
Vira melangkah maju sambil membawa botol minuman.
"A-apa yang akan kau lakukan?" tanya pacar target.
"Menuntaskan apa yang harus kulakukan" jawab Vira.
"Pergi kau! Menjauh dari pacarku" usir pacar dengan menghalangi Vira mendekat pada target.
"Minggir kau. Jangan halangi aku" usir Vira dengan mendorong tubuh pacar target.
"Ah.." pacar target jatuh ke lantai.
Vira berjalan menuju targetnya yang sedang kesusahaan bernafas.
"Si-siapa kau?" tanya target dengan susah payah.
"Malaikat yang menjemputmu" jawab Vira.
Target membuka matanya lebar-lebar.
"Seharusnya kau tidak boleh mempermainkan perasaan seorang wanita. Kau tau pepatah habis manis sepah dibuang?" tanya Vira.
Target tidak menjawab. Bagaimana bisa dia menjawab, bernafas saja susah apalagi bicara.
"Sudahlah lupakan pepatah itu" ucap Vira.
"Hei, menjauh kau dari pacarku" teriak lacar target.
"DIAM KAU!" bentak Vira.
Seketika pacar target menjadi takut.
"Apa kau tau kesalahanmu? Jika kau lupa, biar aku ingatkan. Kesalahanmu adalah sudah mempermainkan serasaan seorang gadis yang benar-benar mencintaimu. Kau meninggalkannya setelah kau bosan dengannya. Apalagi kau sudah menanamkan benihmu pada gadis itu" jelas Vira.
Target sangat kaget dengan ucapan Vira.
"Kau tau siapa yang aku bicarakan?" tanya Vira.
Vira menunjukkan foto adik mr. J pada target.
"Dia adalah wanita yang kau tinggalkan hanya demi seorang j***** sepertinya" ucap vira sambil menunjuk pacar target. "Apa kau tidak merasa kasihan padanya? Kau telah meninggalkannya setelah kau menanam benihmu. Tidak adakah rasa kasihan padanya?" tanya Vira.
__ADS_1
Vira terdiam sejenak.
"Aku tau kau sebelumnya hanya menjebak dia dan memperalat dia saja. Kalian berdua telah bersekongkol untuk melakukan hal itu" ucap Vira. "Kalian tau kalau dia anak orang kaya, lalu kau mendekatinya dan menguras hartanya. Kenapa kau melakukan itu? Bukankah kau dari keluarga kepala negara ini?" tanya Vira.
"DIAM KAU! YANG KAU UCAPKAN ITU HANYA OMONG KOSONG SAJA" sangkal pacar.
"Omong kosong? Aku sudah mengetahui segalanya. Bahkan aku tau rumahmu di mana dan keluargamu di mana. Aku juga tau di mana keluarga pacarmu berada" ucap Vira pada pacar target. "Dalam sekejap, aku dapat membuat mereka terbang ke langit. Tapi aku tidak akam melalukan itu. Karna tujuanku bukanlah mereka. Tujuanku hanya kalian berdua" lanjut Vira.
Vira berjalan lebih dekat lagi lada Target.
Target berusaha melawan dengan mem*kul Vira. Namun pukulannya dapat ditahan oleh Vira.
Target mulai kehabisan nafas. Dia dengan susah payah menghirup udara.
"Aku kasian padamu. Oleh sebab itu, aku akan mempermudah pengirimanmu pada tuhanmu" ucap Vira.
Prang.. Vira mem****kan botol minuman yang dipegangnya ke kepala target.
Target tidak sadarkan diri. Dan ternyata,, dia sudah meninggal.
"TIDAK!!" teriak pacar saat melihat Vira mem****kan botol itu.
Pacar target segera mengampiri target yang sudah tidak bernyawa.
"Kenapa kau melakukan ini? Apa salah pacarku padamu?" tanya pacar target tak terima.
"Ha,, kau bertanya pertanyaan yang sama lagi" gumam Vira. "Sudah ku bilang, dia tidak punya salah padaku. Tapi dia punya salah pada klienku nona' jawab Vira.
"Klien? Apa jangan-jangan,, kau pemb*n*h bayaran?" tebak pacar target.
"Spertinya begitu" jawab Vira.
"Tega kau" maki pacar target.
"Ya, aku memang tega" balas Vira.
"Vira berbalik badan hendak pergi. Namun langkahnya terhenti oleh ucapan pacar target.
"Ingatlah ini. Suatu saat, kau akan ditinggalkan oleh orang yang kau cintai. Khususnya cinta pertamamu" ucap pacar target.
Vira terdiam.
__ADS_1
"Apa kau sedang mengutukku?" tanya Vira sambil berbalik. "Itu tidak akan terjadi. Karna aku tidak percaya pada kutukan seperti itu" ucap Vira.
Vira kembali membalikkan badannya dan melanjutkam langkahnya. Langkahnya kembali terhenti saat melihat telpon yang sedang dalam panggilan. Dan panggilan itu sudah dalam waktu 8 menit.
"Oh ****" umpat Vira.
Rupanya, saat Vira sedang sibuk dengan target, diam-diam pacar target menelpon polisi. Dan sekarang, para polisi itu sedang dalam perjalanan.
"Pintar juga otakmu" puji Vira. "Tapi maaf, ini adalah haro terakhirmu hidup. Tadinya aku akan membiarkanmu menjalani hidup yang baru. Namun kau sudah mengambil keputusan yang salah" ucap Vira
Vira mengeluarkan pist*l dari belakang bajunya dan mengarahkannya ke pacar target.
"Selamat tinggal" ucap Vira.
Dor.. satu temb*kan melesat mengenai kep*l* pacar target.
Setelah melepaskan temb*kan, Vira segera ke luar untuk pergi melarikan diri sebelum para polisi datang.
Saat Vira ke luar dari rumah target, para polisi sampir sampai. Vira segera berlari ke arah jalan yang lebih sempit.
"Hei, itu pasti pelakunya" ucap salah satu polisi.
Beberapa orang polisi mengejar Vira. Dan sebagiannya lagi menuju TKP.
Vira dan polisi saling mengejar. Kini mereka sudah berlari selamat 45 menit. Tenaga mereka sama-sama terkuras.
Beberapa kali Vira hampir saja terkena temb*kan dari para polisi itu. Tapi untungnya Vira bisa menghindar.
Sampai akhirnya, Vira terjebak di jalan buntu yang berada di sisi jurang. Vira diam tak berkutik. Vira tidak mau tertangkap atau menyerahkan diri. Vira harus mengambil resiko yang sangat besar untuk dirihya sendiri. Ini mempengaruhi hidup dan mat*nya.
"Angkat tangan, dan serahkan dirimu. Kami sudah mengepungmu. Kamu tidak bisa lagi melarikan diri" ucap polisi.
Vira mengangkat tangannya. Vira berjalan menuju para polisi. Saat melihat Vira berjalan, seketika para polisi sedikit menurunkan senj*ta mereka. Dan dengan cepat Vira berbalik lalu memilih terjun ke jurang yang di bawahnya terdapat lautan lepas.
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
Terus dukung author😉
Tbc..
__ADS_1