Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Kebenaran Bima


__ADS_3

Happy Reading!😊


Setelah selesai makan malam, Vira dan Devan duduk bersama di ruang tengah. Mereka menonton tv sambil memakan cemilan.


"Ayah, sejak kapan ayah pulang?" tanya Vira.


"Tadi, sekitar pukul 17.30" jawab Bima sambil terus memperhatikan tv.


"Kok aku gak tau?" tanya Vira.


"Saat ayah ke kamar kamu, kamu lagi tidur" jawab Bima.


"Kenapa gak bangunin aku?" tanya Vira.


"Ayah gak tega bangunin kamu sayang.." balas Bima.


Vira dan Bima kembali menonton tv.


"Ayah" panggil Vira.


"Hm.." balas Bima.


"Aku boleh tanya sesuatu gak?" tanya Vira.


"Boleh, tanya aja" jawab Bima.


"Kenapa ayah bisa mendapat luka seperti itu?" tanya Vira penasaran.


Bima terdiam. Dia mematikan tv dan melirik Vira.


"Mungkin, sudah waktunya kamu tau" ucap Bima.


"Tau apa yah?" Vira tambah penasaran.


"Kamu tau arti lambang ini?" tanya Bima menunjukkan tato di bawah lehernya.


"Ya, aku tau yah. Itu adalah lambang geng the cobra" Vira menganggukkan kepalanya.


"Kau benar. Ayah yang membentuk geng ini" ucap Bima.


"Ya, dan ayah adalah pemimpin di geng the cobra" timpal Vira.

__ADS_1


"Bukan hanya itu. Sebenarnya ayah adalah anggota kelompok mafia" ujar Bima.


"Mafia? Kelompok apa itu?" tanya Vira bingung.


Bima menjelaskan apa itu kelompok mafia pada Vira dengan terperinci. Vira cukup terkejut mendengar penuturan Bima.


"Jadi kamu jangan heran jika ayah terluka" ujar Bima.


"Gimana aku gak heran coba, lukanya kayak gitu" gerutu Vira.


"Beberapa hari lagi lukanya akan sembuh kok.." ucap Bima.


Vira hanya menganggukkan kepalanya.


"Apa aku boleh menjadi anggota mafia?" tanya Vira.


"Boleh. Tapi tidak sekarang" ucap Bima.


Vira tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Apa ayah pamana Wisnu, paman Iqbal dan paman Bram juga sama seperti ayah?" tanya Vira.


Bima memganggukkan kepalanya.


Vira menganggukkan kepalanya. Bima masuk ke kamarnya dan Vira juga masuk ke kamarnya. Vira mengganti bajunya dengan baju tidur. Setelah berganti baju, Vira ke luar kamar dan pergi ke kamar Bima.


Tok,, tok,, tok,, Vira mengetuk pintu kamar Bima. Bima yang mendengar ketukan dari pintu, lantas membukanya.


"Sayang, ada apa?" tanya Bima yang heran melihat Vira di depan kamarnya.


"Aku mau tidur sama ayah" jawab Vira sambil masuk ke dalam kamar Bima, meski Bima belum menyetujuinya.


"Tumben sekali" ucap Bima mengikuti Vira.


"Pokoknya aku mau tidur sama ayah" tegas Vira.


"Hm,, iya,, iya,, kamu boleh tidur sama ayah" balas Bima.


Vira naik ke atas ranjang dan disusul oleh Bima. Vira memeluk Bima dengan erat. Vira bersandar di dada bidang milik Bima.


"Kamu kenapa?" tanya Bima yang aneh pada sikap putri angkatnya itu.

__ADS_1


Vira menggelengkan kepalanya. Aku gak mau kehilangan orang yang aku sayang untuk ke-4 kalinya gumam Vira dalam hati.


Bima mengelus kepala Vira sampai Vira tertidur dipelukannya. Lama kelamaan Bima juga ikut tertidur.


...***...


Keesokan harinya, seperti biasa Vira berangkat ke sekolah diantarkan oleh Bima. Kegiatan sekolah dipulangkan lebih cepat lagi seperti kemarin. Ya,, alasannya untuk penyelidikan. Sampai sekarang, tersangka utama tidak juga ketemu.


Iya lah, gak ketemu. Orang pelaku yang sebenarnya masih berkeliaran secara bebas. Siapa lagi kalo buka. Vira.


Vira dan teman-temannya pulang ke rumah masing-masing untuk berganti baju. Setelah berganti baju, mereka berkumpul di markas.


Saat ini Vira sedang latihan sendiri di ruang latihan yang ada di markas. Sementara Rendi, Roy dan juga Nathan hanya melihat Vira latihan saja. Mereka tidak ingin ikut latihan bersama Vira.


"Vir, lo gak capek apa? Dari tadi latihan terus" tanya Rendi.


"..." Vira tidak menjawab pertanyaan Rendi. Dia tetap pokus latihan.


Rendi geram pada Vira yang menghiraukan pertanyaannya. Dengan cepat Rendi menghampiri Vira dan menyerangnya.


Vira membalas serangan Rendi. Dapat terlihat kekuatan Vira jauh di atas Rendi. Sehingga kini Rendi terpojokkan. Dan akhirnya Rendi tumbang dikalahkan oleh Vira.


"Udah,, ampun.." mohon Rendi.


"Hosh,, hosh,, hosh.." Vira mengatur nafasnya dan meninggalkan Rendi yang terkapar di lantai.


Vira menyambar minumam yang sedang diminum Roy.


"Eh, minuman gue" gumam Roy.


Vira meminum minuman itu sampai tandas tak tersisa.


"Gil* lo ya. Gue babakbelur gara-gara lo" ujar Rendi.


"Siapa yang nyerang duluan?" ucap Vira.


"Ya,, gak gitu juga toil. Gue cuma main-main doang" kesal Rendi.


"Ah,, udah lah,, gue capek" balas Vira


Terima kasih sudah mampir😊

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Tbc..


__ADS_2