
Vira berbalik dan menatap Hanny. Hanny menyunggingkan senyum pada Vira. Vira berjalan mendekat pada Hanny. Vira berdiri di depan Hanny. Hanny tau Vira tidak akan bisa berkutik jika sudah menyangkut taruhan.
"Kamu masih mau taruhan kita batal?" tanya Hanny.
Vira menggeleng. "Gak. Gue gak mau batalin taruhan ini." jawab Vira.
"Aku tau kamu akan bilang gitu. Saat ini kamu gak punya tempat berlindung selain aku." Hanny memegang wajah Vira.
Vira merasa geli saat Hanny memegang wajahnya. Vira geli karna yang memegang wajahnya adalah seorang wanita. Terlebih wanita itu adalah Hanny, si j4lang kelas kakap.
Vira tersenyum. Vira memeluk Hanny. Hanny tampak terkejut karna Vira yang berinisiatif memeluknya. Dengan senang hati Hanny membalas pelukan Vira.
Vira tersenyum smrik. Vira mengambil pistol dan menembakkannya pada lampu gantung yang berukuran besar. Lampu gantung itu berada tepat di belakang Hanny. Sepersekian detik kemudian, Vira mendorong Hanny ke belakang.
Hanny dan anak buahnya terkejut pada tindakan Vira. Tak mau melihat apa yang terjadi, Vira segera berlari meninggalkan tempat Hanny. Vira tidak perduli apa yang akan terjadi pada Hanny.
Semua anak buah Hanny panik saat Hanny jatuh tepat di bawah lampu gantung yang Vira tembak. Dengan keberuntungan yang di dapat, Hanny bisa menghindar dari lampu gantung yang jatuh. Lampu itu hancur berkeping-keping. Bagian kaca lampu itu mengenai sebagian tubuh Hanny. Hanny meringis kesakitan. Kakinya terluka cukup parah.
"Kejar dia! Jangan sampai dia lolos. Bawa dia ke hadapanku dengan keadaan hidup!" titah Hanny dengan marah.
"Baik bos." patuh anak buah Hanny. Setelah mendapat perintah, anak buah Hanny segera berpencar dan mencari Vira.
Vira berlari secepat kilat menuju arah hutan. Dia tak tau apakah keputusannya ini benar atau tidak. Baru kali ini Vira mengambil keputusan tanpa berpikir terlebih dahulu. Jika pengatan Vira benar, Vira akan masuk hutan lalu dia akan melihat laut lepas.
Sebelum kabur, Vira sempat mengamati area luar rumah Hanny. Vira melakukan pengamatan saat dia sedang merokok di balkon.
__ADS_1
Vira sudah memasuki area hutan. Terdengar suara teriakan dari arah belakang. Vira yakin kalo anak buah Hanny sedang mengejarnya. Vira berlari dengan sekuat tenaga.
Karna terlalu ceroboh, Vira tersandung dan jatuh ke tanah. Anak buah Hanny berhasil mengejar Vira. Kini Vira dikelilingi oleh anak buah Hanny.
Sial! Cepet banget mereka larinya. Umpat Vira.
"Menyerahlah. Ayo ikut kami dengan damai tanpa perlawanan. Kau akan selamat. Dan bos Hanny akan memaafkanmu." ucap salah seorang anak buah Hanny.
"Menyerah? Kata menyerah gak pernah ada dalam sejarah hidup gue." balas Vira membangun pertahanan.
"Jangan salahkan kami bersikap kasar."
"Bacot lo semua. Bisanya cuman ngomong doang." maki Vira.
Vira menyimpan pistol yang dia ambil dari Hanny. Vira akan menggunakan pistol itu untuk berjaga-jaga. Untuk saat ini Vira merasa bisa mengalahkan anak buah Hanny tanpa senjata.
Meski pun Vira bisa melawan, tapi bukan berarti Vira tidak terluka. Vira juga terkena beberapa pukulan yang cukup keras. Tubuh Vira sudah lemas.
Bugh..
Bugh..
Bugh..
Masih terdengar suara saling memukul satu salam lain. Akhinya usaha Vira tidak sia-sia. Vira berhasil mengalahkan 20 orang anak buah Hanny tanpa senjata apa pun. Vira segera berlari meninggalkan anak buah Hanny. Vira harus cepat pergi sebelum anak buah Hanny bangkit.
__ADS_1
Vira mendapatai jalan buntu berupa jurang yang dibawahnya terdapat laut lepas.
"Ck.. Laut lagi." decak Vira.
Vira bingung apakah dia harus terjun ke laut? Atau dia harus memutar arah lagi. Saat Vira berbalik, di belakang sudah ada anak buah Hanny yang mencegat. Vira kaget akan hal itu.
"Menyerah lah. Kau tidak punya pilihan lain."
Vira menyunggingkan senyum. "Lo bener. Gue gak punya pilihan lain. Kalo gitu, selamat tinggal." ucap Vira.
Vira berbalik lalu untuk kedua kalinya terjun ke laut lepas. Anak buah Hanny kaget akan tindakan Vira yang sangat nekat.
"Bagaimana ini? Apa yang harus kita katakan pada bos?"
"Katakan saja dia kabur dengan terjun ke laut."
"Bos pasti marah besar."
"Sebagian cari wanita itu di laut. Dan sebagian lain ikut aku menghadap bos."
"Baik."
Vira merasa dirinya terbang lalu tercebur ke dalam air yang sangat dalam. Vira naik ke permukaan untuk mengambil nafas. Ombak di laut sangat besar dan dingin hingga Vira kesulitan untuk bernang. Ditambah seluruh tubuhnya yang terasa sakit.
Vira memaksakan dirnya untuk berenang. Vira harus bisa bernang sejauh mungkin. Vira tidak tau dia bernang ke arah mana. Dia hanya mengikuti instingnya saja. Setelah 30 menit bernang, Vira menemukan sebuah kapal nelayan. Vira segera berenang menuju kapal itu. Vira meminta bantuan. Dan beruntung awak kapal bersedia membantu Vira.
__ADS_1
Mereka tertegun melihat penampilan Vira. Pasalnya Vira hanya menggunakan tangtop dan celana jeans sepaha. Hanya pakaian ini yang Hanny berikan pada Vira. Mereka juga terkejut saat tau Vira membawa senjata api.