Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Pulang


__ADS_3

Happy Reading!😊


Vira keluar dari kantor bu Titi dengan keadaan senang. Walaupun awalnya bu Titi membuat mood Vira menjadi kacau.


Dilain sisi, Vira juga menyayangkan perbuatannya yang sudah mengancam bu Titi. Dengan perbuatannya pada bu Titi, bu Titi bisa saja mencurigai Vira sebagai pelaku pembun*han adiknya atau yang dikenal dengan bu Cece. Tapi untungnya, bu Titi tidak berpikiran seperti itu.


Vira kembali ke kamarnya. Saat Vira masuk ke kamar, di sana sudah ada April yang menunggunya. April tidak mengantar Vira karna dia tidak ingin berhadapan dengan bu Titi.


"Vira,, bagaimana? Apa kau diperbolehkan pulang?" tanya April dengan antusias.


Vira terdiam. Dia lupa kalau dia tidak meminta izin bu Titi untuk pulang. Vira hanya meminta izin menelpon Dewi. Setelah menelpon Dewi, Vira pergi tanpa meminta izin pada bu Titi.


"Vir.." April membuyarkan lamunan Vira.


"Ya" jawab Vira.


"Kok kamu malah ngelamun sih?" tanya April heran.


"Ah, enggak kok" jawab Vira.


"Kamu udahkan, minta izin sama bu Titi?" April mengulangi pertanyaannya.


"Em,, udah kok. Aku udah minta izin" jawab Vira dengan ragu.


"Kok, gak jelas gitu jawabannya?" tanya April.


"Hem,," Vira menghembuskan nafasnya pelan. "Tadi aku ke kantor. Terus bla,, bla.." Vira menceritakan kejadian di kantor secara rinci.


"APA! Kamu ngancem bu Titi?" kaget April.


Vira menganggukkan kepalanya.


"Kamu men*dongkan ujung pensil pada bu Titi?" tanya April yang masih tidak percaya akan kelakuan Vira.


Vira menganggukkan kepalanya.


"Vir, kamu taukan apa yang kamu lakukan itu beresiko besar? Gimana kalo bu Tit curiga sama kamu?" tanya April.


"Ya,, aku juga tau itu. Tapi mau gimana lagi, orang udah terjadi" jawab Vira.


April hanya diam.

__ADS_1


"Dahlah,, gak usah dipikirin. Yang penting, besok aku akan pulang selama 1 hari. Kamu jaga diri baik-baik. Jangan coba kabur lagi" ucap Vira.


"Hm,, iya,, iya.." balas Vira.


...***...


Keesokan harinya, Vira dijemput oleh Dewi. Dalam mobil, Vira tidak banyak bicara. Vira hanya melihat keluar saja. Vira memperhatikan area luar panti.


Sekitar 2 jam perjalanan, Vira sudah sampai di rumah ayahnya, yang juga bisa disebut rumahnya sendiri. Vira turun dari mobil dan memperhatikan sekitar rumahnya. Tak ada yang berubah dari rumahnya itu.


"Non Vira" gumam mang Setno.


Mang setno menghampiri Vira.


"Non Vira!" panggil mang setno.


Vira menolehkan kepalanya.


"Mang setno" gumam Vira.


Vira langsung memeluk mang Setno dengan erat.


Mang Setno sangat senang saat melihat majikan kecilnya kembali. Terakhir kali mang Setno melihat Vira, saat Vira dipaksa ikut ke panti dengan Dewi. Saat itu mang Setno tidak bisa berbuat apapun.


"Aku baik mang. Mamang sendiri gimana?" jawab serta tanya Vira.


"Mamang juga baik" jawa mang setno.


"Mbok Ayu mana?" tanya Vira.


"Ada di dalam. sebentar" mang Setno memanggil mbok Ayu untuk ke luar.


"Non Vira" ucap mbok Ayu saat melihat Vira.


Mbok Ayu langsung memeluk Vira. Mbok ayu juga sama seperti mang Setno saat terakhir kali melihat Vira.


"Non, non ke mana aja? Bibi kangen non.." tanya mbok Ayu dengan derai air mata.


"Vira juga kangen sama mbok" balas Vira.


Vira dan mbok Ayu melepas rindu.

__ADS_1


Dewi memutar bola matanya jengah melihat Vira dan mbok Ayu berpelukan. Dewi berjalan terlebih dahulu memasuki rumah.


"Mbok, mang, Vira masuk dulu ya. Vira mau istirahat" pamit Vira setelah melepaskan pelukannya.


"Iya non. Non gak mau di masakin sama mbok?" tanya mbok Ayu.


"Nanti aja bi" jawab Vira.


Vira masuk ke dalam rumah. Vira melihat seluruh ruangan rumahnya. Di dalam rumahnya tidak ada yang berbeda, semuanya masih sama.


Indra dan Indri menghampiri Vira.


"Ngapain kamu di sini?" tanya Indri.


Vira menoleh ke arah Indra dan Indri.


"Bukan urusanmu" jawab Vira.


Vira berjalan meninggalkan Indra dan Indri. Vira berjalan ke arah kamarnya yang terletak di lantai 2.


"Heh, mau ke mana kamu? Jangan seenaknya ya. Mulai sekarang, rumah ini bukan rumah kamu lagi" ucap Indra mencegah Vira pergi.


Vira menatap Indra dan Indri bergantian dengan tatapan yang tajam.


"Apa hak kalian melarangku? Ingat ini, kalian dan mama kalian itu hanya BENALU" ucap Vura sambil menekan kata di akhir kalimatnya. "Kalian hanya memanfaatkan ayahku saja. Hah,, sayangnya ayahku terlalu bodoh untuk menyadari itu" lanjut Vira kemudian melanjutkan langkahnya kembali.


Indra dan Indri terdiam oleh kata-kata Vira. Mereka kira, Vira akan berubah setelah masuk ke panti itu. Namun perkiraan mereka salah. Ya, Vira memang berubah. Namun Vira berubah menjadi lebih cerdas dan licik.


"Benalu,, hahahah.." ucap Vira dengan tawa yang menggema di seluruh ruangan.


Indri mengepalkan tangannya dan hendak menyusul Vira. Namun Indra mencegahnya.


"Sabar Indri. Gadis itu hanya satu hari di rumah ini. Setelah itu dia tidak akan kembali ke sini untuk selama-lamanya" ucap Andra menahan Indri.


"Baiklah" ucap Indri.


Terima kasih sudah mampir


Jangan lupa tinggalkan jejak


Tbc..

__ADS_1


__ADS_2