
Happy Reading!😊
"Ayah,, tolong..." teriak Vira.
"Ayah,, aa.." Vira berteriak lebih keras lagi.
"Vira" gumam Bima terbangun dari tidurnya.
Bima segera bangun dari tidurnya dan berlari ke luar kamar.
"Vira!" panggil Bima berteriak.
Bima melihat rumahnya dalam keadaan gelap.
"Vira!" panggil Bima lagi.
"Ayah.." teriak Vira.
Dor.. satu t*mb*k*n melesat di dada Vira.
"VIRAA!" teriak Bima yang kaget.
Vira jatuh ke lantai dan tak sadarkan diri. Bima segera berlari ke bawah dan memeluk Vira.
"Sayang,, bangun.." Bima menepuk pelan pipi Vira. Tak ada respon dari Vira.
"surprise.."
Seketiak lampu menyala menerangi rumah Bima. Bima masih bingung dengan keadaan yang terjadi.
Rendi, Roy, Nathan, Bram, Iqbal dan Wisnu mendekati Bima dan Vira. Bima menatap semua orang dengan tatapan bingung.
Perlahan Vira bangun dan berdiri. Bima melihat Vira yang berdiri dengan bingun. Bima juga ikut berdiri.
"Ada apa ini?" tanya Bima bingung.
"Kejutan.." jawab Vira dengan senang.
"Kejutan?" tanya Bima.
"Iya,, selamat ulang tahun ayah.." ucap Vira memeluk Bima.
Bima tidak membalas pelukan Vira.
"Kamu gak papa kan?" tanya Bima memegang bahu Vira.
"Gak yah,, aku gak papa. Tadi cuma pura-pura aja kok" jawab Vira.
"Huh,, syukurlah.." balas Bima bernafas lega.
"Selamat ulang tahun om.." ucap Rendi, Roy dan Nathan memeluk Bima secara bergantian.
Setelah para putra, sekarang giliran para bapak yang bergantian memeluk Bima.
__ADS_1
"Sekarang, kita potong kue" ucap Vira.
Setelah potong kue, Vira menunjukan hadiahnya pada Bima.
"Ayah, aku punya sesuatu buat ayah" ucap Vira.
"Apa itu?" tanya Bima penasaran.
"Ada deh,, tapi ayah harus menutup mata ayah dulu" ucap Vira.
Bima menuruti perkatan Vira. Vira menuntun Bima menuju garasi. Tujuannya bukan untuk menunjukkan garasi, tapi untuk penunjukkan apa yang ada di garasi itu. Setelah sampai, Vira membuka penutup mata Bima.
Bima terkejut melihat sesuatu di depannya.
"Apa ini sayang?" tanya Bima.
"Ini hadiah untuk ayah" jawab Vira.
"Hadiah? Sebuah mobil?" tanya Bima terkagum-kagum.
Bima menatap kagum mobil yang ada di depannya.
"Sayang tapi mobil ini sangat mahal, dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak itu?" tanya Bima.
"Om, Vira mencuri mobil ini" celetuk Rendi.
Bima membulatkan matanya. Bima menatap Vira dengan tajam.
"Gak yah, itu gak bener. Ya kali aku maling mobil" ucap Vira dengan cepat.
Astaghfirullah,, Bima kamu berdosa banget,, ck,, ck,, ck..
"Apa ayah suka?" tanya Bima.
"Sangat sayang" jawab Bima.
Bima tersenyum dan memeluk Vira dengan erat.
"Terima kasih" ucap Bima.
Skip.
...***...
Keesokan harinya.
Seperti pagi biasanya, Vira tengah duduk di balkon kamarnya sambil menyes*p benda kecil memanjang yang ujungnya terbakar. Tanpa permisi, Bima masuk ke dalam kamar Vira.
Sebenarnya Bima sudah memanggil Vira berkali-kali. Namun tak ada jawaban dari Vira. Akhirnya Bima masuj ke dalam jamar Vira. Bima mencari Vira ke setiap sudut kamarnya, namun Bima tak kunjung menemukannya. Bima memasuki tempat yang belum dia cek, yaitu balkon.
Saat Bima ke balkon, dia melihat Vira sedang duduk sambil mer*kok.
"Ehem.." Bima berdehem.
__ADS_1
Vira melihat ke arah deheman. Bertapa terkejutnya saat melihat siapa yang sedang berdiri sambil menatapnya. Vira segera membuang r*koknya.
"Em,, aku tidak melakukan apapun" ujar Vira.
Bima terus menatap Vira tanpa membalas ucapannya.
"Hem,, maaf ayah" uap Vira.
"Apa yang sedang kau pikirkan, sampai-sampai tidak mendengar panggilan ayah?" tanya Bima.
Bima duduk di kursi sebelah Vira.
"Aku tidak sedang memikirkan apapun" jawab Vira.
"Hem.." Bima membuang nafasnya lembut.
Bima heran, kenapa putrinya tidak mau jujur padanya.
"Siapa yang menjadi targetmu?" tanya Bima.
"Hah.." des*h Vira.
Vira harus mengalah saat Bima tau apa yang sedang dia pikirkan.
"Anggota keluarga presiden negara XX" jawab Vira.
"Keluarga presiden?" tanya Bima.
Vira menganggukkan kepalanya.
"Apa kau sudah kehilangan akal?" hardik Bima.
"Aku tau ayah. Tapi mau bagaimana lagi" jawab Vira.
"Kau sudah punya rencana?" tanya Bima.
"Ya, tapi aku perlu bantuan ayah" jawab Vira.
"Apa yang perlu ayah bantu?" tanya Bima.
"Aku ingin membawa Rendi, Roy dan Nathan bersamaku agar tidak ada yang mencurigaiku. Tapi aku tidak bisa mengatakan alasan yang sebenarnya kepada mereka mengenai kepergian ke negara XX. Aku mau, ayah bicara pada mereka dan katakan kalo ayah memberi hadiah liburan ke negara XX" jelas Vira.
"Hanya itu?" tanya Bima.
Vira menganggukkan kepalanya.
"Mudah sekali. Ayah pikir kamu perlu akses gelap untuk masuk ke negara XX. Ternyata salah"
"Bukan itu ayah.." balas Vira.
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
__ADS_1
Terus dukung author😉
Tbc..