbicara pada April dulu.
"Pril, maafkan aku karna akan membak*r tubuhmu. Tidak ada pilihan lain Pril. Kamu yang memilih jalan ini. Mulai sekarang kamu akan mempunyai identitas. Tapi bukan sebagai April. Melaikan sebagai Vira" tutur Vira.
"Aku pamit. Sekali lagi tolong maafkan aku. Aku akan selalu mendoakanmu" lanjut Vira.
Setelah mengatakan itu, Vira keluar dari kamar itu. Vira mengunci kamar itu dan kuncinya Vira taruh di kamar bu Titi.
Setelah menaruh kunci, Vira bersembunyi di kamar mandi yang terletak di area paling depan panti. Setelah 10 menit menunggu, akhirnya terdengar suara kericuhan.
Vira keluar dari kamar mandi, dan berlari menuju gerbang. Dari pinggir jalan, Vira melihat ke arah panti. Kepulan asap keluar dari salah satu ruanga.
"Selamat tinggal ner*ka dunia" ucap Vira tersenyum licik.
Vira berlari ke arah kiri. Vira harus bisa berlari sejauh mungkin. Setelah 15 menit berlari, akhirnya Vira sampai di tempat pengisian bahan bakar. Tapi bukan SPBU. Vira melihat ada sebuah mobil bak terbuka yang atasnya ditutupi oleh terpal.
Vira naik ke mobil itu dan duduk di dalamnya. Beruntung karna pengemudi mobil itu sedang ke kamar mandi.
5 menit kemudian, mobil itu melaju entah ke mana. Vira juga tidak mempermasalahkan ke mana arah mobil itu.
Saat ini Vira sangat lelah. Kepalanya sangat pusing dan tubuhnya menggigil. Tak terasa, Vira sudah tertidur dalam mobil itu.
__ADS_1
Kasus kebakaran itu pasti akan ditangani oleh polisi. Kasus itu akan membuat geger di daerah itu.
Vira sengaja mengunci kamarnya dan menyimpan kunci itu di dalam kamar bu Titi. Dengan begitu, polisi akan curiga pada bu Titi. Polisi akan berfikir bu Titi penyebab kebarakan itu. Bu Titi sengaja membak*r kamar disaat Vira sedang tidur.
Meskipun akan ada 2 pendapat dalam kasus ini, tapi bu Titi tetap akan menjadi orang yang dicurigai sebagai tersangka.
...***...
Perjalanan Vira berlangsung sepanjang malam. Vira terbangunkan oleh cahaya yang menyinari matanya.
"Eh, kenapa ada gadis di dalam mobilku?" tanya pengemudi mobil. "Hei,, nak bangun" pengemudi mobil itu membangunkan Vira denga menggoyangkan tubuhnya.
Vira terbangunkan oleh suara pengemudi mobil itu, serta oleh cahaya matahari.
"Em.." Vira mulai bangun.
Vira menetralkan penglihatannya. Vira menyipitkan matanya karna sinar matahari yang cukup panas.
"Ini di kota XX" jawab pengemudi itu.
"Apakah jauh dari kota AA?" tanya Vira.
"Sangat-sangat jauh" jawab pengemudi moboli itu lagi.
Vira menganggukkan kepalanya. Vira turun dari mobil.
"Hei, nak ke mana tujuanmu?" tanya pengendara mobil itu.
"Entahlah, aku hanya ingin pergi jauh" jawab Vira.
"Apa kau baik-baik saja? Kau tampak kurang sehat"
__ADS_1
Wajah Vira tampak pucat pasi.
"Ya, aku tidak papa" jawab Vira.
"Ayo, paman antar kamu ke dokter" ajaknya.
"Tidak paman. Tidak usah" tolak Vira
Vira merogoh tasnya dan mengambil 2 lembar uang Rp. 100.000.
"Ini paman" Vira menyodorkan uang itu pada paman pengemudi mobil.
"Untuk apa ini?" tanyanya tidak mengerti.
"Untuk ongkosku" jawab Vira.
"Tidak usah nak. Untukmu saja" tolaknya.
"Tidak paman. Terimalah ini, aku tidak mau berhutan budi pada orang lainc tolak Vira.
"Baiklah, aku akan mengambil satu saja" pengendara mobil itu membawa 1 lembar Rp. 100.000. "Terima kasih" lanjutnya.
"Iya. Aku juga berterima kasih padamu" balas Vira.
Vira pergi meninggalkan paman itu. Vira tidak tau dia berjalan ke mana. Hanya saja, dia ingin mencari temlat duduk.
Kini Vira berada di kota baru. Semua orang baru, Vira tidak kenal satu orangpun di kota ini. Tapi Vira harus bisa hidup. Ini jalan yang sudah diambilnya.
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
__ADS_1
Tbc..