
Happy Reading!😊
Manager itu terkejut saat melihat Vira berdiri di atas mimbar. Vira menatap semua pegawainya hotel yang kini sudah menjadi pegawainya.
"Selamat pagi semua" sapa Vira.
"Selamat pagi" balas semua pegawai.
"Seperti yang sudah kalian ketahui, saya adalah pemilik hotel yang baru. Saya sudah tau bagaimana program kerja hotel ini. Tapi kalian harus tau, cara kerja saya berbeda dengan pemilik hotel sebelumnya. Saya tidak ingin ada kelalaian dalam bekerja, walau sekecil apapun akibatnya. Jika ada orang yang melanggar, saya tidak akan bersikap baik" jelas Vira.
Semua orang menganggukkan kepalanya. Mereka mulai resah dengan keputusan Vira.
"Saya sudah mengganti beberapa jabatan yang ada. Untuk kejelasan lebih lanjut, tuan Marko akan menjelaskan semuanya" ucap Vira.
Semua orang menganggukkan kepalanya lagi.
Vira turun dari mimbar dan berjalan pergi. Saat berjalan, Vira berhenti di depan manager yang sebelumnya menanyakan siapa Vira. Vira tersenyum licik pada manager itu. Manager itu tidak berani menatap Vira. Kemudian Vira melanjutkan langkahnya.
pukul 08.00, Vira dan teman-temannya siap untuk pergi berjalan-jalan. Rendi, Roy dan Nathan heran kenapa setiap pegawai hotel membungkukkan badannya pada Vira. Vira tidak menghiraukan hal itu.
Saat Vira dan yang lainnya hendak keluar dari hotel, tiba-tiba ada orang yang memanggil Vira.
"Nona,, tunggu" teriak seseorang.
Vira dan teman-temannya menghentikan langkah mereka. Rupanya orang yang memanggil Vira adalah manager.
"Siapa kau?" tanya Rendi heran.
"Tuan, aku adalah.." saat manager itu hendak menjawab, Vira memotongnya.
"Ada apa?" tanya Vira.
"Nona, aku minta maaf atas sikapku kemarin malam. Aku sungguh menyesal. Aku telah lalai nona. Kau bisa menghukumku sesukamu" ucap manager itu menyesal.
"Sudahlah. Aku sudah tidak mengingat hal itu lagi. Mulai sekarang, kau harus lebih memperhatikan pekerjaanmu" ucap Vira.
__ADS_1
"Terima kasih nona" ucap orang itu.
Vira menganggukkan kepalanya.
"Apakah kalian sudah selesai? Ayo lah, nanti kita akan ketinggalan bis" kesal Rendi.
"Kau ini selalu tidak sabaran" decih Roy.
"Maaf nona, apakah nona akan berjalan-jalan?" tanya manager.
"Ya, kami akan berjalan-jalan di negara ini. Tapi kau daan Vira merusaknya" jawab Rendi.
"em,, bagaimana kalau nona dan teman-teman naik kendaraan hotel saja" usul manager itu.
"Apakah boleh?" tanya Rendi bersemangat.
"Tentu saja tuan. Masa pemilik hotel tidak boleh menaiki mobil hotelnya sendiri" jawab manager itu.
"Pemilik hotel?" gumam Rendi, Roy dan Nathan.
"Ya sudah. Cepat siapkan" setuju Vira.
"Baik nona. Nona dan tuan-tuan bisa menunggu di depan" ucap manager itu.
Vira dan yang lainnya menunggu di luar.
"Vir, lo pemilik hotel ini?" tanya Roy.
Vira menganggukkan kepalanya.
"Serius lo?" tanya Rendi tak percaya.
Vira menganggukkan kepalanya lagi.
Tak lama, mobil yang akan mengantar Vira dan teman-temaannya pun sudah siap.
__ADS_1
"Woah,, apakah ini mobilnya?" tanya Rendi kagum.
"Iya tuan. Saya sendiri yang akan mengantar nona dan tuan ke tempat yang ingin dikunjungi" jawab manager.
"Wah,, sebuah limousin mewah.." gumam Roy.
"Benar tuan. Ini adalah mobil termahal yang dimiliki hotel ini. Hotel lain tidak ada yang memiliki mobil seperti ini" jelas manager.
Rendi dan Roy ternganga melihat mobil itu.
"Tutup mulut kalian. Kalian seperti tidak pernah melihat mobil mahal saja" ujar Vira.
"Gue pernah liat mobil mahal. Tapi gue gak pernah liat mobil limousin kayak gini" balas Roy.
"Hah,, gue harus punya satu yang kayak gini" ujar Rendi.
"Berhenti berbicara ayo cepat kita harus segera berangkat" ucap Nathan.
"Wah,, kayaknya lo gak sabar mau naik mobil ini Nath" ledek Rendi.
"Diem lo toil. Liat, Vira udah masuk ke mobil" ucap Nathan.
"Apa! Sejak kapan?" tanya Roy bingung.
"Sejak air liur kalian menetes karna kagum pada mobil ini" jawab Nathan yang kemudian masuk ke dalam mobil.
"Eh, tunggu gue" ucap Rendi dan Roy bersamaan.
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
Terus dukung author ya😉
Tbc..
__ADS_1