
Happy Reading!😊
Vira sudah kembali ke dalam kelasnya.
"Vir, dari mana lo?" tanya Rendi.
"Luar" balas Vira.
"Habis telponan sama pacar lo ya" tebak Roy.
"Sebarangan. Gue mana ada pacar" jawab Vira menoyor kepala Roy.
"Aelah,, cuma nanya doang juga" gumam Roy.
Vira duduk di bangkunya.
Sekolah Vira sudah selesai. Vira dan yang teman-temannya sudah ada di parkiran.
"Kalian duluan aja. Gue ada perlu sebentar" titah Vira.
"Mau ke mana lo?" tanya Roy.
"Beli mobil" jawab Vira.
"Lo bercanda ya" tanya Rendi tidak percaya.
"Terserah lo" jawab Vira.
Vira menaiki motornya dan memakai helm. Vira langsung pergi tanpa memperdulikan teman-temannya. Rendi, Roy dan Nathan tidak percaya dengan apa yang Vira katakan. Mereka mengikuti ke mana Vira pergi.
30 menit berkendara, akhirnya Vira berhenti di salah satu showroom mobil terbesar di kotanya. Rendi, Roy dan Nathan juga ikut berhenti di sana.
"Vir, lo ngapain ke sini?" tanya Rendi.
"Udah gue bilang, gue mau beli mobil" jawab Vira.
Vira masuk ke dalam showroom itu. Vira dan teman-temannya disambut dengan rama oleh pegawai showroom itu.
"Selamat datang mbak,, mas,, ada yang bisa kami bantu?" tanta pegawai A.
"Saya mau beli mobil" jawab Vira.
"Mobil seperti apa yang mbak mau?" tanya pegawai A.
"Alah, paling juga mobil termurah" celetuk seseorang.
Vira dan yang lainnya melihat ke arah orang itu. Tampak seorang wanita sedang mengecek pembukuan sambil berbicara merendahkan vira. Vira tidak menghiraukan orang itu. Kita sebut saja orang itu pegawai B.
Pegawai B melihat Vira dan teman-temannya sebagai seorang pelajar. Dia berpendapat bahwa Vira dan yang lainnya tidak punya uang.
"Saya mau membeli mobil sport" jawab Vira.
"Baik mbak. Mari ikut saya" ajak pegawai A.
Vira dan teman-temannya mengikuti pegawai A. Pegawai B juga ikut. Dia penasaran mobil seperti apa yang akan dibeli oleh Vira.
"Ini koleksi mobil sport kami. Mbak bisa melihat dan mencoba menaikinya" suguh pegawai B.
Vira menganggukkan kepalanya.
Vira melihat-lihat mobil yang ada di sana. Namun tidak ada yang menarik perhatiannya. Teman-teman Vira juga ikut memilihkan mobil untuk Vira. Dan Vira menolak pilihan mereka.
Mata Vira tertuju pada sebuah mobil berwarna hitam mengkilat yang terletak di tengah-tengah mobil yang lainnya. Vira berjalan mendekati mobil itu. Vira tertarik pada mobil itu.
__ADS_1
"Mbak, ini mobil unggulan dari perusahaan kami. Ini baru didatangkan 3 hari yang lalu" tutur pegawai A.
"Boleh saya liat?" tanya Vira.
"Tentu saja mbak" jawab pegawai A.
Vira melihat dalam dan luar mobil itu. Sungguh, hati Vira sudah tergoda oleh mobil itu.
"Berapa harganya?" tanya Vira.
"Idih, pake tanya harga. Kayak yang mau beli aja" ucap pegawai B.
Vira mengabaikan perkataan pegawai B.
"Harganya 11, 8 M" jawab pegawai A.
"Saya ambil" ucap Vira.
"Ba-baik mbak" jawab pegawai A yang cukup kaget.
Pegawai A dan pegaawai yang lainnya mengurus pembelian mobil Vira.
