
Happy Reading!😊
"Mama,, aku kangen banget sama mama.." Vira kembali memeluk Dewi.
Apa yang dikatakan bocah ini? batin Dewi.
"Mama,, akhirnya mama jemput aku. Hiks,, hiks.." ucap Vira mulai menangis. "Ma,, ayo kita pulang. Aku gak suka di sini ma,, hiks,, hiks,, bukankah mama bilang mama sayang sama aku?" ucap Vira.
Komandan polisi melihat ke arah Dewi dengan tatapan tanda tanya.
"Aku menuruti semua keinginan mama. Hari itu aku salah, aku malah membantah mama. Aku janji, mulai sekarang apapun keinginan mama, apapun perintah mama akan aku lakukan" ucap Vira sambil terus memeluk Dewi.
Dewi melepaskan pelukan Vira dengan paksa.
"Apa yang kau katakan?" tanya Dewi memendam amarah.
"Iya ma, aku akan melakukan semua yang mama perintahkan. Aku akan membersihkan rumah, menyapu, mengepel, memasak, mencuci,, semuanya ma. Bahkan aku akan bekerja untuk mama. Tolong jangan tinggalkan aku di sini,, hiks,, hiks,, hiks.." jawab Vira.
Dewi bingung harus berkata apa. Kejadian ini sungguh tiba-tiba. Dewi menunduk dan mengusap air mata di pipi Vira. Dewi juga mengelus kepala Vira.
"Sudah jangan menangis lagi" ucap Dewi berpura-pura menenangkan Vira dengan kasih sayang.
Vira tersenyum dan memeluk Dewi. Dewi membalas pelukan Vira.
"Ada seseorang yang mengawasiku. Aku tau itu pasti ulahmu. Dengar, jangan melakukan tindakan yang memancing emosiku" Vira berbisik di telinga Dewi.
__ADS_1
Dewi membuka matanya dengan lebar. Dewi tidak berpikir kalau Vira akan melakukan ini padanya. Vira telah mempermalukannya di depan semua orang.
Vira melepaskan pelukannya.
"Sekarang kamu kembali ke kamar kamu ya" ucap Dewi.
Untuk yang terakhir kalinya, Vira kembali memeluk Dewi.
"Permainanmu berakhir wanita ular" bisik Vira.
Vira melepaskan pelukannya lalu berjalan meninggalkan Dewi. Disaat terakhir, Vira tersenyum pada Dewi.
Wajah Vira kembali seperti semula. Vira melewati April dan tersenyum. Vura kembali ke kamar diikuti oleh April yang berjalan di belakangnya.
"Wow,,, Vira.." April bersorak senang. "Aku gak nyangka kamu bisa melakukan itu di depan semua orang" kagum April.
"Dari mana kamu mempelajarinya?" tanya April.
"Dari dia sendiri" jawab Vira.
"Maksud kamu?" tanya April tidak mengerti.
"Dewi itu wanita ular bermuka dua. Lain di depan, juga lain di belakang. Di depan manis, di belakang pahit. Menyuguhkan teh, memberikan racun" jawab Vira.
April sama sekali tidak mengerti apa yang Vira katakan.
__ADS_1
Komandan polisi meminta agar Dewi bicara berdua dengannya.
"Apa itu tadi? Bu, apa kau menceritakan kebohongan padaku?" tanya komandan polisi.
"Ti, tidak pak, itu tidak benar" sangkal Dewi.
"Lalu apa itu? Vira tidak sepertu yang kau ceritakan" komandan polisi tampak marah pada Dewi.
"Pak, Vira itu gadis yang licik. Apa yang dia katakan itu semua bohong" ucap Dewi berusaha meyakinkan komandan polisi itu lagi.
"Bu, Vira itu gadis yang baik. Kau yang berbuat tidak baik padanya. Kau tega menyuruh anak kecil melakukan pekerjaan rumah. Apa kau tidak melihat ketulusannya? Betapa bahagianya dia melihat kau ada di sini. Kau ibunya, tapi kau tidak menganggap putrimu sebagai putrimu" komandan meluapkan kekesalannya pada Dewi.
"Pak, dengarkan aku. Aku bisa jelaskan" Dewi berusaha membujuk komandan polisi itu.
Komandan polisi tidak mendengarkan bujukan dari Dewi. Komandan polisi itu pergi meninggalkannya seirang diri.
"Si*l" umpat Dewi. "Gadis itu sudah membuat rencanaku berantakan" ucap Dewi.
Dewi terus memberikan sumpah serapah untuk Vira. Dewi sangat kesal lada Vira.
Komandan polisi itu kembali ke TKP. Dia sangat marah pada Dewi karna sudah membohonginya.
Terima kasih sudah mampir
Jangan lupa tinggalkan jejak
__ADS_1
Tbc..