
Happy Reading!😊
"Ada apa kalian ke sini?" tanya Vira.
"Kita laper" jawab Rendi.
"Eh, Bukan kita ya. Tapi lo yang laper" ucap Roy.
"Kita pesen makan aja. Gue juga laper" ucap Vira.
"Tuh,, Vira juga laper ble.." ujar Rendi senang.
Skip.
Keempat manusia itu sudah selesai makan. Kini mereka sedang menyesap bendah kecil panjang.
"Kita mau ke mana dulu?" tanya Rendi.
"Emang kita mau ke mana?" tanya Roy.
"Heh, kita ke sini tuh mau liburan. Bukan cuma tidur di hotel doang" jawab Rendi.
"Besok aja lah. Gue capek" ucap Vira.
"Ah elah,, lo tuh udah tidur tadi. Masa masih capek" ujar Rendi.
"Heh, kalo Vira bilang capek. Ya berarti dia capek. Udah jangan maksa dia" hardik Nathan.
"Iya,, iya,, siapa yang maksa sih" balas Rendi ketus.
"Oh iya, katanya di hotel ini setiap malam selalu ada party. Gimana kalo nanti kita dateng" usul Roy.
"Serius lo? Kalo bener, ayo kita party. Sekalian kita berburu,, hahahah..." setuju Rendi sambil tertawa.
"Bener juga tuh, hahahah..." timpal Roy.
Rendi dan Roy tertawa renyah.
Vira dan Nathan hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka saja. Tiba-tiba Nathan memikirkan ide bagus.
"Vir, kita dateng juga yuk" ajak Nathan.
"Males ah" tolak Vira.
"Ayo lah,, itung-itu menyaambut kedatangan kita ke negara ini" bujuk Nathan.
"Eh, emang lo siapa? Dateng ke negara ini, pake mau disambut segala? Lo wakil rakyat? Mentri? Atau siapa?" ucap Rendi.
"Diem lo g****k" ucap Nathan melemparkan bantal sofanya pada Rendi.
"Eh, gue cuma bercanda doang. Lo gak usah dimasukin ke hati man. Tenang.." ucap rendi.
__ADS_1
Vira tersenyum melihat Rendi dan Nathan bertengkar.
"Vir, kita dateng sama-sama aja. Ada benernya omongan Nathan itu" ucap Roy.
Vira bingung. Dia harus menuruti keinginan sahabat-sahabatnya atau dia harus menjalankan tujuannya.
"Ya udah, gue ikut" setuju Vira.
"Yey.." sorak ketiga pria itu.
"Tapi dengan satu syarat" ucap Vira.
"Syarat apa?" tanya Nathan bingung.
"Kalo gue bosen, gue bakalan balik ke kamar. Dan kalian, gak boleh larang gue. Setuju?" jawab Vira sambil memberikan kesepakatan.
"Setuju" balas Nathan.
...***...
Malam harinya keempat sahabat itu sedang menikmati pesta yang diadakan di hotel. Rendi dan Roy tampak asik menari bersama gadis-gadis yang tidak mempunyai rasa malu. Sementara Nathan dan Vira hanya minum saja.
Nathan akan melakukan ide bagusnya. Nathan berdiri dan menatap Vira.
"Ada apa?" tanya Vira melihat Nathan.
"Aku akan menari. Apa kau mau menari?" tanya Nathan.
"Tidak terima kasih. Aku di sini saja" tolak vira.
"Ya sudah. Aku akan menari dulu" ucap Nathan dan diangguki oleh Vira.
Nathan menghampiri salah satu gadis cantik kemudian mereka menari di hadapan Vira. Jarak mereka tidak terlalu dengan Vira. Namun Vira masih bisa melihat Nathan yang sedang menari.
"Ku pikir dia tidak akan menari. Ternyata semua laki-laki sama saja. Jika sudah melihat wanita cantik, mereka akan langsung bergerak cepat" gumam Vira sambil memakan cemilan.
