Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Nathan Posesif


__ADS_3

Happy Reading!😊


Teman-teman Vira sangat senang saat Bima menghadiahi kereka liburan ke negara XX. Kini Vira, Rendi, Roy dan Nathan sedang duduk di zet pribadi milik Bima.


Awalnya Vira menolak naik zet pribadi milik Bima, namun Bima memaksa Vira. Akhirnya mau tidak mau, Vira harus menuruti ucapan Bima.


Setelah 8 jam mengudara, akhirnya vira dan teman-temannya sampai di negara XX. Vira menyewa hotel yang dekat dengan targetnya.


"Ini kunci kamar kalian" ucap Vira memberikan kartu akses masuk ke kamar.


Rendi, Roy dan Nathan menerima kartu dari Vira.


"Makasih" ucap Nathan dan diangguki oleh Vira.


"Gue kira kita bakal sekamer" ujar Rendi.


"Gue gak mau sekamer sama lo" ujar Nathan.


"Gue juga gak mau. Lo tidurnya ngorok" ucap Roy.


"Apalagi gue" timpal Vira.


"Eh, sembarangan aja. Gue tuh kalo tidur merem dan gak bersuara" ketus Rendi.


"Mat* dong lo" Roy.


"Gak mat* juga toil" Rendi menoyor kepala Roy.


"Lo tidur sama gue aja" ucap Nathan pada Vira.


"Enak aja,, Gak bisa. Vira tidur sama gue" tolak Rendi.


"Gak. Pokoknya Vira bakalan tidur sama gue" tegas Nathan.


"Gak bisa!" tekan Rendi.


Vira pusing dengan pertengkaran Rendi dan Nathan. Vira memilih untuk meninggalkan mereka dan pergi ke kamarnya. Roy mengikuti Vira dari belakang.


"Pokoknya, gue gak mau tau. Vira harus tidur sama gue" ucap Nathan.


"Gini aja. Gimana kalo kita tanya Vira mau tidur sama siapa" usul Rendi.


"Ok" setuju Nathan.


"Vir, lo mau tidur sama siapa?" tanya Rendi membalikkan badan.


Rendi dan Nathan terkejut karna Vira dan Roy tidak ada.


"Eh, ke mana Vira dan Roy?" tanya Rendi.


"Mangue tau" jawab Nathan.


Rendi dan Roy agak malu karna mereka dilihat banyak orang. Mungkin orang lain beranggapan kalao mereka gil*.


Rendi berjalan mendekati resepsionis dan bertanya.

__ADS_1


"Em,, permisi. Kamu tau wanita yang bersama kami pergi ke mana?" tanya Rendi.


"Oh, ya. Mungkin dia sudah ke kamarnya tuan. Karna saya melihat dia berjalan ke arah lift" jawab resepsionis itu.


"O,, okey. Terima kasih" ucap Rendi.


"Sama-sama tuan" balas resepsionis itu.


Rendi dan Nathan berjalan ke arah lift. Mereka mengakhiri pertengkaran mereka.


...***...


Vira masuk ke kamarnya. Vira menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Vira sangat merasa lelah.


"Gue harus cek dulu situasinya" gumam Vira.


Vira bangun dan berjalan ke kamar mandi. Vira melalukan ritual mandi. Setelah mandi, Vira memilih untuk tidur.


Malam pun tiba. Vira terbangunkan oleh suara ketukan pintu. Dengan malas Vira berjalan menuju pintu. Vira melihat siapa yang datang dari lubang yang ada di pintu.


Vira mendesah malas saat tau siapa yang mengetuk pintu itu. Vira membuka pintu.


"Ada apa?" tanya Vira.


Rendi, Roy dan Nathan tertegun melihat penampilan Vira. Wajar saja mereka tertegun, pasalnya saat ini Vira hanya menggunakan baju mandi selutut ditambah dengan rambut yang acak-acakan, itu terlihat sangat cantik.


"Wow,, so s*** baby" kagum Rendi.


"Apa ini? Kenapa kau berpakaian seperti itu? Apa kau tidak membawa baju?" tanya Nathan.


Vira masuk ke dalam kamarnya dan diikuti oleh ketiga sahabatnya.


"Vira, jawab gue" desak Nathan.


"Gue belum sempet pake baju. Tadi gue mandi, terus ketiduran" balas Vira.


"Sekarang, lo pake baju dulu" titah Nathan.


"Nanti ajalah.." tolak Vira.


"Sejakang Vira" tolak Nathan.


"Nanti.." tolak Vira lagi.


"Mau pake baju sendiri, atau mau dipakein sama gue" ancam Nathan.


Vira mengabaikan ancaman Nathan. Vira malah duduk di sofa yang ada di kamarnya.


Nathan geram pada Vira. Nathan segera menggendong Vira menuju kamar mandi.


"Aa.." kaget Vira saat digendong Nathan.


"Turunin Nat,, iya, gue pake baju ni.." pinta Vira.


Nathan menurunkan Vira di kamar mandi.

__ADS_1


"Cepet pake baju" titah Nathan.


"Baju gue ada di koper" ucap Vira.


Nathan mengambil koper Vira dan memberikannya pada Vira.


"Huh, dasar bawel" omel Vira.


Nathan tak memperdulikan omelan Vira. Nathan duduk bersama teman-temannya. Rendi dan Roy sudah terbiasa dengan sikap Nathan yang seperti itu pada Vira.


10 menit kemudian Vira sudah ke luar dengan memakai kaos hitam oversize dan celana sep*ha berwarna cream muda.


Kedua kalinya ketiga pria itu dibuat kagum oleh Vira. Vira terlihat sangat cantik dan menawan.


"Wow.." ucap Rendi dan Roy.


Nathan segera membuka jaketnya dan dilingkarkannya ke pinggang Vira.


"Kenapa?" tanya Vira bingung.


"Harusnya gue yang nanya itu. Kenapa lo pake celana pendek banget?" hardik Nathan.


"Ya gue mau lah" jawab Vira.


"Gak boleh. Sekarang, lo ganti celana lo" titah Nathan.


"Kenapa diganti sih? Orang gue nyaman juga" tanya Vira tak terima.


"Pokoknya ganti!" tekan Nathan.


"Ih,, iya, iya.." balas Vira.


Vira masuk kembali ke kamar mandi dan mengganti celananya dengan jeans yang sengaja dirobekan dikedua lututnya.


"Nat, lo posesif banget sama Vira" ujar Rendi.


"Gue mau jaga Vira dari laki-laki kaya lo pada" balas Nathan.


"Heh, lo pikir kita laki-laki gak baik?" tanya Rendi.


"Ya,, gak tau" jawab Nathan.


Vira ke luar dari kamar mandi.


"Sekarang bolehkan kayak gini?" tanya Vira.


Nathan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Terus dukung author😉


Tbc..

__ADS_1


__ADS_2