Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Rencana Robi


__ADS_3

Happy Reading!😊


Vira tidak keluar rumah, bahkan ke luar kamar selama beberapa hari. Bukan karna dia takut akan mendapat cemoohan dari masyarakat. Tapi dia masih berduka atas kepergian ayahnya, yaitu Devan.


Vira dikucilkan di masyarakat. Sekarang lebih banyak orang yang membullynya. Ingin sekali Vira berteriak dan mengatakan kalau bukan dia yang membun*h Devan. Namun seberapa kerasnya dia berteriak orang-orang tidak akan mempercayainya. Mereka lebih percaya pada perkataan Dewi, si wanita ular itu.


Vira sering dip*kuli oleh teman-temannya di sekolah. Kadang Vira mengadukan mereka pada guru yang ada di sekolah. Namun guru-guru itu memilih diam, seperti tidak terjadi sesuatu.


Sungguh, batin Vira sangat terluka.


Dewi senang dengan keadaan Vira yang sekarang.


Semua harta kekayaan Devan dialihkan atas nama Dewi. Inilah tujuan utawa Dewi menikahi Devan.


Kini Vira sudah berubah. Tidak ada raut kehidupan dari wajah cantik Vira, tidak ada senyum di bibir mungil Vira, tidak ada mata yang memancarkan kebahagiaan pada Vira. Yang ada hanyalah wajah dingin, tidak mudah tersenyum, sering menangis dan juga, benci terhadap orang lain.


Suatu hari.


Vira sedang berada di sekolah.


Bukh,, seseorang melemparkan botol air ke kepala Vira.


Vira memegang kepalanya yang terkena botol air. Sakit, itulah yang Vira rasakan.


"Hei,, kembalikan botol air ku!" teriak orang yang melemparkan botol air itu.


Vira melihat siapa orang itu. Vira sudah menduga kalau itu ulah Robi. Robi adalah salah satu orang yang selalu membully Vira. Namun Robi paling sering dan paling kej*m membully Vira.


Kerap kali Robi mem*kul, menendang dan menj*mbak rambut Vira. Vira hanya bisa diam, tanpa ada keinginan untuk membalas perbuatan Robi.


Vira melihat botol air itu. Setelah melihat beberapa detik, Vira mengambil botol air itu dan berjalan mendekati Robi.


Robi pikir Vira akan memberikan botol air miliknya. Namun dugaan Robi salah. Vira berjalan melewatinya. Vira membuang botol air milik Robi di tempat sampah yang berada di belakang Robi. Setelah membuang botol air milik Robi, Vira berjalan menjauhi Robi dan teman-temannya.

__ADS_1


Robi sangat marah karna botol air miliknya dibuang oleh Vira. Robi hendak menyusul Vira. Namun teman-temannya menghentikannya.


"Rob, jangan" cegah salah satu teman Robi.


"Lepasin!" titah Robi.


"Jangan Rob" cegah temannya lagi.


"Lepasin!" Robi memberontak.


"Rob, kita balas nanti sepulang sekolah" ucap teman Robi.


Robi berhenti memberontak dan menatap teman yang memberikan usul padanya.


"Kita akan mengh*jar Vira sepuasnya" lanjut temannya.


Robi tersenyum. "Pintar juga kau" ujar Robi.


Robi dan teman-temannya tersenyum. Robi sudah membayangkan keseruan mengh*jar Vira.


Sepulang sekolah.


Vira sudah dicegat oleh Robi dan teman-temannya. Vira menatap Robi dengan wajah dinginnya.


"Vira, maafkan aku karna sudah sering membully mu" ucap Vira.


"..." tak ada jawaban dari Vira.


"Vira, Robi bersungguh-sungguh meminta maaf padamu" ucap teman Robi untuk meyakinkan Vira.


"..." masih tak ada respon dari Vira.


"Kamu memaafkanku kan?" tanya Robi.

__ADS_1


"..." lagi-lagi tak ada respon dari Vira


"Vir.." Robi meminta pada Vira.


"Hem.." Vira menjawab sambil menganggukkan kepalanya satu kali.


"Beneran?" tanya Robi memastikan.


Vira menganggukkan kepalanya lagi.


"Yes.." Robi dan teman-temannya bersorak.


"Untuk merayakan karna kamu sudah memaafkan aku, gimana kalo aku traktir kamu" ucap Robi.


"Gak usah" tolak Vira.


"Kenapa? Pokoknya kamu harus mau" Robi memaksa Vira.


"Gak usah" tolak Vira lagi. Vira mencium bau mencurigakan dari permintaan maaf Robi dan teman-temannya.


"Kamu harus mau" tegas Robi.


"Ta--" Vira hendak menolak lagi, namun Robi memotongnya.


"Ok ayo.." Robi menarik tangan Vira.


Robi dan teman-temannya menuntun Vira ke hutan belakang sekolah.


Di tengah perjalanan, teman-teman Robi harus pulang karna ada keperluan. Akhirnya Robi dan Vira lah yang menuju hutan belakang sekolah.


Vira tidak tahu kalau Robi mengajaknya ke hutan. Vira hanya tahu, kalau Robi membawanya bukan untuk mentraktirnya.


Terima kasih sudah mampir😊

__ADS_1


Silahkan tinggalkan jejak😆


Tbc..


__ADS_2