
"Sial! Kenapa gue terjebak gini sih!" geram Vira.
Vira bingung harus menjawab apa. Hanny melihat raut wajah kebingungan dari Vira.
"Aku akan memberimu waktu untuk berpikir. Tapi tentunya tidak lama"
Hanny pergi meninggalkan Vira sendiri.
"Agrh.." Vira menjatuhkan gelas teh yang ada di atas nakas.
Vira bingung harus mengambil keputusan apa.
"Kalo gue jadi tawanan, gue gak akan bisa keluar dari sini. Gue pasti dijadiin budak sama si Hani. Gue gak punya pilihan lain. Gue harus jadi gigolonya" pikir Vira.
"Tapi masa iya gue jadi gigolonya? Gue cewek, gue masih waras! Agrh.." geram Vira.
Menjelang, seseorang masuk ke dalam kamar yang Vira tempati.
Tok,, tok,, tok,, suara pintu diketuk.
"Masuk" ujar Vira.
"Bos menyuruh saya membawa baju ini. Dia berpesan jika nona menerima tawarannya, nona harus memakai baju ini. Dan pukul 19.30, nona harus ikut bersama bos menggunakan baju ini" ucap anak buah Hanny.
"Hm,, baiklah. Taruh saja di sana. Kau bisa pergi" balas Vira menyuruh orang itu pergi.
Orang itu pun menaruh baju di atas meja dan keluar setelah membungkukkan sedikit badannya.
Vira menatap malas baju yang berada di atas meja. Vira sudah memutuskan untuk menjadi gigolo Hanny. Tujuannya bukan untuk menyenangkan Hanny, melainkan untuk pergi dari Hanny selama-lamanya.
Terisisa waktu 1 jam untuk Vira bersiap-siap. Vira memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Kini tubuhnya sudah pulih karna pertolongan dari Hanny.
__ADS_1
Selesai mandi, Vira hanya memakai handuk kimono di tubuhnya. Dia mengambil baju yang diberikan oleh anak buah Hanny. Ternyata bukan hanya baju yang diberikan, tapi juga ada alat make up. Vira tau, pasti Hanny menyuruhnya berdandan. Vira tidak suka menggunakan make up. Bukan berarti Vira tidak bisa. Dia hanya tidak suka. Lagi pula, wajah Vira sudah cantik tanpa menggunakan polesan make up.
Vira melihat baju yang Hanny berikan.
"Baju apa ini?" tanya Vira bingung.
Baju itu aneh menurut Vira. Karna baju itu sangat minim dan serlihat s*x*. Vira merasa geram pada baju yang Hanny berikan.
Vira keluar kamarnya dan hendak protes pada anak buah yang memberinya baju ini. Tapi dia mengurungkan niatnya. Karna jika dia memberontak, itu akan membuatnya dalam masalah lagi. Jika dia dalam masalah, kesempatannya untuk pergi akan kandas begitu saja.
Dengan terpaksa Vira memakai baju yang Hanny berikan. Vira menatap dirinya di cermin. Vira menatap dirinya aneh. Bagaimana tidak, Vira biasanya hanya memakai baju kaos dan celana jeans saja. Tapi kini dia memakai pakaian wanita penghibur. Entah apa yang akan dilakukan Hanny pada Vira.
Vira hanya memakai bedak dan lipstik merah yang menyala. Vira tampak sangat menggoda. Ditambah baju yang juga senada dengan lipstik yang dia pakai. Siapa pun yang melihatnya akan terpesona oleh penampilan Vira. Bahkan wanita sekali pun akan melupakan kalo mereka wanita.
Setelah selesai, Vira keluar dari kamar itu. Salah seorang anak buah Hanny sudah menunggu sedaritadi.
"Mari, bos sudah menunggu." ucap anak buah itu.
"Kamu terlambat 1 menit." ucap Hanny.
"Cuma 1 menit juga." balas Vira.
Hanny memegang dagu Vira dengan kuat.
"Waktuku sangat berharga sayang. Jadi jangan pernah melakukan ini lagi. Kau mengerti?" ucap Hanny.
Vira tidak menjawab. Dia hanya menatap Hanny dengan tajam.
"Kali ini kau aku maafkan. Malam ini penampilanmu sangat cantik. Aku suka." puji Hanny.
Aliza memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Mobil berjalan. Hanny membawa Aliza ke salah satu club terkenal miliknya. Banyak orang-orang terkenal datang ke sana. Mereka sudah mengenal Hanny dengan baik. Hanny dan Vira masuk ke club itu. Banyak pasang mata tertuju pada mereka. Terutama pada Vira.
"Hai semuanya.." sapa Hannya dengan manja.
"Hai Hanny.." balas semua orang.
Hanny tersenyum pada semua orang. Semua orang juga tersenyum pada Hanny. Mereka tidak berani tidak membalas senyuman Hanny. Di sana hanya Vira yang tidak tersenyum. Dia tidak mau senyum pada sembarang orang.
"Kau membawa orang baru?" tanya salah seorang pengunjung.
"Ya.." jawab Hanny.
"Wow,, cantik sekali"
"Aku yakin dia masih tersegel."
"Bisakah dia menemaniku?"
"Minumlah bersamaku"
"Ayo menari denganku"
Banyak yang memuji kecantikan Vira. Vira tidak tersanjung oleh pujian mereka semua.
"Dengar,, kalian tidak bisa memilikinya. Karna dia adalah milikku." ucap Hanny.
"Jika kau sudah bosan, berikan dia padaku."
"Akan kupikirkan"
Ingin sekali Vira merobek mulut orang-orang yang memujinya. Mereka pikir Vira barang mainan, yang jika sudah tidak terpakai atau tidak lagi disukai akan langsung dibuah atau diberikan pada orang lain. Vira benci orang menganggapnya seperti itu.
__ADS_1