
Happy Reading!😊
Vira mengerutkan keningnya. Dia masih tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Dewi.
"Tante? Apa yang tante katakan? Aku tidak berbuat apa-apa" tanya Vira dengan pertanyaan Dewi.
"Jangan bohong kamu! Tante liat dengan mata kepala tante, kamu menarik pis*u dari dada ayah kamu" jawab Dewi dengan marah.
"Tante, aku hanya mencabutnya saja. Aku tidak melakukan apapun" jelas Vira.
"Alah,, minggir kamu" Dewi mendorong Vira ke belakang menjauhkan Vira dari Devan.
Vira terdorong ke belakang dan Dewi memeluk tubuh Devan.
"Mas,, bangun mas,, jangan tinggalin aku mas.." teriak Dewi menangis histeris.
Vira masih mengerutkan keningnya.
Kenapa tante Dewi mengatakan itu? Padahal belum tentu ayah sudah tiada. Bisa saja ayah masih hidup. gumam Vira dalam hati.
"Mas.." Dewi mengguncang-guncang tubuh Devan.
Vira mendekati Devan.
"Yah,, bangun yah.." Vira menangis.
"Pergi kamu! Kamu tidak pantas berada di sini!" usir Dewi sambil mendorong Vira lagi.
Mbok Ayu dan mang Setno yang mendengar teriakan dari dalam, lantas segera melihat apa yang terjadi.
"Astaghfirullah!" mbok Ayu dan mang Setno terkejut melihat kondisi Devan.
Vira termundurkan ke belakang. Vira melihat mbok Ayu dan mang Setno datang.
"Mbok.." Vira mendekati mbok Ayu. "Mbok,, tolong ayah mbok,, hiks,, hiks,, bawa ayah ke rumah sakit mbok.." pinta Vira sambil memegang tangan mbok Ayu.
__ADS_1
Mbok ayu tidak membalas, dia masih terkejut.
"Mbok.." Vira menggoyangkan tangan mbok Ayu.
Tiba-tiba Dewi berjalan dengan cepat ke arah Vira dan mbok Ayu.
Plak,, Vira mendapatkan tamp*ran dari Dewi. Vira langsung dipeluk oleh mbok Ayu.
"Jangan so mau jadi penyelamat kamu! Setelah kamu melakukan semua ini, kamu mau jadi pahlawan kesiangan!" Dewi mencerca Vira dengan berbagai kata-kata kasar.
Vira menangis dipelukan mbok Ayu sambil mendengarkan cercaan dari Dewi.
"Sudah nyonya! Kasian non Vira" ucap mbok Ayu pada Dewi.
"Huh.." Dewi mendengus kesal. "Setno, telpon polisi. Katakan di sini ada kasus pembun*han" titah Dewi.
"Ta-tapi nyonya.." pak Setno hendak menolak.
"Cepat.." bentak Dewi.
Mang Setno menuruti perintah Dewi.
Vira hanya menangis dipelukan mbok Ayu.
Tak lama polisi pun datang bersama dengan mobil ambulans.
Tubuh Devan di bawa ke rumah sakit untuk diotopsi. Polisi mengidentifikasi tempat kejadian perkara.
Dewi dan Vira menjadi saksi dalam kasus ini. Mbok Ayu dan mang Setno juga menjadi saksi.
Vira memberi kesaksian mulai dari dia pulang sekolah, sampai dia menemukan Devan dengan keadaan sudah seperti itu, dan juga sampai Dewi menamp*rnya.
Dewi memberi kesaksian kalau dia melihat Vira menarik pis*u dari dada Devan. Dewi yakin kalau Vira yang sudah melakukan ini semua pada Devan.
"Bu, tapi apa motif nona Vira, jika benar nona Vira yang melakukanny?" tanya polisi.
__ADS_1
"Karna dia tidak suka pada saya" jawab Dewi.
Polisi mengerutkan keningnya.
"Sejak saya dan suami saya menikah, Vira tidak suka pada saya. Vira selalu menuduhkan hal-hal yang tidak baik tentang saya pada suami saya. Suami saya tidak percaya dan menghukum Vira. Mungkin Vira marah pada suami saya yang selalu membela saya, dan tidak pernah mendengarkan ucapan Vira. Jadi Vira melakukan ini" jelas Dewi menuduh Vira.
Vira membuka matanya tidak percaya.
"Tante! Apa yang tante katakan? Aku tidak pernah seperti itu. Meskipun aku tidak suka pada tente, tapi aku tidak akan sampai melukai ayahku sendiri" Vira membela dirinya.
Kesaksian Dewi diperkuat oleh pernyataan Indra dan Indri. Indra dan Indri tidak akan melepaskan kesempatan untuk membuat Vira mend*rita.
Vira tidak bisa melawan lagi. Vira terlalu lemah untuk melawan kebohongan Dewi, Indra dan Indri. Vira sudah tidak berdaya.
...***...
Dewi pergi ke rumah sakit. Dewi menyuap dokter yang bertugas untuk menangani otopsi Devan. Dewi memerintahkan untuk menghapus laporan mengenai racun yang ada dalam tubuh Devan.
Dewi sudah tau, pasti racun yang diberikannya akan terdeteksi. Jadi Dewi harus bertindak Cepat.
Dewi juga menyuap petugas polisi yang mengecek sidik jari yang ada di pis*u. Dewi memerintahkan untuk mengetakan kalau hanya ada sidik jari Vira saja.
Kahirnya setelah menunggu beberapa hari, hasil otopsi dan haril sidik jari pada pis*u keluar. Hasilnya sesuai dengan yang diperintahkan oleh Dewi.
Vira menjadi tersangka tunggal dari kasus pembun*han Devan. Vira dituduh sudah membun*h ayahnya sendiri.
Vira sangat terpukul.
Polisi tidak bisa memenjarakan Vira. Karna Vira masih berusia 7 tahun. Dewi menyayangkan hal tersebut.
Namun Dewi juga bahagia atas kemat*an Devan. Dewi mempunyai rencana licik untuk Vira. Dewi akan membuat mental Vira terguncang. Dengan begitu Vira akan tersiksa, dan mentalnya akan terganggu. Nyatanya masalah mental lebih sulit disembuhkan dari pada masalah fisik.
Kini nama baik Vira sudah tercemar dimata masyarakat.
Terima kasih sudah mampir😊
__ADS_1
Silahkan tinggalkan jejak😆
Tbc..