"Alah,, paling juga dicicil. Anak sekolah berapa sih uang jajannya sehari? Uang jajan sehari gak cukup buat nyicil mobil itu. Paling juga ujung-ujungnya minta sama ortu" ucap pegawai B. Pegawai lain sudah memperigati pegawai B. Namun pegawai B tidak mendengarkan.
Vira menyodorkan black card yang didepan mata pegawai B. Semua orang membuka matanya. Mereka kaget melihat Vira yang mempunyai black card.
"Cepat urus pembayarannya. Saya tidak mau lama-lama di sini" titah Vira.
"Baik, mbak" balas pegawai A dan yang lainnya.
Vira dan teman-temannya duduk di kursi tunggu.
"Vir, lo serius mau beli mobil itu?" tanya Rendi.
Vira menganggukkan kepalanya.
"Itu bukan buat gue. Itu buat bokap gue" jawab Vira.
"Bokap? Maksudnya om Bima?" tanya Roy.
Vira menganggukkan kepalanya.
"Tiba-tiba banget lo beliin dia mobil" ujar Rendi.
"Besok bokap gue ulang tahun. Gue pingin hadiahin dia mobil" ucap Vira.
"Oo.." balas Rendi.
"Dari mana lo punya uang banyak banget?" tanya Rendi pemasaran.
"Ada deh" jawab Vira.
"Ah,, atau jangan-jangan lo jadi simpenannya om om ya" tebak Roy.
"Sembarang aja lo toil" ucap Vira.
"Ya,, bisa aja kan" balas Rendi.
"Kalian gak perlu tau" ucap Vira.
"Hm,, iya, iya.." ucap Rendi.
"Kalian kalo mau beli, beli aja. Tar gue yang bayar" ucap Vira.
__ADS_1
"Gak ah. Gue udah banyak mobil. Gue gak mau nambah lagi" tolak Rendi.
Cukup lama menunggu, akhirnya selesai juga.
"Tolong antarkan mobilnya ke alamat ini" ucap Vira memberikan secarik kertas.
"Baik mbak" balas pegawai A.
"Berikan nomor rekening mu" ucap Vira.
"Hah? Nomor rekening?" tanya pegawai Abingung.
"Iya" jawab Vira.
Pegawai A memberikan nomor rekeningnya pada Vira. Vira mengirimkan sejumlah uang ke rekening pegawai A. Mata pegawai A terbuka lebar saat melihat jumlah nominal yang diberikan oleh Vira.
"Mbak, ini.." pegawai A tidak percaya.
"Itu tip untukmu" ucap Vira.
"Tapi mbak, ini terlalu besar" ucap pegawai A.
"Terlalu besar?" tanya Vira bingung.
"20 jt itu besar mbak" jawab pegawai A.
"Ambil saja. Dengan membeli mobil dan memberimu tip aku tidak akan menjadi miskin" ucap Vira dengan diselipi sindiran.
"Kalo begitu, terima kasih mbak" ucap pegawai A dan diangguki oleh Vira.
Vira berjalan mendekati pegawai B yang sedang berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
Plak,, Vira menamp*r pegawai B dengan keras.
"Itu untuk hinaanmu yang pertama" ucap Vira.
Pegawai itu memegang pipinya yang terasa panas.
"Berani sekali kau.." gumam pegawai B.
Plak,, belum sempat membalas, pegawai B malah sudah diberikan tamp*ran yang kedua oleh Vira.
"Itu untuk hinaanmu yang kedua" ucap Vira.
"Kau.." geram pegawai B.
Plak,, untuk ketiga kalinya Vira menamp*r pegawai B samapi jatuh tersungkur.
"Itu tip karna sudah meremehkanku" ucap Vira.
Sudut bibir pegawai B berdar*h.
Vira melemparkan uang seratus ribuan 10 lembar pada pegawai B.
"Pergilah ke rumah sakit dan obati lukamu" ucap Vira.
Vira tersenyum devil. Kemudian Vira dan teman-temannya meninggalkan showroom mobil itu.
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
Terus dukung author ya😉
__ADS_1
Tbc..