
Happy Reading!😊
"Kamu mau baju seperti apa?" tanya Bima.
"Terserah ayah saja" jawab Vira.
"Masa terserah ayah? Yang pake bajunya itu kamu, bukan ayah" protes Bima.
"Em,, kalo gitu aku mau baju seperti ayah" pinta Vira.
"Seperti ayah? Maksudnya ini?" tanya Bima menunjuk baju yang sedang diapakai.
Vira menganggukkan kepalanya.
"Vira, ini kaos. Kamu mau pake kaos?" tanya Bima yang tak habis pikir.
Vira menganggukkan kepalanya lagi.
"Jangan kaos dong sayang,, ini untuk laki-laki" ucap Bima.
"Tadi kata ayah aku mau baju seperti apa. Ya aku jawab, aku mau baju seperti ayah" ucap Vira.
"Hem,, baiklah. Ayo kita membeli kaos untukmu" Bim mengalah untuk Vira.
Bima membelikan kaos untuk Vira. Dia juga membelikan celana jeans. Bima banyak membelikan Vira baju. Tapi Vira hanya memilih baju yang berwarna hitam saja. Semua baju yang dia beli warna hitam. Hanya ada warna sedikit pada kaosnya, karna kaosnya ada yang bermotif. Tak lupa, Bima juga membelikan Rendi, Roy dan Nathan baju.
...***...
Keesokan harinya Vira bersekolah.
Vira sangat cantik memakai seragam barunya. Hanya saja Vira tidak menampilkan ekspresi. Vira hanya menampilkan wajah datarnya. Entah kenapa, meski lingkungannya sudah baru, Vira masih tidak bisa mengubah ekspresi wajahnya. Tapi ekspresi Vira akan berubah jika bersama Bima. Vira juga akan berubah ekspresinya jika sedang bersama Rendi, Roy dan Nathan. Tapi ekspresi Vira pada teman-temannya berbeda dengan kepada Bima.
Vira masuk ke kelas 3 SD. Sekarang usia Vira sudah hampir menginjak 9 tahun. Vira sebangku dengan Rendi. Sementara Roy dengan Nathan. Vira duduk dibangku paling belakang.
Pak Kepala sekolah masuk dengan seorang guru perempuan. Lebih tepatnya dengan wali kelas Vira.
__ADS_1
"Selamat pagi anak-anak!" sapa pak kepsek.
"Selamat pagi pak" balas murid-murid semua.
"Bagaimana kabar kalian semua? Apakah sehat?" tamya pak kepsek.
"Sehat pak" jawab semua murid.
"Nah, bapak ke sini mai memperkenalkan seseorang pada kalian. Kalian pasti sudah tau siapa yang akan bapak kenalkan" ucap pak kepsek.
Semua orang melihat ke arah Vira. Vira ak menghiraukan mereka.
"Nah,, nak ayo maju ke depan dan perkenalkan dirimu. Teman-temanmu belum mengetahui siapa namamu" ucap pak kepsek.
Tanpa menjawab, Vira maju ke depan. Vira berdiri dan menatap semua orang.
"Ayo perkenalkan dirimu" ucap pak kepsek.
"Hai. Namaku Vi-" Vira berhenti memperkenalkan diri.
"Namaku Syavira. Kalian bisa memanggilku Syavira atau Vira" ucap Vira.
"Baiklah kalo begitu, kamu boleh duduk kembali" ucap pak Kepsek.
Vira duduk kembali dengan wajah yang sama seperti sebelum dia ke depan.
"Nah anak-anak, kalian sudah taukan siapa nama teman baru kalian? Bapak harap, kalian bisa berteman baik dengan Syavira" ucap pak Kepsek. "Untuk selanjutnya, bapak akan serahkan pada ibu wali kelas kalian. Bapak permisi" lanjut pak kepsek.
Pak kepsek pergi meninggalkan kelas Vira. Sebenarnya pak kepsek sudah tau siapa Vira. Dia tau karena Bima sendiri yang langsung datang kepadanya dan mendaftarkan Vira masuk ke sekolah ini. Pak kepsek tidak berani melawan Bima. Semua orang sudah tau akan kekuasaan Bima. Dan hanya Vira lah yang belum mengetahuinya.
Saat istirahat.
Vira menjalani hari pertamanya sekolah dengan biasa saja. Tidak ada yang istimewa bagi Vira.
Vira dan teman-temannya sedang berada di kantin. Beberapa perempuan mencoba mendekati Vira. Mereka ingin berkenalan dengan Vira.
__ADS_1
"Hai!" sapa seorang anak perempuan mendekati Vira. Anak itu bernama Mini.
Mini tidak sendiri, dia juga membawa temannya yang bernama Alis, Muti dan Nouse.
Vira hanya melirik saja.
"Aku Mini. Aku adalah kakak kelasmu" Mini menjulurkan tangannya.
Vira hanya menatap tangan Mini saja tanpa mau membalas jabatannya.
Mini geram karna Vira tidak mau membalas jabatannya. Brak,, Mini menggebrak meja yang Vira dan teman-temannya tempati.
"Heh, lo itu anak baru ya. Gue kakak kelas lo, jadi lo harus sopan sama gue" ucap Mini marah.
Semua mata mulai tertujupada Vira dan Mini.
Rendi hendak menjawab Mini, namun Nathan mencegahnya. Nathan tau, kalau Vira tidak akan tinggal diam.
Vira tidak menggubris perkataan Mini.
"Apa kau tul*?" tanya Mini dengan marah.
Tanpa menjawab, Vira bangun dari duduknya dan pergi menjauh. Rendi, Roy dan Nathan mengikuti Vira.
"Hei, mau ke mana lo?" tanya Mini berteriak.
Vira berbalik dan menatap Mini. Vira menaikan sudut bibirnya dan tersenyum mengerikan.
"Target dikunci" gumam Vira masih sambil tersenyum.
Rendi, Roy dan Nathan mendengar gumaman Vira. Namun mereka tidak terlalu memperdulikannya.
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
__ADS_1
Tbc..