Apa ini? Kenapa Vira tidak mencegahku menari dengan gadis ini? tanya Nathan dalam hati. Apa dia tidak cemburu? Apa dia tidak memiliki rasa padaku? Apakah cintaku bertepuk sebelah tangan? Nathan terus bergelut dengan pikirannya.
"Hey cantik" sama seorang pria mendekati Vira.
Vira menatap pria itu.
"Kau mau menari denganku?" tanya pria itu.
"Tidak terima maksih" tolak Vira.
"Oh,, ayolah. Wanita secantik dirimu tidak pantas hanya duduk diam di sini sendirian. Lebih baik kau menari denganku" ujar pria itu.
"Tidak tuan" tolak Vira.
"Ah,, aku tau. Pasti kau tidak mau menari di sini. Kau juga bisa menari di ranjang bersamaku. Aku yakin kau mau itu" ucap pria itu.
__ADS_1
Vira menatap pria itu dengan tajam.
"Oh sungguh, tatapanmu itu sangat se**. Ayo.." pria itu hendak memegang tangan Vira.
Namun tangan pria itu dengan cepat dipegang oleh orang lain, yaitu Nathan. Saat Nathan melihat ada pria yang mencoba merayu Vira, Nathan segera menghampirinya.
"Singkirkan tanganmu dari wanitaku" tegas Nathan.
"Hey, siapa kau? Berani sekali kau menghalangiku. Aku tidak perduli dia wanitamu atau wanita orang lain. Yang jelas, aku menginginkannya" balas pria itu.
"Beraninya kau.." Nathan mem*kul wajah pria itu sampai tersungkur ke lantai.
Semua orang mulai berkerumun karna Nathan dan pria itu berkelahi. Nathan terus mem*kuli pria itu dengan membabi buta.
Rendi dan Roy berusaha menghentikan perkelahian itu. Namun usaha mereka sia-sia. Jika semua orang tegang, maka lain halnya dengan Vira. Vira malah melanjutkan minumnya dengan tenang. Vira sangat menikmati pemandangan yang dilihatnya.
Pelayan hotel datang untuk memisahkan perkelahian mereka. Namun nasib mereka sama seperti Rendi dan Roy. Mereka tidak bisa memisahkan perkelahiaan itu.
Kini pria itu sudah tidak berdaya. Tapi Nathan masih bernafsu untuk mem*kul pria itu.
"Nathan, hentikan" ucap Vira.
Seketika Nathan menghentikan aksinya. Semua orang heran, hanya dengan perintah Vira, Nathan bisa berhenti. Sedangkan saat dia dipisahkan oleh beberapa orang, dia tidak berhenti.
"Hentikan. Pria itu bisa mat* dipuk*li oleh mu" ucap Vira menghampiri Nathan.
Nathan masih menatap pria itu dengan amarah yang besar.
"Pak" Vira memanggil pelayan hotel.
"Iya nona" pelayan itu menghampiri Vira.
"Bawa dia ke rumah sakit. Lalu berikan tagihan rumah sakitnya kepadaku" titah Vira.
"Baik nona" patuh pelayan itu.
Pria itu dibawa oleh beberapa pelayan hotel. Keadaan berangsur membaik.
Vira menatap Nathan. Namun Nathan membuang mukanya.
"Hey,, ayolah. Aku tidak papa. Dia tidak menyentuhku sama sekali. Kau tidak perlu marah seperti itu" ucap Vira menenangkan Nathan.
"Tapi dia berusaha menyentuhmu. Kau dengar sendirikan apa yang dia katakan?" tanya Nathan.
"Ya. Aku mendendengarnya. Sudahlah. Ayo kita kembali ke kamar" ajak Vira.
Vira menuntun Nathan kembali ke kamarnya. Vira masuk ke kamar Nathan. Mereka duduk di atas sofa.
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
__ADS_1
Terus dukung author😉
Tbc..