Psikopat Sejak Dini

Psikopat Sejak Dini
Baikan


__ADS_3

Happy Reading!😊


Di saat Rendi, Roy dan Nathan sedang memperhatikan Vira, tiba-tiba ada orang yang langsung menghampiri Vira dan berduel dengan Vira. Rendi, Roy dan Nathan membulatkan mata mereka. Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat ini.


Orang itu terus menyer*ng Vira. Vira cukup keteteran dengan ser*ngan dari orang itu. Setelah mendapat celah, Vira segera membalikkan keadaan. Kini Vira lah yang menyer*ng orang itu.


Vira berusaha menumbangkan lawannya. Namun lawannya itu tidak merasa kesusahan. Dia menerima ser*ngan Vira dengan mudahnya. Dengan satu gerakan, pria itu memb*nting Vira ke lantai. Vira terjatuh dan tidak bisa bangkit lagi. Tenaga Vira sudah terkuras habis.


"Kau bertarung dengan amarah. Kau tidak akan pernah bisa mengalahkan musuhmu jika kau bertarung seperti itu. Kau harus bisa mengendalikan amarahmu" ucap pria itu.


"Om, apa yang om lakukan?" tanya Rendi.


"Iya om, kasiankan Vira" timpal Roy.


Orang yang menyerang Vira adalah Bima.


Bima memutar bola matanya dengan malas. Rendi, Roy dan Nathan membantu Vira berdiri. Vira mengatur nafasnya supaya stabil.


"Ayo kita pulang" ajak Bima.


Vira berjalan ke arah pintu dengan kaki yang bergetar. Sungguh, tenaganya sudah terkuras habis. Bima menggandeng tangan Vira, namun Vira menepis tangan Bima. Untuk ke-2 kalinya Bima menggandeng tangan Vira, namun Vira menepisnya lagi. Bima mengulagi hal itu sebanyak 3 kali, dan Vira juga mengulangi hal yang sama pada Bima.


Bima sudah geram pada Vira. Akhirnya bima menggendong Vira dipundaknya.


"Ah.." Vira kaget saat Bima menggendongnya. "Ayah, turunkan aku. Aku punya kaki, aku bisa jalan sendiri. ucap Vira.


Bima tidak menghiraukan teriakna Vira. Bima terus menggendong Vira sampai masuk ke dalam mobil. Rendi, Roy dan Nathan melihat kejadian itu. Namun mereka tidak bertindak apapun. Sama halnya dengan Rendi, Roy dan Nathan, para anak buah Bima melihat itu, namun mereka tidak berani berkata apa-apa.


Vira sudah duduk di dalam mobil bersama dengan Bima. Bima pokus mengemudi. Sementara Vira mengerucutkan bibirnya kesal pada Bima.


Setelah sampai, Vira hendak turun sendiri dari mobil. Tapi Bima dengan cepat menggendong Vira. Vira hanya pasrah dengan apa yang dilakukann Bima.


Bima membawa Vira ke kamarnya (kamar Bima). Didudukkannya Vira di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Diam di sini" titah Bima.


Bima turun ke bawah mengambil baskom yang berisikan air hangat dan handuk kecil. Setelah itu Bima kembali ke kamar. Bima melihat Vira masih dengan posisi awalnya.


Bima membasahi handuk kecil itu dengan air hangat kemudian memerasnya.


"Mana lukamu?" tanya Bima.


Vira diam tak menjawab.


Bima megang pipi Vira yang cukup lebam akibat pertarungannya bersama Bima. Bima menempelkan handuk kecil pada pipi Vira. Vira meringis saat Bima menempelkan handuk itu.


Bima menempelkan haduk dari satu luka keluka yang lain. Setelah selesai, Bima menyimpan baskom itu di atas nakas.


Vira masih tidak mau bicara pada Bima. Dia masih setia dengan mode diamnya.


"Maaf" ucap Bima.


"..." Vira tidak menggubris perkataan Bima.


"Maaf" ucap Bima lagi.


"Iya.." balas Vira.


"Maafin ayah sayang. Ayah tidak bermaksud seperti itu" ucap Bima.


"Iya" balas Vira lagi.


"Ayah hanya tidak mau terjadi sesuatu padamu. Ayah tidak ingin kamu terluka. Ayah tidak ingin kamu mengalami masalah apapun. Biar ayah yang menghadapi semua masalahmu" ucap Bima panjang lebar.


"..." Vira tidak menanggapi ucapan Bima.


"Sayang.." panggil Bima.

__ADS_1


"..." lagi-lati tak ada jawaban dari Vira. Hanya terdengar hembusan nafas halus yang ke luar dari hidung Vira.


Bima melihat wajah Vira. Bima tesenyum saat mendapati Vira yang tertidur dipelukannya.Bima membaringkan Vira di atas tempat tidur. Kemudian Bima ikut berbaring di samping Vira. Bima pun ikut tertidur bersama Vira.


Skip.


Vira terbangun dari tidurnya. Vira tidak melihat Bima di mana pun. Vira memutuskan untuk ke bawah, karna tenggorokannya yang kering dan perutnya yang terasa lapar.


Saat sampai di bawah, Vira mendapati Bima yang sedang menata makanan di atas meja makan.


"Eh, kau sudah bangun?" tanya Bima.


Vira menganggukkan kepalanya.


"Ayo kita makan. Ayah sudah memasak makanan untuk mu" ajak Bima.


Tanpa basa basi, Vira segera melahap makanan yang ada di depannya. Makanan itu sangat enak, sampai-sampai Vira menambah porsi makannya.


"Kamu masih marah sama ayah?" tannya Bima.


"Aku tidak pernah marah pada ayah. Aku hanya kesal saja" jawab Vira mengeggelengkan kepalanya.


"Ha,, baiklah.." balas Bima.


...***...


Kasus kemat*an yang ada di sekolah ditutup oleh polisi. Karna mereka tidak mendapat petunjuk apapun sampai berbulan-bulan lamanya.


10 tahun kemudian.


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😆

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2