
Anak buah Hanny memberikan cambuk yang diminta oleh Hanny. Anak buah Hanny yang lain membuka ikatan Vira. Kini Vira duduk di lantai dengan tangan terikat di belakang. Vira tau apa yang akan Hanny lakukan padanya. Vira tidak merasa takut sedikitpun.
Hanny tersenyum miring. "Lihat apa yang akan aku lakukan padamu."
"Gue gak takut sama lo. Emang apa yang bisa lo lakuin ke gue?" Vira menatap Hanny dengan tatapan menantang.
Hanny mendekat pada Vira sambil mengusur cambuk.
Slash..
Slash...
Slash...
Hanny mencambuk Vira 3 kali. Cambukan Hanny sangat kuat hingga meninggalkan bekas.
"Sakit?" tanya Hannya.
Vira menggigit bibir bawahnya guna menahan rasa sakit yang ditimbulkan dari cambuk Hanny.
Hanny tersenyum miring. Dia tau Vira sedang menahan sakit. Dengan sengaja Hanny melanjutkan cambukan pada Vira.
Slash..
Slash...
Slash...
Slash..
Slash...
Slash...
Slash..
Slash...
__ADS_1
Slash...
Meski sudah banyak cambukan yang tertuju padanya, Vira tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Dia masih setia menahan rasa sakitnya dalam diam.
"Apa kau kesakitan?" tanya Hanny.
Vira menatap Hanny dengan tatapan yang semakin menantang.
"Heh, rupanya kau belum menyerah. Baiklah kalo begitu, aku akan memberi hadiah lain padamu."
Hanny mengeluarkan botol kecil dari dalam saku bajunya. Hanny membuka botol itu. Dia mendekati Vira dan memegang dagu Vira. Hanny memaksa Vira meminum isi dari botol itu. Vira berusaha memberontak. Tapi dia tak bisa melawan. Hanny berhasil memasukan isi botol itu ke dalam mulut Vira.
"Uhuk.. Uhuk.." Vira terbatuk.
Hanny tersenyum sini. "Aku akan memberimu waktu 12 jam untuk berpikir. Aku masih mau menerimamu sayang. Kau pasti tau aku tidak memberimu minuman biasa. Dalam waktu 12 jam kau akan merasakan sakit yang luar biasa. Seluruh tubuhmu tidak akan bisa bergerak. Hanya aku yang bisa menyembuhkanmu. Jadi pikirkanlah baik-baik."
Setelah mengatakan itu, Hanny melenggang pergi. Hanny menjeda langkahnya.
"Biarkan dia seperti itu. Dia tidak akan bisa ke mana-mana. Untuk bergerakpun pasti susah." titah Hanny pada anak buahnya.
"Baik bos."
"Lihat aja Hanny. Gue ku balas berkali lipat semua perbuatan lo." tekad Vira. Mata Vira tidak bisa terbuka sempurna lagi. Vira memejamkan matanya dan tidak sadarkan diri.
Vira membuka matanya. Entah sudah berapa lama dia tertidur. Vira. Masih ditempat yang sama dengan posisi yang sama.
Kenapa ayah belum dateng? Apa ayah gak nerima sinyal dari gue? Pikir Vira.
Vira tidak tau pukul berapa ini.
"Hey, pukul berapa ini?" tanya Vira pada anak buah Hanny.
"..." tak ada satupun anak buah Hanny yang menjawab.
"Kalian tuli? Gue nanya gak jawab. Gue cuman nanya doang." kesal Vira.
"Pukul 07.00." jawab salah seorang anak buah Hanny.
__ADS_1
Vira harus keluar dari sini. Dia tidak boleh berada lebih lama di sini.
"Hey antar gue ke toilet." ucap Vira.
Tak ada yang membalas Vira.
"Oh.. Ayolah. Cuman ke toilet doang. Semaleman gue gak buang air. Kalian mau gue buang air di sini? Kalian mau bos kalian marah?" Vira berusaha membujuk anak buah Hanny.
Anak buah Hanny saling bertatapan. Benar juga apa yang dikatakan Vira. Bagaimana jika Hanny marah karna Vira buang air di sana. Karna melihat kondisi Vira, mereka yakin Vira tidak akan melawan. Lagipula Hanny sudah mengatakan Vira tidak bisa ke mana-mana. Akhirnya anak buah Hanny mau mengantar Vira ke toilet.
Vira pergi ke toilet diantar oleh salah satu anak buah Hanny.
"Cepatlah." titah anak buah Hanny saat berada di depan toilet.
"Buka dulu ikatan ini. Gue gak bisa cebok dong kalo tangan gue diiket gini." ucap Vira.
Anak buah Hanny melepaskan ikatan tangan Vira.
Vira masuk ke dalam toilet. Toilet itu sangat sempit ukurannya hanya 50×60 cm. Vira melihat ada jendela di atas dinding toilet. Vira tersenyum. Jendela itu akan mempermudah Vira rencana Vira.
Vira membuka pintu toilet. Vira tersenyum pada anak buah Hanny.
"Lo gak mau masuk?" tanya Vira.
Anak buah Hanny mengerutkan keningnya.
"Cuman ada kita berdua. Denger, meski gue gigolo si j4lang itu, tapi gue masih normal. Gue suka sama cowok. Gue gak pernah suka sama cewek. Apalagi sama si j4lang brengsek itu." ucap Vira.
Anak buah Hanny hanya diam tak membalas.
"Lo gak mau nemenin gue? Yah.. Gue kecewa. Padahal punya lo pasti gede. Dan punya gue sempit. Lo yakin gak mau?" Vira tersenyum menggoda pada anak buah Hanny.
Vira keluar dan membelai dada anak buah Hanny. Vira menarik secara perlahan tangan anak buah Hanny. Mereka memasuki toilet itu. Akhirnya iman anak buah Hanny goyah karna godaan Vira. Anak buah Hanny tampak sudah sangat bernafsu. Dia bahkan menyosor bibir Vira. Namun dengan cepat Vira menghindar.
"Cowok brengsek." umpat Vira.
Vira mengeluarkan memegang bokong anak buah Hanny. Vira bukan ingin merabanya, tapi Vira mengambil tali yang ada di saku belakang celana anak buah Hanny. Dengan cepat Vira melilitkan tali itu pada leher anak buah Hanny.
__ADS_1
Anak buah Hanny memberontak. Tapi karna gerakan Vira yang cepat, dia tidak bisa melawan. Dengan hitungan detik anak buah Hanny tumbang di tangan Vira.
Vira tersenyum senang. Dia melihat tangannya yang baru saja menghilangkan nyawa seseorang. Perasaan lega muncul. Sudah cukup lama Vira tidak merasakan perasaan ini. Vira sangat merindukan perasaan ini.