Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Wanita Misterius


__ADS_3

"Siapa kau? Mau apa kau ke sini anak kecil?" tanya pria itu dengan berteriak.


"Heheh.." Vira tertawa kecil.


Awalnya Vira hanya tertawa kecil. Namun, lama kelamaan tawa Vira menjadi lebih keras.


"Hei, kenapa kau malah tertawa? Jawab pertanyaanku. Siapa kau? Mau apa kau ke sini?" tanya pria irltu mulai panik.


Vira menghentikan tawanya.


"Aku adalah orang yang akan megirimmu pada tuhanmu" jawab Vira.


Pria itu kaget mendengar jawaban dari Vira.


"Oh,, rupanya kau menantangku" ucap Pria itu.


pria itu mengambil ancang-ancang dan bersiap untuk menyerang Vira. Satu tinjuan melayang ke arah Vira. Namun dengan sigap Vira menghindari tinjuan itu.


Wanita yang awalnya di belakang pria itu, kini beralih ke belakang Vira.


Pria itu mencoba lagi untuk meninju Vira, namun Vira selalu berhasil menghindari tinjuannya. Pria itu membulatkan matanya. Dia terkejut karna berulang kali Vira bisa menghindari tinjuannya.


"Sudah cukup pemanasannya paman" ucap Vira. "Kini mari kita mulai dengan sungguh-sungguh" lanjut Vira.


"Kau pikir, dari tadi aku bercanda?" geram pria itu.


"Oh, apakah itu sungguhan?" Vira malah balik bertanya.


"Kurang ajar" desis pria itu.


Pria itu mencoba untuk melayangkan p*kulan lagi pada Vira. Namun kali ini Vira tidak menghindar. Vira malah menangkap tangan pria itu dan balik memuk*knya.


Bugh,, satu p*kulan mendarat di wajah pria itu. Pria itu jatuh tersungkur.


Karna marah, pari itu bangkit lagi dan mencoba hal yang sama pada Vira. Namun lagi-lagi Vira membalikkan keadaannya.


Kini pria itu sudah kelelahan. Banyak memar di badannya. Pria itu tidak punya kekuatan lagi. Kali ini Vira yang mendominasi serangan peda pria itu.


Vira membent*rkan kepala pria itu ke tanah sebanyak 3 kali. Pria itu tidak bisa melihat dengan benar, pandangannya mulai kabur. Sepertina dia hampir pingsan.


Vira berjongkok dihadapan pria itu. Vira tersenyum pada pria itu.


"Paman. Aku rasa tugasku hampir selesai. Hanya satu langkah lagi, kau akan bertemu dengan tuhan mu" ucap Vira.


Bugh,, untuk penutupan, Vira meninju wajah pria itu. Pria itu pun tak sadarkan diri.


Vira bengkit dari jongkoknya.

__ADS_1


"Si,siapa kau?" tanya wanita yang ada di belakang Vira.


Vira berbalik dan menatap wanita itu. Wanita itu tampak ketakutan.


"Te, terima kasih. Berkat kau aku selamat dari pri br*ngsek itu" ucap wanita itu.


Vira tidak membalas ucapan selamat dari wanita itu.


"Aku Hani. Siapa namamu?"tanya wanita itu.


"..." tak ada jawaban dari Vira.


"Hei, aku bertanya padamu" ucap Hani itu.


"Apa kau akan terus bertelanjang? Kau tidak akan memakai bajumu?" bukannya menjawab, Vira malah balik bertanya.


"Hah?" Hani itu menyadari sesuatu.


Vira bertanyaa seperti itu, karna Hani masih bertelanjang. Hani tidak menyadari kalau dia tidak memakai baju sama sekali.


Hani segera memakai bajunya. Setelah selesai, Hani kembali menatap Vira.


"Sekarang keluarlah" usir Vira.


"Baik" Hani keluar dari gubuk.


Setelah Hani keluar, Vira mengikat tangan pria itu ke belakang menggunakan baju si pria. Vira membuat pria itu tengkurap. Dia jijik saat tidak sengaja melihat bagian int*m pria itu.


Vira menutup pintu kayu gubuk itu.


"Selamat tinggal paman" ucap Vira.


Vira mendekatkan lilin pria itu pada dinding gubuk yang terbuat dari bambu. Dengan cepat api membakar dinding itu.


Vira tersenyum.


"Hei, apa yang kau lakukan? Kenapa kau membakar gubuk itu?" tanya Hani tampak syok.


"Apa kau mau terus dikejar oleh pria itu?" Vira balik bertanya.


Hani menggelengkan kepalanya.


Vira berjalan menjuhi gubuk itu.


"Kau mau ke mana?" tanya Hani mengikuti Vira dari belakang.


Selangkangannya tersa sakit. Namun Hani berusaha menahannya dan mengejar Vira.

__ADS_1


"Pulang" jawab Vira.


"Lalu aku bagaimana?" tanya Hani yang tampak bingung.


"Apa kau punya rumah?" tanya Vira menghentikan langkahnya.


"Tentu saja" jawab Hani.


"Kenapa kau masih bertanya? Pulang saja ke rumahmu" ucap Vira.


Vira melanjutkan jalannya. Sementara Hani malah diam.


"Tapi,, bagaimana kalau aku hamil?" tanya Hani.


Vira kembali terhenti. Vira membalikkan tubuhnya dan menatap Hani. Vira bingung harus menjawab apa. Pasalnya dia tidak mengerti masalah seperti ini.


"Em,, aku tidak tau" jawab Vira.


"Kenapa kau tidak tau?" Hani balik bertanya.


"Kau lihat aku. Aku ini hanya seorang gadis kecil. Aku tidak tau tentang hal seperti itu. Kau lebih tua dariku, seharusnya kau yang lebih mengerti" jawab Vira.


"Aku juga baru berusia 17 tahun. Aku tidak mengerti" balas Hani.


"Hah.." Vira mengusap wajahnya gusar. "Terserah. Itu bukan urusanku" ucap Vira.


Vira meninggalkan Hani.


"Gadis kecil konon. Mana ada gadis kecil sudah berani membun*h orang" gumam Hani.


"Heheh,, menarik" ucap Hani sambil tertawa kecil.


Vira sudah hilang dari pandangan Hani. Hani berjalan meninggalkan hutan itu.


"Hah, sial. Gadis itu membuat rencanaku berjalan lebih cepat. Aku memang berniat untuk membun*h pria kepar*t itu. Tapi dengan tanganku sendiri. Tak disangaka, gadis itu datang" ucap Hani sambil berjalan.


"Tapi tidak apa. Permainan pria itu cukup membuatku puas. Tapi aku masih menginginkannya. Hah,, aku harus mencari orang" gumam Hani.


...---...


...Kira-kira siapa ya Hani itu? ...


...Apakah dia akan menjadi teman atau musuhnya Vira? ...


...Hah,, author pun tidak tau...


terima kasih sudah mampir

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak


Tbc..


__ADS_2