Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Mataku Sudah Ternodai


__ADS_3

Happy Reading!


Dimalam hari, Vira keluar rumah tanpa ditemani oleh siapapun. Tidak ada yang mengetahui kepergian Vira. Seperti yang dikatakan oleh mbok Ayu, setiap malam Dewi selalu pergi. Dan benar saja, Vira dengan leluasa pergi daru rumah.


Vira hanya membawa lilin dengan gasolin. Vira berjalan menyusuri jalan yang sudah lama tidak dia lewati. Gelap, itulah yang dilihat Vira. Hanya ada beberapa lampu yang menerangi jalan. Vira memang tidak menyalakan lilin. Karna lilin yang dia bawa, bukan untuk menerangi jalan. Tapi untuk menerangi suatu tempat.


Setelah kurang lebih 15 menit berjalan, Vira sampai di depan gedung yang berukuran cukup besar. Vira menatap gedung itu yang gelap tanpa adanya cahaya lampu.


Kalo kalian berpikir Vira akan masuk ke gedung itu, kalian salah. Bukan gedung itu yang menjadi tujuan Vira, melainkan di belakang gedung itu. Di belakang gedung itu terdapat hutan yang cukup lebat.


Apa kalian tau di mana Vira berada?


Vira berada di hutan belakang sekolah. Ya, gedubg itu adalah sekolah lama Vira. Vira datang ke hutan itu untuk mengenang saat pertama kali dia membun*h seseorang. Kalian pasti sudah tau siapa orang yang dibun*h oleh Vira.


Saat sampai di hutan itu, Vira menyalakan lilin yang dia bawa. Hutan itu sangat gelap, tidak ada cahaya sedikitpun yang menyinari. Vira tidak merasa takut sama sekali. Toh dia setiap hari ke hutan untuk mencari kayu bakar.


Vira berjalan menembus hutan. Vira masih ingat di mana dia menghilangkan nyawa Robi. Meskipun dalam keadaan gelap dan hanya diterangi oleh lilin, Vira memegang setiap pohon yang dia gunakan untuk membent*kan kepala Robi.


Vira tersenyum mengingat kejadian itu. Ingin rasanya Vira mengulang kejadian itu lagi. Setelah cukup lama Vira flashback, Vira memutuskan untuk pergi. Namun Vira ingin melalui jalan memutar. Vira tidak pergi ke arah yang awalnya dia datang, Vira pergi ke arah yang berlawanan.


"hiks,, hiks,, hiks.."


Dalam samar-samar, Vira mendengar suara isak tangis. Vira berhenti sejenak guna memperjelas apa yang dia dengar.


"Suara siapa itu? Apakah itu suara hantu? Apa mungkin suara hantu seperti itu?" gumam Vira.

__ADS_1


Mendengar suara itu, Vira tidak merasa takut sama sekali. Karna Vira tidak mempercayai adanya hantu dan sejenisnya. Vira menganggap jika orang sudah meninggal, ya sudah. Berarti dia sudah tidak ada di dunia ini. Jika ingin membuat Vira percaya akan adanya hantu, Vira harus melihat sendiri sosok hantu itu.


Vira melihat kesegala arah untuk menentukan sumber suara. Akhirnya Vira menemukan rumber suara itu. Vira berjalan ke arah rumber suara. Vira melihat gubuk tua yang ada di tengah hutan.


Gubuk itu juga diterangi oleh cahaya lilin. Dengan perlahan, Vira mendekati gubuk itu. Suara yang didengar oleh Vira juga semakin jelas.


Kini suara itu bercampur dengan des***n, jeritan dan tangisan. Dinding gubuk itu terbuat dari bambu yang dianyam. Karan gubuh itu sudah lama, jadi di dindjng gubuk itu terdapat lubang-lilubag kecil.


Karna penasaran, Vira memberanikan diri untuk mengintip dari lubang-lubang itu. Mata Vira terbuka lebar saat melihat apa yang terjadi di dalam gubuk itu. Dengan cepat Vira membalikan badannya. Sungguh, mata Vira sudah ternodari karna melihat adegan itu.


"Sial, mataku sudah ternodai" umpat Vira.


Kalian sudah taukan adegan apa yang ada di dalam gubuk itu?


Vira melihat sepasang pria dan wanita yang sedang bers*t*h. Pria itu tampak sangat menikmatinya, namun si wanita itu terlihat sangat tersiksa. Wanita itu terhilat masih sangat muda.


"Tolong lepaskan aku. Paman, kenapa kau melakukan ini padaku? Apa salahku? Lepaskan aku paman, hiks,, hiks,, hiks.." tangis wanita itu.


"Kau tidak salah, ayahmu lah yang bersalah. Dia menyet*b*hi istriku saat dia masih resmi menjadi istriku" jawab pria itu.


"Tapi apa hubungannya denganku paman? Hiks,, hiks,, hiks.." tanya wanita itu.


"Karna kau adalah putrinya. Lihatlah akan kuhanc*rkan kehidupan ayahmu dengan menghanc*rkan kehidupanmu terlebih dahulu" jawab si pria itu.


"Tolong,, siapapun tolong aku,, hiks,, hiks,, hiks.." teriak wanita itu meminta tolong.

__ADS_1


"Heheheh,, berteriaklah sekeras mungkin. Tdak akan ada yang mendengar teriakanmu" ucap pria itu.


Pria itu terus saja menyentuh wanita itu, meski wanita itu meminta pengampunannya.


Vira mendengarkan semua percakapan antara pria dan wanita itu. Terbesit satu ide dibenak Vira. Vira tersenyum devil.


Tanpa aba-aba, Vira membuka pintu gubuk itu.


Pria dan wanita itu melihat ke arah Vira dengan terkejut. Mereka tampak syok atas kedatangan Vira.


"Siapa kau?" tanya pria itu melepaskan penyatuannya.


Vira hanya menunjukan senyum devilnya saja.


Vira menatap pria itu, kemudian Vira menatap wanita itu. Wanita itu segera bangun dan menjauh dari pria itu.


"Siapa kau? Mau apa kau ke sini anak kecil?" tanya pria itu dengan berteriak.


"Heheh.." Vira tertawa kecil.


"Jangan panggil aku anak kecil paman" ucap Vira. "Aku Vira. Namaku adalah Vira" lanjut Vira.


Eh,, lho,, kok jadi ke sana sih kata-katanya? Duh maaf ya, diakhir cuma sebagai penghibur aja ✌


Terima kasih sudah mampir😊

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Tbc..


__ADS_2