Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Pertunjukan


__ADS_3

Happy Reading!😊


Setelah berbicara dengan Vira, Dewi kembali ke tempat TKP. April pun kembali masuk ke dalam kamar.


"Vir, tadi itu siapa?" tanya April yang penasaran.


"Dia wanita ular" jawab Vira.


"Wanita ular?" gumam April. "Ha,, maksud kamu Dewi?" tanya April.


Vira menganggukkan kepalanya.


"Untuk apa dia ke sini?" tanya April yang tambah penasaran.


"Dia bertanya padaku soal bu Cece" jawab Vira.


"Dia bertanya apa?" tanya April.


"Dia tanya, apa aku yang sudah membun*h bu Cece" jawab Vira.


"Terus kamu jawab apa?" tanya April untuk yang kesekian kalinya.


"Aku jawab bukan akulah. Masa aku ngaku sama si wanita ular itu" jawab Vira.


"Huh,, aku pikir kamu bakalan jawab apa" April bernapas lega.


Di sisi lain.


Dewi tidak percaya pada perkataan Vira yang mengatakan kalau Vira bukanlah orang yang membun*h bu Cece. Dewi memberanikan diri untuk berbicara oada komandan polisi yang menangani kasus ini.


"Permisi pak, kita bisa bicara sebentar?" tanya bu Cece.


"Maaf bu, apakah ibu tidak melihat saya sedang bertugas?" komandan polisi itu malah balik bertanya.


"Sebentar saja pak" pinta Dewi.


"Maaf bu, saya tidak bisa membuang waktu saya" tolak komandan polisi itu.


"Tapi ini berkaitan dengan kasus yang sedang bapak tangani" ucap Dewi.


Komandan polisi itu menaikan sebelah alisnya.

__ADS_1


"Mungkin saya bisa membantu bapak menemukan siapa pelakunya" lanjut Dewi.


Komandan polisi itu terdiam sebentar.


"Baiklah, mari kita bicara" setuju komandan polisi itu.


Dewi dan komandan polisi itu bicara di suatu ruangan. Hanya ada mereka di dalam ruangan itu.


"Apa yang ingin ibu bicarakan?" tanya komandan polisi itu.


"Saya curiga pada satu orang sebagai pelakunya pak" jawab Dewi.


"Siapa?" tanya komandan polisi.


"Vira" jawab Dewi.


"Vira? Siapa dia?" tanya komandan polisi itu dengan bingung.


"Salah satu anak yang ada di panti" jawab dewi.


"Anak? Apakah masih kecil?" tanya komandan polisi.


"Umurnya sekitar 8 tahunan" jawab Dewi.


"Tunggu pak. Saya tidak bercanda" cegah Dewi. "Biar saya ceritakan. Bla,, bla,, bla..." Dewi menceritakan tentang Vira pada komandan polisi. Mulai dari Vira yang dituduh membun*h ayahnya sendiri yaitu Devan, dan Vira dituduh membun*h Robi. Dewi menambahkan bumbu kebohongan pada ceritanya.


Sekian menit kemudian.


Polisi tertegun mendengar cerita tentang Vira dari Dewi. Polisi itu bingung, antara percaya dan juga tidak percaya.


"Bu, tapi mana mungkin seorang anak bisa mengg*r*k leher orang dewasa? Dari mana anak itu belajar menggunakan benda tajam? Apakah di panti asuhan ini diajarkan menggunakan benda tajam?" tanya komanda polisi.


"Kalo soal itu saya tidak tau pak. Tapi saya yakin, Vira adalah pelaku utamanya" ucap Dewi dengan yakin.


Komandan polisi itu berpikir sebentar.


"Baiklah, saya akan selidiki dulu" ucap komandan polisi.


Dewi menganggukkan kepalanya.


Komandan polisi itu pergi meninggalkan Dewi. Dewi tersenyum jahat saat komandan polisi itu sudah pergi.

__ADS_1


"Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bagus ini. Jika aku tidak bisa membuatmu mender*ta di sini, maka aku akan membuatmu mender*ta olehku sendiri" ucap Dewi. "Heheheh,, Vira,, Vira. Kau tidak akan bisa lepas dariku gadis bod*h" lanjut Dewi dengan tawanya yang jahat.


Setelah berbicara dengan Dewi, komandan polisi meminta anak buahnya untuk mengawasi gerak-gerik Vira. Namun setelah diperhatikan, tidak ada yang mencurigakan dari Vira. Vira hanya seorang pendiam, berwajah dingin dan bermata tajam. Tidak ada yang aneh dari Vira.


Vira menyadari kalau ada yang memlerhatikannya. Namun Vira bersikap biasa saja dan setenang mungkin.


"Rupanya kau mengibarkan bendera perang. Hm,, dasar wanita ular" gumam Vira.


Vira tau, pasti Dewi yang membuat orang memperhatikan dirinya. Dewi pasti mengatakan hal-hal buruk tentang Vira.


"Lihatlah peemainan ku wanita ular" gumam Vira lagi.


"Pril, apa kau ingin melihat pertunjukan?" tanya Vura lada April


"Pertunjukan apa?" tanya April bingung.


"Lihat saja" jawab Vira.


Vira berjalan menjauhi April dan mendekati Dewi yang sedang bersama komandan polisi dan yang lainnya.


"Vir,, kamu mau ke mana?" tanya April.


Vira tidak menjawab pertanyaan April. Vira terus berjalan. Saat sudah hampir dekat pada Dewi, Vira berlari ke arah Dewi.


"Mama.." teriak Vira dan berhambur memeluk Dewi.


Semua mata tertuju pada Vira, termasuk komandan polisi.


Dewi melepaskan pelukan Vira darinya.


"Mama akhirnya ke sini juga" ucap Vira.


Dewi mengerutkan keningngnya.


"Mama,, aku kangen banget sama mama.." Vira kembali memeluk Dewi.


Apa yang dikatakan bocah ini? batin Dewi.


Terima kasih sudah mampir


Jangan lupa tinggalkan jejak

__ADS_1


Tbc..


__ADS_2