
Happy Reading!😊
Vira berjalan tanpa tau arah. Vira merasakan perut yang sangat lapat. Kepalanya juga terasa pusing, suhu badannya juga sangat panas. Sepertinya Vira terkena demam.
Vira melihat ada pedagang asongan. Vira menghampiri pedagang itu dan membeli 2 bungkus roti. Setelah itu Vira mencari tempat duduk yang cukup teduh.
Vira memakan roti itu sambil menatap tempat yang kini dia singgahi. Tempat itu ramai, banyak orang berlalu lalang, berpacaran, berfoto dan menari. Di sana juga banya pedagang.
Apa kalian tau Vira ada di mana?
Kini Vira berada di alun-alun kota XX.
Cuaca hari ini sangat panas. Sekarang mungkin sudah jam 11 siang. Pantas perut Vira sangat lapar, dari semalam Vira tidak makan apapun sama sekali.
Vira memakan roti yang dibelinya dengan lahap. Di saat Vira makan, tiba-tiba ada 3 orang anak laki-laki yang menghampiri Vira.
"Hahah,, ada pengunjung baru nih" ujar anak 3.
"Kira-kira, siapa ya?" tanya anak 2.
"Alah,, udahlah. Gak usah basa basi" timpal anak 1.
Vira tidak tidak menghiraukan percakapan ke-3 anak itu. Vira masih tetap memakan rotinya dengan tenang.
Ke-3 anak itu merasa dikacangin oleh Vira.
"Hey, berikan rotimu!" titah anak 1 yang mulai merasa kesal.
"..." Vira tidak menjawab.
"Hey, apa kau tul*?" tanya anak 3 dengan berteriak.
__ADS_1
"..." masih tak ada jawaban dari Vira.
Anak ke-2 merebut roti Vira dan melemparkannya ke tanah.
Vira menatap ke-3 anak itu. Ke-3 anak itu tersenyum mengejek. Vira mengepalkan tangannya. Vira sangat tidak suka jika ada orang yang mengganggunya ketika sedang makan.
Vira bangkit dari duduknya. Vira menatap anak-anak itu dengan tajam.
"Eh,, lihat, sepertinya dia marah" ujar anak 3.
"Duh,, aku jadi takut.." timpal anak 2.
Anak 3 hendak meramp*s roti yang ada di tangan Vira yang satunya lagi. Vira segera mengelakan tangannya.
Anak 3 coba melakukan hal yang sama lagi, namun hasilnya tetap sama. Anak 3 kesal, dia merasa dipermainkan oleh Vira.
"Berani sekali kau" gumam anak 3.
Anak 3 menggulungkan lengan bajunya ke atas. Dia mengepalkan tangannya. Anak 3 melayangkan 1 puk*lan ke arah Vira. Dengan cepat Vira menghindar.
Anak 2 dan 1 mencoba hal yang sama seperti yang dilakukan anak 3 pada Vira. Namun nasib mereka sama seperti anak 3.
"Apa sudah pemanasannya?" tanya Vira.
Ke-3 anak itu membuka mata mereka lebar-lebar. Mereka kageet dengan pertanyaan Vira.
"Aku rasa sudah cukup. Sekarang giliranku" ujar Vira.
Dengan gerakan cepat, Vira melayangkan banyak puk*lan pada ke-3 anak itu. Ke-3 anak itu tidak bisa melawan Vira. Mereka terlalu terkejut dan lelah.
Ke-3 anak itu sudah terkapar di tanah. Mereka sudah tak berdaya. Dengan susah payah, mereka berdiri dan berlari pergi.
__ADS_1
"Awas kau, tunggu pembalasan kami" nanc*m anak 1.
Setelah mem*kul ke-3 anak itu, Vira kembali duduk. Kepala Vira tambah pusing.
"S*alan anak-anak itu" gumam Vira.
Meski dalam keadaan marah, Vira tetap memakan 1 roti yang tersisa.
10 menit kemudian, Vira sudah selesai. Tak lama, ada beberapa orang yang datang ke arah Vira dengan pakaian seperti preman. Lebih tepatnya 3 orang pria dewasa dan ke-3 anak itu yang mendatangi Vira.
Vira menatap mereka dengan tajam.
"Apa kau yang sudah mem*kuli ke-3 anak ini?" tanya salah satu pria dewasa itu.
"Kalau iya, kenapa?" jawab Vira dengan balik bertanya.
"Heh,, besar sekali nyalimu anak kecil" gumam pria itu.
Tanpa ba bi bu lagi, Vira berkel*hi dengan ke-3 pria dewasa itu. Jelas saja Vira kalah. Dari segi fisiknya saja sudah dipastikan Vira akan kalah. Ditambah lagi kondisi Vira sedang sakit.
Vira pingsan setelah perk*lahian itu.
"Lumayan juga kemampuannya" guman pria dewasa 2.
"Heheh,, iya. Aku cukup berkeringat" timpal pria dewasa 3.
"Ayo kita bawa dia ke markas" titah pria dewasa 1.
Pria dewasa 2 menggendong Vira. Vira dibawa ke markas mereka yang entah di mana. Hanya authorlah yang tau.
Terima kasih sudah mampir😊
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
Tbc..