
Happy Reading!😊
Vira sudah pulang sekolah. Saat masuk ke rumah, Bima sudah menyambut Vira dengan suka cita.
"Eh,, anak ayah udah pulang" ujar Bima memeluk dan mencium kening Vira.
Vira terkejut dengan prilaku Bima.
"Gimana sayang sekolahnya? Seneng gak?" tanya Bima.
"Em,, ya biasa-biasa aja. Aku seneng kok" jawab Vira sambil tersenyum.
"Apa ada yang berani gangguin kamu?" tanta Bima dengan wajah serius.
Vira terdiam.
"Sayang" ucap Bima.
"Gak ada kok yah" jawab Vira.
"Baiklah kalo gitu. Kalo gitu, ayo kita makan. Ayah sudah membeli makanan spesial buat kamu" ajak Bima.
"Ayo" balas Vira.
Vira dan Bima makan bersama dengan perasaan Vira. Bima tidak mencurigai apapun pada Vira.
Keesokan harinya.
Vira seperti biasa berangkat ke sekolah. Vira selalu diantar oleh Bima.
"Sampai jumpa ayah" ucap Vira.
"Iya, jaga dirimu" Bima memberi nasihat pada Vira.
"Iya ayah" balas Vira.
"Oh iya, mungkin malam ini ayah tidak akan ada di rumah. Kamu seperti biasa ya bersama Rendi dulu" ucap Bima.
"Iya yah" balas Vira.
"Tenang aja, ayah gak bakalan lama kok" ucap Bima.
"Iya ayah" balas Vira lagi. "Aku masuk dulu" ucap Vira.
"Iya, hati-hati ya sayang" Bima mencium kepala Vira.
Vira tersenyum.
Saat Vira hendak membuka mobil, tiba-tiba Bima menghentikannya.
__ADS_1
"Eh, tunggu" cegah Bima.
"Ada apa yah?" tanya Vira bingung.
Bima memajukan wajahnya dan mengarahkan jarinya pada pipinya. Vira tidak mengerti akan maksud Bima.
"Ayah kenapa? Ada apa di wajah ayah?" tanya Vira tambah bingung.
Bima menatap Vira dengan lesu.
"Ayah mau kamu cium" pinta Bima.
"Hah? Emangnya kenapa?" tanya Vira.
"Tidak kenapa-napa. Hanya saja, ini peraturan baru untuk kamu. Setiap kamu mau pergi, harus mencium pipi ayah dulu" jawab Bima.
"Peraturan? Sejak kapan ada peraturan seperti itu?' gumam Vira.
Tanpa bertanya lagi, Vira langsung menciun pipi Bima.
"Sudah kan, aku masuk ya" ucap Vira yang langsung ke luar dari mobil.
Sepanjang perjalanan menuju kelas, Vira memperhatikan area sekolahnya. Di sekolahnya tidak terdapat CCTV. CCTV hanya dipasang dibeberapa tempat penting.
Vira menyunggingkan senyum misterius.
Saat istirahat, Vira terus saja dikejar oleh Mini dan teman-temannya. Namun Vira tidak pernah melayani mereka. Vira bersikap acuh pada mereka. Rendi, Roy dan Nathan geram pada Vira yang terus saja diam tidak bertindak. Nathan pikir, Vira akan melakukan sesuatu yang membuat mereka membungkam mulut mereka. Namun ternyata Nathan salah.
"Iya Vir, kita mau lawan, elo malah ngelarang kita" timpal Roy.
"Gue gak paham jalan pikiran lo" timpal Nathan.
"Kalian bisa diem gak sih? Udahlah biarin" ucap Vira.
"Vir, kalo sampe besok lo gak lawan mereka, lo setuju atau gak setuju, kita bakal bales mereka" ancam Roy.
"Iya, bener. Dan lagi, kalo lo sampai ngerarang kita, gue bakal aduin lo ke om Bima" tinpal Rendi.
"Lho,, kok main adu sih? Ini masalah gue. Cepet atau lambat, gue pasti bales dia. Kalian tenang aja" ucap Vira.
Kalo kalian tanya kenapa Vira jadi berkata kasar, jawabannya karna teman-temannya. Vira sudah terharus oleh mereka. Dan ya, kini Vira sudah dekat dengan ke-3 temannya itu.
Vira belajar seperti sewajarnya seorang murid. Namun sebenarnya Vira tidak memperhatikan. Atapan Vira pada guru, tapi pikirannya sedang berjalan-jalan.
Vira sedang memikirkan bagaimana cara agar bisa memenuhi hasratnya. Vira ingin segera menuntaskan keinginannya.
"Nah anak-anak, besok kita akan melakukan kegiatan gotong royong membersihkan kelas. Jadi kalian bawa peralatan kebersihan" ucap ibu guru yang membuyarkan lamunan Vira.
"Bu, bersih-bersih harusnya hari jum'at, bukan rabu" protes Roy.
__ADS_1
"Iya bu, biasanya juga jum'at. Masa dipajuin sih?" timpal Rendi.
"Gini, ibu jelasin ya. Hari jum'at kita akan mengadakan pramuka bersama. Jadi kegiatan bersih-bersih kita pajukan" jawan ibu guru.
"Pramuka bersama? Jadi kita gak akan belajar donk" ucap Rendi.
"Horeee!" semua orang bersorak senang, kecuali Vira.
"Syut,, diam dulu. Kita tetap akan belajar, tapi kita akan belajar tentang alam" ucap ibu guru.
"Ah,, belajar alam mah kecil" ucap Rendi menyepelekan.
"Ya udah, mungkin itu saja. Kalian boleh pulang. Awas jangan lupa ya, besok bawa alat kebersihan" ucap ibu guru.
"Baik bu" balas semua murid.
Kelaspun menjadi sepi karna semua murid sudah pulang ke rumah mereka masing-masing.
"Vir, lo pulang bareng gue" ucap Rendi.
"Iya" balas Vira.
"Lo langsung ke rumah gue aja" ucap Rendi.
"Iya" balas Vira lagi.
"Eh, gue sama Nathan nebeng deh sama lo Ren" ucap Roy.
"Emang kenapa?" tanya Rendi.
"Bokap gue sama Nathan gak jemput. Katanya suruh ikut sama lo" jawab Roy.
"Aelah,, alesan aja lo" ucap Rendi. "Ya udah ayo" lanjut Rendi.
"Eh, tunggu, gue harus bawa baju dulu" ucap Vira.
"Ha, gini aja. Sekarangkan om Bima gak ada, gimana kalo kita main dulu di rumah lo Vir" usul Rendi.
"Eh bege, kalo om Bima marah gimana?" tanya Nathan.
"Gak bakal. Yakin sama gue" jawab Rendi.
"Emang boleh Vir?" tanya Roy.
"Gue gak akan tanggung jawab ya kalo marah" jawab Vira.
"Ok, kalo gitu setuju" ucap Rendi.
Terima kasih sudah mampir😊
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
Tbc..